54 research outputs found
Sort by
PENTINGNYA SUPLEMEN TABLET BESI BAGI PENINGKATANKADAR HEMOGLOBIN PADA REMAJA PUTRI
Adolescence is a time of transition from childhood to adulthood who have all the development of all aspects/ functions to enter adulthood. At this time they are not children of both of form and of a way of thinking or acting, but not too mature adults. Teenage years were in the range 12-23 years.Young women prone to malnutrition in the peak period of growth and development which is both less intake of nutrients due to wrong diet , the influence of the social environment (want to trim). Lack of iron and other nutrients essential for growth and development (zinc) will result in often sickly. So that the necessary improvement of the nutritional status of young women that were able to go through the process of optimal growth and development. To get qualified young generation, to consider health status, not only free of the disease but also a source of creative and productive power.Impact of anemia in adolescent girls during the growth of the body that is easily infected, resulting in a fitness/ body fitness is reduced, the spirit of learning/ achievement decreased, so that at the time would be mothers with high -risk situation.Keywords : iron supplement tablets , hemoglobin levels, teenage daughte
Hubungan Pengetahuan terhadap Konsumsi Vitamin A pada Ibu Nifas di Wilayah kerja Puskesmas IV Koto Kecamatan IV Koto Kabupaten Agam Tahun 2012
Pedoman nasional yang ada saat ini merekomendasikan bahwa 100% ibu nifas menerima kapsul vitamin A dosis tinggi 200.000 SI paling lambat 30 hari setelah melahirkan. Di Kabupaten Agam cakupan pemberian vitamin A tahun 2011 tercatat 82,51 % dan di wilayah kerja puskesmas IV Koto tercatat cakupan pemberian vitamin A pada ibu nifas adalah 78,47 %, sedangkan harapan pemberian kapsul vitamin A pada ibu nifas adalah 100%. Survey awal yang dilakukan pada 5 orang ibu nifas, 2 orang tidak memahami manfaat kapsul vitamin A. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan pengetahuan ibu nifas tentang vitamin A dengan konsumsi vitamin A.Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan crooss sectional, di wilayah puskesmas IV Koto, dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2012. Populasi ibu nifas yang berjumlah 65 orang dengan sampel seluruh populasi (total sampling) Pengumpulan data melalui wawancara menggunakan kuesioner, dan pengolahan data dengan sistem  komputerisasi, analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji chi-square.Hasil penelitian menunjukkan dari 16 ibu nifas yang memiliki pengetahuan kurang baik tentang vitamin A sebagian besar tidak lengkap mengkonsumsi vitamin A, yaitu 13 ibu nifas (81,3%). Sedangkan dari 49 ibu nifas yang memiliki pengetahuan baik tentang vitamin A hampir keseluruhannya lengkap mengkonsumsi vitamin A, yaitu sebanyak 47 ibu nifas (95,9%). Berdasarkan uji chi-square didapat p value 0,001 (p < 0,05)Agar konsumsi vitamin A pada ibu nifas terpenuhi secara lengkap diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat lebih memberikan informasi mengenai pentingnya mengkonsumsi Vitamin A. Kata kunci    : Vitamin A, ibu nifas, pengetahua
PERBEDAAN JUMLAH ACTINOBACILLUS ACTINOMYCETEMCOMITANS PADA PERIODONTITIS AGRESIF BERDASARKAN JENIS KELAMIN
Prevalence of aggressive periodontitis showing the tendency to increase annually. Actinobacillus actinomycetemcomitans, is primary caused aggressive periodontitis, a pathogen not only in periodontal but also in some nonoral infections, possesses several virulence determinants which contribute to its ability to colonize the oral cavity, persist in the periodontal pocket, resist and evade host defenses, cause destruction to soft and hard tooth-supporting tissues, and interfere with host tissue repair after infection. This study is a cross sectionalstudy. Actinobacillus actinomycetemcomitans cultivated in AaGMBV dan measured by colony counter. The main sex hormones exerting influence on the periodontium are estrogen and progesterone. In women, during puberty, ovulation and pregnancy, there is an increase in the production of sex steroid hormones characterized by gingival enlargement, increased gingival bleeding andcrevicular fluid flow and microbial changes. The result of this study statistically analyzed by independent t-test because the member of each group totally separated. The analysis showed the value of p<0,05. It means that there are quantity differences between male and female. Keywords: Aggressive Periodontitis, Actinobacillus actinomycetemcomitans quantity, sex hormone
ALIANSI STRATEGIK: FAKTOR PENDORONG DAN HAMBATANNYA
Aliansi strategik merupakan persetujuan kerjasama suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang berlangsung secara relatif, meliputi aliran dan keterkaitan sumberdaya dan/ atau struktur governance dari organisasi otonom (Parkhe, 1993). Aliansi strategic sangat bermanfaat bagi perusahaan untuk menigkatkan kinerja melalui transfer knowledge, internalisasi teknologi, sharing dengan perusahaan partner dan sebagai sarana perusahaan untuk menciptakan nilai yang bermafaat bagi perusahaan. Namun dalan membentuk aliansi, selain ada hal-hal yang mendorong terbentuknya aliansi, juga terdapat banyak hambatan
PENGARUH EKSTRAK RIMPANG CURCUMA ALBA TERHADAP VOLUME ADENOKARSINOMA MAMMA
Breast cancer is one of the most common malignant tumor found in women. A variety of modern medicine performed to treat breast cancer have many side effects and costly. Therefore it is necessary to study traditional medicine which is cheaper for the treatment of cancer. This study aims to determine the influence of rhizome extracts of Curcuma alba against the volume of breast adenocarcinoma C3H female mice. Experimental research design with pre and post test only control group design group,conducted over 21 days use 24 mice were inoculated C3H breast adenocarcinoma , further divided into 4 groups , thenmeasured its original volume . Group I was only given standard feed and aquades, the second group were given doses of extracts of rhizome of Curcuma alba 8mg / 0,2 ml, group III dose of 16mg / 0.2 ml and group IV dose of 32mg / 0.2 ml. Calculating the difference between final and initial volume performed on day 21. Data were tested with Shapiro-Wilk, and then tested with the Levene test. To compare the volume of breast adenocarcinoma pre and post samples in each group performed Pair T-test. To find significant differences between groups were tested with independent data Oneway Anova, to find significant differences between the 2 groups were tested with post hoc data. Pair test results T-test showed no significant difference between the volume of pre and post breast adenocarcinoma at doses of 16 mg / day (p <0.05) and Post Hoc test showed no significant difference in breast denocarcinoma difference in volume between pre-post control group by group dose of 16 mg / day, the dose of 8 mg / day with the dose of 16 mg / day, and between the dose of 8 mg / day with the dose 32 mg / day (p <0.05). There are the influence of rhizome extracts of Curcuma alba breast adenocarcinoma volume C3H female mice at doses of 16 mg / day. Key words: Curcuma alba, Breast Adenocarcinoma, Breast Adenocarcinoma Volume
KANKER PARU MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA EFUSI PLEURA DI RUMAH SAKIT Dr. MOEWARDI SURAKARTA
Insiden kanker paru meningkat di seluruh dunia, angka kematian akibatkanker paru meningkat dengan cepat. Kanker paru telah diketahui dapatmenyebabkan efusi pleura. Efusi pleura pada penyakit keganasan biasanyamempunyai prognosis yang buruk, dengan harapan hidup kurang dari satu tahun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah kanker paru merupakan faktorrisiko terjadinya efusi pleura di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Surakarta periode 1Januari – 31 Desember 2007.Sampel pada penelitian ini adalah pasien rawat inap pemyakit paru dibangsal paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta, periode 1 Januari 2007-31Desember 2007 yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 1264orang. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional denganpendekatan cross sectional. Data yang diambil berupa data sekunder dari catatanmedik pasien rawat inap penyakit paru di rumah sakit Dr. Moewardi Surakarta.Analisis data yang digunakan adalah uji statistik rasio prevalensi.Pada penelitian ini, didapatkan 1264 sampel yang memenuhi kriteria,dikelompokkan menjadi 2 yaitu penderita kanker paru berjumlah 152 orangdengan 114 orang mengalami efusi pleura dan 38 pasien tidak mengalami efusipleura, sedangkan kelompok bukan penderita kanker paru berjumlah 1112 orangdengan 93 pasien mengalami efusi pleura dan 1019 pasien tidak mengalami efusipleura. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji statistik rasio prevalensi, darihasil perhitungan didapatkan nilai RP 11,25 sedangkan IK95% antara 1,057sampai 1,187 selalu diatas 1.Berdasarkan uji statistik rasio prevalensi dapat disimpulkan bahwa kankerparu merupakan faktor risiko terjadinya efusi pleura, dimana risiko terjadinyaefusi pleura 11,25 kali lebih besar pada penderita kanker paru.* kata kunci : kanker paru, efusi pleur
KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERORIENTASI PENEMUAN BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN DAN LKS PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SEKOLAH DASAR
Salah satu solusi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran kontekstual (CTL) dengan strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh dan seberapa besar pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar pada pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS, (3) perbedaan hasil belajar pada pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS, pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan alat peraga didampingi LKS, dan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peragaPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasi semua siswa kelas IV di SD Islam Sultan Agung Semarang . Berdasarkan teknik  random sampling diperoleh dua kelompok eksperimen yakni kelompok eksperimen pertama (E1) dengan pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran didampingi LKS, kelompok eksperimen kedua (E2) dengan pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan alat peraga didampingi LKS, dan satu kelompok kontrol (K) dengan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga pada kompetensi dasar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat.Data penelitian diperoleh melalui: (1) observasi, (2) angket, dan (3) tes kemampuan kognitif. Untuk mengetahui pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar digunakan uji analisis regresi, untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar digunakan uji banding (OneWay Anava) diteruskan uji lanjut ANAVA dengan metode Scheffe, dan uji ketuntasan (KKM) hasil belajar dengan uji One sample T Test.Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil uji regresi pada kelompok eksperimen pertama (E1)  menunjukkan adanya pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar, (2) hasil uji banding (One Way Anava) menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara ketiga kelompok, dan (3) hasil uji lanjut ANAVA dengan metode Scheffe menunjukkan bahwa antara ketiga kelompok berbeda secara signifikan yakni kelompok (E1)(E2), (E1)(K), dan (E2)(K), Berdasarkan mean hasil belajar diperoleh bahwa kelompok eksperimen pertama (E1) lebih baik dibanding  kelompok eksperimen kedua(E2) dan kelompok kontrol (K).Kata kunci : CTL, penemuan, CD, bilangan bulat
Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Wacana SMS Pembaca di Surat Kabar Suara Merdeka dan Radar Tegal
Wacana SMS pembaca di surat kabar terbitan Jawa Tengah sebagai sampel adalah surat kabar Suara Merdeka kolom Kepriben dan surat kabar Radar Tegal kolom Ngresula merupakan wadah bagi pembaca untuk menyampaikan keluhan, usul, saran tentang berbagai persoalan. Kolom ini memang disediakan bagi pembaca sebagai penyalur aspirasi menyampaikan pendapat dan opini-opini mereka secara bebas dan terbuka. Jadi tuturan-tuturan yang terdapat dalam kolom tersebut merupakan tuturan dari para pembaca, bukan dari redaksi. Bahasa yang digunakan adalah bahasa SMS yang singkat, padat tetapi maksud yang akan disampaikan dapat tersampaikan.           Berdasarkan analisis hasil penelitian, pematuhan bidal dalam prinsip kesantunan yaitu terjadi pada bidal ketimbangrasaan dengan jumlah 56 pematuhan, bidal kemurahhatian 3 pematuhan, bidal keperkenaan 8 pematuhan, bidal kesetujuan 10 pematuhan, dan bidal kesimpatian 5 pematuhan, sedangkan pelanggaran bidal dalam prinsip kesantunan yaitu terjadi pada bidal ketimbangrasaan dengan jumlah 35 pelanggaran, bidal kemurahhatian 1 pelanggaran, bidal keperkenaan 64, dan bidal kesetujuan 18 pelanggaran dari jumlah sampel 200 data penelitian.           Peneliti menyarankan kepada pembaca surat kabar/penulis SMS hendaknya menggunakan bahasa yang santun dan memperhatikan prinsip kesantunan, sehingga maksud penulis dapat tersampaikan tanpa harus menyakiti salah satu pihak, dan kepada editor surat kabar terbitan Jawa Tengah hendaknya lebih selektif dalam memilih wacana SMS. Kata Kunci: Analisis kesantunan, wacana SMS pembaca, surat kabar terbitan Jawa Tenga
PENGELOLAAN PANKREATITIS KALSIFIKASI KRONIS DENGAN HASIL PATOLOGI ANATOMI ADENOKARSINOMA PANKREAS
Latar Belakang : Pankreatitis kronis merupakan suatu penyakit inflamasi pada pankreas yang ditandai dengan fibrosis pankreas yang persisten dan progresif serta menimbulkan kerusakan jaringan eksokrin dan endokrin. Pankreatitis kronis merupakan salah satu faktor resiko terjadinya karsinoma pankreas. Adenokarsinoma pankreas terjadi pada 1 per 10,000 penduduk Amerika. Umumnya penderita pankreatitis kronis mengeluh nyeri abdomen di epigastrium yang terus menerus yang dijalarkan ke punggung, mual, nafsu makan berkurang, berat badan menurun dan malnutrisi. Pengelolaan penderita pankreatitis kronis dapat secara konservatif maupun pembedahan berupa drainase dan reseksi pankreas.Tujuan : Mengupas kasus yang jarang terjadi yaitu pankreatitis kalsifikasi kronis dengan hasil patologi anatomi adenokarsinoma pankreas (1,8% dari pasien pankreatitis yang diamati lebih dari 2 tahun setelah terdiagnosis), beserta pengelolaan yang dilakukan.Metode : Melaporkan kasus yang dimulai dari identitas pasien, anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, danprosedur operasi yang dilakukan.Hasil : Seorang laki-laki, umur 38 tahun dengan keluhn nyeri ulu hati yang terus menerus selama 2 bulan, menyebar ke punggung, mual, muntah, dan berat badan menurun. Pemeriksaan fisik tampak penderita malnutrisi, di ulu hati teraba massa keras berbenjol-benjol dan nyeri tekan. Alfa amilase 175 U/L dan lipase 219 U/L , foto polos abdomen, USG dan CT scan menunjukkan adanya batu pada saluran pankreas dan pankreatitis kronik . Tindakan yang dipilih adalah prosedur drainase pankreas yaitu operasi prosedur Peustow (longitudinal pancreaticojejunostomy) dan biopsi menunjukkan adenokarsinoma pankreas.Simpulan : Prosedur Peustow (longitudinal pancreaticojejunostomy) baik digunakan dalam mengelola pasien dengan pankreatitis kalsifikasi kronis, tetapi dengan hasil patologi anatomi adenokarsinoma tindakan sebaiknya adalah total pankreatectomi.Kata kunci : Pankreatitis kalsifikasi kronis, prosedur Peustow, longitudinal pancreaticojejunostomy, total pankreatectomi, adenokarsinoma pankrea
ANALISIS DAMPAK SERVICE PERFORMANCE DAN KEPUASAN TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN
Transportation safety now becomes governmental focus because frequently happened transportation accident, one of them is sea transportation. That condition make sea transportation company must improve their service performance to give excellent service to their customer, so that customer becomes satisfying and loyal.Problem formulation at this research is about how service performance influence customer loyalty and whether consumer satisfaction moderating the relation of between both the variables. Population at this research is all passenger of PT. Dharma Lautan Utama (DLU) Semarang in 2008 that leaving from Tanjung Emas Harbour, Semarang. Sampling method is purposive convenient sampling. Data analytical method in this research used linear regression analysis.Linear regression result between service performance to customer loyalty indicates that regression coefficient of service performance variable (X1) is 0.997 with positive value and significant, its proven by significant value < 0,05. This result means that service performance influences customer loyalty  with positive direction. So, excelsior service performance from employee  will make customer loyalty. Absolute difference value test result indicates that variable coefficient of consumer satisfaction(X!) has positive value and significant, this result proves that consumer satisfaction is moderating variable in relation between service performance and customer loyalty. The result indicates that positive influence from service performance to customer loyalty would very height when consumer satisfaction is also height. Keyword: service performance, consumer satisfaction, and customer loyalt