5,700 research outputs found

    Population Policy Shifts and Their Implications for Population Stabilisation in Pakistan

    No full text
    The visible fast increase in the growth rate of world population occurred during the second half of the twentieth century due to the faster declines in mortality following the medical and public health advances made around the time of World War II. The global population growth rate after peaking of at around 1.7 to 1.9 percent per annum in the 1970s and 1980s has since started declining and is currently around 1.4 percent per annum. The world population more than doubled, recording 142 percent increase, from 2.51 billion in 1950 to around 6.07 billion in 2000 [Hakim (2000)]. Most of the increase has been in less developed countries, from 1.68 billion in 1950 to 4.88 billion in 2000, recording 190 percent. Compared to this, the more developed countries witnessed only a marginal increase of 43 percent from 0.83 billion in 1950 to 1.19 billion population in 2000.

    NILAI PROFETIK PADA SYAIR-SYAIR KARANGAN GURU K.H. ABDUL HAKIM (PROPHETIC VALUE IN POEMS BY GURU K.H. ABDUL HAKIM)

    No full text
    AbstractProphetic Value in Poems by Guru K.H Abdul Hakim. The purpose of this study is to describe the manifestation of the prophetic value of humanization, liberation and transcendence in the poems by guru K.H. Abdul Hakim. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a hermeneutic approach. The hermeneutical approach used by the author is to interpret the meaning contained in the poems written by guru K.H. Abdul Hakim. The data collection technique used in this study was a literature study. Data analysis techniques used are library techniques, see, and record. The data sources in this study were poems written by guru K.H. Abdul Hakim, totaling 9 poems. The data of this research are words and sentences in the poetry written by teacher K.H. Abdul Hakim. The results of the research show the manifestation of prophetic values in 9 poems including; First, the value of humanization, invites to goodness, namely compassion and generosity. Second, the value of liberation, contains the value of liberation in ignorance, and forgiveness. Third, the value of transcendence, namely increasing faith and piety to Allah SWT.Keywords: prophetic value, poem, humanization, liberation, transcendenceAbstrakNilai Profetik pada Syair-Syair Karangan Guru K.H Abdul Hakim. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan wujud nilai profetik humanisasi, liberasi dan transendensi pada syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan hermenutika. Pendekatan hermenutika digunakan penulis adalah untuk menginterpretasikan makna yang terkandung dalam syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik pustaka, simak, dan catat. Sumber data dalam penelitian ini adalah syair-syair karangan guru K.H. Abdul Hakim yang berjumlah 9 syair. Data penelitian ini ialah kata dan kalimat dalam syair karangan guru K.H. Abdul Hakim. Hasil penelitian menunjukkan wujud nilai profetik pada 9 syair meliputi; Pertama, nilai humanisasi, mengajak pada kebaikan yaitu kasih sayang dan sifat dermawan. Kedua, nilai liberasi, mengandung nilai pembebasan dalam kebodohan, dan pemaaf. Ketiga, nilai transendensi yaitu meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt.Kata-kata kunci: nilai profetik, syair, humanisasi, liberasi, transendens

    Architecture of Masjid Jamek Sultan Abdul Samad

    No full text
    This chapter will explain the architecture of Masjid Jamek Sultan Abdul Samad. These chapters analyze Masjid Jamek Sultan Abdul Samad from architectural perspective such as Site context, natural and built environment, architectural influence etc,

    Interview with Abdul Mutasem Hakim

    No full text
    في هذه المقابلة، يتحدث عبد المعتصم حاكم، الممثل الإعلامي للحزب الإتحادي الديموقراطي المعارض عن الدور المصري في حل الأزمة السودانية ودعم المعارضة. أجرت المقابلة إيمان رافع.In this interview, Abdul Mutasem Hakim, the media spokesperson for the opposition Democratic Unionist Party, discusses Egypt's role in resolving the Sudanese crisis and aiding the opposition. Iman Rafi conducted the intervie

    Kajian Pengaruh Studentifikasi Terhadap Keadaan Tata Ruang Koridor Jalan Abdul Hakim, Medan

    No full text
    Medan sebagai ibukota provinsi merupakan pusat ekonomi dan pendidikan di Sumatera Utara. terdapat beberapa universitas ternama yang berada di Medan, salah satunya Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai generator aktivitas. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi calon mahasiswa baru untuk menempuh pendidikan disana dan masyarakat sekitar USU atau luar kota untuk mencari rezeki dan keuntungan dari adanya salah satu universitas ternama di Sumatera Utara. Salah satu daerah yang terdampak dari keberadaan universitas tersebut adalah koridor jalan Abdul Hakim Medan. Posisinya yang berada di samping universitas menjadikan koridor tersebut mengalami pertumbuhan yang signifikan baik sisi penggunaan lahan, dan pertumbuhan perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis pengaruh studentifikasi terhadap tata ruang di koridor Jalan Abdul Hakim, perubahan tata ruang pada koridor Abdul Hakim pada tahun 2009 dengan 2019 sehingga di ketahui pola perkembangannya, serta pengaruh pertumbuhan perumahan dan permukiman terhadap tata ruang koridor jalan Abdul Hakim. Untuk dapat mengetahui perkembangan dan persebaran perumahan dan permukiman maka digunakan data sekunder berupa peta dan teknik overlay untuk mengetahui perkembangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode penelitian deskriptif kualitatif dan komparatif. Metode penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menggambarkan pertumbuhan wilayah, kecenderungan pertumbuhan perumahan dan permukiman yang menempati ruang serta koridor yang terdapat pada jalan Abdul Hakim, serta pengaruh studentifikasi terhadap koridor Abdul Hakim. Analisis studentifikasi pada koridor Abdul Hakim mencakup aspek-aspek yang mengalami pengaruh akibat studentifikasi terutama dibidang pertumbuhan ekonomi yang mendukung kebutuhan mahasiswa, Analisis perumahan dan permukiman di Koridor Jalan Abdul Hakim dibagi menjadi 2 jenis zonasi, zonasi rumah tinggal dan apartemen serta zonasi indekos dari hasil tersebut terlihat lebih dominan mana yang tumbuh pada kawasan koridor Jalan Abdul Hakim. Analisis perubahan tata ruang antara Tahun 2009-2019 dapat dilihat dengan cara mengoverlay peta citra pada tahun 2009 dan 2019 sehingga ditemukan perbedaan dan perkembangan tata ruangnya.Medan as the provincial capital is the center of economy and education in North Sumatra. There are several well-known universities located in Medan, one of them is the University of North Sumatera (USU) as a generator of activity. This is an attraction for prospective new students to study there and the community around USU or outside the city to look for sustenance and benefits from having one of the leading universities in North Sumatra. One of the areas affected by the existence of the university is the Abdul Hakim Medan corridor. Its position next to the university makes the corridor experience significant growth both in terms of land use, and economic growth. This study aims to study and analyze the effect of studentification on spatial planning in the Jalan Abdul Hakim corridor, spatial change in corridor Abdul. Hakim in 2009 with 2019 so that the pattern of development is known, and the effect of housing and settlement growth on the spatial corridor of Abdul Hakim. To be able to know the development and distribution of housing and settlements, secondary data in the form of maps and overlay techniques are used to determine developments. This study uses a rationalistic approach with qualitative and comparative descriptive research methods. Descriptive qualitative research methods are used to describe the growth of the region, the trend of growth of housing and settlements that occupy spaces and corridors contained on the Abdul Hakim, and the effect of studentification on corridor Abdul Hakim. Analysis of Studentification in the Abdul Hakim Corridor include aspects that are affected by studentification, especially in the area of economic growth that supports the needs of students, Analysis of housing and settlements in the Abdul Hakim Corridor are divided into 2 types of zoning, residential and apartment zoning and indekos zoning which are more dominant which grows in the corridor area of Abdul Hakim. Analysis of spatial change between the years 2009-2019 can be seen by overlaying the image map in 2009 and 2019 so that differences and spatial development are found.93 HalamanTesis Magiste

    Konsep Kesesatan Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani

    No full text
    Syaikh Abdul Qadir al Jilani adalah ulama yang disegani oleh para ulama sejak zamannya hingga kini. Ia dikenal sebagai tokoh yang memegang teguh ajaran Islam. Selain itu, namanya sering dihubungkan dengan tarekat Qadiriyah yang pengikutnya tersebar di dunia, termasuk Indonesia. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini, yaitu: Bagaimana konsep kesesatan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani yang menjadi landasan pandangan dia terhadap kelompok-kelompok sesat tersebut? Apa penyimpangan-penyimpangan di bidang tasawuf menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani? Tujuan penelitian ini adalah untuk menjernihkan konsep kesesatan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani, memahami penyimpangan-penyimpangan di bidang tasawuf yang dikritisi oleh Syaikh Abdul Qadir al-Jilani serta memahami sikap Syaikh Abdul Qadir al-Jilani terhadap kelompok sesat. Penelitian ini pada dasarnya merupakan studi kualitatif bercorak studi kepustakaan (library research) dan bersifat analitis-kritis. Penulis berusaha menganalisis setiap poin konsep kesesatan menurut Syaikh Abdul Qadir al-Jilani secara mendalam dan kritis, bukan sekedar reportive dan descriptive. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria sesat yang dijadikan oleh Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani untuk menilai sesat tidaknya seseorang atau kelompok adalah ada tidaknya penyimpangan yang dilakukan terhadap madzhab dan akidah ahli sunnah wal jama‘ah. Penyimpangan itu bisa di ranah akidah, syari‘at maupun tasawuf. Penyimpangan di bidang tasawuf menurut al-Jilani adalah penyimpangan pelaksanaan ajaran tasawuf dari akidah dan syari‘at Islam. Al-Jilani menganggap bahwa kelompok-kelompok sesat tersebut tidak kafir. Kecuali bid‘ahnya sangat berat sehingga menjadikannya murtad/kafir

    Measuring the feeling of distant intimacy with political figures across cultures: Development, construct validity, factor replicability, and measurement invariance of parasocial relationship with political figures (PSR-P) scale

    No full text
    Parasocial theory views ordinary people’s emotional bonding with political figures as a form of parasocial relationships. Despite the insights it offers, the existing measures of parasocial relationship have been criticised conceptually and psychometrically. We developed a new scale of parasocial relationship with political figures (PSR-P) and examined the construct validity, factor replicability and measurement invariance based on samples from culturally and politically diverse countries (i.e., Indonesia, New Zealand, and the US). In three studies using a panel of experts (N = 20; Study 1), a convenience adult sample (N = 212; Study 2), and representative and cross-cultural sample groups (N = 897; Study 3), we found that the four-item PSR-R scale provides satisfying construct validity, as well as a replicable factor structure and scalar invariance across countries. The PSR-P scale can be utilised to advance the measurement and application of parasocial theory in the field of social and political psychology

    Measuring the feeling of distant intimacy with political figures across cultures: Development, construct validity, factor replicability, and measurement invariance of parasocial relationship with political figures (PSR-P) scale

    No full text
    Parasocial theory views ordinary people’s emotional bonding with political figures as a form of parasocial relationships. Despite the insights it offers, the existing measures of parasocial relationship have been criticised conceptually and psychometrically. We developed a new scale of parasocial relationship with political figures (PSR-P) and examined the construct validity, factor replicability and measurement invariance based on samples from culturally and politically diverse countries (i.e., Indonesia, New Zealand, and the US). In three studies using a panel of experts (N = 20; Study 1), a convenience adult sample (N = 212; Study 2), and representative and cross-cultural sample groups (N = 897; Study 3), we found that the four-item PSR-R scale provides satisfying construct validity, as well as a replicable factor structure and scalar invariance across countries. The PSR-P scale can be utilised to advance the measurement and application of parasocial theory in the field of social and political psychology

    Kejanggalan Impeachment Kepala Daerah di Era Pemilihan Langsung

    No full text
    Fokus penelitian ini pada permasalahan, apakah mekanisme impeachment kepala daerah yang diatur dalam Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2008 sesuai dengan sistem demokrasi langsung ? Bagaimana mekanisme impeachment kepala daerah di Indonesia setelah berlakunya Undang-Undang No. 32 Tahun 2004 juncto Undang-Undang No. 12 Tahun 2008? Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menitikberatkan pada pendekatan filosofis. Untuk melengkapi bahan-bahan riset, maka metode yang digunakan adalah menggunakan bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Bahan hukum yang sudah ada itu di analisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, sistem impeachment kepala daerah di era demokrasi langsung, harus didesain ulang karena tidak sejalan dengan konsep otonomi daerah dan tidak sejalan dengan asas-asas pembentukan perundang-undangan. Di samping itu, supaya sistem impeachment kepala daerah tidak didominasi oleh sistem sentralisme yang bertabrakan dengan hakekat sistem desentralisme dan tidak searah dengan nilai-nilai desentralisasi dalam konteks unitarisme
    corecore