75 research outputs found
Agera Mobil Auto Rental / Ahmad Razif Ahmad Ghazali … [et.al.]
Agera Mobil Auto Rental is the name that has been decided on the form of all the partnerships. Each partner has contributes certain amount of capital as agreed in our agreement. Our main business activity is to provide a car rental services. We have open our office at Desa Ilmu, Kota Samarahan, Sarawak and opened on 1st January 2012. All partners are encourage and entitled to participate in all business management. We have agreed that Mohd Rohaizat Bin Che Mat as the General Manager, Muhammad Nur Anwari Bin Zulhaini as the Administration Manager, Ahmad Razif Bin Ahmad Ghazali as the Operational Manager and Marketing Manager, and Muhammad Syami Bin Abdul Razak as the Financial Manager. The management team will be lead by the General Manager and the other manager will help in other process. The general manager is responsible in controlling, leading, organizing as well as plan the entire business. The administrative manger will responsible in doing for all jobs relating to office administration. The marketing manager will responsible in preparing the marketing process which includes the process of identifying the target market, determining the market size, identifying the competitors, determining the market share, developing the sales forecast and marketing strategies. The operation of our business is controlled and monitored by the operation manage
Larangan Kohabitasi Dalam UU No. 1 Tahun 2023: Suatu Penerapan Sadd Dzariah
Cohabitation is a practice that is often carried out by young people. The goal is to maintain harmony in their relationship. On the other hand, this practice makes it easier for adultery to occur. Cohabitation in fiqh is a means to the act of adultery which is referred to as dzariah. The aim of this article is to analyze the practice of cohabitation according to Dzariah's theory and to analyze the government's efforts to reduce the practice of cohabitation in the new Criminal Code. The research carried out is doctrinal research with secondary data sources consisting of primary, secondary and tertiary legal materials. Dzariah is something that mediates an action, whether forbidden or lawful. The legal basis for dzariah can be found in the Koran, hadith, and ijmak ulama which have been made in the principles of fiqh. Most of the forms of dzariah that we encounter are towards haram, so dzariah is often called sadd dzariah. The government also regulates the prohibition of cohabitation in the new Criminal Code so that the practice of adultery can be prevented because cohabitation is a means of facilitating adultery. From an Islamic perspective, the state's action to prohibit the practice of cohabitation is an implementation of the sadd dzariah theory to avoid the practice of adultery.
Kohabitasi merupakan praktek yang banyak dilakukan oleh muda-mudi. Tujuannya agar menjaga keharmonisan hubungan mereka. Di sisi lain praktek ini mempermudah terjadinya perzinaan. Kohabitasi dalam fiqih merupakan sarana menuju perbuatan zina yang dalam istilah disebut sebagai dzariah. Tujuan tulisan ini agar menganalisis praktek kohabitasi menurut teori dzariah serta menganalisis upaya pemerintah mengurangi praktek kohabitasi dalam KUHP baru. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian doktrinal dengan sumber data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Dzariah adalah suatu hal yang menjadi perantara terhadap suatu perbuatan, baik yang diharamkan maupun yang dihalalkan. Dasar hukum dzariah dapat ditemukan dalam alquran, hadis, dan ijmak ulama yang telah dibuat dalam kaidah-kaidah fiqih. Kebanyakan bentuk dzariah yang ditemui adalah menuju keharaman, sehingga sering kali dzariah disebut dengan sadd dzariah. Pemerintah juga mengatur larangan kohabitasi dalam KUHP baru sehingga praktek perzinaan dapat dicegah karena kohabitasi merupakan sarana memudahkan perzinahan. Dalam kacamata Islam, tindakan negara melarang praktek kohabitasi merupakan implementasi teori sadd dzariah agar terhindar dari praktek perzinaan
Saiz kosa kata bahasa arab dan hubungannya dengan kemahiran bertutur
Saiz kosa kata mempunyai hubungan langsung dengan pencapaian dan kemahirankemahiran bahasa. Objektif utama kajian adalah mengukur saiz kosa kata reseptif pelajar jurusan pengajian Islam dan bahasa Arab, menentukan tahap kecekapan lisan mereka serta menilai hubungan antara kedua-duanya. Satu set soal selidik dan dua bentuk ujian digunakan bagi pengumpulan data. Arabic Vocabulary Level Test (aVLT) yang diadaptasi dari Vocabulary Level Test (Nation, 1998, 2001) ditadbir bagi mengenal pasti saiz kosa kata reseptif responden. Manakala ujian lisan dengan reka bentuk Simulated Oral Proficiency Interview (SOPI) digunakan untuk menilai tahap kecekapan bertutur responden. Responden kajian terdiri daripada 227 orang pelajar ijazah sarjana muda pengajian Islam dan bahasa Arab dari Kolej Universiti Islam Antarabangsa Selangor, Malaysia. Dapatan kajian menunjukkan bahawa majoriti responden memiliki saiz kosa kata di bawah paras minimum. Tahap kecekapan lisan mereka pula berada pada tahap sederhana dan korelasi antara kedua-duanya menunjukkan nilai koofisien 0.592. Hubungan signifikan yang wujud antara saiz kosa kata dan kemahiran bertutur pelajar menjelaskan tahap kecekapan bertutur pelajar meningkat dengan peningkatan saiz kosa kata. Kajian mencadangkan agar pembangunan kata pelajar perlu mengambil kira tiga aspek penting iaitu aspek kecukupan, tahap kerelevanan kata dan keupayaan menggunakan kata yang dikuasa
Pengajaran Bahasa Arab di Malaysia: permasalahan dan cabaran
Pendidikan Bahasa Arab mempunyai kedudukan yang unik dalam sistem pendidikan di Malaysia. Bahasa Arab merupakan asas dalam pendidikan pondok dan sistem sekolah aliran agama suatu ketika dahulu, namun kini menjadi salah satu matapelajaran dalam arus pendidikan perdana. Dalam usaha memperkasa pendidikan Bahasa Arab di Malaysia, isu permasalahan guru dalam pengajaran bahasa Arab sering kali diperdebatkan. Justeru, kajian ini dijalankan dengan tujuan membincangkan secara terperinci beberapa permasalahan dalam pengajaraan bahasa Arab yang dihadapi oleh guruguru di Malaysia serta cabaran-cabaran yang dihadapi dalam usaha memartabatkan pengajarannya di semua peringkat. Kajian ini dijalankan menggunakan pendekatan kualitatif dengan mengumpul dan meneliti maklumat-maklumat berkaitan pendidikan Bahasa Arab menerusi Akta Pendidikan 1996 serta kajian-kajian lampau seperti jurnal, artikel mahupun buku. Dapatan kajian mendapati, permasalahan utama yang dihadapi oleh guru bahasa Arab banyak bertumpu kepada faktor guru, faktor bahan bantu mengajar dan faktor persekitaran. Cabaran pendidikan bahasa Arab di Malaysia pula sangat berkait rapat dengan isu dasar, polisi, status dan kedudukannya dalam Akta Pendidikan 1996 dan ia perlu ditangani dengan bai
Munākahāt (Marriage) from the Perspective Shaykh Abdul Rauf Bin Ali AlFansūri Al-Singkīli in Mushrip Mir'At Al-Tipullāb: One Introduction
-This paper explores the Munaka?at (Marrage) system presented by Shaykh Abdul Rauf bin Ali alFansuri al-Singkili in his work, Mir'at al-?ullabfi Tashil al-Ma'rifat Ahlam al-Syar'iyyah li al-Malik al-Wahhab . This copy without code is collection of Zawiyah Tanoh Abee, Silieummeum, Aceh Besar, Aceh, Indonesia. This writing uses a historical analysis approach. The result of this discussion found that the book Mir'at al-ullullab was the first fiqah of Malay-language work organized in the Malay World on the Islamic family system (Munaka?at). The reference policy brought by Shaykh Abdul Rauf al-Singkili in his work is based on the fiqhfiqh works of the fiery Shafi'i sect, among which, Minhaj al-?alibinWa 'Umdah al-Muftin, by Imam Abu Zakaria Muhyiddin Yahya bin Syaraf al- Nawawi, Irsyad al-Ghawila Masalik al-Hawi, by Imam Ismail bin Abu Bakr bin Abdullah al-Sarji, Fat? al-Wahhab bi Syar? Manhaj al-ullullab, by Imam Abu Ya?ya Zakaria alAn?ari, Hadi al-Mu?tajfi Syar? al-Minhaj, by Imam Muhammad bin Muhammad Abu al-Hasan al-Bakri, al-Iqna 'fi?alli Alfa? Abi Syuja', by Imam Syamsuddin Muhammad bin al-Kha?ib al -Syirbini, Tu?fah al-Mu?taj bi Syar? al-Minhaj and Fat? al-Jawwad bi Syar? al-Irsyad, works of Imam Shihabuddin Ahmad bin Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Hajar al-Haitami al-Sa'di al-An?ari and Nihayah al- Mu?tajila Syar? al-Minhaj, by Imam Syamsuddin Muhammad bin Abu al-'Abbas al-Ramli. The result of this discussion finds that Mir'at alullullab is the first Malay-language fiqah covering Munaka?at's chapter containing the sub-marriage, mahar, mutaah, walimah, night stay, nusyuz, khuluk, talak, refer, ila ', zihar , other, qazaf, iddah, ihdad (mourning), istibra ', breastfeeding, maintenance and hadhanah (child custody). It can be used as a guide and reference of Munaka?at at this time especially for the countries of Shiafi'
Ajiboy bakery donuts plan report / Muhammad Razif Ali ... [et. al]
A business plan is a document that identifies, describes, and analyses a business opportunity or an existing business, taking into account the potential's technological, economic, and financial feasibility. The business plan, in particular, lays out all of the procedures and methods that will be used to develop the business possibility into a viable and profitable venture. Having our own business plan, according to Ajiboy Bakery Donuts, will boost the chances of the company growing successfully and profitably. This is because using business planning as a strategy has numerous advantages for every company. The first function of business plans is to allow the business owner to observe and evaluate the company in an objective, critical, and practical manner. This business plan enables the company's management to build a strategy and make more objective, critical, and practical business decisions with ease
Eye in the sky: determining NO2 emissions source / Muhammad I'mran Radzuan ... [et al.]
Globally, Nitrogen Dioxide (NO2) is a greenhouse gas emissions from human activities
Perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan Tahun 1936-2015
ABSTRAK Pondok Pesantren (PP) merupakan salah satu komponen penting dalam bidang pendidikan di Indonesia. PP. Al-Amin merupakan salah satu pesantren yang memiliki sejarah panjang sehingga menarik untuk dikaji, hal ini dikarenakan dari faktor pendirinya yang merupakan salah satu pejuang kemerdekaan yaitu KH. Muhammad Amin Musthofa, atas kegigihannya dalam melawan penjajah serta mengajarkan Islam di Lamongan, namanya diabadikan menjadi nama salah satu jalan di Kota Lamongan. PP. Al-Amin yang berdiri tahun 1936 merupakan pesantren tertua kedua di Lamongan setelah PP. Tarbiyatut Tholabah.Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan latar belakang berdirinya Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran, (2) mendeskripsikan perkembangan Sistem Pembelajaran Pondok Pesantren Al-Amin Desa Tunggul Paciran Lamongan Tahun 1936-2015.Penilitian ini menggunakan metode penelitian historis yang terdapat lima tahapan, yaitu: pemilihan topik, heuristik atau pengumpulan data, dalam hal ini penulis menggunakan teknik wawancara, studi kepustakaan serta dokumentasi, setelah itu dilakukan kritik, yaitu kritik ekstern dan intern, selanjutnya tahap interpretasi atau penafsiran data, dan yang terakhir adalah historiografi yaitu penulisan sejarah berdasarkan data-data yang telah diperoleh.Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diperoleh tiga kesimpulan. Pertama, PP. Al-Amin didirikan oleh KH. Muhammad Amin Musthofa pada tahun 1936 di Desa Tunggul - Paciran - Lamongan. Pada awal berdirinya PP. Al-Amin hanya berupa sebuah surau kecil yang diberi nama Al-Iman wal Islam, yang kemudian berganti nama menjadi Al-Amin. Kedua, PP. Al-Amin telah mengalami enam kali pergantian kepemimpinan, yaitu: KH. Muhammad Amin Musthofa (1936-1949), KH. Abdurrahman Syamsuri (1949-1952), KH. Ahmad Hazim Amin (1957-1966), KH. Abdul Wahab Adelan (1966-1967), KH. Sabiq Suryanto Amin (1967-1972), KH. Miftahul Fattah Amin (1972-2015). Ketiga, berdirinya PP. Al-Amin di Desa Tunggul memberi dampak positif terhadap masyarakat dari berbagai aspek terutama dari aspek pendidikan keagamaan. Sebelum berdirinya PP. Al-Amin masyarakat Desa Tunggul belum banyak yang memeluk ajaran Islam murni, kemudian setelah masuknya KH. Muhammad Amin Musthofa perlahan masyarakat mulai banyak yang memeluk agama Islam. Saran untuk peneliti selanjutnya dapat meneliti tentang PP. Al-Amin dengan tema yang lain. Salah satu contohnya yaitu tentang Perkembangan dari aspek bangunan fisik dari awal berdirinya pesantren yaitu tahun 1936 sampai tahun 2015 serta biografi KH. Muhammad Amin Musthofa yang merupakan pendiri PP. Al-Amin
Trajectory planning for smooth motion of a surgical robot
Surgical robotics offers a number of
attractive features. It can be used to filter out
surgeon’s hand tremor, enhance a surgeon’s
motions and perform microscale movements
that are otherwise impossible for a human to
perform. Because the control workstation can
be located away from the surgical theatre, it
enables a surgeon to manipulate an
instrument during radiation or chemical
treatment, via a robot, distancing the surgeon from harmful effects. Computer aided surgical simulation via virtual reality improves the process of surgical training. New surgeons could ultimately be trained
entirely by computer simulation. Furthermore, the virtual environments provide an environment where there is no risk to a patient
Retirement villages development business model in Malaysia
The retirement village market in Malaysia is still considered a blue ocean due to having low supply. Following the developments of retirement villages in Malaysia, it can be observed and stated that there is no single uniform business model being implemented. Evidently, there are a number of different business models being adopted in these retirement village developments. Therefore, this article aims to identify the types of business models being adopted in the development of retirement villages in Malaysia. This qualitative study was obtained through reference materials, books, past journals, past theses, newspapers, internet sources as well as past research related. As a result, there are three distinct types of business models that can be found in Malaysia, which are the sale outright model, lease for life model and rental model. The involved parties in providing and developing the retirement homes have been so mindful and creative with the implementation of their respective business models in order to come up with a formula that is successful in Malaysia
- …
