1,721,002 research outputs found
PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU DALAM MENYUSUN RPP KURIKULUM 2013
Rendahnya kemampuan guru menyusun RPP terlihat dari dari 8 (100%) orang guru hanya 2 (25%) guru yang mampu menyusun RPP dengan baik. Sedangkan 6 (75%) orang guru lainnya kemampuan dalam menyusun RPP masih rendah. Tujuan dari penelitian tindakan sekolah ini adalah untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru dalam Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) melalui Bimbingan Kelompok di SDN 10 Lubuklinggau. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Sasaran penelitian ini adalah guru PNS yang berjumlah 7 orang. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif dengan metode pengumpulan data mengunakan lembar observasi dan dokumentasi catatan lapangan selanjutnya dianalisis dengan persentasi dan reduksi data. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan Pelaksanaan bimbingan kelompok dapat meningkat kemampuan guru dalam mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sesuai dengan prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP dan Terjadi peningkatan kemampuan guru yang signifikan pada masing-masing komponen rencana pelaksanaan pembelajaran, khusus pada komponen penulisan Identitas, penulisan kompetensi inti dan penulisan kompetensi dasar dan hal ini ditandai dengan adanya tindakan pemberian reward
PERSAHABATAN DALAM NOVEL BURLIAN KARYA TERE LIYE
Tujuan penelitian ini adalah memaparkan persahabatan Burlian dengan Achmad dan Keiko. Persahabatan dalam novel Burlian karya Tere Liye adalah hubungan persahabatan antara beberapa anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang melakukan kajian terhadap novel Burlian karya Tere Liye. Instrumen yang digunakan dalam membedah penelitian ini adalah teori sosiologi sastra yang terfokus pada analisis sosiologi karya, yaitu hal-hal yang tersirat dalam karya sastra itu sendiri yang berhubungan dengan masalah-masalah sosial.Sosiologi sastra merupakan landasan teori yang menganalisis masalah yang menyangkut hubungan antara sastra dengan masyarakat. Damono dalam Wiyatmi, (2008) mendefinisikan sosiologi sastra sebagai salah satu pendekatan dalam kajian sastra yang memahami dan menilai karya sastra dengan mempertimbangkan segi-segi kemasyarakatan.Persahabatan yang dibina terlihat dari ciri-ciri persahabatan seperti menghabiskan waktu bersama, berbagi kesenangan, memiliki rahasia, mengatakan apa yang tengah dipikirkan dan saling menolong
Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Tata Cara Shalat Dengan Metode Demonstrasi Pada Pelajaran Fiqih di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Raudhatus Shibyan Lok Gabang Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar
Asnani. 2013. Upaya Meningkatkan Kemampuan Siswa Dalam Tata Cara Shalat Dengan Metode Demonstrasi Pada Pelajaran Fiqih di Kelas II Madrasah Ibtidaiyah Raudhatus Shibyan Lok Gabang Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar. Skripsi Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas tarbiyah, Pembimbing Dra. Hj. Nurjannah Riany, M.Ag
Kata Kunci: Kemampuan Siswa, Tata cara shalat, Metode Demonstrasi
Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan kualitas dengan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK), yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentang permasalahan kemampuan siswa dalam meningkatkan kemampuan pemahaman siswa tentang tubuh dengan media gambar kelas II Madrasah Ibtidaiyah Raudhatus Shibyan tahun pelajaran 2012 / 2013
Berdasarkan refleksi PTK siklus I dan II penelitian ini, diperoleh data, aktivitas pembelajaran dengan menerapkan metode demonstrasi dinyatakan efektif dan meningkatkan kemampuannya, menunjukkan hasil pembelajaran yang maksimal. Hal ini disebabkan adanya peningkatan aktivitas guru dalam melaksanakan metode demontrasi.
Aktivitas siswa dalam pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Demonstrasi sangat membantu siswa memahami dan meningkatkan kemampuan siswa dalam pembelajaran, hal ini dapat dilihat pada siklus I pertemuan 1 yang aktif 11,11%, cukup aktif 77,78%, kurang aktif 11,11%, Siklus I pertemuan 2 yang aktif 11,11%, cukup aktif 88,89%, Siklus II pertemuan 1 yang sangat aktif 33,33%, aktif 66,67%, Siklus II pertemuan 2 yang sangat aktif 44,44%, aktif 55,56%.
Hasil belajar siswa dalam pembelajaran materi tata cara shalat dengan menggunakan Model Pembelajaran Demonstrasi meningkatkan pemahaman siswa, hal ini dapat dilihat pada: Hasil tes siswa pada siklus I pertemuan pertama rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 6,44 dan petemuan kedua rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 7,11.Hasil tes siswa pada siklus II pertemuan pertama rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 8,00 dan petemuan kedua rata-rata nilai hasil tes formatif siswa adalah 8,67
Strategi Kepala Madrasah Dalam Pembentukan karakter Religius Siswa Man 2 Pasuruan
Strategi kepala madrasah mengenai budaya religius yang diterapkan di
madrasah merupakan upaya untuk membentuk karakter siswa melalui pembiasaan
budaya religius. Sama halnya dengan pendidikan nasional, Siswa diupayakan
mampu mengembangkan potensi dirinya untuk mempunyai kekuatan spiritual
keagamaan dan akhlaq mulia. Lembaga pendidikan diharapkan mampu
memberikan pembinaan dan penguatan pendidikan karakter terlebih dalam karakter
religius, Siswa diharapkan memiliki akhlak atau karakter yang mulia sesuai dengan
keinginan dan norma masyarakat. Karakter religius madrasah pada hakikatnya
adalah terwujudnya nilai – nilai ajaran agama sebagai tradisi dalam berperilaku dan
mampu menjadi karakter organisasi yang diikuti oleh seluruh warga madrasah.
Dengan menjadikan nilai – nilai agama sebagai karakter dalam madrasah maka
secara sadar maupun tidak, Ketika warga madrasah telah mengikuti tradisi yang
sudah tertanam, maka karakter warga madrasah sudah menunjukkan mereka sudah
menjalankan ajaran agama.
Fokus penelitian dalam tesis ini adalah: 1) Bagaimana program Kepala
Madrasah dalam membentuk karakter religius Siswa MAN 2 Pasuruan? 2)
Bagaimana penerapan program Kepala Madrasah dalam membentuk karakter
religius siswa di MAN 2 Pasuruan? 3) Bagaimana evaluasi program Kepala
Madrasah dalam membentuk karakter religius siswa di MAN 2 Pasuruan. Adapun
tujuan penelitian ini adalah: 1) Program yang disusun oleh Kepala MAN 2
Pasuruan dalam membentuk karakter religius siswa MAN 2 Pasuruan 2) Penerapan
terkait strategi Kepala MAN 2 Pasuruan dalam membentuk karakter religius siswa
MAN 2 Pasuruan 3) Evaluasi program Kepala MAN 2 dalam membentuk karakter
religius siswa MAN 2 Pasuruan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan pendekatan penelitian kualitatif
dengan jenis pendekatan fenomonologis dengan mengambil objek MAN 2
Pasuruan. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Dan untuk mengetahui keabsahan data menggunakan pengamatan,
triangulasi data, metode, dan sumber. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengn langkah-langkah tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap
penyelesaian.
.
Penelitian ini memperoleh kesimpulan: 1) Program atau strategi yang di
susun oleh kepala MAN 2 Pasuruan untuk membentuk karakter religius siswa
melalui pembiasaan kegiatan sehari-hari, kegiatan terprogram dan kegiatan spontan
agar melekat pada diri Siswa dan guru serta karyawan madrasah serta menjadikan
pembiasaan tersebut budaya di madrasah agar tercipta madrasah yang bernuansa
religius. 2) Dalam Penerapannya Kepala MAN 2 Pasuruan, membentuk Tim
penangungjawab, membuat peraturan atau tata tertib madrasah dilaksanakan
sebagai penunjang dan bentuk kontroling kepala madrasah dalam penguatan
pendidikan karakter religius Siswa dan dalam pemberian sanksi dilakukan sesuai
jenis pelanggaranya dan juga dalam pemberian sanksi tersebut tidak menggunakan
hukuman fisik melainkan hukuman yang memiliki sifar jera dan bernilai pahala. 3)
evaluasi program kepala madrasah yang dilakukan oleh kepala madrasah setiap
akhir semester dan akhir tahun ajaran melalui rapat internal guru yaitu dengan selalu
memberikan himbauan agar guru dapat menjadi contoh teladan bagi seluruh warga
madrasah serta meminta guru untuk menjadi teladan yang baik juga. Adapun bentuk
keteladanan yang diterapkan yaitu tentang perilaku, ucapan, kedisiplinan, sopan
dan santun. Selain itu juga kepala madrasah juga senantiasa memotivasi para guru
dan siswa agar berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademi
PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA MATA PELAJARAN IPS TERPADU/EKONOMI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII 2 di SMP Negeri 30 Palembang melalui metode pembelajaran Examples Non Examples. Subjek dalam penelitian ini adalah kelas VIII 2 yang berjumlah 31 orang siswa yaitu 16 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Penelitian ini dilakukan sebanyak 3 siklus dan setiap siklus sebanyak 1 kali pertemuan. Pada setiap siklus dilakukan penilaian observasi terhadap aktivitas siswa selama mengikuti Pembelajaran dengan Model Examples Non Examples untuk melihat sejauh mana siswa telah mengikuti pembelajaran ini dengan baik sehingga hasil belajar siswa pun akan mengalami peningkatan. Persentase ketuntasan belajar secara klasikal pada tindakan awal (T0) 53,12%; (T1) meningkat menjadi 64,52% (T2) meningkat lagi 70,81%, (T30) meningkat menjadi 100%. Ketuntasan belajar klasikal T0; T1; T2 dengan persentase tersebut di atas dicapai dengan nilai rata-rata kelas 66,56; 70,53; 70,81; 76,56. Dengan demikian pembelajaran melalui model examples non examples dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII 2 di SMP Negeri 30 Palembang
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM NOVEL DILAN: DIA ADALAH DILANKU 1990 KARYA PIDI BAIQ
ABSTRAK- Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya bahasa berdasarkan langsung tidaknya makna dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 Karya Pidi Baiq. Data dalam penelitian ini berupa kata, frasa, atau kalimat yang mengandung gaya bahasa dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan membaca novel secara berulang dan menuliskan data yang ditemukan. Analisis data dilakukan dengan mengumpulkan data, mereduksi data, menyajikan data, verifikasi, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam novel Dilan: Dia adalah Dilanku 1990 karya Pidi Baiq ditemukan sebelas gaya bahasa retoris, yaitu: Aliterasi, Asonansi, Anastrof, Apostrof, Polisindeton, Pleonasme dan Tautologi, Perifrasis, Erotesis, Koreksio, Hiperbola, dan Oksimoron. Tujuh gaya bahasa kiasan, yaitu: simile, personifikasi, eponim, epitet, sinekdoke, sinisme, sarkasme, dan inuendo.Kata Kunci: Gaya Bahasa, Retoris, Kiasa
PENINGKATAN HASIL BELAJAR TARI PAKARENA
Peningkatan hasil belajar tari Pakarena melalui demonstrasi. Penelitian ini dilaksanakan dua siklus (I dan II ), siklus I dan siklus II merupakan rangkaian kegiatan yang saling berkaitan. Secara deskriptif kuantitatif hasil penelitian ini, mengungkapkan bahwa setelah pelaksanaan tindakan siklus II, hasil belajar seni tari Siswa Kelas IX.C SMP Negeri 1 Bajeng Kabupaten Gowa, dikategorikan siswa tuntas belajar klasikal. Hasil tersebut didasarkan pada tingginya persentase siswa yang memiliki hasil belajar seni tari yang dikategorikan tuntas belajar perseorangan, yaitu mencapai (100%) bahkan melebihi batas masikmal ketuntasan klasikal yakni (85%). Secara kualitatif pengamatan observer bahwa proses pembelajaran yang dilakukan guru dan aktivitas siswa, terlihat bahwa indikator pembelajaran telah dilaksanakan oleh guru dan siswa secara maksimal. Pelaksanaan indikator tersebut secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh terhadap pencapaian hasil belajar yang tinggi dan ketuntasan belajar seni tari.Kata Kunci: Demonstrasi, Hasil Belajar, Tari Pakarena
Peran Kepala Madrasah sebagai Motivator dalam Membina Disiplin Kerja Guru di MTs Al-Ihsan Kajuara Kabupaten Bone
Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran kepala madrasah sebagai motivator di MTs Al-Ihsan Kajuara yaitu membangun komunikasi yang baik dengan guru, menyediakan sumber belajar yang dapat memenuhi kebutuhan guru sebagai pengajar, serta mendukung pengembangan diri guru. Adapun
disiplin kerja guru di MTs Al-Ihsan Kajuara cukup baik tetapi belum optimal karena masih terdapat guru yang tidak tepat waktu dan kurang disiplin dalam membuat perangkat pembelajaran, namun penandatanganan daftar
hadir, pelaksanaan tugas dan tanggung jawab guru, pelaksanaan penilaian terhadap KBM serta penyelesaian administrasi kelas secara teratur sudah terlaksana dengan baik. Sedangkan peran kepala madrasah sebagai
motivator yaitu mengatur lingkungan fisik madrasah, menciptakan suasana kerja yang baik, pendisiplinan dengan pendekatan personal, pemberian dorongan serta pemberian penghargaan (reward) kepada guru sebagai bentuk pembinaan disiplin kerja guru di MTs Al-Ihsan Kajuara.
Implikasi penelitian ini adalah pemberian motivasi yang dilakukan kepala madrasah dapat menjadi faktor penting dalam membentuk disiplin kerja guru. Dengan motivasi yang diberikan, guru dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya disiplin dalam menjalankan tugas, sehingga
tugas yang diamanahkan kepadanya dapat terlaksana dengan optimal
Pola Interaksi Guru Akidah Akhlak Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Peserta Didik Di MTs Annur Panca Mukti Kecamatan Rio Pakava Kabupaten Donggala
Hasil penelitian, pola interaksi guru akidah akhlak dan peserta didik dalam meningkatkan kedisiplinan yaitu pola interaksi sesama guru, pola interaksi guru dengan peserta didik, dan pola interaksi guru dengan wali murid. Adapun tindakan tindakan guru akidah akhlak dalam meningkatkan kedisiplinan peserta didik di MTs Annur Panca Mukti antara lain pendekatan terhadap peserta didik, penerapan tata tertib sekolah, memberikan rutinitas tambahan, dan pemberian sanksi terhadap peserta didik yang kurang disiplin
Penentuan Musim Reproduksi Generatif dan Preferensi Perekatan Spora Rumput Laut (Eucheuma cottonii) (Determining of Seasonal Generative Reproduction and Attaching Preferences of Seaweed Spores (Eucheuma cottonii))
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas bibit rumput laut Eucheuma cottonii adalah mengupayakan regenerasi secara generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui musim pelepasan spora rumput laut E. cottonii secara alami dan preferensi perekatan spora pada substrat. Penelitian dilaksanakan di pantai Lakeba, Kota Bau-Bau, Provinsi Sulawesi Tenggara. Metode kurungan rumput laut induk pada dasar perairan digunakan untuk memudahkan pengamatan musim reproduksi. Untuk mengetahui preferensi pelekatan spora digunakan substrat dari berbagai bahan yang digantung disekitar kurungan dasar. Selama penelitian, bentuk morfologi rumput laut terlihat sehat berwarna cokelat tua dan diameter thallus utama berukuran besar. Pada pangkal thallus utama tersebut, terlihat membentuk tonjolan kecil menumpul yang cukup banyak. Tonjolan tersebut diduga sebagai tempat pengeluaran gametosit jantan dan betina. Pada akhir bulan September sampai tengah Oktober terlihat penempelan bibit rumput laut pada substrat karang dan batuan. Bibit yang ditemukan terlihat (kasat mata) setelah berukuran 0,3–0,6 cm dengan bobot 0,018 - 0,038 g. Untuk bobot basah, ukuran 0,4 g pada minggu pertama pemeliharaan dan hanya terjadi perubahan bobot sebesar 2,7 g pada minggu kedelapan pemeliharaan. Penelitian ini memberikan informasi mengenai musim reproduksi generatif pada bulan September-Oktober. Informasi lainnya adalah spora E. cottonii banyak ditemukan melekat pada karang mati bercabang. Sehingga untuk mendapatkan bibit generatif E. cottonii di perairan Sulawesi Tenggara, dapat dilakukan pada bulan tersebut. Bibit yang dikoleksi dialam terbukti mempunyai pertumbuhan yang cukup baik dibandingkan dengan bibit vegetatif yang dipelihara pada areal budidaya masyarakat.
Kata kunci: Eucheuma cottonii, bibit, musim perekatan, spora, generatif
One of the few ways to improve the quality of seed types Eucheuma cottonii is to seek methods of regenerating seeds by generative ways. This study aims to determine the release of seaweed spores naturally, and seedling preferences of E. cottonii spores on the substrate. This research was conducted in the area of seaweed cultivation at Lakeba coast line, City of Bau-Bau, Southeast Sulawesi Province. To facilitate observation of the reproductive season, cages method is used for holding seaweed in bottom waters. And to know the preferences of spore attachment were used substrates from various basic materials hanging around the cages. During our research study, the seaweed morphology seens healthy. Seaweed has a dark brown and large diameter of main Thallus. At the base of the main Thallus, small bulge seens enough. The bulge were plenty and rebate expenses allegedly as a male and female gametocytes. At the end of September to middle of October would seens the attachment seaweed seeds on branching coral substrate and rocks. Seeds those found seen (invisible) after sized 0.3 to 0.6 cm with the weight 0.018 to 0.038 g. For wet weight, in the first week upkeep, size reaches 0.4 g and only reaching changes in weight of 2.7 g in the eighth week. This study has provided information on the generative reproduction which occurred on September - October. In addition spore of E. cottonii is commonly found attached to dead coral branches. Thereby, to get the generative seeds of E. cottonii in field especially at Southeast Sulawesi waters, can be carried out in September-October. Seeds which were collected in nature proved to have sufficient good growth compared to vegetative seeds were maintained in the cultivation area.
Key words: seaweed, seeds, seedling season, spores, generativ
- …
