2 research outputs found

    EFEKTIVITAS PENDAMPINGAN KEGIATAN MENGGAMBAR (DENGAN MODIFIKASI ART THERAPY) SEGABAI MEDIA KATARSIS TERHADAP AGRESIVITAS NARAPIDANA LEMBAGA PEMASYARAKATAN ANAK KLAS IIA BLITAR

    No full text
    ABSTRAK   Imami, Alfathika Dwi. 2013. Efektivitas Pendampingan Kegiatan Menggambar (Dengan Modifikasi Art Therapy) sebagai Media Katarsis terhadap Agresivitas Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Diyah Sulistiyorini, S.Psi., M.Psi.,  (II) Ninik Setiyowati, S. Psi., M.Psi.   Kata kunci: menggambar, modifikasi art therapy, katarsis, agresivitas   Kecenderungan perilaku agresi kerap terjadi antar narapidana di lembaga pemasyarakatan. Meskipun yang mereka lakukan jarang sekali berupa perilaku agresi fisik, tetapi mereka sering sekali melakukan perilaku agresi verbal. Perilaku agresi merupakan perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Salah satu terobosan dalam pengendalian agresi ialah menggunakan modifikasi art therapy berupa kegiatan menggambar. Penerapan kegiatan menggambar dengan modifikasi metode art therapy yang dilakukan pada narapidana diharapkan dapat dijadikan sebagai media katarsis un-tuk menyalurkan atau bahkan mengurangi agresi yang dilakukan oleh narapi-dana.Melalui kegiatan menggambar, narapidana juga mendapatkan setidaknya wadah untuk menyalurkan pikiran serta emosinya dan jugadapat meningkatkan kreativitas narapidana. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain eksperimen pretest-posttest non-equivalen control group design.Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria subjek merupakan narapidana Lembaga Pemasyarakatan Anak Klas IIA Blitar yang mengikuti program sekolah. Dari 30 orang yang diukur tingkat agresivitasnya melalui skala agresi, didapatkan 7 orang dengan agresi sangat tinggi, 8 orang dengan agresi tinggi, 9 orang dengan agresi rendah, dan 6 orang dengan agresi sangat rendah. Peneliti mengambil sampel pada orang-orang yang termasuk dalam kategori agresivitas sangat tinggi dan tinggi dengan jumlah 15 orang. Kemudian sampel dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok eksperimen, sedangkan untuk kategori agresi rendah dan sangat rendah tidak digu-nakan dalam penelitian ini. Treatment kemudian diberikan dengan modifikasi art therapy, yaitu peneliti memberikan kegiatan menggambar hanya sebatas pemberian media katarsis bagi narapidana. Tema yang digunakan dalam pemberian perlakuan ini sesuai dengan teori dari art therapy. Kesesuaian pemilihan tema pada perlakuan ini dinilai oleh professional judgement. Treatment dilakukan selama 6 hari beturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan kegiatan meng-gam-bar (dengan metode art therapy) tidak efektif sebagai media katarsis terhadap pe-nurunan tingkat agresivitas. Hal ini dikarenakan adanya varibel sekunder (terlalu banyak intervensi yang dilakukan oleh pihak LAPAS kepada peneliti maupun na-rapidana saat proses eksperimen berlangsung) yang tidak dapat dikontrol oleh pe-neliti. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan treatment dilakukan oleh tenaga professional agar hasil lebih maksimal, memperbanyak subjek dan lebih ketat dalam mengontrol variabel sekunder yang mungkin muncul.

    Efektivitas Pendampingan Kegiatan Menggambar (Dengan Modifikasi Art Therapy) Sebagai Katarsis Terhadap Agresivitas

    Get PDF
    Kecenderungan perilaku agresi kerap terjadi antar narapidana di lembaga pemasyarakatan. Meskipun yang mereka lakukan jarang sekali berupa perilaku agresi fisik, tetapi mereka sering sekali melakukan perilaku agresi verbal. Perilaku agresi merupakan perilaku fisik atau lisan yang disengaja dengan maksud untuk menyakiti atau merugikan orang lain. Salah satu terobosan dalam pengendalian agresi ialah menggunakan modifikasi art therapy berupa pendampingan kegiatan menggambar. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen dengan desain pretest-posttest non-equivalen control group design. Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa kegiatan menggambar untuk mengurangi agresivitas, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun. Alat ukur yang digunakan ialah skala agresi pengembangan dari Aggression Questioner .Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Subjek penelitian berjumlah 15 narapidana yang terdiri dari 8 narapidana sebagai kelompok eksperimen dan 7 narapidana sebagai kelompok kontrol. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh sig. 0,862, sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pendampingan kegiatan menggambar (dengan modifikasi art therapy) tidak efektif dalam upaya menurunkan agresivitas.Kata kunci: menggambar, modifikasi art therapy, katarsis, agresivita
    corecore