3 research outputs found
Penanaman Nilai Demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari
ABSTRAKAl Fiansyah, Alif. 2019. Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono, M. Pd. M. Si., (2) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd. M. Hum. Kata kunci: Penanaman, Demokrasi, Nilai, Kegiatan OSIS.Indonesia merupakan negara yang berdemokrasi, demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam mengambil keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mendukung terciptanya masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera. Maka dari itu, perlu adanya suatu pendidikan yang diberikan kepada masyarakat mengenai apa itu demokrasi agar nilai- nilai demokrasi itu dapat berjalan dengan baik. Pemahaman peserta didik SMA pada nilai demokrasi sangat penting di lingkungan sekolah, dengan memiliki pemahaman yang baik akan perilaku sesuai nilai-nilai yang terkadung dalam nilai-nilai demokrasi. Organisasi siswa di SMA Negeri 1 Purwosari yaitu OSIS untuk bisa menanamkan nilai-nilai demokrasi di semua anggota OSIS. SMA Negeri 1 Purwosari sebagai tempat penelitian karena belum ada penelitian karena berdasarkan informasi belum ada penelitian mengenai penerapan nilai-nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di sekolah ini.Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan: (1) Nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (2) Penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (3) Faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (4) Kendala dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; dan (5) Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah Kepala SMA Negeri 1 Purwosari, Pembina OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Purwosari dan Anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari. Data dan informasi yang didapatkan oleh peneliti menggunakan: observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara hasil penelitian analisis interaktif, proses analisis yang dilakukan dalam 4 tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data di mana membandingkan hasil temuan dengan sumber, metode dan teori yang ada. Berikut ialah tahap penelitian di mana terdapat tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari ialah musyawarah mufakad; persatuan dan solidaritas; kekeluargaan dan gotong-royong; keadilan; toleransi; perwakilan. Kedua, penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, anggota OSIS dengan cara nilai-nilai demokrasi diwujudkan dalam setiap kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari secara konkrit, agar di dalam OSIS tetap menjaga kekompakan dan selalu mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam menunjang kegiatan OSIS yang berlandaskan demokrasi. Ketiga, faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) antusiame anggota OSIS dalam mengikuti kegiatan; (2) kerja sama dengan ekstrakulikuler lain; (3) kewajiban pendidikan kewarganegaraan; (4) dukungan dari pihak sekolah; (5) dukungan dari orang tua. Keempat, kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) kurangnya kesadaran anggota OSIS, ada beberapa anggota OSIS yang kurangnya kesadaran tentang demokrasi. (2) kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain, kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain karena OSIS sendiri sebagai wakil dari sekolah selalu memberikan bantuan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh pihak ekstrakulikuler lain di SMA Negeri 1 Purwosari. (3) persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajaran, persamaan waktu kegiatan OSIS dengan mata pelajaran yang mana kali jadwal kegiatan OSIS terjadi bersamaan dengan jam pelajaran berlangsung, sehingga sering kali anggota OSIS terpecah bela untuk mengikuti pelajaran atau mengikuti kegiatan OSIS. (4) kurangnya sarana dan prasarana, tidak akan efektif apabila sekolah tidak mendukung penuh seluruh kegiatan OSIS. (5) lingkungan masyarakat yang kurang baik, Banyak hal yang tidak bisa terpantau oleh pihak guru sehingga pihak sekolah berharap penuh kepada orang tua siswa agar tidak anaknya tidak terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baik Kelima, Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari sebagai berikut; (1) kendala kurangnya kesadaran anggota OSIS diselesaikan dengan cara lebih menekan lagi kesadaran anggota OSIS tentang demokrasi. (2) Kendala kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain diselesaikan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan ekstrakulikuler lain. (3) Kendala persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajaran diselesaikan dengan cara membuat waktu kegiatan yang berbeda dengan waktu mata pelajaran. (4) Kendala kurangnya sarana dan prasarana diselesaikan dengan cara pengajuan penambahan sarana dan prasarana. (5) kendala lingkungan masyarakat yang kurang baik diselesaikan dengan cara menghindari lingkungan masyarakat yang kurang baik. Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut: Bagi SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya mendukung penuh kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari untuk selalu melakukan penanaman nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS .Bagi anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya selalu menanamkan nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari maupun kegiatan di luar SMA Negeri 1 Purwosari.Bagi mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada calon peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang Penanaman nilai demokrasi
Penanaman Nilai Demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari
ABSTRAKAl Fiansyah, Alif. 2019.Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi, Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Drs. Margono, M. Pd. M. Si., (2) Dr. H. A. Rosyid Al Atok, M. Pd. M. Hum.Kata kunci: Penanaman, Demokrasi, Nilai, Kegiatan OSIS.Indonesia merupakan negara yang berdemokrasi, demokrasi adalah bentuk pemerintahan di mana semua warga negaranya memiliki hak setara dalam mengambil keputusan yang dapat mengubah hidup mereka. Nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara mendukung terciptanya masyarakat yang aman, adil, dan sejahtera. Maka dari itu, perlu adanya suatu pendidikan yang diberikan kepada masyarakat mengenai apa itu demokrasi agar nilai- nilai demokrasi itu dapat berjalan dengan baik. Pemahaman peserta didik SMA pada nilai demokrasi sangat penting di lingkungan sekolah, dengan memiliki pemahaman yang baik akan perilaku sesuai nilai-nilai yang terkadung dalam nilai-nilai demokrasi. Organisasi siswa di SMA Negeri 1 Purwosari yaitu OSIS untuk bisa menanamkan nilai-nilai demokrasi di semua anggota OSIS. SMA Negeri 1 Purwosari sebagai tempat penelitian karena belum ada penelitian karena berdasarkan informasi belum ada penelitian mengenai penerapan nilai-nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di sekolah ini.Penanaman Nilai Demokrasi dalam Kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, tujuan dari penelitian ini mendeskripsikan: (1) Nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (2) Penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (3) Faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; (4) Kendala dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari; dan (5) Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari.Penelitian ini dilaksanakan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis metode penelitian deskriptif. Sumber data penelitian ini adalah Kepala SMA Negeri 1 Purwosari, Pembina OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, Ketua OSIS SMA Negeri 1 Purwosari dan Anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari. Data dan informasi yang didapatkan oleh peneliti menggunakan: observasi, dokumentasi dan wawancara. Analisis data yang dilakukan dengan cara hasil penelitian analisis interaktif, proses analisis yang dilakukan dalam 4 tahap, yaitu tahap pengumpulan data, tahap reduksi data, tahap penyajian data, dan tahap penarikan kesimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi data di mana membandingkan hasil temuan dengan sumber, metode dan teori yang ada. Berikut ialah tahap penelitian di mana terdapat tahap pra-lapangan, tahap pekerjaan lapangan dan tahap analisis data.Hasil dari penelitian yang telah dilaksanakan kemudian dijabarkan sebagai berikut. Pertama, nilai demokrasi yang ada dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari ialah musyawarah mufakad; persatuan dan solidaritas; kekeluargaan dan gotong-royong; keadilan; toleransi; perwakilan. Kedua, penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari, anggota OSIS dengancara nilai-nilai demokrasi diwujudkan dalam setiap kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari secara konkrit, agar di dalam OSIS tetap menjaga kekompakan dan selalu mengedepankan nilai-nilai demokrasi dalam menunjang kegiatan OSIS yang berlandaskan demokrasi. Ketiga, faktor pendorong dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) antusiame anggota OSIS dalam mengikuti kegiatan; (2) kerja sama dengan ekstrakulikuler lain; (3) kewajiban pendidikan kewarganegaraan; (4) dukungan dari pihak sekolah; (5) dukungan dari orang tua. Keempat, kendala yang dihadapi dalam penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari yakni (1) kurangnya kesadaran anggota OSIS, ada beberapa anggota OSIS yang kurangnya kesadaran tentang demokrasi. (2) kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain, kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain karena OSIS sendiri sebagai wakil dari sekolah selalu memberikan bantuan dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh pihak ekstrakulikuler lain di SMA Negeri 1 Purwosari. (3) persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajaran, persamaan waktu kegiatan OSIS dengan mata pelajaran yang mana kali jadwal kegiatan OSIS terjadi bersamaan dengan jam pelajaran berlangsung, sehingga sering kali anggota OSIS terpecah bela untuk mengikuti pelajaran atau mengikuti kegiatan OSIS.(4) kurangnya sarana dan prasarana, tidak akan efektif apabila sekolah tidak mendukung penuh seluruh kegiatan OSIS. (5) lingkungan masyarakat yang kurang baik, Banyak hal yang tidak bisa terpantau oleh pihak guru sehingga pihak sekolah berharap penuh kepada orang tua siswa agar tidak anaknya tidak terpengaruh oleh lingkungan yang kurang baikKelima, Upaya mengatasi kendala penanaman nilai demokrasi dalam kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari sebagai berikut; (1) kendala kurangnya kesadaran anggota OSISdiselesaikan dengan cara lebih menekan lagi kesadaran anggota OSIS tentang demokrasi. (2) Kendala kurangnya komunikasi dengan ekstrakulikuler lain diselesaikan dengan menjalin komunikasi yang baik dengan ekstrakulikuler lain. (3) Kendala persamaan waktu kegiatan OSIS dengan waktu pelajarandiselesaikan dengan cara membuat waktu kegiatan yang berbeda dengan waktu mata pelajaran. (4) Kendala kurangnya sarana dan prasarana diselesaikan dengan cara pengajuan penambahan sarana dan prasarana. (5) kendala lingkungan masyarakat yang kurang baik diselesaikan dengan cara menghindari lingkungan masyarakat yang kurang baik.Berdasarkan hasil penelitian maka diperoleh saran sebagai berikut: Bagi SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya mendukung penuh kegiatan OSIS SMA Negeri 1 Purwosari untuk selalu melakukan penanaman nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS .Bagi anggota OSIS SMA Negeri 1 Purwosari hendaknya selalu menanamkan nilai demokrasi dalam setiap kegiatan OSIS di SMA Negeri 1 Purwosari maupun kegiatan di luar SMA Negeri 1 Purwosari.Bagi mahasiswa Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan, Prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan penelitian ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada calon peneliti lain untuk melakukan penelitian tentang Penanaman nilai demokrasi
BAKTI SOSIAL DI BULAN RAMADHAN BERSAMA MASYARAKAT KELURAHAN SURODINAWAN
BAKTI SOSIAL DI BULAN RAMADHAN BERSAMA MASYARAKAT KELURAHAN SURODINAWANAlif Al Fiansyah Universitas Negeri Malang Jl. Semarang No. 5, Sumbersari, Kec Lowokwaru, Kota MalangGmail :[email protected] : tujuan dari program ini adalah : (1) Untuk meningkatkan kepedulian dan rasa social terhadap kondisi masyarakat pedesaan yang makin hari makin memprihatinkan, baik dari segi kebutuhan ekonomi maupun dari segi lapangan pekerjaan.(2) Terciptanya masyarakat yang peduli terhadap sesama. (3) Melaksanakan diskusi lintas budaya antaran masyarakat terdidik dan masyarakat awam, hususnya dalam pros transformasi pendidikan melalui program-program baksos.Kata Kunci : bakti sosial, Mojokerto, Ramadhan PENDAHULUANMasyarakat adalah salah satu unsur terpenting dalam sebuah Negara. yang mana pada masing-masing masyarakat disebuah Negara terdapat berbagai macam adat profesi atau pekerjaan sehari-hari yang berbeda-beda. seperti contohnya pada masyarakat tradisional yag kerap kali mempertahankan adat istiada yang turun termurun dari leluhur atau nenek moyangnya, ada lagi masyarakat pedesaan yang sehari-harinya bermata pencaharian petai dan nelayan.Bakti sosial atau lebih dikenal sebagai baksos merupakan salah satu kegiatan wujud dari rasa kemanusiaan antara sesama manusia. Bakti Sosial merupakan suatu kegiatan dimana dengan adanya kegiatan ini kita dapat merapatkan kekerabatan kita. Bakti sosial diadakan dengan tujuan – tujuan tertentu.Bakti sosial antar warga yang dilakukan oleh mahasiswa adalah untuk mewujudkan rasa cinta kasih , rasa saling menolong, rasa saling peduli mahasiswa kepada masyarakat luas yang sedang membutuhkan uluran tangan mereka. Tujuan Baksos yakni, mengaplikasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan sebagai sarana aktualisasi diri mahasiswa untuk membantu sesama. Sebagai sesama umat Tuhan YME seharusnya kita saling membantu dengan sesama.Jika kita punya waktu dan bahan sebagai objek yang bisa kita berikan maka sebaiknya kita berikan hal itu untuk membantu mereka yang membutuhkan. Disamping itu semua kita bisa menggali rasa peduli kita dengan sesama. Serta memberi motivasi kepada masyarakat tentang pentingnya kesadaran dalam meningkatkan wawasan. Dengan kita memberikan bakti sosial berupa ilmu atau pun wawasan yang penting bagi kehidupan sehari – hari (misalnya pengetahuan mengenai aids) maka itu bisa memberikan ilmu / suatu yang penting bagi mereka. Dan itu mengupgrade wawasan pengetahuan mereka.Dengan begitu mereka akan sadar akan pentingnya ilmu pengetahuan.Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi, keberadaan masyarakat tradisonal dan mayarakat pedesaan makin hari makin kurang diperhatikan, baik dari kalangan pemerintahan ataupun dari kalangan orang-orang yang bisa dikatakan berkecukupan atau berada dari sisi ekonomi dan pekerjaan. Berbagai persepsipun kian membuming ditelinga kita tentang kondisi masyarakat yang semakin merosot dan kurang mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat. baik dari segi pendapatan, ataupun dari segi lapangan pekerjaan sangat kurang sekali diperhatikan, sehingga tidak jarang jikalau hari ini marak terjadi berbagai macam penambangan liar yang berdampak pada system lingkungan dan kemungkinan akan menimbulkan gejala alam yang akan merugikan masyarakat itu sendiri. Itu semua dilakukan oleh masyarakat semata-mata untuk menghidupkan keluarga atau sanak family mereka. Dan salah satu cara untuk menenggulangi hal tersebut adalah dengan meningkatkan perhatian kita baik pemerintah maupun kalangan orang berada juga mahasiswa untuk senantiasa memberikan kontribusu dan dharma bakti kepada masyarakat sekitarnya yang memerlukan bantuan atau santunan.Berdasarkan permasalahan tersebut, solusi yang ditawarkan dari kelompok kerja KKN dengan melakukan program kerja Bakti Sosial di Bulan Ramadhan Bersama Masyarakat di Kelurahan Surodinawan kecamatan Prajurit Kulon kota Mojokerto. METODEStrategi pelaksanaan Program Bakti Sosial Di Bulan Ramadhan Bersama Masyarakat Kelurahan Surodinawan dibagi menjadi 3 tahap yaitu persiapan, pelaksanaan dan akhir kegiatan. Tahapnya sebagai berikut : (a) Persiapan1) Observasi2) Koordinasi dengan pihak kelurahan3) Melakukan rapat koordinasi4) Membuat rencana kegiatan program (b). PelaksanaanKegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, 08 Juni 2018 . Adapun bentuk kegiatan berupa: 1.Pra-Kegiatan-Pengambilan data penerima sembako di kelurahan Surodinawan2.Pembukaan (Sambutan Ketua Bakti Sosial, Sambutan Kepala Kelurahan, Pembagian Sembago secara Simbolis)3.Penutup dan Doa4.Pembagian Sembako(c). Akhir1.EvaluasiMelakukan evaluasi berjalannya kegiatan. Evaluasi dilakukan dalam rangka mengetahui hasil-hasil yang telah dilakukan apakah sudah mencapai target yang diharapkan atau belum, sehingga kegiatan yang telah dilakukan dapat dinilai keberhasilannya sekaligus untuk mencari solusi mengenai pemecahan masalah yang ada sehingga dapat meminimalisir kesalahan yang sama pada kegiatan yang sama.2.Penyusunan LaporanAdapun tujuan pada tahap ini yaitu tersusunnya laporan kegiatan Bakti Sosial Di Bulan Ramadhan Bersama Masyarakat Kelurahan Surodinawan Kecamatan Prajurit Kulon Kabupaten Mojokerto. Penyusunan laporan merupakan usaha pertanggung jawaban tertulis terhadap apa yang telah dilaksanakan, serta laporan hasil kegiatan ini akan dikonsultasikan dengan Dosen Pembimbing Lapangan. HASILHasil dari pelaksanaan kegiatan “Bakti Sosial di Bulan Ramadhan Bersama Masyarakat Kelurahan Surodinawan” adalah sebagai berikut : Terlaksanyanya kegiatan program kerja kelompok mahasiswa KKN UM Surodinawan serta dapat berbagi kepada sesama manuasia yang saling membutuhkan. SIMPULANTerlaksananya kegiatan sosialisasi ini diharapkan masyarakat kelurahan surodinawan dapat tercipta suasanya masyarakat yang peduli terhadap sesama dan dapat ikut merayakan hari raya Idul Fitri dengan persedian makanan yang cukup. DAFTAR PUSTAKAhttps://muslim.or.id/1282-dahsyatnya-sedekah-di-bulan-ramadhan.htm
