1,721,002 research outputs found
ANALISIS TERJADINYA KEBOCORAN AIR PENDINGIN DI DALAM RUANG BAKAR MAIN ENGINE MV. SPIL HANA
INTISARI
Aripin, 2020 “Analisis terjadinya kebocoran air pendingin di dalam ruang bakar main
engine MV. Spil Hana” skripsi Program Studi Teknika, Program Diploma IV,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Nasri, M.T, M.Mar.E dan
Pembimbing II: Sri Suyanti, S.S.
Mesin induk merupakan mesin penggerak utama di kapal yang menjadi
penggerak/pendorong kapal supaya kapal dapat berjalan maju atau mundur sesuai
pengoperasian. Masuknya air pendingin ke dalam ruang bakar mempengaruhi
kinerja mesin induk. Permasalahan tersebut diketahui saat akan melakukan test
engine sebelum kapal melakukan manouver, mesin induk di blow up dan keluar
air pendingin dari indicator valve silinder no. 1 mesin induk.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor apa yang menyebabkan
masuknya air pendingin ke dalam ruang pembakaran mesin induk dan
menentukan Upaya apa yang dilakukan untuk mengatasi masuknya air pendingin
ke dalam ruang pembakaran mesin induk. Penulis merangkum permasalahanpermasalahan dan mencoba mengidentifikasi masalah dengan menggunakan
metode fishbone analysis
Ada banyak penyebab masuknya air pendingin ke dalam ruang pembakaran
mesin induk silinder no.1 di kapal MV.Spil Hana. Penyebab utama masuknya air
pendingin ke dalam ruang pembakaran silinder no 1 di MV. Spil Hana adalah
keretakan dinding cylinder head, karena perawatan yang tidak sesuai dengan PMS
dan kualitas air pendingin yang mempengaruhi sistem pendinginan yang
menyebabkan kelelahan bahan cylinder head dan cylinder head mengalami
keretakan yang mempengaruhi kinerja dari mesin induk. Untuk menangani
masalah tersebut berdasarkan penelitian oleh penulis dapat dilakukan upaya
perawatan dan penggantian spare part sesuai dengan PMS serta menjaga kualitas
air pendingin untuk system pendinginan yang lebih baik.
ABSTRACT
Aripin, 2020 "Analysis of the occurrence of a cooling water leak in the combustion
chamber of the main engine MV. Spil Hana ”thesis of Engineering Study
Program, Diploma IV Program, Semarang Shipping Polytechnic, Advisor I:
Nasri, M.T, M.Mar.E and Advisor II: Sri Suyanti, S.S.
The main engine is the main driving machine on the ship which becomes the driving /
driving of the ship so that the ship can go forward or backward according to operation.
The entry of cooling water into the combustion chamber affects the performance of the
main engine. The problem is known when going to test the engine before the ship
maneuvers, the main engine is blown up and cooling water comes out of the cylinder
indicator valve no. 1 main engine.
The purpose of this study was to determine what factors caused cooling water to enter
the combustion chamber of the main engine and determine what efforts were made to
overcome the entry of cooling water into the combustion chamber of the main engine.
The author summarizes the problems and tries to identify the problem using the fishbone
analysis.
There are many reasons for the entry of cooling water into the combustion chamber
cylinder engine No. 1 on the MV.Spil Hana ship. The main cause of the entry of cooling
water into the combustion chamber cylinder No. 1 in the MV. Spil Hana is a cylinder
head wall crack, due to incompatible maintenance with PMS and cooling water quality
that affects the cooling system which causes fatigue of the cylinder head and cylinder
head material which has cracks which affects the performance of the main engine. To
deal with these problems based on research by the author, efforts can be made to care and
replace spare parts in accordance with PMS and maintain the quality of cooling water for
a better cooling system
Pengajaran Tauhid di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal
Pengajaran ilmu tauhid dipesantren, menggunakan sistem bandongan dan sorogan yang digunakan untuk mengajarkan kitab-kitab klasik dalam bentuk istilah mengapsahi, Perlu ditegaskan bahwa kalangan pesantren salafiyah khususnya di Jawa memiliki cara membaca tersendiri dalam mempelajari kitab (teks), yaitu yang dikenal dengan cara utawi – iki – iku, sebuah cara membaca dengan memakai pendekatan grammar (Nahwu dan Shorof) yang ketat.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah ; 1). Bagaimana Pengajaran Ilmu Tauhid di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal?, dan, 2). Bagaimana Karakteristik Pengajaran Ilmu Tauhid di Pondok Pesantren At-Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal?. Penelitian ini memaparkan gambaran secara keseluruhan proses dan karakteristik pembelajaran tauhid di pondok pesantren at-Tauhidiyah Cikura Bojong.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif yaitu berusaha mendapatkan gambaran informasi mengenai pembelajaran ilmu tauhid di Pondok Pesantren at-Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal
Hasil penelitian menunjukan pengajaran ilmu tauhid di pondok pesantren at-Tauhidiyah dilaksanakan dengan sistem klasikal dan non klasikal. Sistem klasikal dilaksanakan melalui pembelajaran Madrasah Diniyah yang terdiri dari tingkat persiapan 3 tahun, tingkat ibtidaiyah 3 tahun, dan tingkat wustha 3 tahun. Sistem klasikal dimulai pada waktu pagi hari setelah shalat dhuha (kira-kira) jam 9 WIB), sampai dengan pukul 12.00 WIB. Sedangkan sistem non klasikal dilaksanakan dengan metode bandongan atau wetonan, metode sorogan yang dikombinasikan dengan metode hapalan, dan metode halaqah. Aspek sistem evaluasi keberhasilan belajar di pesantren at-Tauhidiyah Cikura, ditentukan oleh performance santri dalam kemampuan mengahapal dan memahami teks sebuah materi dari sudut morfologi semata. Pemahaman tauhid kurang mendapatkan perhatian dan evaluasi yang cocok. Pada tingkat awal keberhasilan siswa ditentukan oleh kemampuan memorinya dalam menghapal bukan sejauhmana pemahamannya.
Karakteristik pengajaran ilmu tauhid di pondok pesantren at-Tauhidiyah Cikura Bojong Tegal dapat diklasifikasikan : Pertama, ilmu tauhid yang dipelajari di khususkan pada aqaid seket, yaitu 20 sifat wajib bagi Allah, 20 Sifat Mustahil bagi Allah, 1 sifat jaiz bagi Allah, 4 sifat wajib bagi rasul, 4 sifat mustahil bagi rasul, dan 1 sifat jaiz bagi para rasul. Kemudian aqaid 50 tersebut dikembangkan menjadi aqaid 64 (Said, jilid II, tt : 3). Kedua, ilmu tauhid tentang doktrin ma’rifat kepada Allah, pengetahuan tentang ma’rifat kepada Allah hanya bisa diketahui dengan mengetahui sifat-sifat wajib bagi Allah, sifat-sifat mustahil, dan sifat-sifat jaiz bagi Allah, Ketiga, mengetahui atau ma’ifat dengan Allah melalui dalil-dali pengetahuan tentang aqaid lima puluh hukumnya fardlu ‘ain, karena aqaid-aqaid lima puluh merupakan penjabaran dari makna dua kalimah syahadat
SISTEM ELECTRON SPIN RESONANCE(ESR)MENGGUNAKAN FREKUENSI DAN MEDAN MAGNET PULSA TINGGI
SISTEM ELECTRON SPIN RESONANCE(ESR)MENGGUNAKAN FREKUENSI DAN MEDAN MAGNET PULSA TINGGI. Sistem Electron Spin Resonance (ESR) menggunakan frekuensi dan medan magnet pulsa tinggi telah dikontruksi. Sistem ini dilengkapi medan magnetik pulsa dengan intensitas maksimum sampai 35 T, sumber radiasi gyrotron dalam rentang frekuensi-frekuensi pengukuran yang lebar dan suhu pengukuran antara 4,2 K hingga 80 K. Pulsa mempunyai bentuk sinusoidal dengan durasi 2,5 ms. Kapabilitas sistem ESR didemontrasikan dengan pengukuran spektrum ESR dari kristal tunggal MnF2 pada suhu 4,2 K. Frekuensi gap medan nol ditentukan oleh analisis dari mode-mode resonansi garis spektrum. Nilai frekuensi gap hasil percobaan bersesuaian dengan nilai yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sistem ESR dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut dalambidang fisika material
KARAKTERISASI PERILAKU KONDUKTIVITAS KARBON AKTIF MAGNETIK
KARAKTERISASI PERILAKU KONDUKTIVITAS KARBON AKTIF MAGNETIK. Karbon aktif yang mengandung magnetik (KAM) disintesis menggunakan paper towel sebagai sumber karbon dan FeCl2.4H2O sebagai prekursor magnetik. KAM disiapkan dengan mengkombinasikan sifat-sifat struktur karbon dengan kerangka yang mengandung struktur logam. Lima jenis KAM dikarbonisasi pada 400 oC dan diaktivasi pada 400 oC , 500 oC, 600 oC, 700 oC selama satu jam. Sampel dikarakterisasi dengan serapan nitrogen, XRD, dan FTIR. Struktur permukaan yaitu luas permukaan BET dan volume total pori bertambah jika temperatur aktivasi dinaikkan. Karbon aktif (KA) mempunyai puncak XRD yang menunjukkan kerangka karbon amorphous. Pola-pola XRD untuk KAM menunjukkan bahwa bahan ini mengandung magnetit yang terorganisasi dengan karbon yang tersimpan dalam strukturnya. Spektrum FTIR KAM menunjukkan bahwa grup-grup karboksil berkurang jika suhu dinaikkan. Pita-pita serapan pada KAM menunjukkan mode- mode vibrasi stretching dan torsional ikatan Fe-O magnetit berturut-turut dalam situs-situs tetrahedral dan oktahedral. Pengukuran konduktivitas listrik menunjukkan bahwa KAM mempunyai konduktivitas maksimum pada suhu 400 oC, dan penambahan suhu lebih lanjut menghasilkan dalam pengurangan konduktivitas listrik
Perancangan dan realisasi alat transceiver audio wireless antara music player dengan speaker aktif menggunakan gelombang radio (415)
PENGARUH KEGIATAN PARIWISATA TERHADAP SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DI KAWASAN BUKIT CINTA RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG
Kegiatan pariwisata merupakan salah satu sektor sangat berperan dalam proses
pembangunan dan pengembangan wilayah yaitu dalam memberikan kontribusi bagi pendapatan
suatu daerah maupun bagi masyarakat. Dengan kontribusi yang di berikan ini, pemerintah daerah
memiliki tambahan pemasukan dalam rangka pembangunan proyek-proyek maupun kegiatan lain
di wilayahnya. Sebagai salah satu daerah tujuan wisata, kawasan wisata Bukit Cinta yang terletak
di sekitar wisata Rawa Pening kabupaten semarang, dalam perkembangannya mempunyai
konsekuensidan dampak yang langsung terhadap perubahan sosial maupun ekonomi masyarakat
sekitar objek wisata tersebut. Sebelum melakukan studi mengenai pengaruh kegiatan pariwisata
terhadap sosial-ekonomi masyarakat sekitar kawasan wisata Rawa Pening, maka dilakukan
beberapa diidentifikasi beberapa permasalahan yang ada yaitu rendahnya daya saing masyarakat
lokal terhadap masyarakat pendatang sehingga menyebabkan manfaat ekonomi pariwisata belum
sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat setempat
SISTEM ELEKTRON SPIN RESONANSI (ESR) BERBASISMAGNET PULSA
SISTEM ELEKTRON SPIN RESONANSI (ESR) BERBASISMAGNET PULSA. Spektroskopi elektron spin resonansi (ESR) dalam daerah gelombang milimeter sampai submilimeter menggunakan medan magnet tinggi telah membuktikan sebagai peralatan yang potensial untuk penelitian sifat-sifat magnetik dalam bidang fisika material. Pengembangan lebih lanjut dari teknik ini menemui masalah yang perlu untuk dipecahkan. Diantara beberapa masalah yang ada adalah kesulitan menyediakan sistem magnet dalam sistem ESR. Untuk mengatasi ini telah dikembangkan magnet pulsa, yang membangkitkan medan magnet tinggi dengan intensitas 35 T. Pulsa magnet dihasilkan oleh lucutan bank kapasitor dengan tenaga tersimpan 30 kJ ke dalam koil magnet. Pulsa mempunyai bentuk sinusoidal dengan durasi 2,5 ms. Kapabilitas peralatan ESR didemontrasikan dengan pengukuran spektrum ESR dari powder MnO dalam rentang suhu 77 K sampai dengan 300 K. Suhu Neel (TN) MnO ditentukan dari lebar garis spektrum ESR. Nilai TN hasil percobaan bersesuaian dengan TN yang dihasilkan dari penelitian sebelumnya. Ini menunjukkan bahwa sistem ESR dapat digunakan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang fisika material
Penyebab masuknya air pendingin ke dalam ruang pembakaran mesin induk di kapal MV. Spil Hana
Abstraksi, Mesin induk merupakan mesin penggerak
utama di kapal yang menjadi penggerak/pendorong kapal
supaya kapal dapat berjalan maju atau mundur sesuai
pengoperasian. Masuknya air pendingin ke dalam ruang
bakar mempengaruhi kinerja mesin induk. Permasalahan
tersebut diketahui saat akan melakukan test engine
sebelum kapal melakukan manouver, mesin induk di blow
up dan keluar air pendingin dari indicator valve silinder no.
3 mesin induk.
Penelitian dilakukan dengan merangkum permasalahanpermasalahan dan mencoba mengidentifikasi masalah
dengan menggunakan metode SHEL (Softwere, Hardwere,
Environment, Livewere) dan menggunakan metode
FISHNONE.
Dari penelitian ini, penyebab utama masuknya air
pendingin ke dalam ruang pembakaran silinder no 3 di
MT. Medelin West adalah keretakan dinding cylinder head,
karena perawatan yang tidak sesuai dengan PMS dan
kelelahan bahan cylinder head tersebut. Keretakan cylinder
head sangat mempengaruhi kinerja dari mesin induk.
Untuk menangani masalah tersebut berdasarkan
penelitian dapat dilakukan upaya perawatan secara rutin
dan penggantian spare part sesuai dengan PMS
- …
