1,720,956 research outputs found
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
ANALISA PENGARUH PANJANG KUMPARAN PRIMER PADA TRANSFORMATOR TERHADAP GAYA GERAK LISTRIK YANG DIHASILKAN
Transformator dibuat untuk menyesuaikan tegangan yang dibutuhkan dalam konsumsi energi listrik arus bolak balik. Dimana sebuah peralatan elektronik memiliki spesifik tegangan tertentu dalam menjalankannya. Seperti tegangan listrik yang dijual oleh pembangkit listrik Negara (PLN) yaitu 220 V, sehingga dibutuhkan sebuah transformator yang dapat menghasilkan tegangan keluaran tetap pada kisaran tersebut. Berdasarkan kebutuhan tersebut sehingga dilakukan penelitian untuk mengkaji pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan.
Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan yang dihasilkan. Hubungan variasi panjang kumparan primer terhadap tegangan keluaran kumparan sekunder dibuat dalam bentuk tabel dan grafik. Selain itu, juga dilakukan analisis pengaruh variasi panjang kumparan primer terhadap daya listrik pada transformator. Dimana daya listrik yang diukur untuk mengetahui besar konsumsi listrik dari setiap variasi kumparan pada transformator.
Pengukuran tegangan keluaran kumparan sekunder dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer. Variasi panjang kumparan primer dari 1 cm hingga 15 cm dengan selisih 1 cm. Sedangkan untuk kumparan sekunder berjumlah 3 yaitu dengan panjang 3 cm, 6 cm, dan 9 cm. Begitu juga pengukuran daya listrik dilakukan pada setiap variasi panjang kumparan primer, dengan metode 3 volt meter. Dari hasil pengukuran tersebut dihitung daya listrik dan sudut faktor daya. Sedangkan untuk menentukan besar kesalahan pengukuran digunakan standart deviasi.
Besar tegangan keluaran yang terukur pada kumparan sekunder berubah secara linier terhadap variasi panjang kumparan primer, yaitu semakin panjang kumparan primer tegangan yang terukur semakin kecil. Besar R-square dari grafik untuk kumparan sekunder 3 cm, 6 cm, dan 9 cm yaitu 0.9603, 0.9775, dan 0.9822. Namun bila dilihat dari seluruh data pada kumparan sekunder yang sama, terdapat beberapa anomali, yaitu dengan bertambah panjang kumparan primer, tegangan yang terukur tidak mengalami penurunan. Yaitu untuk kumparan sekunder 3 cm terjadi pada panjang kumparan primer 12 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 6 cm terjadi pada panjang kumparan primer 10 cm, dan 14 cm. Dan pada kumpran sekunder 9 cm terjadi pada kumparan primer 15 cm. Untuk sudut faktor daya didapatkan nilai yang perubahannya tidak terlalu baik. Hal ini bila ditinjau dari pengaruh panjang kumparan terhadap pergeseran daya tidak terlau besar berdasarkan persamaan. Besar sudut faktor daya yang didapatkan bekisar pada 760 hingga 780 untuk setiap variasi panjang kumparan primer dengan panjang kumparan sekunder 3 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm didapatkan besar sudut berkisar 760 hingga 770. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar sudut faktor daya yaitu berkisar pada 760 hingga
790. Ketika dilihat dari besar kesalah pengukuran dengan standar deviasi nilai terkecil pada kumparan sekunder 3 cm yaitu 12.70 pada kumparan primer 13 dan 15 cm dan terbesar 13.50 pada kumparan primer 1 dan 2 cm. Untuk panjang kumparan sekunder 6 cm kesalan pengukuran dari standar deviasi yaitu terkecil 12.40 pada kumparan primer 14 cm dan terbesar 13.10 pada kumparan primer 2 cm. Sedangkan pada kumparan sekunder 9 cm besar keslahan dari standar deviasi yaitu terkecil 12.60 pada kumparan primer 15 cm dan terbesar 13.20 pada kumparan primer 2 cm
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
أسرار تعدية الفعل بحرف الجر في سورة الأعراف
Al-Quran merupakan firman Tuhan yang memiliki kemukjizatan dalam berbagai aspeknya. Salah satu aspek kemukjizatannya adalah aspek bahasa dimana Al-quran memiliki gaya bahasa yang sangat indah dan menarik untuk dikaji. Di dalamnya terdapat keharmonisan dalam pemilihan kata-kata, baik dari segi kalimat maupun ketepatan maknanya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk membahas masalah ta’diyah al-fi’il bi harf al-Jer pada Surat Al-A'raf karena di dalamnya terdapat beberapa fi’il muta’addi (transitif) yang bersambung dengan beberapa huruf jer yang berbeda, hal tersebut mengakibatkan perbedaan makna pada fiil tersebut. Adapun rumusan masalah dalam Skripsi ini, yaitu; Fiil dan huruf jer apa saja yang terdapat pada surat Al-A'raf,Apa saja makna fiil dan rahasia dibalik perbedaan huruf jer yang bersambung dengan fiil tersebut?Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode kualitatif. Penulis mengumpulkan data-data dari kepustakaan yang berhubungan dengan fi’il muta’addi bi harf al-Jer. kemudian penulis membaca Surat Al-A’raf dengan teliti dan berulang-ulang sehingga menemukan data yang berkaitan dengan aspek-aspek yang diteliti yaitu tentang ta’diyah al-Fi’il bi harf al-Jer.Setelah Penulis melakukan penelitian, penulis dapat menyimpulkan bahwa pada penelitian ini terdapat 15 fiil yang bersambung dengan huruf jer yang bermacam-macam Adapun huruf-huruf jar yang bersambung dengan fi’il di Surat Al A'raf pada huruf (،على ، في ، ب ، ل، إلى ، من ، عن). Huruf-huruf ini masuk pada fiil yang berbeda-beda dan mengakibatkan perubahan makna pada fiil tersebut.sehingga membuat bahasa Al-quran lebih indah dan sesuai dengan konteksnya
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.
Author-wise bibliometric analysis based on entropy.</p
- …
