1,720,961 research outputs found
IdentifikasiSifat Kimia Tanah Areal Perkebunan Kelapa Sawit dan Areal Terbuka Bekas PETI Kecamatan Mandor Kabupaten Landak
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sifat fisika dan kimia tanah pada areal terbuka dan kelapa sawit bekas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayu Ara Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode survey yaitu diambil masing-masing lokasi secara diagonal kemudian sampel tanah di kompositkan. Parameter dalam penelitian ini terdiri dari tekstur, bobot isi, pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kejenuhan basa (KB) dan Kapasitas Tukar Kation (KTK). Hasil analisis menunjukkan bahwa tanah di lokasi areal terbuka bekas PETI bertekstur pasir berdebu sedangkan di areal perkebunan kelapa sawit bekas PETI bertekstur pasir, bobot isi di areal terbuka bekas PETI 1,29 g/cm dan di areal perkebunan sawit senilai 1,22 g/cm, pH di areal terbuka dan perkebunaan kelapa sawit antara 4,17 % - 4,51% dengan kriteria tergolong sangat masam, C-organik kedua lokasi antara 0,53% - 0,8% dengan kriteria tergolong sangat rendah, N-total kedua lahan lokasi antara 0,07% - 0,92% dan tergolong sangat rendah, P-tersedia kedua lokasi penelitian antara 14,15 – 8,08 (ppm) dengan kriteria tergolong sangat rendah hingga rendah, K-tersedia kedua lokasi antara 0,03 - 0,04 cmol (+)kg1 dan tergolong sangat rendah, KTK di kedua lokasi antara 4,64– 6,87 cmol (+)kg1 dan tergolong sangat rendah hingga rendah, dan kejenuhan basa (KB) di kedua lokasi antara 13,33% - 9,75% yang tergolong sangar rendah. Hasil perhitungan kebutuhan pupuk dilokasi penelitian pada areal terbuka 4,3 kg urea/pohon, SP-36 3,4 kg/pohon, KCl 2,7 kg/pohon dan areal perkebunan kelapa sawit Urea 3,2 kg/pohon, SP-36 3,7 kg/pohon, KCl 2,9 kg/pohon. Kata Kunci:Areal Terbuka, Perkebunan Kelapa Sawit, PETI, Sifat Fisika dan Kimia Tanah.
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM UNTUK TANAMAN PADI SAWAH (Oryza sativa L.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI KAKAP KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status unsur hara N, P dan K di lokasi penelitian untuk pengembangan padi beserta rekomendasi pemupukannya. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2014 sampai dengan bulan Desember 2014. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sungai Kakap dengan luas 7 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey. Variabel pengamatan meliputi : N-total, P-tersedia, K-dd, pH, uji pirit, dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa status unsur hara N tergolong tinggi yaitu 0,51-0,74%, P tergolong sangat rendah sampai sedang yaitu 2,84-18,57 ppm dan K tergolong tinggi sampai sangat tinggi yaitu antara 0,62-1,26 cmol (+) kg-1, pH pada masing-masing lokasi penelitian tergolong masam bekisar 4,53-5,13, terdapat pirit dalam kategori tidak berbahaya. Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu A (258 kg Urea/ha, 64 kg SP36/ha, 18,98 kg KCL/ha), B (267 kg Urea/ha, 101 kg SP36/ha, 17,1 kg KCL/ha), C (255 kg Urea/ha, 118 kg SP36/ha, 10,52 kg KCL/ha), D (258 kg Urea/ha, 82 kg SP36/ha, 19,62 kg KCL/ha), E (257 kg Urea/ha, 112 kg SP36/ha, 18,05 kg KCL/ha), F (267 kg Urea/ha, 151 kg SP36/ha, 30,58 kg KCL/ha), G (265 kg Urea/ha, 133 kg SP36/ha, 24,32 kg KCL/ha). Kata Kunci : Lahan Pasang Surut, Padi, Sawah, Status Unsur Hara, Rekomendasi Pemupukan
IDENTIFIKASI JENIS MIKORIZA ARBUSKULA PADA LAHAN EKS PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK
Mikoriza Arbuskula (MA) adalah suatu bentuk simbiosis antara akar tanaman dan fungi. Mikoriza merupakan sumber daya alam hayati potensial yang terdapat di alam dan dapat ditemukan hampir semua ekosistem. Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhinya seperti cahaya, suhu, kadar air tanah, pH tanah, bahan organik, dan tanaman inang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah dan keanekaragaman jenis mikoriza arbuskula (MA) pada lahan eks PETI tanpa sawit dan lahan eks PETI yang ditanami sawit. Variabel yang diamati meliputi keanekaragaman jenis, dan kemerataan kelimpahan jenis. Hasil isolasi diperoleh 48 spora/100 g tanah dan 4 jenis spora di lokasi eks PETI tanpa sawit dengan indeks keanekaragaman 1.38, pada lokasi eks PETI yang ditanami sawit ditemukan 450 spora/100 g tanah dan 13 jenis spora dengan indeks keanekaragaman 2.56. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza arbuskula yang ditemukan pada lahan eks PETI tanpa sawit dan ditanami sawit di Kecamatan Mandor Kabupaten Landak menunjukan perbedaan pada jumlah spora dan keanekaragaman jenisnya. Kata kunci : Identifikasi Jenis, Mikoriza Arbuskula, Lahan Eks PETI
STUDY OF CHEMICAL PROPERTIES AND PEAT SOIL FERTILITY STATUS IN SOME TYPES OF LAND USE IN SUB-DISTRICT RASAU JAYA KUBU RAYA DISTRICT
Based on West Kalimantan BPS data for 2017, West Kalimantan has 1,543,752 ha of peatlands spread across several districts. One district that has peatlands is Kubu Raya Regency where the peatlands in this region are 130,248 ha. the purpose of this study was to determine the chemical nature of the soil and the fertility status of peat soils in several types of land use for oil palm, rubber, and horticulture.The location of this research is in Rasau Jaya III Village, Rasau Jaya Sub-District, Kubu Raya District. This research was conducted from May to July from the start of preparation, field sampling, soil analysis in the laboratory to the presentation of results. The parameters in this study are, ground water table, pyrite, N-total, P-total, K-total, C-organic, soil pH, C/N ratio, cation exchange capacity, base saturation and bulk density.The results of the analysis showed that the ground water table in the upper layer in each study area included shallow criteria while for the lower layer had rather deep criteria. Pyrite at the study site was no sulfidic. N-total between 0.21-0.45% with very low criteria. P-total between 0.93-3.94 mg / 100g with very low to low criteria. K-total between 0.98-3.98 mg / 100g with very low to low criteria. C-Organic between 4.94-12.96 mg / 100g with very high criteria. Soil pH between 2.65-3.01 with very acid criteria. C/N Ratio between 1.03-5.70% with very low criteria. Cation exchange capacity between 60.74-103.82 cmol (+) kg-1 with very high criteria. Base saturation between 9.41-16.58% with very low criteria. Bulk density from 0.15-0.34 gram / cm3. From the results of this analysis obtained criteria of soil fertility which are classified as low criteria. Keywords: Chemical properties, fertility status peat soils
STATUS KESUBURAN TANAH GAMBUT BEKAS TERBAKAR PADA PENGGUNAAN LAHAN NANAS DAN SEMAK BELUKAR DI DESA GALANG KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN MEMPAWAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat-sifat kimia tanah dan status kesuburan tanah gambut bekas terbakar pada penggunaan lahan nanas dan semak belukar. Penelitian telah dilaksanakan di Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan dan wawancara dengan petani, Penelitian telah dilaksanakan pada penggunaan lahan yang terdiri dari tanaman nanas dan semak selukar. Setiap titik sampel (penggunaan lahan) memiliki luas 3 ha,dengan masing-masing titik memiliki luas 1 ha dari luasan lahan ini di ambil 5 titik sub sampel secara diagonal. Tanah yang didapat dari 5 titik sub sampel lalu dikompositkan. Parameter pengamatan terdiri dari Reaksi Tanah (pH), C-organik, Nitrogen (N-total), Fosfor (P-total), Fosfat (P-tersedia), Kalium (K-total), Kalium (K-dd), Kapasitas Tukar Kation, Kejenuhan Basa, dan Kadar Abu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata pada dua penggunaan lahan SB dan N yang diteliti memiliki Nilai reaksi tanah (pH) yaitu antara 3,61–3,66 tergolong sangat masam, Nilai C-Organik yaitu antara 54,46–56,71 % tergolong sangattinggi, Nitrogen (N-total) yaitu antara 1,89–1,93 % tergolong sangat tinggi, Nilai Fosfor (Ptotal) yaitu antara 3,37–3,91 mg/100 tergolong sangat rendah, Nilai Fosfot (P-tersedia) yaitu antara 14,70–17,14 ppm tergolong sedang, Nilai Kalium (K-total) yaitu antara 13,42–15,88 mg/100g tergolong rendah, Nilai Kalium (K-dd) yaitu antara 0,20–0,22 cmol/kg tergolong rendah, Nilai Kapasitas Tukar Kation (KTK) yaitu antara 112,46–117,39 cmol/kg yang tergolong sangat tinggi, Nilai Kejenuhan Basa yaitu antara 4,11–4,32 % tergolong sangat rendah, dan Nilai Kadar Abu yaitu antara 2,22–6,34 % tergolong rendah. Akhir daripenelitian ini adalah status kesuburan tanah pada penggunaan lahan SB pasca kebakaran tergolong rendah dan pada penggunaan lahan N pasca kebakaran tergolong rendah.Kata kunci : Status Kesuburan, Penggunaan Lahan, Nanas dan Semak Belukar
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL TERHADAP SERAPAN N, P, DAN K TANAMAN MELON
ABSTRACT Utilization of Alluvial soil as a growth medium, often faced with various limiting factors such as varying levels of fertility, diverse soil acidity, low organic matter content and availability of nutrients, especially nitrogen, phosphorus, and potassium.The is research was conducted in the Faculty of agriculture experiments station, Tanjungpura University. The Method used in the study was field experiment with complete design of stacaments of oil palm empty fruit bunces compost application. The compost application consists of p1 = 0 g/polybags, p2 = 105 g/polybags, p3 = 155 g/polybags, p4 = 205 g/ polybags, p5 = 255 g/polybags. Each treatment is repeated 4 times and each unit ansist of one melon plant per polybag thus thare was 20 plant for field experiment. The results showed that the compost of palm oil blanks is real effect on the soil pH observation variable, but has no noticeable effect on the absorption of nitrogen, phosphorus, and potassium plant and dry weight of plants. Based on the results of the analysis, it can be seen that soil pH before treatment is 4.15 (very sour), after given the average treatment of soil pH increases range from 6.10 (somewhat sour)-6.86 (Neutral). Nitogen-Total soil before treatment is 0.72 % (high), after treatment increased to 0.79 %-0.96 % (very high). -Available soil before treatment is 9.67 ppm (very low), after treatment increased to 33.99 ppm (height)–43.17 ppm (very high). Potassium can be exchanged before the treatment of 0.33 cmol (+) kg-1 (medium), after which the treatment is increased to 0.48 cmol (+) kg-1 (medium)–0.81 Cmol (+) kg-1 (high). Based on the results of the research of the average-the highest rate of compost is the effect of oil palm waste for nitrogen absorption, phosphorus, potassium and dry weight of plants in the treatment of P4 (205 g tkks). This has been optimized for the optimal compost delivery of palm oil to the alluvial soil. Key words: Palm Oil, Composting, Alluvial Soi
STUDI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAMAN JERUK SIAM (Citrus nobilis L. var microcarpa) DI TANAH ALUVIAL DESA SEMPADIAN KECAMATAN TEKARANG KABUPATEN SAMBAS
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di tanah aluvial Desa Sempadian Kecamatan Tekarang, serta untuk menentukan rekomendasi pemupukan N, P dan K berdasarkan status hara N, P dan K pada tanaman jeruk siam di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober – Januari 2016, di desa Sempadian tepatnya di dusun Nurbakti Kecamatan Tekarang kabupaten Sambas, dengan luas lahan 4 ha. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei. Variabel pengamatan meliputi: analisis pH, N-total, P-tersedia, K-dd, Kalsium Tertukar, Magnesium Tertukar, C-Organik, KTK dan perhitungan kebutuhan pupuk. Hasil penelitian menunjukkan pH tergolong masam - agak masam yaitu 5,48 – 6,29, N-total tergolong rendah - sedang yaitu 0,20% - 0,50%, P-tersedia tergolong sangat tinggi yaitu 15,82 ppm – 23,41 ppm, K-dd tergolong rendah - sedang yaitu 0,22 - 0,42cmol (+) kg-1, Ca tergolong sangat rendah yaitu 0,66 – 1,27 cmol (+) kg-1, Mg tergolong sangat rendah – rendah yaitu 0,25 – 0,47 cmol (+) kg-1, C-Organik tergolong rendah – tinggi yaitu 1,48 – 3,83, KTK tergolong rendah yaitu 7,59 – 14,91.Rekomendasi pemupukan pada masing-masing lokasi yaitu J1 (308kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 160 kg KCl/ha), J2 (394 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, 256 kg KCl/ha), J3 ( 292 kg urea/ha, - kg Sp-36/ha, 168 kg KCl/ha), J4 (304 kg urea/ha, 8 kg Sp-36/ha, - kg KCl/ha), dan J5(292 kg urea/ha, 12 kg Sp-36/ha, 188 kg KCl/ha)
STUDI STATUS HARA NITROGEN, FOSFOR, DAN KALIUM DI DAERAH PASANG SURUT DESA PUNGGUR BESAR KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA
KRESENSIA TYA. Studi status hara Nitrogen, Fosfor dan Kalium di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Dibimbing oleh Ir. H. Asrifin Aspan, MS dan. Ir. H. Joni Gunawan, M.Sc. Pemanfaatan lahan pasang surut khususnya untuk tanaman padi yang banyak menghadapi kendala, secara umum memiliki kesuburan yang rendah serta kendala agrofisik yang tinggi dan beragam. Secara garis besar juga memiliki kesuburan yang rendah karena memiliki tingkat kemasaman tanah, dan adanya racun seperti pirit yang dapat berbahaya bila dalam keadaan teroksidasi. Untuk itu perlu diketahui ketiga unsur yang penting seperti Nitrogen, Fosfor Dan Kalium baik dalam bentuk tersedia dan total di tanah. Contoh tanah diambil di areal persawahan pasang surut Desa Punggur Besar yaitu pada dua kedalaman yaitu kedalaman 0-20 cm dan 20-50 cm pada 4 titik pengamatan, dengan 5 kali ulangan pada setiap titik, dan kemudian tanah dikompositkan. Diketahui bahwa pada kedalaman 0-20 cm hasil pengukuran Nitrogen, Fosfor Dan Kalium tersedia serta total tanah lebih tinggi dibandingkan kedalaman 20-50 cm
- …
