7 research outputs found

    Perancangan Sport Center di Tangerang Selatan dengan Pendekatan Structure Expression

    No full text
    Kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan menjadi persoalan utama saat ini. Banyak orang yang menjalani aktivitas sehari-harinya secara sedentary atau tidak banyak bergerak karena tuntutan pekerjaan, maupun tidak sempat meluangkan waktunya untuk olahraga karena terlalu sibuk akan aktivitas selain kerja yang banyak aktivitas duduk, ataupun minimnya sarana untuk berolahraga. Kota Tangerang Selatan hingga saat ini dinilai masih kekurangan sarana olahraga. Saat ini tercatat telah terdapat 13 (tiga belas) unit fasilitas olahraga di setiap kecamatan dalam berbagai bentuk. Akan tetapi, hal tersebut ternyata belum memadai secara standar. Bahkan, terdapat indikasi bahwa Kota Tangerang belum siap untuk menyelenggarakan acara olahraga tingkat nasional, menurut Kepala Dispora Kota Tangerang Selatan. Setelah kota Tangerang Selatan memisahkan diri dari otoritas administratif Kabupaten Tangerang pada tahun 2008, kota ini dirasakan masih memerlukan perbaikan infrastrukturnya, terutama fasilitas olahraga yang kurang. Padahal, kota Tangerang Selatan memiliki potensi yang baik untuk pengembangan masyarakatnya. Melalui perancangan sport center sebagai sarana olahraga, diharapkan perancangan ini mampu mencakup berbagai jenis olahraga untuk semua kalangan masyarakat. Perancangan ini menggunakan pendekatan arsitektur Structure Expression yang dapat menjadi improvisasi struktur. Pendekatan arsitektural ini memiliki tujuan agar bangunan hasil rancangan menjadi lebih kokoh dan dapat menambah estetika visual untuk menarik kesadaran dan ketertarikan berbagai kalangan masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga

    Perancangan Resort Dan Dayclub Melalui Pendekatan Ekologi Di puncak Kabupaten Bogor

    No full text
    Kehidupan masyarakat perkotaan dengan segala kepadatan dan kesibukan membuat worklife balance menjadi sangat penting untuk tercapai. Kebutuhan tempat untuk melepas lelah dan stress serta mendekatkan diri dengan alam juga menjadi penting. Bogor mempunyai potensi alam yang baik untuk menghadirkan tempat rekreasi sebagai kebutuhan masyarakat modern. Konsep pendekatan ekologi dinilai baik dalam pengimplementasiannya dalam perancangan tempat wisata di bogor yang mendepankan pemeliharaan dan keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan wadah rekreasi yang seimbang dengan alam bagi masyarakat perkotaan yang sibuk. Dengan menggunakan pendekatan ekologi, perancangan ini mengintegrasikan bangunan dengan lingkungan alam sekitarnya, sehingga menciptakan ruang yang nyaman dan asri. Resort dan dayclub ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan rekreasi masyarakat perkotaan, sekaligus mempromosikan kesadaran lingkungan dan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Metode penelitian yang digunakan mencakup studi literatur mengenai arsitektur ekologi, dan penerapan prinsip prinsip desain yang mendukung interaksi keseimbangan bangunan dengan alam sekitarnya. Hasil perancangan resort dan dayclub ini meliputi desain kawasan yang mengoptimalkan pemeliharaan dan pengolahan sumber daya alam, penggunaan material lokal dan ramah lingkungan, penggunaan sistem bangunan hemat energi, serta pengintegrasian ruang hijau untuk meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan pengunjung. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa penerapan arsitekur ekologi dalam perancangan resort dan dayclub menghasilkan wadah rekreasi yang sehat dan nyaman, serta mendukung pemeliharaan dan keberlanjutan lingkungan. Perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan wisata yang berkelanjutan dan ramah lingkungan

    Perancangan Senior Living di Gading Serpong Tangerang dengan Pendekatan Arsitektur Biofilik

    No full text
    Jumlah lansia di Indonesia terus meningkat, mencapai 10-12% dari total populasi (BPS, 2023). Perubahan struktur keluarga membuat banyak lansia hidup mandiri atau bergantung pada institusi perawatan. Selain itu, penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan demensia semakin umum, ditambah dengan risiko isolasi sosial akibat minimnya interaksi. Tren tipe senior living mulai berkembang sebagai solusi bagi lansia yang ingin hidup mandiri dalam lingkungan yang aman dan nyaman. Tangerang menjadi salah satu lokasi potensial dengan fasilitas kesehatan yang memadai dan akses strategis. Arsitektur biofilik menjadi pendekatan yang tepat dalam perancangan senior living, dengan mengintegrasikan elemen alami seperti penghijauan, pencahayaan, dan sirkulasi udara alami, serta kehadiran unsur kehidupan. Konsep ini terbukti mengurangi stres dan menurunkan risiko penyakit degeneratif. Metode dalam makalah ini adalah metode perancangan yang dimulai dari studi literatur, studi pendekatan desain yang digunakan, menganalisis tapak dan kebutuhan ruang, serta sintesis hasil yang disajikan dalam grafis gambar konsep arsitektural mengenai pendekatan arsitektural biofilik. Dengan pendekatan ini, akan dirancang senior living di Gading Serpong, Tangerang, yang mengutamakan kesejahteraan fisik dan mental lansia. Lingkungan yang sehat, nyaman, serta mendukung interaksi sosial. Hal ini akan menjadi fokus utama dalam meningkatkan kualitas hidup penghuni

    Penerapan Standardisasi WELL Building pada Perancangan Townhouse

    No full text
    Konsep hunian berkelanjutan dan ramah lingkungan semakin mendapat perhatian penting dalam bidang arsitektur. Hal ini mencerminkan kesadaran masyarakat tentang lingkungan berkelanjutan sudah semakin tinggi, tanpa terkecuali dalam bidang industri arsitektural. Salah satu standar yang kini banyak diadopsi adalah WELL Building Standard, yang menekankan pada aspek kesehatan dan kesejahteraan penghuni. Penelitian ini bertujuan untuk merancang townhouse yang sesuai dengan standar WELL Building Standard, dengan fokus pada peningkatan kualitas hidup penghuni melalui desain yang memperhatikan kesehatan fisik, mental, serta lingkungan sekitar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode perancangan arsitektural. Proses perancangan mencakup studi literatur mengenai WELL Building Standard terlebih dan penerapan prinsip-prinsip desain arsitektur yang mendukung kesehatan serta kenyamanan para pengguna bangunan. Hasil perancangan townhouse ini meliputi desain hunian yang mengoptimalkan pencahayaan alami, sistem sirkulasi udara yang efektif, pemilihan material ramah lingkungan, serta adanya integrasi ruang hijau dalam lingkungan untuk meningkatkan kualitas udara dan kenyamanan psikologis para penghuni. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan WELL Building Standard dalam perancangan arsitektural townhouse tidak hanya mampu menghasilkan hunian yang sehat dan nyaman, tetapi juga mampu mendukung keberlanjutan lingkungan karena memperhatikan alam. Hasil perancangan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan hunian modern yang dapat mengedepankan kesejahteraan penghuni dan kelestarian lingkungan

    Edukasi Tentang Fungsi dan Komposisi Fasad Bangunan Melalui Praktik Penyusunan Kolase pada Siswa SMA

    No full text
    Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan bagian dari rangkaian Pradifest 2025Universitas Pradita yang ditujukan kepada siswa-siswi SMA PGRI 109 Tangerang melaluiworkshop bertema “Why Facade Matter: How the Front of a Building Can Transform theEnvironment”. Workshop ini diselenggarakan sebagai upaya edukasi arsitektural sejak dini,dengan menekankan bahwa fasad tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetis, melainkan jugaberperan penting dalam meningkatkan kenyamanan termal, efisiensi energi, dan membentuk citraruang kota. Latar belakang kegiatan berpijak pada isu global krisis energi dan meningkatnya emisikarbon dari sektor bangunan, sehingga pemahaman desain yang mendukung efisiensi energimenjadi relevan untuk disampaikan kepada generasi muda. Metode pelaksanaan meliputi ceramahinteraktif, diskusi, dan praktik desain kolase berbasis pengamatan lingkungan sekitar. Melaluipendekatan ini, siswa diajak untuk berpikir kritis, kreatif, sekaligus mengembangkan literasi visualdan spasial dalam merespon tantangan keberlanjutan melalui desain fasad. Luaran kegiatan berupakolase rancangan ide fasad dan refleksi tertulis siswa menunjukkan keterhubungan antara estetika,fungsi, serta kesadaran lingkungan. Hasil workshop menegaskan bahwa kegiatan lintas jenjangyang mempertemukan pendidikan tinggi dan menengah mampu memperluas wawasan pesertaterhadap pentingnya desain arsitektural yang berorientasi pada keberlanjutan, sekaligus menjadimodel kolaborasi akademik yang potensial dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutanmelalui peningkatan kualitas lingkungan perkotaa

    Pendampingan Desain Renovasi Sekolah untuk Menciptakan Lingkungan Belajar Kondusif di SDN 4 Dago, Parung Panjang

    No full text
    Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan pada banyak sekolah dasar di Kabupaten Bogor,termasuk SDN 4 Dago Parung Panjang, menjadi penghambat terciptanya lingkungan belajar yangnyaman dan kondusif. Kondisi fisik sekolah yang tidak memadai, seperti dinding, plafon, dantembok ruang kelas maupun ruang guru yang rusak, sarana sanitasi dan drainase yang tidak layak,serta kondisi eksterior dan bangunan yang tidak terawat merupakan urgensi utama yangmembutuhkan penanganan segera. Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untukmerevitalisasi lingkungan sekolah melalui kegiatan renovasi fisik bangunan, dimana kegiatan inisejalan dengan salah satu Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dicanangkan pemerintah.Disisi lain, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi strategis akademisi, masyarakatsetempat, dan swasta. Kegiatan yang dilaksanakan pada Juli-September 2025 ini dilakukan melaluikolaborasi peran yang jelas. Akademisi dari Program Studi Arsitektur Universitas Pradita bertugasmelakukan observasi awal dan pendampingan desain renovasi fisik bangunan. PT. SA selaku mitraswasta bertanggung jawab atas pelaksanaan inti pekerjaan renovasi dan pengawasan pekerjaankonstruksi. Sementara guru, karyawan, serta anak didik terlibat aktif dalam mendukung berbagaipekerjaan renovasi lainnya. Hasil yang dicapai antara lain perbaikan menyeluruh plafon ruang,pengecatan semua tembok, kusen, dan furnitur, membangun sarana sanitasi dan drainase baru,membongkar dan membangun baru pintu gerbang sekolah, serta pekerjaan betonisasi halamansekolah. Kegiatan renovasi fisik bangunan sekolah ini diharapkan dapat menciptakan lingkunganbelajar yang lebih layak dan layak, memotivasi siswa dan guru untuk melakukan kegiatan belajarmengajar, serta menjadi model percontohan kolaborasi multipihak untuk untuk meningkatkankualitas fisik sarana pendidikan.Kata kunci : Lingkungan belajar kondusif, pemberdayaan masyarakat, Program HasilTerbaik Cepat (PHTC), renovasi sekolah, sinergi institusi pendidikan dan swasta
    corecore