54 research outputs found

    AL-QUR’AN DAN BERBUAT BAIK (Kajian Tematik Term “Al-Birr”)

    Get PDF
    In the Qur'an there is the term al-Birr. Al-Birr means doing good orvirtue. Humans make as much effort as possible and as good as possible in doing good. Man in performing the virtue by emulatingAllah swt. "The Most Beneficent" (Al-Barru). Of the many goodperforming models can be summarized in the three main areas,namely the field of faith, the field of worship, and the field ofmorality

    KONSEP MANUSIA DALAM AL-QUR’AN (Telaah Kritis tentang Makna dan Eksistensi)

    Get PDF
    Manusia adalah makhluk terbaik ciptaan Tuhan. Manusia dalam redaksi ayat Al Quran mempunyai beberapa term, seperti al nas, al ins, al insan, dan Bani Adam. Dari term-term tersebut sebagian maknanya bisa terungkap yang memberi informasi tentang asal penciptaan manusia dan perilakunya. Eksistensi Manusia secara umum berperan sebagai hamba Allah (Abd.Allah) dan sebagai pengayom atau pemakmur di permukaan bumi (khalifah Allah)

    Wawasan al-Qur'an tentang al-falah (suatu kajian tafsir maudu'i)

    No full text
    Hasil penelitian menyatakan esensi al-falah dalam al-Qur'an memiliki multi makna antara lain: berupa materil dan immateril, yang dirasakan di dunia atau di akhirat nanti. Di dunia berupa harta kekayaan hasil perniagaan, hasil bekerja sebagai mata pencaharian yang memberi keuntungan finansial. Keberuntungan immateril seperti kebersihan jiwa, sisi rohani yang akan memandu berbuat kebajikan. Keberuntungan di akhirat berupa ampunan Allah, keridhaan-Nya dan pahala berupa kenikmatan surga yang abadi. Eksistensi al-falah baru tampak ketika makna al-falah berhubungan dengan usaha atau perbuatan baik untuk mendapatkan al-falah tersebut. Demikian al-falah juga tampak ketika diperhadapkan dengan orang-orang yang gagal memperoleh al-falah seperti yang zalim, yang kafir dan sebagainya. Urgensi al-falah ditandai dengan banyaknya ayat al-Quran yang memuat titah dan seruan untuk mendapatkan al-falah. Titah tersebut senantiasa diingatkan berulang-ulang 'hayya ala al-salah hayya ala al-falah' bersamaan dengan ibadah yang paling utama salat. Al-falah ini diperlukan baik untuk kehidupan di dunia maupun kehidupan di akhirat.xv, 231 hlm

    POLA PENDIDIKAN PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SANTRI

    No full text
    Pola pendidikan karakter yang diterapkan di pondok pesantren sangat beragam sesuai dengan metode atau konsep yang akan dicapai. Keberhasilan atau tidaknya pendidikan kakrakter tergantung sosok kiayi yang menjadi panutan. Santri sendiri yang menjadi objek diharapkan mampu memberikan solusi setiap permasalahan yang apabila dihadapi di kemudian hari. Keinginan kuat dan cita-cita tinggi menjadi satu dalam jiwa kepribadian, kepribadian inilah yang menjadi indicator kepribadian santri dalam menghadapi realita kehidupan

    Wawasan Al-Qur’an tentang al-Falāḥ (Suatu Kajian Tafsir Mauḍū‘ī)

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang masalah keberuntungan (al-falāḥ), baikuntuk kehidupan dunia maupun kehidupan akhirat. Permasalahan pokok dalampenelitian ini adalah “bagaimana wawasan Al-Qur’an tentang al-falāḥ”. Pokokpermasalahan ini dijabarkan dalam bentuk sub-sub masalah yaitu : (1) bagaimanaesensi al-falāḥ dalam Al-Qur’an? (2) bagaimana eksistensi al-falāḥ dalam Al-Qur’an? (3) bagaimana urgensial-falāḥdalam Al-Qur’an? Permasalahan di atas dijawab melalui pendekatan ilmu tafsir dengan metodetafsir mauḍū‘ī. Metode penelitian ini menggunakan langkah-langkah tafsir mauḍū‘īdengan analisis semantik yang komprehensif dengan teknik-teknik interpretasisebagai berikut: interpretasi tekstual, interpretasi linguistik, interpretasi sosiohistoris,interpretasi sistemik, interpretasikultural dan interpretasi ganda. Hasil temuan, penelitian menyatakan esensi al-falāḥ dalam Al-Qur’anmemiliki multi makna antara lain: berupa materil dan immateril, yang dirasakan didunia atau di akhirat nanti. Di dunia berupa harta kekayaan hasil peniagaan, hasilbekerja sebagai mata pencaharian yang memberi keuntungan finansial.Keberuntungan immateril seperti kebersihan jiwa, sisi rohani yang akan memanduberbuat kebajikan. keberuntungan di akhirat berupa ampunan Allah, keridaan-Nyadan pahala berupa kenikmatan surga yang abadi. Eksistensi al-falāḥbaru tampakketika makna al-falāḥ berhubungan dengan orang yang mendapatkannya (al-muflihūn), dan ketika berhubungan dengan usaha atau perbuatan baik untukmendapatkanal-falāḥ tersebut.Demikianal-falāḥ juga tampak ketika diperhadapkandengan orang-orang yang gagal memperolehal-falāḥseperti yang zalim, yang kafirdan sebagainya.Urgensi al-falāḥ ditandai dengan banyaknya ayat Al-Qur’an yangmemuat titah dan seruan untuk mendapatkan al-falāḥ. Titah tersebut senantiasadiingatkan berulang-ulang “hayya ‘alā al-ṣalāh hayya ‘ala al-falāḥ” bersamaandengan ibadah yang paling utama salat.Al-falāḥ ini diperlukan baik untuk kehidupandi dunia maupun kehidupan akhirat. Penelitian ini berimplikasi positif terhadap masyarakat secara teoretis dansecara praktis, antara lain meningkatnya pemahaman mereka terhadap konsep-konsepAl-Qur’an dengan benar tentang keberuntungan, untuk selanjutnya dipraktekkandalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu perlu penyebarluasan melalui pembelajaranformal atau non formal

    Pemikiran Syekh Muhammad Abduh Dalam Tafsir Al-Manar

    Get PDF
    Muhammad Abduh adalah seorang pembaharu dalam pemikiran Tafsir di Timur Tengah, khususnya di Mesir. Geliat kebangkitan tafsir modern yang dirintisnya, merubah dan mewarnai gaya dan corak tafsir periode sebelumnya. Jalan pikiran Muhammad Abduh dalam Tafsir al-Manar terdapat dua landasan pokok yaitu peranan akal dan peranan kondisi sosial

    PERMUSYAWARATAN DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN (Kajian Tafsir Tematik)

    Get PDF
    Abstrak Permusyawaratan adalah suatu kegiatan perundingan dengan cara pertukaran pendapat dari berbagai pihak tentang suatu masalah untuk kemudian dipertimbangkan dan diputuskan serta diambil yang terbaik guna kemaslahatan bersama. Al-Quran memandang musyawarah sebagai amalan yang mulia dan penting sehingga peserta musyawarah harus memperhatikan etika dan sikap ketika bermusyawarah. Musyawarah hendaknya bertawakkal kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana

    Faktor-Faktor Penyebab Pola Registrasi Universitas Terbuka (Studi Kasus UPBJJ UT Bandung)

    Get PDF
    Strategi pengembangan UT dalam meningkatkan angka partisipasi mahasiswa, ditujukan untuk mempertahankan dan meningkatkan jumlah mahasiswa, diantaranya pelayanan registrasi pertama, mata kuliah dan UKT yang dilaksanakan oleh mahasiswa reguler tiap semester melalui UPBJJ. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran faktor waktu, bahan ajar, biaya SPP dan pelayanan UPBJJ yang menyebabkan mahasiswa melakukan registrasi mata kuliah 2003.1 menjelang penutupan masa registrasi. Sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah mahasiswa reguler yang melaksanakan registrasi datang langsung ke UPBJ UT Bandung. Instrumen yang digunakan berupa angket (kuesioner) dan jawaban berupa pilihan ya atau tidak, serta teknik pengolahan data menggunakan persentase (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor informasi waktu registrasi 2003.1 hampir seluruh mahasiswa mengctahui dari tanggal I Desember 2002 sampai dengan 10 Maret 2003, sebagian besar melakukan registrasi setelah menerima Daftar Nilai Ujian (DNU). Pemilihan mata kuliah sebagian besar berdasarkan katalog, sedangkan ketersediaan bahan ajar (modul) lebih dari setengahnya terpenuhi waktu registrasi, biaya registrasi/SPP sebagian besar menyiapkannya. Terhadap pelayanan UPBJJ sebagian besar mahasiswa menyatakan puas dalam hal komputerisasi karena mahasiswa langsung mendapatkan print out sebagai bukti telah melaksanakan registrasi, begitu pula terhadap adanya tempat pembayaran biaya SPP (BRI) di UPBJJ UT Bandung dan terhadap pelayanan registrasi pada hari Sabtu dan Minggu menjelang akhir penutupan masa registrasi, sebagian besar mahasiswa sangat mengharapkannya. Penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor penyebab penumpukan registrasi mata kuliah pada akhir penutupan penyebabnya adalah menunggu DNU, ketersediaan bahan ajar di UPBJJ, faktor biaya yang disiapkan mahasiswa menjelang akhir penutupan, t;lldor pelayanan komputerisasi regisrrasi mata kuliah yang mcmuaskan karena langsung memeriksa print out sebagai bukti registrasi, untuk tempat pembayaran SPP (BRI) belum seluruh mahasiswa sependapat tentang keberadaannya di UPBJJ-UT Bandung, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu di akhir masa penutupan menerima registrasi merupakan tantangan bagi UT dalam penjadwalan masa registrasi untuk tiap semester

    PENGARUH HUBUNGAN INTERPERSONAL DAN LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KEPUASAN KERJA KARYAWAN PT. SINJARAGA SANTIKA SPORT KADIPATEN

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan pada PT. Sinjaraga Santika Sport jalan Liangjulang nomor 104 Kadipaten Majalengka, dan bertujuan untuk mengetahui hubungan interpersonal, lingkungan kerja dan kepuasan kerja karyawan serta untuk mengetahui seberapa besar pengaruh hubungan interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan dan seberapa besar besar pengaruh lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan.Populasi pada penelitian ini adalah sebanyak 130 orang dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 57 orang dengan teknik simple random  sampling. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan teknik analisis deskriptif dan verifikatif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuesioner. Pengujian instrumen data dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas, sedangkan analisis data yang digunakan korelasi pearson product moment dan koefisien determinasi dan  uji hipotesis dengan uji t.Berdasarkan hasil penelitian korelasi pearson product moment hubungan antara hubungan interpersonal dengan kepuasan kerja karyawan termasuk kategori sedang dan  bernilai positif. Berdasarkan uji t maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan antara hubungan  interpersonal terhadap kepuasan kerja karyawan. Berdasarkan hasil korelasi pearson product moment hubungan antara  lingkungan kerja dengan kepuasan kerja karyawan termasuk kategori kuat dan  bernilai positif. Berdasarkan uji t maka Ha diterima dan Ho ditolak, artinya  ada pengaruh yang signifikan antara lingkungan kerja terhadap kepuasan kerja karyawan
    corecore