10 research outputs found
Pengaruh Dividend Payout Ratio, Liquidity, dan Asset Growth terhadap Risiko Sistematis (Beta) (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010)
ABSTRAK Lutfiana, Amelia. 2012. Pengaruh Dividend Payout Ratio, Liquidity, dan Asset Growth terhadap Risiko Sistematis (Beta) (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2008-2010). Skripsi, Jurusan S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Satia Nur Maharani, S.E., M.Sa., Ak., (II) Makaryanawati, S.E., M.Si., Ak. Kata Kunci: Dividend Payout Ratio, Liquidity, Asset Growth, dan Risiko Sistematis (beta) Investor melaksanakan kegiatan investasi untuk memperoleh tingkat pengembalian (return) berupa dividen dan capital gain. Investor yang rasional tentu akan mengharapkan return yang semakin tinggi atas investasinya dengan mempertimbangkan risiko yang mungkin terjadi karena unsur ketidakpastian. Secara teoritis, risiko dan return mempunyai hubungan yang linier karena nilai return yang besar menyebabkan tingkat risikonya semakin besar. Risiko dibedakan menjadi dua jenis yaitu risiko sistematis dan risiko tidak sistematis. Faktor yang diduga mempengaruhi risiko sistematis (beta) diantaranya dividend payout ratio, liquidity, dan asset growth. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat pengaruh dividend payout ratio terhadap risiko sistematis (beta), liquidity terhadap risiko sistematis (beta), dan asset growth terhadap risiko sistematis (beta). Obyek penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode 2008-2010, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling maka diperoleh jumlah sampel sebanyak 13 perusahaan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, dan uji hipotesis dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dan berkorelasi negatif antara dividend payout ratio dengan risiko sistematis (beta), dan terdapat pengaruh yang signifikan dan berkorelasi negatif antara liquidity dengan risiko sistematis (beta), serta terdapat pengaruh yang signifikan dan berkorelasi positif antara asset growth dengan risiko sistematis (beta). Nilai () sebesar 0,555 menunjukkan bahwa variabel independen yang dipakai mampu mempengaruhi variabel dependen yaitu risiko sistematis (beta) sebesar 55,5%, sedangkan sisanya 44,5% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka saran yang diberikan untuk penelitian selanjutnya adalah dengan memasukkan variabel yang lain berupa faktor eksternal perusahaan dan menggunakan data harga saham mingguan ataupun harian untuk menghitung return saham individu dan return pasar sehingga hasilnya lebih akurat
IMPLEMENTASI PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA DAN RAHMATAN LIL 'ALAMIN TEMA KEWIRAUSAHAAN TOPIK OLAHAN BUAH PISANG DI MIN 9 BLITAR TAHUN AJARAN 2024/2025
Skripsi dengan judul “Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin Tema Kewirausahaan Topik Olahan Buah Pisang di MIN 9 Blitar Tahun Ajaran 2024/2025” ini ditulis oleh Putri Amelia Nur Ilma, NIM 126205211054, dengan dosen pembimbing Diana Lutfiana Ulfa, S.Pd.I., M.Pd.
Kata Kunci: Implementasi, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin, Tema Kewirausahaan
Perkembangan teknologi di era Society 5.0 telah membawa dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan perilaku konsumsi generasi Alpha yang tumbuh sebagai digital native. Tantangan seperti menurunnya keterampilan sosial, kecanduan digital, hingga perilaku konsumtif menjadi perhatian serius dalam pembentukan karakter. Menyikapi hal ini, MIN 9 Blitar mengimplementasikan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin dengan tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di kelas VI, guna membekali peserta didik dengan keterampilan kewirausahaan, menguatkan karakter kreatif, mandiri, keteladanan, dengan berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Fokus penelitian ini adalah 1) Bagaimana perencanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di MIN 9 Blitar tahun ajaran 2024/2025? 2) Bagaimana pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di MIN 9 Blitar tahun ajaran 2024/2025? 3) Bagaimana evaluasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di MIN 9 Blitar tahun ajaran 2024/2025? 4) Bagaimana tindak lanjut Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di MIN 9 Blitar tahun ajaran 2024/2025? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data kemudian dianalisis menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi. Hasil penelitian Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil ‘Alamin tema kewirausahaan topik olahan buah pisang di MIN 9 Blitar tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan 1) Perencanaan projek dengan membentuk tim fasilitator, mengidentifikasi tingkat kesiapan satuan pendidikan, menentukan dimensi, tema dan alokasi waktu, mengembangkan modul projek, dan merancang strategi pelaporan projek. 2) Pelaksanaan projek meliputi pengenalan konsep kewirausahaan dan topik olahan buah pisang, kontekstualisasi dengan mengobservasi tanaman pisang dan membuat label produk, aksi pembuatan produk bolu pisang dan molen pisang mini, refleksi dan tindak lanjut melalui panen karya. 3) Evaluasi dilakukan selama projek berlangsung menggunakan tes, observasi,
persentasi, rubrik, portofolio dan rapot. 4) Tindak lanjut projek melalui kerjasama dengan wali murid, satuan pendidikan lain, mitra eksternal, dan mengintegrasikan berbagai projek melalui tema yang sama dengan topik berbeda disetiap fase
Potency of Bacillus thuringiensis isolates from bareng Tenes-Malang City as a biological control agent for suppressing third instar of Aedes aegypti larvae
PERANCANGAN ULANG TA TA LETAK FASILITAS DENGAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING DI CV TOHU SRIJAYA
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silakan menghubungi author melalui email [email protected] atau [email protected]
PERENCANAAN DISTRIBUSI EMERGENCY LOGISTICS DENGAN MENGGUNAKAN METODE FUZZY CLUSTERING DAN MULTI-OBJECTIVE OPTIMIZATION
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected]
Dipublikasikan tanggal: 26 Juni 202
PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KERIPIK APEL DENGAN MENGGUNAKAN METODE TAGUCHI di CV. BAGUS AGRISETA MANDIRI
Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui email [email protected], [email protected], [email protected]
Analisis Yuridis Sistem Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Di Indonesia Pasca Lahirnya Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2021
The enactment of Law Number 11 of 2020 concerning Job Creation requires implementing regulations to implement it in Government Regulation Number 5 of 2021 concerning the Implementation of Risk-Based Licensing. The purpose of writing this research is to describe and analyze how changes in the business licensing registration system in Indonesia and the juridical consequences that occur after the birth of Government Regulation Number 5 of 2021. Based on the scope of the research, in writing this research the author uses normative research methods. The results show that there are several changes. System changes from the original OSS to OSS RBA. However, this simplification only results in a reduction in the number of rules without fully improving the quality of the licensing registration process. There is still disharmonization of regulations. GR 5/2021 does not regulate in detail the timeframe or Service Level Agreement (SLA) for the license registration process, which can lead to uncertainty in license completion time and potentially hamper economic competitiveness and the investment climate
Bilangan clique dan faktorisasi pada perkalian graf komplit
INDONESIA:
Salah satu topik permasalahan dalam graf adalah bilangan clique dan faktorisasi dalam suatu graf. Bilangan clique merupakan order subgraf komplit terbesar dari suatu graf G, sedangkan faktorisasi pada graf G merupakan penjumlahan sisi dari faktor-faktor yang dimiliki graf G. Graf mempunyai jenis yang bermacam-macam, salah satunya yaitu graf komplit. Dalam penelitian ini bilangan clique dan faktorisasi tidak pada graf komplit yang bersifat tunggal akan tetapi dikembangkan pada perkalian graf komplit. Perkalian graf G_1 × G_2 merupakan operasi pada graf yang mempunyai himpunan titik V(G)= V(G_1) × V(G_2) yang terhubung apabila u_1=v_1 dan [u_2,v_2]ϵE G_2 atau u_2=v_2 dan [u_1,v_1]ϵE G_1
Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana menentukan bilangan clique dan faktorisasi pada perkalian graf komplit. Dari definisi bilangan clique dan faktorisasi akan diberikan beberapa contoh perkalian graf komplit. Clique dan faktorisasi pada graf hasil perkalian tersebut diamati sehingga diperoleh bentuk umum dari bilangan clique pada perkalian graf komplit dan faktorisasi pada perkalian graf komplit, yang selanjutnya dinyatakan sebagai konjektur yang dilengkapi dengan bukti-bukti.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bilangan clique pada perkalian graf (K_n) sebanyak m kali adalah n. Graf hasil perkalian graf komplit (K_n) sebanyak m kali dapat dekomposisikan dengan menggunakan faktor-i dengan i adalah faktor bilangan positif dari (n - 1)× m untuk n genap dan untuk n ganjil i adalah faktor bilangan genap positif dari (n - 1)× m. Penulis menyarankan untuk mengembangkan penelitian dengan mengkaji pada perkalian graf komplit yang heterogen yakni (K_n×K_m×...×K_z) sebanyak m faktor.
ENGLISH:
One topic is the problem in graph clique numbers and factorization in a graph. Clique numbers is a largest order of complete subgraph of graph G. A factorization of graph G is the sum of edges of factors from graf G. Graf has a variety of types, one of that is complete graph. In this tesis clique numbers and factorization is not on a single graph but on Cartesian product of complete graph. Cartesian product of graf G = G_1 × G_2 is an operation on graphs that have vertex set V(G)= V(G_1) × V(G_2) connected if u_1=v_1 and [u_2,v_2]ϵE G_2 or u_2=v_2 and [u_1,v_1]ϵE G_1
The problem in this research is how to determine the clique numbers and factorization on Cartesian product of complete graph. From the definition of clique numbers and factorization will be given some examples in order to obtain the general form of the clique number of graphs on the Cartesian product and factorization on Cartesian product of complete graph, writer will give some examples, so can found the general shape from clique numbers on Cartesian product of complete graph and factorization on Cartesian product of complete graph.
Based on this examination, the number clique on Cartesian product of complete graphs (K_n) counted m times is n. and factorization on Cartesian product of complete graph (K_n) m times as much as ca be factorized by using the factor-i with i is a positive number of factor (n - 1)× m for n even, and n odd i is an even number of positive factor of (n - 1)× m The author recommends to expand research by reviewing the complete graph on a heterogeneous multiplication (K_n×K_m×...×K_z) of m factors
Studi Analisis Keefektifan Pembelajaran E-Learning pada Masa Pandemi Covid-19 di MIN 1 Rembang
This article aims to determine the effectiveness of e-learning during the Covid-19 pandemic at MIN 1 Rembang, and to determine the inhibiting and supporting factors in the implementation of learning. The problem in this study is how the environment influences the effectiveness of online learning in the pandemic era for MI / SD students. The research method used is qualitative data method research. The author uses qualitative data collection techniques in the form of interviews with the parties concerned via WhatsApp. Interviews are conversations between two or more people between sources and interviewers to get accurate information from trusted sources. Interviews are conducted by submitting a number of questions from the interviewer to the source. Data analysis was performed using data reduction, display, data verification and conclusion drawing. The results showed that e-learning learning at MIN REMBANG could replace face-to-face learning in schools, but the e-learning process at MIN REMBANG was not as effective as face-to-face learning. Students have difficulty understanding the subject matter and learning. It is necessary to have mature readiness to apply an online learning system.
Keywords: , ,
Peningkatan Produktifitas Usaha Keripik Singkong Melalui Pendampingan Teknologi di Desa Geneng Kabupaten Jepara
Cassava chips are one of the snacks favored by residents because of their crunchy texture and can be enjoyed in any circumstances while relaxing. However, most cassava chips entrepreneurs still use packaging that is fairly monotonous and old-fashioned so that cassava chips are mostly only enjoyed by the elderly. This was also experienced by the partners chosen by the Geneng Village Community Service Team. The packaging used by partners is still in the form of clear plastic with a piece of paper inside that says "Taqiya Chips". In addition to packaging that is still ancient, marketing can also be said to be still in a limited reach, namely only in shops around the production site. This is what underlies the Geneng Village Community Service Team to serve these partners. The method that the author uses in this research is Community-Based Research where the author involves partners as work partners. The method used in this community service activity is Asset Based Community Development (ABCD) where this method utilizes the assets and potentials around them. The owner of Taqiya Chips has the potential to make a product from his private garden which becomes a chip product that can be sold. The problems faced are packaging that is still monotonous and unattractive, logos that are only in the form of writing, and marketing targets that are still narrow. The KKN team provided an innovation for branding Taqiya Chips. Then carry out packaging updates and create a logo with a new design appearance, then do product marketing that will be branded through Shopee, Instagram and Tokopedia, then the products will start to be distributed
