1,721,089 research outputs found

    Analisis Pengaruh Jumlah Kunjungan Wisatawan, Jumlah Obyek Wisata dan Jumlah Penduduk terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Bone

    Get PDF
    Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa secara simultas ada pengaruh jumlah kunjungan, jumlah obyek wisata dan jumlah penduduk terhadap PAD sedangkan secara parsial jumlah kunjungan dan jumlah obyek wisata tidak berpengaruh terhadap PAD dan jumlah penduduk mempunyai penngaruh terhadap PAD di Kabupaten Bone. Saran dalam penelitian ini yaitu pemerintah diupayan mengelola dengan baik sektor pariwisata dan bisa menambah obyek wisata menarik dan mengembangkan obyek-obyek wisata secara merata yang ada di Kabupaten Bone

    Kompetensi dan Kesiapan Guru Matematika SMP Di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah Dalam Mengimplementasi Kurikulum 2013.

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kompetensi dan kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Penelitian ini adalah penelitian survei yang menggunakan model pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, yang dilaksanakan di seluruh SMP di Kabupaten Buol Sulawesi Tengah. Populasi penelitian adalah seluruh guru matematika SMP di Kabupaten Buol. Subjek utama penelitian adalah guru matematika sebanyak 42 orang. Subjek pendukung penelitian adalah siswa, guru sejawat, dan kepala sekolah/wakil kepala sekolah dimana guru matematika tersebut bertugas. Pengumpulan data dilakukan dengan metode tes dan non tes. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah lembar angket, lembar soal dan lembar kelengkapan dokumen. Variabel penelitian adalah kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi sosial dan kesiapan guru dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Kompetensi pedagogik diukur melalui penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan guru matematika dalam merancang, melaksanakan, mengevaluasi, dan refleksi hasil evaluasi pembelajaran. Kompetensi kepribadian diukur melalui penilaian akhlak mulia dan keteladanan guru matematika. Kompetensi profesional diukur melalui penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan guru matematika dalam melaksanakan profesi keguruan. Kompetensi sosial diukur melalui penilaian komunikasi, adaptasi, kerjasama dan pergaulan guru matematika. Kesiapan guru diukur melalui penilaian kemampuan dan kemauan guru matematika dalam mengimplementasi Kurikulum 2013. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik guru matematika SMP di Kabupaten Buol masuk dalam kategori cukup. Kompetensi kepribadian guru matematika SMP di Kabupaten Buol masuk dalam kategori baik. Kompetensi profesional guru matematika SMP di Kabupaten Buol masuk dalam kategori cukup. Kompetensi sosial guru matematika SMP di Kabupaten Buol masuk dalam kategori amat baik. Kesiapan guru matematika SMP di Kabupaten Buol dalam implementasi Kurikulum 2013 masuk dalam kategori cukup

    Pengembangan Model Bahan Ajar Menulis Wacana Eksposisi Berbasis Pendekatan Integratif Untuk Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bosowa

    Get PDF
    ABSTRAK Peneltiian ini merupakan penelitian pengembangan model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif yang bertujuan menjelaskan kevalidan, kepraktisan dan keefektifan produk protipe model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif. Permasalahan yang dijadikan topik pembahasan adalah tentang bagaimana kevalidan, kepraktisan dan keefektifan model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Bosowa dalam hal ini mahasiswa semester VI yang terdiri dari 3 kelas, yaitu kelas A, B, dan C yang masing-masing terdiri atas 22, 25, dan 30 mahasiswa sehingga jumlah keseluruhan 77 orang. Data terdiri dari data kuantitatif dan data kualitiatif. Data kualitatif diperoleh dengan menggunakan teknik tes, sedangkan data kualitatif diperoleh dengan menggunakan teknik angket, wawancara dan obervasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa dengan dosen membutuhkan model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif. Setelah melalui uji kevalidan, kepraktisan dan keefektifan model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif ini dinyatakan valid dan praktis dari segi materi (isi dan penyajian) dan dari segi media (tata kegrafikan dan kebahasaan). Untuk aspek ini diperoleh skor 4,70, aspek kebahasaan diperoleh skor 3,82, aspek kegrafikan sebesar 4,62, dan aspek kebahasaan diperoleh skor 4,08. Dalam hal keefektifan, model bahan ajar yang dikemas berbasis pendekatan integratif ini efektif digunakan dalam pembelajaran menulis wacana eksposisi yang dibuktikan data hasil belajar menulis wacana eksposisi pada uji coba lapangan sebesar 83% mahasiswa memperoleh nilai 70 ke atas. Demikian pula dalam hal kepraktisan setelah uji coba lapangan dibuktikan bahwa observer memberikan respon rerata 4,00 sehingga model bahan ajar ini dinyatakan praktis. Dengan demikian, melalui hasil penelitian ini direkomendasikan agar model bahan ajar menulis wacana eksposisi berbasis pendekatan integratif ini digunakan dalam pengajaran menulis khususnya menulis wacana eksposisi

    STUDENTS’ SELF-ASSESSMENT ON THEIR SPOKEN INTERACTION USING CEFR

    Get PDF
    Assessment is one of the important parts in the teaching and learning process. For many students, assessment is something done to them by their teachers. But, students have to be involved in every assessment. Sometimes spoken interaction is scored by teachers but because of the limited time, teachers can ask students to assess their own spoken interaction. However, assessment conducted by the students still has many weaknesses even it is not trusted. This research studied about the students’ self assessment on their spoken interaction using CEFR. The researcher employed three instruments; self-assessment, a questionnaire, and open-ended questions. The participants of this study were 30 student teachers. The researcher gave the self-assessment form, a questionnaire and open-ended questions to them. The self-assessment form was used to find out their spoken interaction data while the questionnaire was used to find out their attitude toward self-assessment and open-ended questions were given to support their attitude toward self-assessment. It can be concluded that students’ self-assessment results were not too bad for new students and also they had good attitude toward self-assessment. Keywords: assessment, spoken interaction, speaking, attitude, self-confiden

    PENGARUH PROPOLIS TERHADAP KOLAGENISASIPADA PROSES PENYEMBUHAN LUKA SUBKUTAN PUNGGUNG MENCIT YANG DIINDUKSI BAKTERI ACTINOBACILLUS ACTINOMYCETEMCOMITANS

    No full text
    Propolis, the resinous hive product by bees, is important in the defence of the hive. It is know that extract of propolisexhibits such pharmacological activities as antimicrobia,antiviral, antifungal, anti-inflamatory, immunostimulatoryand promote wound healing. The objective of this studywas to investigate the influence of the propolis on theformation of collagen in the wound healing process of thesubcutan injury of mice that were induced withActinobacillus actinomyctemcomitans (A.actinomyctemcomitans)Thisstudyapplied 24 female BALB/c mice of 2 - 3 monthsof age with the weight of 20 -30 grams. On the first day thewhole population were injected withA.actinomyctemcomitans subcutanly. The second day micewere randomly devided into two groups that was the groupwith special treatment and the controlled ones. The groupunder treatment were given the extract of propolis 100mg/kg body weight every day. While the controlled oneswere only given aquades.Histological observation was conducted upon each groupon the third, seventh and fourteenth days after A.actinomyctemcomitans injection. There-suits of theobservation was based on the density collagen fiber. Thedata obtained then analyzed by using Mann-Whitney U test.The results of the present study indicated that theadministration of 100 mg/kg BWpropolis peroral maystimulate collagen synthesis.</jats:p

    Nilai Pendidikan Moral dalam teks Méong Mpalo Bolongé

    Get PDF
    ABSTRAK Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengungkap nilai pendidikan moral yang terdapat dalam teks Méong Mpalo Bolongé. Data dalam penelitian ini adalah data tertulis berupa kutipan-kutipan yang menggambarkan nilai pendidikan moral yaitu kebaikan dan keburukan yang terdapat dalam teks Méong Mpalo Bolongé. Sumber data dalam penelitian ini adalah keseluruhan isi teks Méong Mpalo Bolongé halaman 120-197 transliterasi dan terjemahan Nurhayati Rahman tahun 2009 yang diterbitkan oleh La Galigo Press, Makassar. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data yaitu membaca dengan teliti teks Méong Mpalo Bolongé hasil transliterasi dan terjemahan Nurhayati Rahman, mengidentifikasi nilai pendidikan moral yang terkandung dalam teks Méong Mpalo Bolongé, mengklasifikasi teks Méong Mpalo Bolongé yang mengandung nilai pendidikan moral yaitu tentang kebaikan dan keburukan, menganalisis data yang dilakukan dengan menginterpretasi dan menjelaskan nilai pendidikan moral yang terkandung dalam teks Méong Mpalo Bolongé, menarik kesimpulan nilai pendidikan moral yang terdapat dalam teks Méong Mpalo Bolongé. Berdasakan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa nilai pendidikan moral yang terdapat dalam teks Méong Mpalo Bolongé yaitu aspek kebaikan adalah kesabaran (masabbaraq), keteguhan (agettengeng), musyawarah (assipetangngareng), kejujuran (alempureng), kesopan santunan (mappakalebbiq), saling memanusiakan (sipakatau), kedermawanan (makacoa), dan menasihati (mappangajaq). Sedangkan aspek keburukan yang terdapat dalam teks Méong Mpalo Bolongé adalah kekikiran (masekkeq), kedendaman (nanniangi), kemubaziran (mapparinnaja), kesewenang-wenangan (makkabbo-aqbo), dan kemalasan (makuttu). Peneliti menyarankan pada pemerintah khususnya daerah Sulawesi Selatan untuk memperhatikan keberadaan sastra daerah agar terhindar dari kepunahan sehingga dapat diwariskan kepada generasi selanjutnya. Bagi masyarakat hendaknya menjadikan teks Méong Mpalo Bolongé sebagai wadah pembelajaran dan juga peneliti sarankan pada peneliti selanjutnya alangkah baiknya bila versi-versi cerita tentang Méong Mpaloé diteliti lebih mendalam demi mengembangkan kebudayaan daerah dan untuk memperkaya khasanah budaya nasional

    Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Jumlah Pesanan Barang Menggunakan Metode Fuzzy Tsukamoto Pada PT. Mega Indah Sari Group

    Get PDF
    Hasil Penelitian system pendukung keputusan untuk menentukan jumlah pemesanan barang ini dapatmemudahkan dalam menentukan jumlah pemesanan barang berdasarkan data persediaan dan permintaan pada PT MEGA INDAH SARI GROUP dan meningkatkan efektifitas dan efesiensi waktu dalam hal pengambilan keputusan dalam menentukan jumlah pemesanan barang pada PT MEGA INDAH SARI GROUP

    Kekuasaan Ammatoa dan Efektifitas Peran dan Fungsi Pembentukan Ada Lima Kareng Tallua

    Get PDF
    Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Secara umum seorang pemimpin adat harus mampu mengetahui dan menanamkan empat hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin adat, sebagaimana yang tertuang dalam Pasang Ri Kajang, yaitu: Sabbarapi na guru (Sabar sebagai seorang guru), Pesonapi nu sanro (Taat sehingga mampu menjadi sebagai seorang dukun atau orang pintar) Lambusuppi na karaeng (Mempunyai derajat kejujuran layaknya seorang raja), Gattampi Na Ada’ (Mempunyai ketegasan dalam memelihara adat). Sedangkan Rangkaian proses pengangkatan seorang pemimpin Ada Lima Karaeng Tallua melalui mekanisme : Musyawarah Keluarga dan Ammatoa, serta melalui Acara Ritual (Appasalung). Fungsi Camat dalam menjalankan pemerintahan di Kecamatan Kajang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku yaitu PP No 17 tahun 2018 pasal 10 namun selain sebagai Camat, Camat juga memiliki tugas sebagai Labiriyah, meskipun terdapat rangkap jabatan antara Camat dan Labiriyah, tidak ditemukan tumpang tindih dalam menjalankan tugasnya justru rangkap jabatan tersebut kerap membantu camat dalam menjalan tugasnya. Sehingga terjalin hubungan simbiosis mutualisme. Selain Camat Kepala Desa pun demikian, Kepala desa menjalankan perannya sesuai dengan UU Nomor 6 tahun 2014 juga mengemban jabatan sebagai Galla Lombok.Implikasi : Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap wacana kearifan lokal, kepemimpinan dan politik, sehingga masyarakat/pembaca dapat memahami dengan komperhensif wacana-wacana kearifan lokal sebagai kajian yang menarik dan berguna terhadap kajian politi

    Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Negosiasi Melalui Teknik Think Pair Share Peserta didik Kelas X SOS4 SMA Negeri 1 Bantaeng

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang bertujuan untuk mengkaji, (1) proses penerapan teknik think pair share dalam meningkatkan keterampilan menulis teks negosiasi peserta didik Kelas X SOS4 SMA Negeri 1 Bantaeng, dan (2) peningkatan keterampilan menulis teks negosiasi melalui teknik think pair share peserta didik Kelas X SOS4 SMA Negeri 1 Bantaeng. Sumber data penelitian adalah guru bahasa Indonesia berjumlah 1 orang dan peserta didik Kelas X SOS4 berjumlah 35, terdiri atas 12 peserta didik laki-laki dan 23 peserta didik perempuan. Data penelitian adalah data aktivitas guru dan peserta didik, serta data hasil keterampilan menulis teks negosiasi melalui teknik think pair share. Instrumen yang digunakan adalah format pengamatan aktivitas guru dan peserta didik, serta tugas menulis teks negosiasi dilengkapi format penilaian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi aktivitas guru dan peserta didik, serta tugas menulis teks negosiasi. Analisis data proses dilakukan secara deskriptif kualitatif, sedangkan data hasil menulis teks negosiasi dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap (1) proses penerapan teknik think pair share dalam meningkatkan keterampilan menulis peserta didik kelas X SOS4. Hal tersebut tampak pada aktivitas guru dengan kategori cukup dan peserta didik yang dikategorikan kurang aktif pada siklus I, kemudian pada siklus II terjadi peningkatan proses terhadap aktivitas guru dengan kategori sangat baik dan peserta didik yang dikategorikan aktif; (2) hasil keterampilan menulis teks negosiasi dari siklus I ke siklus II berdasarkan kriteria ketuntasan minimal (KKM), yaitu 75. Kata kunci: teknik think pair share, keterampilan menulis, teks negosiasi

    PERANGKAT PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPLANASI BERBASIS MODEL PROBLEM BASED LEARNING (STUDI PENGEMBANGAN PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 MAKASAR)

    Get PDF
    Abstract: Writing Learning Tool Model-Based Text explanation Problem Based Learning (Study on the Development of Seventh Grade Students of SMPN 8 Makassar). The purpose of this research was to determine the validity, practicality, and effectiveness of the learning device to write text explanation of Problem Based Learning model based on class VII SMPN 8 Makassar. This study is a research Research and Development (R &amp; D) development model ADDIE. The results obtained in this study were (1) the learning device declared invalid because the criterion of validity has been fulfilled, namely the average value of validity for all aspects of the minimum in the category is quite valid and the validity of every aspect of at least falls under the category valid () (2) the study revealed practically since the criteria of validity are met, namely the overall aspect of the component syntax model of Problem Based learning on the Implementation Plan lesson 1, 2, 3, and 4 are in the category of accomplished entirely (), and (3) the learning device is declared effective because the validity criteria have been met, namely mastery learning outcomes of students = 95%, the average teachers' ability to manage the learning is = 3.7 are in either category (TKG ≤ 3.00 &lt;4.00). Students gave a positive response to the implementation of learning to write explanatory text using the teaching of writing text-based explanatory models of Problem Based Learning = 93.5%
    corecore