1,720,976 research outputs found
MEDIA RELATIONS SEBAGAI UPAYA PEMBENTUK REPUTASI ORGANISASI
Reputation is one thing important for the organization because it’s just not only about what organization do for reach positive image, but it is meaning by which an object is known and through which people describe, remember and relate to it. In practice, reputation is not static, but it’s can change every time so it’s need long time to build reputation and need a lot of things to shape the reputation.One thing that important to build reputation is media relations. The issues that made by media can give implication for reputation of the organization, so the organization should have a good media relations.Key words: reputation, image, media relation
KONSTRUKSI PEMBERITAAN MEDIA TENTANG NEGARA ISLAM INDONESIA (ANALISIS FRAMING REPUBLIKA DAN KOMPAS)
Case NII has the reach and appeal to the national and even international scale. The linkage between the interests of the state and the maker of the NII efforts being herded magnitude diverse opinions, ideas in display media pack. For media cases of kidnapping, brainwashing, and the efforts undertaken NII maker is not seen as an objective event only, but rather how it was constructed to be more meaningful to show attitude, bias or vested interest is behind the media. The media is assumed to not only bring back the reality of the news before the reader, but also include some assessment of the facts which are constructed in packaging certain attitude. The various interests in the fight in constructing the news media will cause the perspective of looking at an issue different from each other. To view the preferences of the attitude of the media framing analysis is used to highlight the problems the media strategy used to highlight and emphasize a particular fact in an event he preached
ANALISIS PEMBERITAAN TENTANG UNISSULA DI MEDIA CETAK (ANALISIS ISI PEMBERITAAN HARIAN SUARA MERDEKA DAN JAWA POS)
For an educational institution, the news media is an integral part of efforts to establish a pretentious image at the position of the institution in the public eye. Sultan Agung Islamic University (UNISSULA) as universities are concerned to get a positive image of the news media. The involvement of the press in the formation of the real image of an institution involves the contestation of interest from a variety of interests. In this context, the press examined the extent of professionalism in maintaining the independence and impartial coverage of one of the colleges. Broadly speaking there are two forces that could affect the independence of the press so directly and not the attitude of the press will be impartial in reporting. The fi rst comes from the internal strength of the press itself that journalists and news managers in the form of misuse of the press for its own pragmatic interests. Both come from the external power (capital, country, culture, communalism) who uses the press to their own interests. By looking at these conditionsinteresting to observe how the attitude of the media in reporting about UNISSULA? Suara Merdeka daily electoral reasons and because Jawa Pos as national media they read the millions of people and potentially affect public attitudes. This type of research is analytical descriptive research that aims to describe and analyze a phenomenon. The method used in this research is method of quantitative content analysis. The results showed that the obtained results for Suara Merdeka CR value of 90% and 100%Jawa Pos. That amount exceeds the value requirement, is 80%. This condition indicates that the measuring instruments used reliable and meet the rule requirements. Agreement between the two koder show that the news about UNISSULA in both media is positive. News about Jawa Pos UNISSULA in media numbers are still lacking, even in February, September and October there was no news about UNISSULA in Jawa Pos. News of UNISSULA in both media are mostly news about the organization of activities and UNISSULA and be straight news. News that are analyzed and the results of in-depth reportage reporter has not been found
PENGADILAN OPINI DAN EFEK MEDIA PADA PEREMPUAN YANG TELIBAT KASUS HUKUM
Media bukanlah tempat saluran yang bebas. Berita yang kita baca bukan hanya menggambarkan realitas, tetapi juga konstruksi dari media itu sendiri. Lewat berbagai instrumen yang dimilikinya, media ikut membentuk realitas yang tersaji dalam pemberitaan (Eriyanto, 2009: 23). Sehingga kalau ada berita yang menyebutkan kelompok tertentu atau menggambarkan realitas dengan citra tertentu, gambaran semacam itu merupakan hasil dari sumber berita (komunikator) yang menggunakan media untuk mengekspresikan pendapatnya. Ideologi patriarki sebagai ideologi umum masyarakat Indonesia, membawa konsekuensi pada posisi dan peran perempuan di media, sebab bagaimanapun media itu tidak hidup dalam situasi bebas nilai terhadap lingkungan sosialnya. Artinya bahwa suatu media pasti memiliki orientasi nilai keyakinan, kesadaran kultural, profesionalitas dan keberpihakan sehingga ketika menggambarkan sosok perempuan pelaku kriminal pun tidak akan lepas dari bingkai laki-laki dalam memandang pelaku kriminal perempuan tersebut.Kata kunci : efek media, opini public, patriarkiÂ
Strategi Promosi Jasa Pengiriman “Jastip Kaptenko” Di Era Digital Marketing Dalam Menghadapi Persaingan Layanan Sejenis Di Kota Pekalongan
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan strategi promosi Jastip Kaptenko di era digital marketing. Permasalahan ini terkait bagaimana strategi promosi yang digunakan oleh Jastip Kaptenko dalam menghadapi persaingan dengan jasa sejenis di Kota Pekalongan. Penelitian ini menggunakan teori Elaboration Likelihood Model (ELM). Penelitian ini menggunakan konsep Promotional Mix yang mencakup perencanaan strategis dan pelaksanaan konsep produk, strategi penetapan harga, upaya promosi, dan metode distribusi yang bertujuan untuk memfasilitasi pertukaran yang memenuhi tujuan individu dan organisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi untuk memahami strategi promosi yang diterapkan, seperti advertising, sales promotion, dan direct marketing.Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Promotional Mix yang diterapkan Jastip Kaptenko dinilai dapat memanfaatkan beberapa hal terkait penggunaan iklan digital, promosi penjualan melalui voucher, dan pendekatan personal selling memiliki pengaruh signifikan dalam menarik perhatian pelanggan. Maka dari itu, Jastip Kaptenko perlu merancang strategi promosi yang lebih inovatif dan berkelanjutan, seperti program loyalitas atau kemitraan dengan influencer lokal memanfaatkan platform digital, terutama media sosial, untuk meningkatkan brand awareness dan loyalitas pelanggan. Penerapan ELM dalam Strategi Promosi Jastip Kaptenko melalui rute central. Pelanggan akan lebih cenderung memproses data secara menyeluruh jika mereka memiliki motivasi atau keinginan tinggi, seperti kebutuhan kuat untuk layanan pengiriman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi antara digital marketing dan layanan pelanggan yang responsif memberikan keunggulan kompetitif bagi Jastip Kaptenko di pasar yang di persaingan usaha sejenis. Penelitian ini memberikan sumbangan signifikan terhadap kemajuan ilmu komunikasi, terkhusus dalam area strategi pemasaran digital dan campuran promosi dalam konteks layanan pengiriman berbasis digital. Diharapkan untuk Jastip Kaptenko bisa mengembangkan layanan dengan mengembangkan system pelacakan, Kerjasama strategis dan peningkatan feedback pelanggan
Model Penanganan Ideologi Radikal Berdasar Komunikasi Efektif Orang Tua Anak, Peran Peer Group dan Konsep Diri
Radical ideology is a latent threat that may arise any time. The spread of global radical ideology is aimed to the students who are members of Islamic student organizations. The characteristics of students which are open, easy to accept new things, critical, and having high spirit are used by many terrorist organizations to spread their radical ideology. The students who have already embedded radical ideology would be easy to commit terrorism actions such as murdering, kidnapping, robbing, and bombing. This research aims to determine the role of effective parentschildren communication, peer group, and selfconcept in neutralizing radical ideology which is followed by the students. In the short term, this research is expected to produce a model in handling radical ideology based on effective parents-children communication, the role of peer group, and self-concept. In the long run, this model is expected to prevent and neutralize radical ideology which is followed by the young generation so that they could be the successor of national struggle. Keywords: ideology, radicalism, communicatio
IDENTITAS DIRI REMAJA MELALUI STATUS SOSIAL FACEBOOK
Dunia cyber menjadi dunia baru layaknya dalam kehidupan nyata menawarkan hal-hal yang bisa dilakukan pada dunia nyata. Mulai dari chatting, conference, berbelanja sampai mencari jodoh bisa dilakukan di dunia maya ini, bahkan kuliah saat ini bisa dilakukan melalui dunia maya ini. Hanya dengan “click†kita diajak untuk memasuki “ruang†dimana kita bisa mencari apa saja yang kita inginkan, tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu yang di sebut oleh Mc Luhan sebagai “Global Villageâ€. Dari berbagai fenomena tersebut di atas, maka menjadi penting untuk meneliti mengenai konstruksi sosial media dan bagaimana identitas diri remaja yang dimunculkan melalui status media sosial facebook. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat kualitatif dengan menggunakan pendekatan grounded untuk memahami bagaimana remaja mengkonstruksi identitas dirinya melalui statusstatus yang diunggah pada situs sosial media facebook. Penelitian ini difokuskan pada remaja usia 14 –18 tahun karena pada usia ini mereka lebih sering melakukan update status setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat facebook memungkinkan setiap pengguna dan atau pemilik akun di facebook disediakan form atau borang untuk menuliskan profil diri mereka seperti nama, nama kecil, tempat tanggal lahir, pendidikan, hobi, sampai pada kutipan yang disenangi olehnya. Fasilitas facebook tersebut memungkinkan seseorang mengkonstruk dirinya melalui perantaraan teks baik itu dalam pengertian kumpulan kata maupun gambar yang pada akhirnya memberikan kepingan-kepingan gambar bagaimana subyek pemilik akun facebook itu. Implikasi dari penelitian ini adalah Karena identitas diri remaja di facebook cenderung membebaskan dirinya dari pemahaman kesejarahan tentang identitas yang selama ini berlaku di dunia nyata, maka orang tua juga perlu untuk lebih memahami teknologi sehingga memungkinkan untuk melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap konstruksi identitas yang dibentuk anak-anaknya.Kata kunci : Konstruksi Sosial, Identitas Diri, Media Sosia
Participatory Culture in Digital Activism: Enhancing Digital Literacy in Indonesia
This study explores the improvement of digital literacy through participatory culture in the context of digital activism in Indonesia, with a particular focus on the Digital Literacy Activist Network ( Japelidi). As the influence of digital platforms on citizen participation increases, participatory culture becomes a critical framework for understanding how communities mobilize collective knowledge, share resources, and combat disinformation. Using a qualitative case study method, this research involves in-depth interviews with five active members of Japelidi who are involved in digital literacy initiatives. Findings show that participatory culture is expressed through four main practices: affiliation, collaborative problem-solving, creative expression, and content circulation. These practices empower members to co-create digital content, critically evaluate information, and disseminate educational resources that increase resilience to disinformation, especially during the COVID-19 pandemic. This study reveals both prospects and challenges. Japelidi’s initiative demonstrates how voluntary contributions and collaborative networks can significantly improve digital literacy and civic participation. However, maintaining long-term engagement, expanding inclusivity beyond academic circles, and addressing power dynamics in digital environments remain ongoing challenges. These findings affirm participatory culture as a framework for analyzing digital activism and highlight the need for contextually relevant communitybased digital literacy programs
ANALISIS WACANA BUDAYA KAWIN TANGKAP PADA NOVEL PEREMPUAN YANG MENANGIS KEPADA BULAN HITAM
Budaya kawin tangkap merupakan sebuah fenomena yang berkembang di masyarakat Sumba dalam melangsungkan pernikahan. Budaya kawin tangkap ini menjadi kontroversi karena praktik yang dilakukan tanpa adanya persetujuan pihak perempuan dan merupakan bentuk kekerasan berdalil budaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan wacana kawin tangkap dan untuk mengidentifikasi ideologi yang dibawa Dian Purnomo dalam Novel “Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam”. Paradigma dalam penelitian ini adalah menggunakan paradigma kritis dengan menggunakan analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk. Van Dijk membagi elemen wacana menjadi tiga kategori, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Penelitian ini dianalisis menggunakan teori praktik sosial Pierre Bourdieu untuk membahas budaya kawin tangkap secara komprehensif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa wacana yang dibangun oleh penulis dalam novel Perempuan Yang Menangis Kepada Bulan Hitam lebih menyoroti perempuan sebagai korban praktik budaya kawin tangkap, yaitu perempuan menjadi pihak yang dirugikan, adanya relasi kuasa antara laki-laki dan perempuan serta budaya kawin tangkap dianggap tidak perlu dilestarikan. Melalui alur cerita serta pembentukkan wacana melalui novel, kisah perjuangan Magi Diela melawan praktik budaya yang menindas dirinya merupakan sebuah ideologi yang dibawa penulis dalam novel. Peneliti telah mengidentifikasi ideologi yang dibawa penulis ke dalam novel, yaitu feminisme poskolonialisme. Ideologi ini berfokus pada perjuangan perempuan dalam melawan sistem patriarki dan kolonialisme yang menindas mereka serta penghapusan kedua sistem tersebut. Bagi pembaca yang memiliki ketertarikan untuk meneliti novel ini dapat melakukan pengembangan kajian mengenai hegemoni kekuasaan, perlindungan hukum bagi korban kawin tangkap serta kajian mengenai perkembangan budaya yang lebih inklusif.Kata Kunci : Budaya, Kawin Tangkap, Novel, Wacana Kritis, Ideolog
Pengaruh Terpaan Film Pendek “Kenapa Belum Nikah?” Terhadap Persepsi dan Sikap Penonton Tentang Orang yang Melajang
AbstrakFilm pendek merupakan salah satu media komunikasi audio visual yangsering digunakan untuk menyampaikan berbagai macam hal, baik berupafakta maupun fiktif yang merefleksikan kehidupan yang sering terjadidisekitar. Film pendek yang mengangkat topik atau kebiasaan tertentu yangada pada masyarakat dapat mempengaruhi persepsi dan sikap masyarakat.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terpaan film pendekdengan judul Kenapa Belum Nikah? terhadap persepsi dan sikap penontontentang orang yang melajang. Penelitian ini menggunakan tipe penelitiankuantitatif yang didasarkan pada hypotetico-deductive method. Penelitian inimenggunakan teori uses and effect serta teori persepsi. Teknik pengumpulandata yang digunakan adalah kuesioner dengan jumlah sampel sebanyak 100responden subcriber channel YouTube Box B. Hasil penelitian menunjukkanpengujian validitas semua item pernyataan dinyatakan valid semua variabelyaitu terpaan film pendek, persepsi dan sikap menunjukkan nilai Cronbach’sAlpha lebih dari 0,60 sehingga dapat dinyatakan reliabel. Berdasarkan hasilpenelitian terhadap persepsi penonton diketahui nilai t hitung sebesar 6,153dan nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat pengaruh positif antaraterpaan film pendek Kenapa Belum Nikah? terhadap persepsi penontontentang orang yang melajang. Adapun terhadap sikap diketahui t hitungsebesar 8.127 dan nilai signifikansi 0,000 yang artinya terdapat pengaruhpositif antara terpaan film pendek Kenapa Belum Nikah? terhadap sikappenonton tentang orang yang melajang.Kata Kunci : Terpaan Film Pendek, Persepsi dan Sika
- …
