269 research outputs found
Strategi Optimasi Pemanfaatan Identitas Regional Untuk Pembangunan Ekowisata Pedesaan.
In the dynamics of human life, regional identity becomes very important to be identified and analyzed. If each region recognizes its benefits and characteristics as declared cultural element identities, these regional identities will become more meaningful of its value. A regional identity will be an icon that can describe the phenomenon and dynamics of community life as a whole to be utilized as an ecotourism resource (Swapraja of Miomaffo, Insana and Biboki). Hence, the purpose of this study is analytical of regional identity utilization for ecorural tourism potentials in Timor Tengah Utara District. Approximation method are done phenomenology.
The perspective optimization of regional identity utilization are done by adopting one score one criteria scoring system method, proposed by Avenzora; which is developed throught the elaboration of questionnaire series to collect data and evaluate any variables of cultural elements. In various criteria (being unique, being still known, being still used, being still entrenched), the results of studies showed that the seven cutural elements that would be utilized to become a regional identity belonged to the positive dimension or above the average value of 4. Based on this result, the various cultural elements of the three Swaprajas are feasible and potential to be used as a regional identity for the development of rural ecotourism in North Central Timor District.
The strategy applied in this research was aggressive strategy by optimizing various perspectives, namely: 1) the perspective of regional development, 2) socio-cultural perspectives, 3) technical perspectives and ecotourism activities, as well as 4) marketing perspectives
Microsoft Powerapps -ohjelman soveltuvuus matka- ja kululaskutuksen mobiilisovelluksen luomiseen : toiminnallinen toteutus Digia Oyj:lle
Tässä opinnäytetyössä tarkastellaan mobiilisovelluksen luomista Microsoft PowerApps -virtuaalialustalla, joka ei vaadi aiempaa ohjelmointiosaamista. Tutkimus on toteutettu luomalla matka- ja kululaskujen syöttöön tarkoitettu mobiilisovellus. Matka- ja kululaskut syötetään mobiilisovelluksella web service -rajapinnan yli Microsoft D365 Business Central -toiminnanohjausjärjestelmän tietokantaan jatkokäsittelyä varten.
Työssä tutkimus on tehty toiminnallisena työnä hyödyntäen kirjallisuus- ja verkkomateriaalia, asiantuntijahaastatteluita ja vertailuanalyysia. Opinnäytetyön laatija on työskennellyt asiantuntijatehtävissä 2018 alkaen työn toimeksiantajayrityksessä, Digia Oyj:ssä.
Haastattelut on tehty opinnäytetyön kohdeyrityksen työntekijöille. Niissä tarkennetaan PowerApps-sovelluksen tarpeita ja sen tuomia mahdollisuuksia, ja verrataan niitä työssä tehtyihin havaintoihin. Vertailuanalyysi toteutuu luomalla vastaava mobiilisovellus suoraan toiminnanohjausjärjestelmän käyttöliittymään.
Tutkimuksen tuloksina syntyi matka- ja kululaskujen sovellus Microsoft PowerAppsilla ja Microsoft Business Centralilla toteutettuna. Näiden sovellusten kehitysten pohjalta on kirjattu päätelmät teknillisestä ja kaupallisesta näkökulmasta, vertailu asiakkaan ja sovellustoimittajan hyödyistä sekä sovelluksen jatkokehitysideat.In this thesis is inspected creating a mobile software with Microsoft PowerApps virtual platform which requires no prior programming experience. Study is done by creating a mobile software for feeding travel expense and bill of service entries. The entries are inserted over web service API to Microsoft D365 Business Central ERP’s database for further handling.
Research has been done through a practical implementation by utilizing book and web material, specialist interviews and comparison analysis. The author of the thesis has worked as a specialist from 2018 onwards in the case company, Digia Plc.
Interviews are done for the case company’s employees. Questions are to pinpoint needs and opportunities of PowerApps and to compare them to observations done by the author. Comparison analysis is done by creating a similar software UI in the ERP.
As a result of the research, a software for travel expense and bill of service was made with Microsoft PowerApps and Microsoft D365 Business Central. Conclusions have been written on the basis of the software development from technical and commercial aspects, comparison of customer’s and vendor’s benefits and further development ideas for the software
Analisis Potensi Folklor untuk Pengembangan Ekowisata Budaya di Kabupaten Mappi Propinsi Papua
Secara umum, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Mappi mengetahui
tentang adanya folklor yang di dalamnya kaya dengan nilai falsafah hidup.
Metode analisis data yang digunakan adalah one score one criteria scoring system
yang dilanjutkan dengan analisis SWOT sebagai dasar pertimbangan dalam
merumuskan strategi optimasi pengembangan ekowisata budaya. Hasil studi
menunjukan bahwa berbagai potensi folklor yang erat kaitannya dengan material
dan immaterial herritage adalah bermakna baik dan layak untuk dikembangkan
dalam segenap pembangunan kepariwisataan. Tingginya motivasi masyarakat
juga mengindikasikan besarnya antusiasme pengembangan ekowisata budaya di
Kabupaten Mappi.
Hal berbeda jika dipandang dari segi preferensi dan partisipasi yang
menghasilkan skor jauh dari nilai baik. Hal ini mengindikasikan rendahnya
pengetahuan masyarakat lokal akan pentingnya pemanfaatan budaya dan folklor
sebagai sumberdaya ekowisata. Atas hal itu, maka dibutuhkan integrasi parapihak
untuk mengoptimasi berbagai pengembangan ekowisata budaya agar mampu
memberikan multiplier effect. Strategi pengembangan ekowisata budaya di
Kabupaten Mappi yang harus dilakukan adalah dengan mengoptimasi perspektif
pembangunan kewilayahan, perspektif sosial budaya, perspektif pemasaran dan
perspektif kegiatan dan program Ekowisata
Identitas Regional Kota Bogor dalam Perspektif Budayawan dan Seniman
Perkembangan pembangunan suatu wilayah mempengaruhi identitas daerah.
Pembangunan daerah yang pesat dikhawatirkan berdampak terhadap bergesernya
keberadaan penduduk asli dan keaslian identitas daerah. Pembangunan Kota
Bogor secara fisik mempengaruhi ketersediaan lahan baik lahan pertanian dan
pemukiman. Permasalahan penelitian ini adalah cara pengoptimalan identitas Kota
Bogor sebagai dampak perkembangan Kota Bogor. Tujuan penelitiannya adalah
mengidentifikasi identitas regional Kota Bogor, menganalisis identitas regional
berupa unsur budaya baik material maupun immaterial dan menganalisis interaksi
antar masyarakat baik penduduk asli maupun pendatang yang berdampak pada
identitas regional Kota Bogor.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni-Desember 2014 di Kota Bogor.
Pengambilan data dengan penyebaran kuesioner terhadap 30 responden yaitu
budayawan dan seniman. Responden dipilih dengan cara snowball. Skoring
penilaian menggunakan skala Linkert. Hasil skoring dianalisis dengan Uji
Kruskall Wallis, Mutiple Correspondent Analysist (MCA) dan Principle
Component Analysist (PCA).
Hasil analisis terhadap unsur budaya menunjukkan bangunan peninggalan,
makanan dan kerajinan yang terdapat di Kota Bogor merupakan unsur budaya
yang pada saat ini masih bisa dinikmati dan diketahui oleh masyarakat. Bangunan
peninggalan mempunyai ciri khas peninggalan berarsitektur kolonial dan
pengaruh Cina. Makanan tradisional hasil identifikasi masih mudah ditemukan di
Bogor dan kerajinan batik Bogor memilik motif yang berasal dari potensi sumber
daya alam Bogor. Unsur budaya tersebut dapat menjadi atraksi wisata unggulan.
Interaksi yang terjadi antara masyarakat baik penduduk asli maupun penduduk
pendatang merupakan proses sosial asosiatif yaitu kerjasama dan adaptasi.
Penduduk Bogor mempunyai sikap terbuka terhadap pendatang, sehingga tidak
ada konflik yang bersifat SARA.
Strategi yang dapat diterapkan dalam pengoptimalan identitas Kota Bogor
adalah strategi agresif. Kegiatan yang tepat pada strategi agresif adalah kegiatan
optimalisasi identitas regional yang telah teridentifikasi. Program wisata yang
dapat diterapkan yaitu program pengembangan atraksi wisata
Valuasi Nilai Kenyamanan Lingkungan Bagi Masyarakat Kota Bandar Lampung.
Bandar Lampung merupakan salah satu kota di Indonesia yang patut untuk
dijadikan sebagai contoh proses mitigasi dan ameliorasi iklim melalui partisipasi
masyarakat. Hasil studi Bappeda menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung
termasuk pada daerah rawan banjir dan kekeringan, dampak dari perubahan iklim
ekstrim (Bappeda Kota Bandar Lampung, 2008). Selanjutnya, penelitian
ACCCRN (2010) menunjukkan bahwa Kota Bandar Lampung mengalami
perubahan trend dan variabilitas variabel iklim (suhu dan curah hujan) sehingga
akan menimbulkan kejadian yang lebih ekstrim di masa mendatang. Selain itu,
minimnya ketersediaan ruang terbuka hijau di Kota Bandar Lampung juga salah
satu indikasi degradasi kualitas lingkungan. Pada tahun 2013 ruang terbuka hijau
yang tersedia di Kota Bandar Lampung hanya sebesar 11,08% dari 19.722 Ha
(BPS Kota Bandar Lampung, 2013).
Tujuan dari penelitian ini, yaitu: 1) menganalisis persepsi masyarakat
terhadap perubahan iklim Kota Bandar Lampung, 2) menganalisis nilai THI
(Temperature Humidity Index) Kota Bandar Lampung, dan 3) menganalisis nilai
willingness to pay (WTP) masyarakat untuk berpartisipasi dalam memperbaiki
kualitas lingkungan dan iklim Kota Bandar Lampung. Analisis Kruskal Wallis
digunakan untuk membandingkan faktor-faktor penyebab menurunnya
kenyamanan lingkungan, kemudian dilanjutkan dengan Uji Dunn untuk
mengetahui faktor yang paling mempengaruhi penurunan kenyamanan lingkungan
di tiap kelurahan. Selanjutnya, analisis Wilcoxon Match Pair Test digunakan
untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap perbedaan suhu dan kelembaban
udara saat awal tinggal dengan saat ini. Untuk analisis nilai THI menggunakan
rumus Temperature Humidity Index. Pengukuran besaran WTP dilakukan dengan
tiga pendekatan yaitu: 1) responden diberi kebebasan untuk menyatakan nilai
rupiah yang bersedia dibayarkan, 2) jumlah WTP yang diberikan berdasarkan
pada pendapat responden terhadap kemampuan masyarakat sekitar dengan rentang
WTP minimum hingga maksimum sebesar 1% dari pendapatan masyarakat dan 3)
nilai yang diberikan berdasarkan pada alokasi dana dari barang subsitusi untuk
mendapatkan lingkungan yang nyaman (Choice Experiment).
Hasil studi menunjukkan bahwa masyarakat di tiap kelurahan memiliki
persepsi yang berbeda terhadap faktor penyebab menurunnya kenyamanan
lingkungan. Masyarakat mempersepsikan bahwa saat ini suhu dan kelembaban
udara lebih tinggi dibandingkan dengan awal tinggal di kelurahan masing-masing.
Hal ini didukung dengan nilai THI Kota Bandar Lampung termasuk kategori tidak
nyaman. Dengan demikian, partisipasi masyarakat melalui WTP sebesar Rp
14,915/KK menjadi solusi dalam memperbaiki kenyamanan lingkungan. Data
BPS Lampung menunjukkan jumlah penduduk (KK) Kota Bandar Lampung
230.429 KK maka estimasi kontribusi masyarakat sebesar Rp 3,436,848,535 per
bulan atau Rp 41,242,182,420 per tahun
THE ORIENTATION OF BOGOR'S SOCIETY TOWARDVALUE OF AIR AMENITY
Public participation is needed to answer the limitation of fund in realizing the micro-climate amelioration program. This research aims to analyze the public perception on climate change in Bogor City, the air amenity index on micro-climate, and the value of willingness to pay (WTP) of community. Data was collected through questionnaires using One Score One Criteria method (Avenzora, 2008) and result was analyzed using statistics. The research showed that each village facing different problems related to the causes of the air amenity degradation. This result was also supported by the value of Temperature Humidity Index which was uncomfortable and according to the public perception that there was an increasing of the air temperature and humidity. The value of willingness to contribute of the community was Rp12,413/family/month which is accumulatively community participation potency of Bogor City estimated to reach Rp3,220,453,546 per month
Orientasi Perjalanan Wisata Mahasiswa Perempuan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah-Yogyakarta, dan Jawa Timur
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki pengaruh penting dalam pembangunan nasional dan pengembangan wilayah di Indonesia. Peranan industri pariwisata sebagai industrui jasa mampu meningkatkan kesejahteraan dan peningkatan kemakmuran melalui kontribusi dalam menyumbangkan devisa dan penciptaan lapangan pekerjaan. Isu mengenai perempuan menjadi penting disebabkan oleh dua hal. Pertama, adanya keterbatasan pergerakan perempuan dalam segala aspek dalam bermasyarakat. Berawal dari budaya patriarki yang menyebabkan ketimpangan gender antara laki-laki dan perempuan. Isu selanjutnya adalah berkaitan dengan jumlah populasi perempuan secara global adalah lebih banyak daripada laki-laki. Sehingga diperkirakan perempuan akan mendominasi permintaan wisata di Indonesia maupun di dunia. Penelitian yang berjudul Orientasi Perjalanan Wisata Mahasiswa Perempuan di Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah-Yogyakarta, Dan Jawa Timur memiliki dua tujuan utama. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis motivasi, persepsi, dan preferensi mahasiswa perempuan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur dalam perjalanan wisata, (2) menganalisis orientasi perjalanan wisata mahasiswa perempuan di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Orientasi perjalanan wisata responden di Provinsi Jawa Barat pada ketersediaan biaya US2.000 responden PTN memilih melakukan perjalanan wisata ke dalam negeri dibandingkan dengan ke luar negeri, hal ini karena batas biaya tersebut dimungkinkan untuk dihabiskan di dalam negeri saja mengingat biaya perjalanan di luar negeri tergolong mahal. ... ds
Studi Permintaan Rekreasi dan Strategi Pengembangan Ekowisata Spiritual di Taman Nasional Ujung Kulon
Spiritual tourism is a growing tourism phenomenon at Ujung Kulon National Park. Identification of demand and its potential impacts become important to define eco-spiritual tourism development strategy for the ecologically high-sensitive national park. Study on pilgrimage site visitors within the park shows that they were motivated to know history, know ancestors, and seek help for career and business excellence; and also have minimum concern on tourism facilities and services. While, study on local people and park manager shows that spiritual tourism activities are tought to have moderate impact on economical and socio-cultural aspect of local people, as well as its relation on park management policy. The concept of eco-geo-spiritual-tourism is proposed from the study to maintain optimum balanced point between visitor needs, benefit for local society and the park sustainability
Strategi Pengembangan Ekowisata Spiritual Di Kabupaten Dan Kota Bogor
Krisis spiritual yang melanda manusia modern telah mendorong bangkitnya kembali minat serta kebutuhan terhadap wisata spiritual sebagai sarana menjalani kehidupan yang lebih bermakna secara holistik di era saat ini. Guna mewujudkan pelayanan wisata spiritual yang berkualitas sekaligus menjamin pemanfaatan sumber daya secara optimal dan berkelanjutan maka dianggap perlu untuk melakukan studi pengembangan ekowisata spiritual di Kabupaten dan Kota Bogor.
Secara garis besar, studi ini bertujuan untuk mengoptimalkan berbagai dinamika wisata spiritual di Kabupaten dan Kota Bogor melalui perspektif permintaan wisata sehingga menjadi lebih berkelanjutan. Aspek permintaan wisata spiritual dikaji melalui tiga pendekatan, yaitu 1) permintaan aktual, 2) permintaan potensial, serta 3) manfaat ekonomi wisata. Orientasi permintaan wisata spiritual, meliputi persepsi, motivasi, dan preferensi, diukur dengan Skala Likert tujuh poin serta diuji keselarasannya menggunakan Analisis Sidik Ragam Satu Arah. Adapun manfaat wisata spritual bagi perekonomian lokal diukur melalui nilai dampak ekonomi serta pengganda penghasilan.
Hasil studi menunjukkan nilai rata-rata permintaan aktual pengunjung terhadap wisata spiritual mencapai tujuh kali kunjungan/orang/tahun, sementara permintaan potensial masyarakat Bogor mencapai lima kali kunjungan/orang/tahun. Nilai tersebut terdistribusi proporsional serta didukung dengan adanya orientasi yang selaras pada berbagai segmen umur serta pendapatan pengunjung dan masyarakat sehingga menunjukkan bahwa wisata spiritual telah menjadi kebutuhan bersama bagi segenap pihak.
Salah satu isu penting dalam penyelenggaraan wisata spiritual di Kabupaten dan Kota Bogor adalah meskipun kegiatan wisata spiritual telah memberikan manfaat yang nyata bagi perekonomian lokal, namun tingginya angka kebocoran pengeluaran pengunjung membuat dampak ekonomi yang ditimbulkan masih relatif minim. Atas hal tersebut maka optimalisasi manfaat ekonomi wisata spiritual perlu dilakukan melalui peningkatan kualitas kunjungan, serta peningkatan jumlah dan porsi belanja pengunjung di dalam kawasan wisata.
Terkait dengan hasil analisis faktor eksternal dan internal yang menunjukkan bahwa wisata spiritual di Bogor berada pada posisi yang tepat untuk dilakukan pengembangan secara intensif maka perlu dilakukan pengembangan pasar untuk mengoptimalkan segmen dan ceruk pasar potensial. Kendatipun demikian, dibutuhkan komitmen dan keseriusan dari berbagai pihak untuk memastikan agar optimalisasi pengembangan ekonomi dari sumber daya wisata spiritual tersebut tidak sampai mendegradasi nilai-nilai luhur spiritualitas dan sosial-budaya setempat
Ecological and Psychological Carrying Capacity of Tourism in Themepark, Case Study: Taman Wisata Matahari, Cisarua Bogor.
The research aims to analyze the maximum number of tourists who can be accepted by Taman Wisata Matahari (TWM) site without creating environmental changes that cannot be accepted and/or without reducing the quality of tourist experience. Cifuentes methods used in analyzing the ecological carrying capacity, while the results of Importance-Performance Analysis and Customer Satisfaction Index Analysis used to elaborate the ecological carrying capacity with the tourist psychological carrying capacity. The intensity of use gives a different effect on several ecological factors of the site. The significant differences indicated by variable of water content of soil, penetration of soil and quality of plants (density, texture, length and productivity). The density of sites affects the tourist satisfaction significantly only in the low visits, but does not apply to the tourist satisfaction in the condensed and peak visit. Nonetheless, the CSI value of all visit types was still in the range between somewhat satisfied to satisfied. Each tourist only uses space about 1.08 m2 /tourist on the block A1 (ground recreation). They only need narrow space because they dominantly come with family and motivated to do social interaction. Both reasons are allegedly caused high levels of tolerance in accepting the presence of other tourists. In block A2 (water recreation) and A3 (artificial exploring recreation), each area can accommodate about 4 756 and 986 tourist/day. Based on the tourists’ space needed on the block A1 and the quota of block A2 and A3, the value of the physical carrying capacity of TWM are 129 904 tourist/day. Ecological carrying capacity of TWM is obtained after reduced by correction factor of soil (26.75%), correction factor of steam flow (1.04%), and correction factor of grass (7.56%), so the value are 87 043 tourist/day. Ecological carrying capacity was not exceeded the carrying capacity of tourist psychology when considering the value of CSI in each period of visit type is still in the range of somewhat satisfied
- …
