502 research outputs found

    Epistemologi Tafsir Al-Fatihah karya Ahmad Ibnu Asmuni

    Full text link
    Tujuan penelitian untuk mengeksplorasi tafsir Al-Fatihah Karya Ahmad Yasin Ibnu Asmuni dengan menggunakan pendekatan epistemologi dengan maksud yang pertama mendeskripsikan biografi penulis tafsir Al-Fatihah serta latar belakang penulisan tafsir Al-Fatihah, kedua untuk mengetahui bentuk, sumber metode dan corak serta validitas tafsir surat Al-Fatihah karya Ahmad Yasin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif, dengan pendekatan library research. Adapun sumber data dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data primer dan skunder, sumber data primer dalam penelitian ini adalah tafsir Al-Fatiahah karaya Ahmad Yasin Ibnu Asmuni dan sumber data skunder dalam penelitia ini adalah sumber sumber yang digunakan untuk melengkapi penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan pembacaan terhadap sumber primer dan skunder. Adapun teknik yang digunakan untuk menganalisa penelitian ini adalah mengumpulkan data data, baik itu primer ataupun skunder kemudian diklasifikasikan dan di analisa sesuai dengan sub bahasan masing-masing, setelah itu dilakukalah kajian secara mendalam terhadap data-data yang memuat objek penelitian. Sedangkan epistemologi digunakan untuk menggali sumber metode dan corak yang ada pada tafsi Al-Fatihah adapun kevalidannya di uji dengan teori kebenaran yakni koherensi, korespondensi dan pragmatis yang merupakan komponen dalam pembuktikan kebenaran ilmu pengetahuan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tafsir Al-Fatihah ini merupakan karya seorang cendikiawan bernama Ahmad Yasin yang lahir di Kediri pada tanggal 8 Agustus 1968, alasan ia menulis tafsirnya karena untuk memberikan pemaham kepada setiap orang yang ingin mengetahui makna atau kandunagan yang terdapat pada tafsir Al-Fatihah ini secara terperinci, jelas dan mendetail baik itu tentang hikmah yang terkandung sehingga maksud dari surat Al-fatihah bisa tersemapaikan. Adapun bentuk tafsirnya yakni ra’y ini dikarenakan porsi akal dalam karya tafsirnya cendrung mendominasi dari pada penggunaan riwayat. Riwayat yang terdapat pada tafsirnya hanya dijadikan legitimasi dalam penafsirannya. Adapun metode yang digunakan dalam penafsirannya adalah metode tahlili (analitis), dalam kitab tafsir Al-Fatihah Ahmad Yasin berusaha menjelaskan makna yang terkandung dalam surat Al-Fatihah serta menguraikannya mulai dari jumlah ayat, keistimewaan dan kandungan dalam setiap ayat melalui penjelasan faidah-faidah. Sedangkan corak yang terdapat dalam tafsir Al-fatihah ini adalah teologi karena corak ini sangat mendominasi di dalamnya. Adapun Validitas penafsiran atau tolak ukur kebenaran tafsir Al-Fatihah karya Ahmad Yasin bersifat koherensi dalam artian bahwa karya tafsir bisa di katakan benar selama ada konsistensi logis antara proposisi-proposisi yang dinyatakannya, karena tafsir ini secara metodologis karakteristiknya cenderung bersifat ideologi sectarian, jika demikian koherensiny dapat di lihat dengan proposisi-proposisi terdahalu yang pemahaman atau se-ideologi

    شیخ الحدیث مولانا محمد زکریاؒ شخصیت اور خدماتِ حدیث

    No full text
    Moulana Muhammad Zakariya, life an his services for Hadeath. Moulana Muhammad Zakariya burned in 11th Ramzan (1315 AH.) in India District Saharenpur Province U.P. First of all he memorized the Holy Quran and Completed in (1328 AH.) Than he gat admission in religion Institute in tiled "Madrissah Muzahir-ul-Uloom in Saharenpur" 1328 AH. After Completion in Studies First Muharrum in (1338 AH.). He started his career as teacher in same Instutute tell 1390 AH. Then he migrated to Madina and died in 1402 (AH). He thought Hadeath 58 years (1335 AH to 1390 AH) Beside teaching he wrote 1044 Books in various subject, among these 44 books on Hadeath, 39 Books was published in his life and 65 are unpublished

    Integrasi Kurikulum Pesantren dan Sekolah Umum dalam Pembentukan Karakter Modern Islami (Studi Kasus di Pondok Pesantren Zumrotus Salamah Tulungagung)

    Full text link
    Ahmad Masruhan Zakariya. 20160199. Integrasi Kurikulum Pesantren dan Sekolah Umum dalam Pembentukan Karakter Modern Islami (Studi Kasus di Pondok Pesantren Zumrotus Salamah Tulungagung). Tesis, Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Ponorogo, Pembimbing: (1) Dr. Afiful Ikhwan, M. Pd.I. (2) Dr. Bambang Harmanto, M.Pd. Kata Kunci: Integrasi kurikulum, pesantren, pembentukan karakter, modern Islami. Pendidikan Indonesia menghadapi empat kendala globalisasi dalam ranah budaya, moral, dan etika yang ditopang oleh kemajuan 3T yaitu telekomunikasi, transportasi, dan teknologi, alternatifnya dengan membuat sekolah terpadu yang menghasilkan penggabungan sekolah formal dan sekolah asrama Islam yang menitikberatkan pada ciri-ciri akademik, agama dan karakter yang kuat dengan penguatan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, strategi dan implikasi dari integrasi kurikulum pesantren dan sekolah umum dalam pembentukan karakter modern Islami di Pondok Pesantren Zumrotus Salamah Tawangsari, Tulungagung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam dengan Ketua Yayasan, Kepala Sekolah, sampel responden 5 guru, sampel responden 3 Murid (santri), observasi partisipan saat proses pembelajaran berlangsung dan dokumentasi susunan kurikulum Pesantren Zumrotus Salamah. Teknik analisis data: penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan. Pengecekan data dilakukan melalui pengamatan tekun dan uji triangulasi. Hasil Penelitian: (1) Konsep integrasi kurikulum pesantren dan sekolah umum dalam pembentukan karakter modern Islami dengan cara mengkorelasikan kurikulum inti (pemerintah) dengan kurikulum pesantren yang rujukan utamanya dari kitab aqidatul awwam dan pelibatan para pakar pendidikan dan budayawan senior; (2) Strategi integrasi dengan cara menanamkan tafaqquh fid dien (taqwa yang tidak kehilangan identitas budaya), evaluasi berkala sesuai kebutuhan stakeholder, mengintegrasikan kurikulum yang berkarakter modern Islami terutama di extrakurikuler; (3) Implikasi dari integrasi terjadi hubungan diametral antara akhlak dan budaya, yang mempengaruhi gaya bicara dan tata krama santri, pakaian formal sekolah menggunakan pakaian adat jawa, kegiatan extrakurikuler dengan permainan jawa kuno seperti enggrang, dakonan, coblak-coblak suweng, dll yang menanamkan nilai toleransi, kebersamaan, menumbuhkan rasa saling percaya (kejujuran), keadilan serta kesabaran sesuai QS. Al-Maidah:8

    Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write Dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi Siswa Kelas IV MI Kenongomulyo Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020

    No full text
    ABSTRAK Zakariya, Ahmad. 2020. Pengaruh Model Pembelajaran Think Talk Write dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Karangan Argumentasi Siswa Kelas IV MI Kenongomulyo Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020. Skripsi. Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Pryla Rochmawati, M.Pd. Kata Kunci: model pembelajaran, Think Talk Write (TTW), kemampuan menulis, paragraf argumentasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kajian pada Kurikulum 2013 yang banyak menekankan peningkatan kemampuan yang salah satunya adalah kemampuan menulis. Kegiatan menulis dapat membantu seseorang untuk berpikir mudah sehingga mengembangkan kemampuan berbahasa, dan pengembangan diri siswa. Salah satu kemampuan yang cukup penting yaitu menulis argumentasi. Kemampuan ini sering digunakan pada buku tematik siswa juga diperlukan untuk jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Realita di lapangan menunjukkan pembelajaran menulis argumentasi belum berjalan semestinya sehingga kemampuan anak kurang maksimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan model pembelajaran Think Talk Write, dimana model ini dapat mendorong berpikir dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran, berkomunikasi dengan baik dan melatih siswa untuk menuliskan hasil diskusinya ke dalam bentuk tulisan secara sistematis. Tujuan penelitian ini adalah; (1) untuk mengetahui keterampilan menulis karangan siswa kelas IV MI Kenongomulyo menggunakan model pembelajaran Think Talk Write; dan (2) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model pembelajaran Think Talk Write dan model pembelajaran konvensional terhadap keterampilan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas IV MI Kenongomulyo. Desain penelitian menggunakan Non Equivalent Control Group Design dimana kelas kontrol diberlakukan dengan pembelajaran dengan model Konvensional dan kelas eksperimen dengan model Think Talk Write. Populasi penelitian ini berjumlah 44 siswa dengan kelas kontrol berjumlah 22 siswa dan kelas eksperimen 22 siswa. Pengambilan sampel atau subyek penelitian dilakukan dengan cara teknik Cluster Random Sampling dengan tipe sampling jenuh. Sampling jenuh dipilih dikarenakan jumlah populasi yang dipakai relatif kecil yaitu di bawah 30 orang. Sehingga semua siswa (populasi) dijadikan subyek penelitian. Instrumen pengumpulan data menggunakan test dalam bentuk teks cerita. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample T-Tes yang dibantu dengan software SPSS versi 16.0. Selanjutnya pada pengujian hipotesis dengan analisis deskriptif diperoleh nilai sum, mean, dan std.deviation pada kelas eksperimen yaitu 339 (sum), 15,41 (mean), 2,039 (std.deviation) sedangkan pada kelas kontrol sebesar 253 (sum), 11,51 (mean), 1,970 (std.deviation) yang artinya terdapat perbedaan rata-rata kemampuan menulis karangan argumentasi pada kelas dengan model pembelajaran Think Talk Write dan kelas dengan model pembelajaran Konvensional. Kemudian berdasarkan uji Independent Sample T-Test didapatkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000. Dikarenakan nilai sig. (2-tailed) 0,000 < 0,05 dan dan nilai Thitung (0,025) < Ttabel (1,68385), terbukti terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan argumentasi antara kelas eksperimen dan kontrol. Sehingga H0 diterima dan Ha ditolak yang berarti, model pembelajaran Think Talk Write berpengaruh signifikan terhadap kemampuan menulis karangan argumentasi pada siswa kelas VI MI Kenongonulyo

    ملتان میں فلسفے کی روایت

    No full text
    It is an established fact that Multan is one of the oldest cities of the world, which has a reputation of a living city for the last five thousand years. It has a great tradition of institution and thought which reflects its centers of worship, variety of religions and beliefs, compilation of holy book of "Rig Veda' and philosophical attainments and pursuits of the scholars. Great Muslim philosopher, historians, travelers and Sufies have visited this city, one way or the other. Nasir Khusrau (philosopher and a preacher), Al-Beruni (historian and scholar), Fakhar-ud-din Razi (interpreter and philosopher), Samauddin Multani, Abdullah Multani, Maulana Fateh-ullah and Bahauddin Zakariya Multani have become the major source of philosophical tradition in Multan. Atiq Fikri, Qazi Javed and Shabbir Ahmad Ghauri has traced this tradition and the author of this paper has utilized the sources as well as the cultural heritage of Sufi poets of this area

    Colonialism, society and reforms in Malaya: a comparative evaluation of Shaykh Tahir Jalaluddin and Syed Shaykh Ahmad Al-Hady

    No full text
    Early twentieth-century Malaya witnessed the emergence of Islamic reformist movement. Inspired by ‘Abduh, Malay reformists, epitomized by Tahir Jalaluddin and Ahmad al-Hady, discontented with the socio-economic and political conditions of the Malays, criticised the Malay ruling elites and called for reform of their society. While the former worked within the framework of formal Islamic scholarship as an ‘ālim, the latter primarily operated as a public intellectual who spoke to a broad audience, at least in the urban centres of the Straits Settlements. This study compares their careers and ideas regarding colonialism and their remedies to address the socio-economic conditions of Malay society and the intellectual crisis of the Muslims

    EVALUASI KINERJA SIMPANG BERSINYAL JL. VETERAN – JL. BENDUNGAN SIGURA-GURA – JL. SUMBERSARI – JL. BENDUNGAN SUTAMI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Zakariya, Ahmad. 2014. Evaluasi Kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami di Kota Malang. Skripsi, Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Bambang Supriyanto, S.T.,M.T., (II) Drs. Boedi Rahardjo, M.Pd, M.T.   Kata Kunci: evaluasi simpang bersinyal, simpang Veteran-Sigura-gura, Malang   Pertumbuhan penduduk yang semakin cepat menyebabkan padatnya arus lalu lintas serta titik-titik kemacetan setiap ruas jalan di kota Malang. Sehingga dibutuhkan rekayasa lalu lintas untuk mengurangi kemacetan tersebut. Salah satu rekayasa lalu lintas yang digunakan yaitu pemberlakuan sistem jalan satu arah. Salah satu penerapan jalan satu arah dilakukan di jalan Sumbersari. Evaluasi ini dilaksanakan pada kinerja simpang ketika pengelolaan lalu lintas sistem satu arah dan kinerja simpang ketika lalu lintas sistem dua arah. Persimpangan Jl. Veteran - Jl. Bendungan Sutami - Jl. Bendungan Sigura-gura - Jl. Sumbersari merupakan salah satu persimpangan yang padat di Kota Malang. Adanya beberapa institusi pendidikan seperti sekolah maupun kampus yang banyak memberikan tarikan pergerakan dari kendaraan maupun manusia, sehingga menambah jumlah arus lalu lintas yang tinggi pada simpang tersebut. Selain itu juga adanya pusat perbelanjaan yakni Malang Town Square (MATOS). Pusat perbelanjaan ini sangat berpengaruh pada pergerakan kendaraan di persimpangan Jl. Veteran – Jl. Bend. Sutami – Jl. Bendungan Sigura-gura – Jl. Sumbersari. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami kondisi saat ini. (2) alternatif solusi terhadap permasalahan yang ada guna meningkatkan kinerja Simpang Bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami. Analisis perhitungan menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997. Pengambilan data survei dibagi menjadi dua, yaitu (1) ketika jalan satu arah selama 4 jam dengan pembagian 2 jam pada pagi hari dan 2 jam pada siang hari, (2) ketika jalan dua arah selama 2 jam pada sore hari. Survei dilakukan selama 2 hari pada hari kerja dan hari libur. Hasil kinerja simpang bersinyal Jl. Veteran – Jl. Bendungan Sigura-Gura – Jl. Sumbersari – Jl. Bendungan Sutami ketika sistem jalan satu arah menghasilkan derajat kejenuhan (DS) rata-rata tiap pendekat sebesar 0,872, sedangkan hasil kinerja simpang bersinyal ketika sistem jalan dua arah menghasilkan derajat kejenuhan rata-rata tiap pendekat sebesar 0,891. Hasil tersebut melebihi batas yang disyaratkan yaitu 0,85 yang berarti mendekati lewat jenuh. Untuk mengatasi masalah tersebut, dilakukan 3 (tiga) alternatif desain. Alternatif I yaitu pengaturan waktu rekayasa lalu lintas. Derajat kejenuhan yang diperoleh adalah 0,884 (masih di atas 0,85). Alternatif II yaitu dengan perbaikan geometrik. Hasil Derajat kejenuhan yang terjadi di simpang ITN pada kondisi jalan sistem satu arah sebesar 0,831, sedangkan pada kondisi jalan dua arah sebesar 0,848 (di bawah 0,85). Alternatif III yaitu dengan Pelarangan belok kanan. Hasil Derajat kejenuhan yang terjadi di simpang ITN pada kondisi jalan sistem satu arah sebesar 0,838, sedangkan pada kondisi jalan dua arah sebesar 0,856 (di atas 0,85). Berdasarkan ketiga alternatif di atas, alternatif II dipilih sebagai solusi untuk kondisi saat ini

    تفسیر ” تدبر قرآن “ : ایک تنقیدی جائزہ

    No full text
    In this article Hafiz Iftikhar Ahmad has made a critical appreciation of Maulana Amin Ahsan Eslahi's Tadabbar-e-Quran. Hafiz has shown that Eslahie's Commentary of the Quran is objective and impartial. Eslahee has written his commentary of the Quran in the face of the many internal and external distortions that resulted, over the years, from different interpretations by the different people. Hafiz Iftikhar Ahmad has shown that Eslahi has set the perspective right on many distortions

    Sistem Pengajaran Alquran Menurut Imam Abu Zakariya Yahya Bin Syarf Annawawi Dalam Kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Alquran

    Full text link
    The description given by Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi in the book Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur'an is in the form of what an ideal Al-Qur'an educational institution should be, what are the criteria for teachers in teaching the Al-Qur'an, what are the manners of Al-Qur'an students. Then the author tries to find out whether there is still any relevance between the description of the relevance system for teaching the Al-Qur'an according to Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi and the current system for teaching the Al-Qur'an. The type of research is qualitative research with a library research approach because the research requires books, and in this case the book or book Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Quran by Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi is the primary data. Apart from that, this research also uses a character study approach, because in this research we also look for writings and opinions, either in Imam Nawawi's books or from people who quote his opinions. The author's findings in this research are that Al-Qur'an educational institutions must have correct goals and management, then Al-Qur'an teachers must have expertise and morals as Al-Qur'an teachers, then Al-Qur'an students must has the etiquette as a student of the Qur'an, and after reviewing it again, there is relevance between the thoughts of Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi in the book Attibyan Fi Adab Ḥamalat of the Qur'an and the system of teaching the Qur'an in Indonesia. Abstrak Gambaran yang diberikan Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an ini berupa bagaimana idealnya lembaga pendidikan Alquran itu, bagaimana kriteria guru dalam pengajaran Alquran, bagaimana adab pelajar Alquran tersebut. Kemudian penulis mencoba mencari tau apakah masih ada relevansi antara gambaran sistem relevansi pengajaran Alquran menurut Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dengan sistem pengajaran Alquran yang sekarang. Metodologi penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Research) karena dalam penelitiannya diperlukan buku-buku, dan dalam hal ini buku atau kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an karya Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi adalah sebagai data primernya. Selain itu penelitian ini juga memakan pendekatan studi tokoh, karena dalam penelitian ini juga di cari tulisan, ucapan pendapat, baik di dalam kitab-kitab Imam Nawawi atau dari orang-orang yang mengutip pendapat beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Alquran harus memiliki tujuan dan pengelolaan yang benar, kemudian pengajar Alquran harus memiliki keahlian, serta akhlak sebagai pengajar Alquran, kemudian pelajar Alquran harus memiliki adab-adab sebagai pelajar Alquran, dan setelah ditelaah kembali bahwa terdapat relevansi antara pemikiran Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Al-Qur’an dengan sistem pengajaran Alquran yang ada di IndonesiaGambaran yang diberikan Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Alquran ini berupa bagaimana idealnya lembaga pendidikan Al-Qur’an itu, bagaimana kriteria guru dalam pengajaran Al-Qur’an, bagaimana adab pelajarAl-Qur’an tersebut. Kemudian penulis mencba mencari tau apakah masih ada relevansi antara gambaran sistem relevansi pengajaran Al-Qur’an menurut Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dengan sistem pegajaran Al-Qur’an yang sekarang. Metodologi penelitian yang digunakan ialah kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (Library Research) karena dalam penelitiannya diperlukan buku-buku, dan dalam hal ini buku atau kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Alquran karya Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi adalah sebagai data peimernya. Selain itu penelitian ini juga memakan pendekatan studi tokoh, karena dalam penelitian ini juga di cari tulisan, ucapan pendapat, baik di dalam kitab-kitab Imam Nawawi atau dari orang-orang yang mengutip pendapat beliau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga pendidikan Al-Qur’an harus memiliki tujuan dan pengelolaan yang benar, kemudian pengajar Al-Qur’an harus memiliki keahlian, serta akhlak sebagai pengajar Al-Qur’an, kemudian pelajar Al-Qur’an harus memiliki adab-adab sebagai pelajar Al-Qur’an, dan setelah ditelaah kembali bahwa terdapat relevansi antara pemikiran Imam Abu Zakariya Yahya bin Syarf Annawawi dalam kitab Attibyan Fi Adab Ḥamalat Alquran dengan sistem pengajaran Al-Qur’an yang ada di Indonesi

    جلاوطن کی واپسی

    No full text
    In the backdrop of ideological perceptions  of establishment this  article  deals those political and extra cultural factors which forced Faiz ahmad Faiz to opt the painful phase of "self-exile" during Zia era. After the inception of democratic rule in Pakistan,it seems that a ban has been lifted upon the writings and thoughts of Faiz Ahmad Faiz in our public institutions as well. So, it is not only the physical return of Exile but acceptance of cultural impact of departed, detached and deported creative souls too
    corecore