2 research outputs found
PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN SEBAGAI PENUNJANG PROGRAM SEKOLAH AREK SURABAYA (SAS) (STUDI KASUS DI SDN KALIJUDAN 1/239 SURABAYA)
Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Menggambarkan kondisi sarana prasarana di sekolah. (2) Meninjau hasil dari proses manajemen sarana prasarana di sekolah. (3) Menunujukkan hasil dari pengamatan proses kegiatan program Sekolah Arek Surabaya (SAS). Dalam penelitian ini menggunakan motode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan dalam penelitian terbagi menjadi dua yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengelolaan sarana prasarana yang efektif digunakan pada saat kegiatan program Sekolah Arek Suroboyo (SAS) yakni dengan menerapkan unsur dan nilai yang terkandung di sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan pada serangkaian proses dan tahapan mulai dari perencanaan hingga sampai evaluasi dengan tujuan untuk menyiapkan infrastruktur atau sarana prasarana sekolah yang lebih efektif. Penelitian ini juga memfokuskan pada pengelolaan atau keefektifitas program Sekolah Arek Suroboyo, yakni dengan menanamkan apa yang telah diajarkan oleh para pemangku pendidikan dalam porses kegiatan pendidikan. Pada dasarnya SAS dirancang untuk meningkatkan pendidikan yang lebih baik lagi yang ditujukkan kepada seluruh warga sekolah dengan menerapkan tema tema yang terkandung dalam program SAS
Program Pemberdayaan Ibu Lansia dalam Mengentaskan Buta Huruf Al-Qur'an di Desa Cupak melalui Kegiatan Baca Tulis Al-Qur’an
Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu lansia di Desa Cupak melalui upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur'an dengan kegiatan Baca Tulis Qur'an (BTQ). Program dilaksanakan pada tanggal 14 dan 22 Agustus 2024, dengan melibatkan 25 peserta lansia. Sebelum pelatihan dimulai, dilakukan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam membaca Al-Qur'an, termasuk huruf hijaiyah, tanda baca (mad, waqaf, qolqolah), dan tajwid (izhar, ikhfa, idgham, iklab). Hasil pre-test menunjukkan bahwa rata-rata pemahaman peserta hanya mencapai 66%, yang mencerminkan rendahnya literasi Al-Qur'an di kalangan ibu lansia. Setelah pelatihan dilaksanakan dengan metode partisipatif dan berbasis komunitas, hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan dengan rata-rata pemahaman mencapai 85%, memperlihatkan peningkatan sebesar 19%. Pendekatan partisipatif yang digunakan berhasil menciptakan suasana belajar yang interaktif, dengan peserta aktif berlatih dan saling mendukung dalam kelompok kecil. Selain peningkatan kemampuan teknis dalam membaca Al-Qur'an, program ini juga berdampak positif pada aspek sosial dan spiritual. Ibu-ibu lansia menjadi lebih percaya diri dan lebih terlibat dalam kegiatan keagamaan seperti pengajian dan tahlilan setelah pelatihan. Program ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis komunitas yang melibatkan partisipasi aktif dapat meningkatkan keterampilan literasi dan memberdayakan masyarakat secara spiritual. Beberapa tantangan, seperti kesulitan dalam memahami tajwid yang lebih kompleks, diatasi melalui bimbingan tambahan dan pendampingan intensif
