1,721,185 research outputs found
PENDAYAGUNAAN DANA WAKAF DI LEMBAGA NADZIR WAKAF (LNW) IBADURRAHMAN KECAMATAN MANDAU KABUPATEN BENGKALIS
ABSTRAK
Nama : Abdul Rohim
Jurusan : Manajemen Dakwah
Judul : Pendayagunaan Dana Wakaf di Lembaga Nadzir Wakaf
(LNW) Ibadurrahman Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis
Pada penelitian ini bermula dari sebuah latar belakang bahwa Lembaga Nadzir Wakaf (LNW) Ibadurrahman merupakan sebuah lembaga wakaf yang berdiri pada sebuah yayasan yang didalamnya terdapat Lembaga Pendidikan Islam (LPI), Lembaga Pengelola Zakat (LPZ) dan juga Lembaga Nadzir Wakaf (LNW). Ini semua dapat dilihat bagaimana LNW Ibadurrahmahn dalam pendayagunaan dana wakaf dialokasikan ke program apa dengan sistem apapula. Sehingga dapat disampaikan bahwa permasalahan yang ada pada penelitian kali ini membahas tentang bagaimana pendayagunaa dana wakaf yang dilakukan oleh LNW Ibadurrahman tersebut, yang mana tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendayagunaan dana wakaf pada Lembaga Nadzir Wakaf (LNW) Ibadurrahman. Adapun subjek penelitian ini adalah Lembaga Nadzir Wakaf (LNW) Ibadurrahman, adapun objek penelitian ini adalah bagaimana sistem pendayagunaan dana wakaf oleh Lembaga Nadzir Wakaf (LNW) Ibadurrahman. Pada penelitian kali ini disusun dengan kerangka pikir sistematis dengan menggunakan model deduktif, jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan pada penelitian kali ini adalah deskriptif kualitatif, dan juga informan pada penelitian ini berjumlah 5 (lima) orang. Dan juga pada penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakana adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi yang mana dilanjutkan pula untuk menganalisis data dengan metode kualitatif. Pada penelitian ini peneliti menemukan bahwa pendayagunaan dana wakaf tersebut dapat disalurkan ke berbagai sektor yang ada, seperti halnya disalurkan untuk peningkatan ekonomi umat dengan membuka lapangan kerja dan juga melakukan pengembangan terhadap aset wakaf yang telahada.
Kata Kunci : Pendayagunaan dana wakaf, Lembaga Nadzir Wakaf (LNW) Ibadurrahma
PERILAKU ANGGOTA DEWAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI SEBAGAI KADER PARPOL DAN WAKIL MASYARAKAT
ABSTRAK
PERILAKU ANNGOTA DEWAN DALAM MENJALANKAN FUNGSI SEBAGAI KADER PARPOL DAN WAKIL
MASYARAKAT
Oleh ABDUL ROHIM
Salah satu ekspektasi wakil masyarakat adalah tersalurkannya aspirasi mereka melalui anggota dewan yang mereka pilih, dengan mekanisme penjaringan dan penyaluran aspirasi. Realitas politik yang berkembang saat ini mengisyaratkan kepada anggota dewan terpilih harus menyerap aspirasi dengan memnfaatkan reses dan saat melakukan kunjungan kerja ke daerah pemilihan (dapil). Anggota DPRD telah melakukan perilaku politik dengan masyrakat meskipun perilaku yang dilakukan tidaklah seperti yang diinginkan, dalam pelaksanaan reses dengan wakil masyarakat, banyak sekali masukan- masukan dari masyarakat yang dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam membuat kebijakan, sehingga kebijakan yang dibuat tepat sasaran dan tepat guna. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi dalam melakukan prilaku anggota dewan ini diantaranya berkenaan dengan masalah disiplin menajemen waktu kerja, kurang pahamnya tupoksi kerja, kurangnya penguasaan media informasi dan teknologi. sehingga berdampak bagi anggota dewan dalam prilaku politik yang dianggap tidak aspiratif. Anggota DPRD harus berprilaku dengan baik kepada wakil masyarakatnya karna dengan sisitem politik lokal yang mengakibatkan anggota DPRD dalam menjaankan fungsinya tidak terwujud. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field risearch) yaitu suatu penelitian yang dilakukan untuk mempelajari secara dalam mengenai keadaan latar belakang dan interaksi lingkungan satu unit sosal baik individu kelompok, lembaga atau masyrakat. Menurut sifat penelitiannya ini nbersifat deskriftif, danmenggunakan teknik purpsive sampling yakni teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun informan dalam penelitian ini ialah yang terdiri dari dapil 2 angota DPRD Lampung Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prilaku anggota DPRD lampung selatan dalam menjalan fungsi kader parpol dan wakil masyarakat, telah dijalan kan dengan baik telah sesuai dengan peraturan dan mekanisme yang berlaku, dan fungsi anggota DPRD
iitersebut dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat sebagai berikut: Anggota DPRD Melakukan rapat kerja, kunjungan kerja, rapat dengar pendapat. Adapun Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku anggota dewan dalam menjalankan fungsi kader parpol dan wakil masyarakatadalah faktor Pendidikan, Pengalaman berorganisasi, dan kedisiplinan terkategori sebagai faktor pendukung, diharapkan dapat dioptimalkan anggota DPRD dalam menunjang kemampuan pelaksanaan tugas dan fungsi sesuai hak yang dimiliki demi kemajuan bersama. Upaya memperbaiki kualitas dan fungsi DPRD dibentuklah suatu kode etik yang bertujuan sebagai patokan atau pedoman tentang sikap dan perilaku yang wajib dipatuhi oleh para anggotanya selama menjabat sebagai anggota DPRD
PEMANFAATAN MEDIA BERBASIS TEHNOLOGI INFORMASI DALAM MENINGKATKAN PROSES PEMBELAJARAN AGAMA ISLAM DI MAN 2 TULUNGAGUNG
ABSTRAK
Skripsi dengan judul “Pemanfaatan Media Tehnologi Informasi dalam Meningkatkan Proses Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di Man 2 Tulungagung Tahun Ajaran 2015/2016” ini ditulis oleh Abdul Rohim dengan dibimbing oleh Dr. Luk Luk Nur Mufida., M.Pd.I
Kata Kunci: Media Berbasis Komputer dan Internet, Kualitas Belajar, Pembelajaran Agama Islam
Penelitian dalam skripsi ini dilatarbelakangi oleh sebuah fenomena pembelajaran agama Islam yang hanya menggunakan media klasik saja di dalam proses pembelajarannya. Perkembangan teknologi informasi telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang hampir tidak pernah lepas dari keseharian masyarakat di berbagai belahan dunia tentunya juga sangat potensial dijadikan sebagai media berbagi infomasi, atau sebaliknya yaitu dijadikan sebagai media mendapatkan infomasi yang tepat.
Rumusan masalah dalam penulisan tesis ini adalah: (1) Bagaimana cara guru dalam memanfaatan komputer dan internet di MAN 2 Tulungagung dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran PAI. (2)Apakah kelebihan dan kekurangan media komputer dan internet dalam meningkatkan kualitas pembelajaran pendidikan agama islam di MAN 2 Tulungagung?
Penelitian ini ditulis dengan menggunakan rancangan penelitian dengan pendekatan kualitatif dimana peneliti berkedudukan sebagai instrumen kunci. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, serta dokumentasi. Sedangkan tenik analisisnya menggunakan analisis kasus tunggal yang dilanjutkan dengan analisis secara sistematis dan obyektif, serta dalam pemerikasaan keabsahan datanya menggunakan triangulasi data.
Dari hasil penelitian ini, penulis menyimpulkan bahwa: (1) Pembelajaran dengan menggunakan media berbasis komputer dan internet yang di terapkan di MAN 2 Tulungagung adalah pembelajaran yang terintegrasi. Guru dalam pembelajaran agama Islam memillih media yang tepat dengan memadukan penyampaian materi menggunakan media berbasis komputer dan internet untuk menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Adapun cara guru dalam memanfaatkan komputer dan internet di MAN 2 Tulungagung Adalah; Menyesuaikan Materi dengan Media, Memilih Media yang tepat. (2) Kelebihan Pemanfaatan Komputer dan Internet di MAN 2 Tulungagung diantaranya; Lebih Menyenangkan dan digemari siswa, lebih Mudah menyampaikan materi bagi guru. Adapun kekuranganya Media Komputer dan internet dalam Proses Pembelajaran di MAN 2 Tulungagung yaitu; Ketergantungan pada internet bagi guru, sehingga guru lalai dengan peran utamanya. Dan guru fiqih yang memanfaatkan komputer dan Internet masih sediki
Observation of adverse effect on level ammonia through expression of cd8 lymphocyte in mice
The production of ammonia has been increasing over the past few years. Unfortunately, the production does not follow the safety control of ammonia on workers. Indonesia still adopts chemical standard from other countries. Therefore, it requires an ammonia standard at the highest dose without effect or no observed adverse effect level (NOAEL) in the workplace. This research aims to determine standard at the highest dose of without effect through the expression of CD8 cells as well as analysis of histological alteration CD8 lymphocyte between exposed to ammonia group and control. Methods: The study was a laboratory experimental research with a post-test only control group design. The research used Rattus novergicus species as many as 24. NOAEL was determined by middle dose with a location between the smallest and the largest dose. The doses of ammonia were given through inhalation. The histological alteration of CD8 between ammonia in exposed and the control group were analyzed by using the Kruskal Wallis test. Results: NOAEL was found through CD8 located in group 3 with 0.0154 dose mg/kg body weight. There was a differential expression of CD8 lymphocyte cells in the white mice lung between exposed to ammonia group and control (p=0.042). Conclusion: The expression of CD8 lymphocyte cells in the white mice lung exposed to ammonia differs significantly with the number of the expression of CD8 lymphocyte cells in white mice lung at control group. NOAEL was 0.0154 mg/kg body weight of white mice
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
- …
