457 research outputs found
TINDAK PIDANA PENEBANGAN LIAR YANG DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT (SUATU PENELITIAN WILAYAH HUKUM KABUPATEN ACEH BESAR)
ABSTRAKMuhammad Abdi Rahmat,TINDAK PIDANA PENEBANGAN LIAR 2017 YANG DILAKUKAN OLEH MASYARAKAT (Suatu Penelitian Wilayah Hukum Kabupaten Aceh Besar)Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala(vii,57)., pp., bibl.,avv(Rizanizarli, S.H., M.H.)Pasal 82 Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan mengancam setiap orang yang melakukan penebangan liar di kawasan hutan tanpa izin dengan ancaman pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 500.000.000.00 (lima ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 2.500.000.000.00 (dua miliar lima ratus juta rupiah). Namun dalam kenyataannya masih terdapat masyarakat di Kabupaten Aceh Besar melakukan penebangan liar tanpa izin, di tahun 2017 ada 5 (lima) kasus tindak pidana penebangan liar di Kabupaten tersebut.Tujuan penulisan tugas skripsi ini untuk menjelaskan faktor penyebab terjadinya penebangan liar di kawasan hutan, menjelaskan usaha yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Satuan Polisi Hutan dalam penertiban penebangan liar, serta menjelaskan hambatan yang dihadapi oleh Dinas Kehutanan dan Satuan Polisi Hutan dalam melakukan penertiban penebangan liar.Data dalam penulisan skripsi ini diperoleh melalui penelitian lapangan dan kepustakaan. Penelitian kepustakaan dilakukan untuk mendapatkan sumber data secara teoretis: buku-buku, doktrin, jurnal hukum, dan peraturan undang-undang yang berlaku, sedangkan penelitian lapangan untuk mendapatkan data primer: melalui wawancara dengan responden maupun informan.Hasil dari penelitian lapangan ditemukan bahwa faktor penyebab terjadi penebangan liar adalah karena masih terdapat angka kemiskinan dan pengangguran bagi masyarakat yang tinggal di desa sekitar hutan, harga jual kayu yang tinggi, permintaan kayu yang semakin meningkat dan lemahnya penegakan hukum terhadap pelaku yang bekerja di luar lapangan. Usaha dalam penertiban penebangan liar dengan melakukan sosialisasi tentang sanksi bagi pelaku tindak pidana penebangan liar dan akibat dari kerusakan hutan, melakukan patroli rutin, pemeriksaan dokumen kayu dan membuat laporan perkembangan hutan. Hambatan yang dihadapi adalah faktor geografis, minimnya sarana dan prasarana patroli, lemahnya koordinasi antar penegak hukum, keseriusan dan ketegasan Pemerintah dan Penegak Hukum Kabupaten Aceh Besar.Disarankan kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar ada perhatian khusus terhadap masyarakat yang tinggal di desa sekitar hutan dengan mengalih profesi bagi warga desa setempat dan adanya kesadaran dari masyarakat terhadap akibat dari kerusakan hutan, dan adanya kerja sama Dinas Kehutanan dengan Dinas yang terkait lainnya dalam membasmi tindak pidana penebangan liar
PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DESA MELALUI KELEMBAGAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDES) DESA BANGKIT RAHMAT KECAMATAN JAILOLO SELATAN KABUPATEN HALMAHERA BARAT
This Method of Independent PKM Activities Increases Village Original Income Through BUMDes, Focus discussion group (FGD) and Training and monitoring. The result of devotion; Bumdes village Bangkit Rahmat has no income generated, does not have a study of business feasibility, weak purchasing power of the community, human resources are still low, the community still relies on seasonal crops (nutmeg and coconut trees). this devotion provides knowledge to bumdes managers, and provides awareness about mapping the potential of the village, knowledge and understanding to advance the village through BUMDes.
This service intends to answer the problem of managing Village Owned Enterprises with a capital statement to BUMDes, but not the existence of village superior goods products as long as village funds are located, village superior / main products, the number of BUMDes business units, This can be seen in the absence of the development of village-owned business entities, does not have a mapping of potential and selection of viable business types in the development of BUMdes in Bangki Rahmat village
KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966
ABSTRAK
Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer.
Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer
ABSTRACT
In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military.
Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar
PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA
ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1] tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda. ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang. [PO1]Oleh sebab itu
The Influence Of Understanding, And The Firmness Of Tax Sanctions On The Reporting Of Individual SPT (Case Study At PT Abdi Harsa Karya)
This study aims to determine the partial and simultaneous effect on the variable Understanding and Firmness of Tax Sanctions on Reporting of SPT Individuals at PT Abdi Harsa Karya. This study used a quantitative method with a total sample population of 36 in the company PT Abdi Harsa Karya. The sampling technique used is purposive sampling technique . Purposive sampling is a sampling technique with certain considerations that an appropriate sample size in a study is 30-100 samples. This study uses multiple linear analysis using SPSS as a data processor. The results of the study show that understanding of taxation has no significant effect on taxpayer compliance and tax sanctions have a significant effect on taxpayer compliance. Understanding and tax sanctions have a significant influence on taxpayer compliance in SPT reporting
Introduksi Teknologi Pengolahan Kelapa Menjadi Coconut Chips di UKM Maju Bersama Desa Kekait, Gunung Sari, Lombok Barat
Salah satu kelompok usaha di Desa Kekait yang saat ini sedang berkembang yaitu Kelompok Usaha Mikro (KUM) Maju Bersama yang mengolah nira aren menjadi gula cetak dan gula semut. Desa Kekait merupakan salah satu wilayah yang banyak ditumbuhi tanaman kelapa. Namun teknologi pengolahan kelapa masih belum dilirik sebagai sebuah peluang lini produk oleh KUM Maju Bersama. Sebagai upaya dalam diversifikasi produk olahan kelapa sekaligus menambah lini produk KUM Maju Bersama, maka introduksi pengolahan kelapa perlu dilakukan. Salah satunya adalah memperkenalkan coconut chip kepada mitra sebagai salah satu alternatif produk unggulan selain gula semut dan gula cetak, sehingga meningkatkan perekonomimian anggota mitra khususnya. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam teknologi pengolahan kelapa menjadi coconut chip sebagai salah satu produk unggulan mitra. Metode yang dilakukan yaitu sosialisasi dan disertai praktek pengolahan kelapa. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dialakukan diperoleh bahwa mitra belum mengenal keripik kelapa. Namun setelah mengikuti rangkaian pelatihan, mitra mengetahui dengan baik manfaat dan produk olahan daging kelapa yang memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi. Selain itu, keterampilan mitra pun meningkat setelah melakukan praktek langsung pengolahan daging kelapa menjadi keripik kelapa. Tindak lanjut yang akan dating yaitu berupa pelatihan pengemasan dan penyimpanan keripik kelapa, serta pendampingan pengurusan PIRT agar membantu strategi pemasaran dan memperluas jangkauan pemasaran. Kata kunci: coconut chip, Desa Kekait, Pengolahan kelap
Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction
The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems
KONSTRUKSI KONSEP ASET BERBASIS ISTIRJA’ SEBAGAI WUJUD PENGHAMBAAN (‘ABDI) DIRI PADA ILLAHI
"ABSTRAK
Khairul Mujahidi, Program Magister Akuntansi, Fakultas ekonomi dan bisnis universitas brawijaya, 2021. Konstruksi makna aset berbasis istirja’ sebagai wujud penghambaan (‘abdi) diri pada illahi. Komisi pembimbing: Ketua pembimbing, Prof. Iwan Triyuwono., SE., Ak., M.Ec., Ph.D. Anggota, Dr. Bambang Hariadi, SE., M.Ec., Ak.
Tujuan penelitian ini adalah merumuskan konsep aset dengan merujuk kepada pandangan ustadz, ulama’ dan kiyai yang didasarkan nilai dari kalimat istirja’. Guna mencapai tujuan itu, penelitian dilaksanakan menggunakan paradigma islam.Data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun data sekunder adalah hasil studi terhadap literatur yang relevan dengan objek formal maupun objek material penelitian. Data dikoleksi melalui, pengalaman, pengamatan, dan wawancara. Data hasil wawancara dianalisis menggunakan pandangan Stake (1995) dan analisis nilai kalimat istirja’ menggunakan penalaran nalar Al-Jabiri. Penelitian ini berhasil merumuskan konsep aset yang holistic dan bermakna daripada konsep aset yang berlaku saat ini. Menurut penelitian ini, aset merupakan rahmat yang Tuhan amanatkan kepada hambanya baik berupa materi maupun non-materi, dengan memperhatikan prinsip-prinsip ketuhanan dalam pengelolaannya yang mana tujuan akhir dari aset ini adalah semakin membuat manusia sadar bahwa semua akan kembali lagi kepada Tuhan termasuk semua aset yang dimiliki saat ini. Akhirnya penelitian ini memberikan implikasi pada terciptanya konsep aset yang mampu mendekatkan diri kepada Tuhan.
Kata Kunci: makna aset, istrija’, penghambaan, akuntansi syari’ah
Pengaruh Peletakan Fan Coil Unit (FCU) Terhadap Temperatur Kamar Mesin menggunakan Metode Computational Fluid Dynamics (CFD)
When the ship sails in extreme regions with high outdoor temperatures, an HVAC system is required to maintain the temperature inside the ship within tolerable limits for efficient combustion. This research focuses on the importance of using an effective HVAC system in ships to ensure efficient operations using FCUs (Fan Coil Units). Although FCUs are commonly used in HVAC systems, the influence of layout on the temperature of the engine room in ships has not been extensively studied by Computational Fluid Dynamics (CFD). By employing this method, researchers can simulate, analyze airflow patterns and temperature distributions in the engine room. The simulations reveal variations in the average temperature among four FCU placement scenarios on the ship. The FCU placed in the middle of the compartment exhibits the highest average temperature, while the FCU placed behind the compartment shows the lowest average temperature. Placing the FCU above equipment and in front of the compartment results in similar average temperatures. The proximity of the FCU to the cooling air inlet also affects the cooling effectiveness.Saat kapal berlayar di wilayah ekstrim dengan suhu udara luar yang tinggi, sistem HVAC diperlukan untuk menjaga suhu di dalam kapal dalam batas toleransi yang memungkinkan pembakaran yang efisien. Penelitian ini berfokus pada pentingnya penggunaan sistem HVAC yang efektif dalam kapal untuk memastikan operasi yang efisien menggunakan FCU. Meskipun FCU biasanya digunakan dalam sistem HVAC, pengaruh tata letak terhadap temperatur ruang kamar mesin di kapal masih belum banyak dibahas dengan metode CFD. Dengan metode tersebut, peneliti dapat mensimulasikan dan menganalisis pola aliran udara serta distribusi temperatur di ruang mesin. Simulasi menunjukkan bahwa terdapat perbedaan temperatur rata-rata dalam empat skenario penempatan FCU di kapal. FCU di tengah kompartemen memiliki temperatur rata-rata tertinggi, sementara FCU di belakang kompartemen memiliki temperatur rata-rata terendah. Penempatan FCU di atas peralatan dan di depan kompartemen menghasilkan suhu rata-rata yang serupa. Letak FCU dengan saluran masuk udara pendinginan mempengaruhi efektivitas pendinginan. Fenomena ini terjadi karena pertukaran panas secara instan dan menyeluruh untuk kapasitas udara yang masuk
KOORDINASI DINAS PERTANIAN DAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM PEMBUKAAN LAHAN TANI (BAWANG MERAH) DI KABUPATEN ENREKANG
The purpose of this study was to find out the work plan, meetings, communication and division of tasks at the Coordination of the Agricultural Service and the Regional Disaster Management Agency for the clearing of agricultural land (shallots) in Enrekang Regency. The research method used descriptive qualitative with a total of 3 informants including the Secretary of the Regional Disaster Management Agency of Enrekang Regency, the Secretary of the Agriculture Service and the Head of the Horticulture Division of the Enrekang Regency Agricultural Office. Collecting data used observation, interviews, and documentation. While the data analysis used data reduction, data presentation, and conclusions. The results showed that the Coordination of the Agriculture Service and the Regional Disaster Management Agency (BPBD) in Farming Land Clearing (onion) in Enrekang Regency that the work plan was prepared according to the needs of local farmers, meeting carried out at the office or at the farm location, communication was carried out in realizing the work plan that had been prepared and the division of tasks was carried out in accordance with the main tasks and work functions of each field
- …
