Majalah Ilmiah Sultan Agung

Majalah Ilmiah Sultan Agung
Not a member yet
    54 research outputs found

    KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL BERORIENTASI PENEMUAN BERBANTUAN CD PEMBELAJARAN DAN LKS PADA MATERI BILANGAN BULAT DI SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Salah satu solusi untuk menciptakan pembelajaran yang efektif adalah pembelajaran kontekstual (CTL) dengan strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh dan seberapa besar pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar pada pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS, (3) perbedaan hasil belajar pada pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran yang didampingi LKS, pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan alat peraga didampingi LKS, dan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan populasi semua siswa kelasIV di SD Islam Sultan Agung Semarang . Berdasarkan teknik random sampling diperoleh dua kelompok eksperimen yakni kelompok eksperimen pertama (E1) dengan pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan CD pembelajaran didampingi LKS, kelompok eksperimen kedua (E2) dengan pembelajaran kontekstual strategi penemuan berbantuan alat peraga didampingi LKS, dan satu kelompok kontrol (K) dengan pembelajaran ekspositori berbantuan alat peraga pada kompetensi dasar penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat. Data penelitian diperoleh melalui: (1) observasi, (2) angket, dan (3) tes kemampuan kognitif. Untuk mengetahui pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar digunakan uji analisis regresi, untuk mengetahui adanya perbedaan hasil belajar digunakan uji banding (OneWay Anava) diteruskan uji lanjut ANAVA dengan metode Scheffe, dan uji ketuntasan (KKM) hasil belajar dengan uji One sample T Test. Hasil penelitian menunjukkan: (1) hasil uji regresi pada kelompok eksperimen pertama (E1) menunjukkan adanya pengaruh aktivitas dan motivasi terhadap hasil belajar, (2) hasil uji banding (One Way Anava) menunjukkan adanya perbedaan hasil belajar antara ketiga kelompok, dan (3) hasil uji lanjut ANAVA dengan metode Scheffe menunjukkan bahwa antara ketiga kelompok berbeda secara signifikan yakni kelompok (E1) ≠ (E2), (E1) ≠ (K), dan (E2) ≠ (K), Berdasarkan mean hasil belajar diperoleh bahwa kelompok eksperimen pertama (E1) lebih baik dibanding kelompok eksperimen kedua(E2) dan kelompok kontrol (K).Kata kunci : CTL, penemuan, CD, bilangan bulat

    METODE KOMPREHENSIF DALAM PENDIDIKAN KARAKTER

    No full text
    Pemerintah telah membuat Kebijakan Nasional Pembangunan Karakter Bangsa Tahun 2010-2025. Tujuan kebijakan nasional tersebut adalah untuk: “membina dan mengembangkan karakter warga negara sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang ber-Ketuhanan Yang Maha Esa, berkemanusiaan yang adil dan beradab, berjiwa persatuan Indonesia, berjiwa kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia†(Pemerintah RI, 2010: 4). Inti dari tujuan tersebut adalah membina dan mengembangkan warga Negara menjadi masyarakat yang pancasilais. Ruang lingkupnya meliputi: keluarga, satuan pendidikan, pemerintahan, masyarakat sipil, masyarakat politik, dunia usaha dan industri, dan media masa. Dalam hal ini, satuan pendidikan, terutama pendidikan formal sangat sentral posisi dan perannya. Karena itu sekolah harus menyediakan lingkungan yang kondusif yang memudahkan terjadinya perubahan perilaku ke arah pembentukan karakter yang baik. Melalui upaya pembelajaran yang terintegrasi, baik intra kurikuler maupun ekstra kurikuler dan penerapan metode atau strategi yang komprehensif, pelaksanaan pendidikan karakter akan berjalan efektif dan efisien. Istilah komprehensif yang digunakan dalam pendidikan karakter menurut Kirschenbaum (dalam Zuchdi, 2011: 6) mencakup berbagai aspek; isi (materi) dan metodenya harus komprehensif, pendidikan karakter terjadi dalam keseluruhan proses pendidikan, dan pendidikan karakter  hendaknya terjadi melalui kehidupan dalam masyarakat. Furqon Hidayatullah (2010: 23) mengatakan idealnya pebentukan atau pendidikan karakter diintegrasikan ke seluruh aspek kehidupan sekolah. Karena itu, pemahaman dan kesadaran dari seluruh warga sekolah tentang pentingnya pendidikan karakter harus diupayakan, terutama guru yang memiliki peran dan fungsi secara langsung berdekatan dengan peserta didik.  Kata Kunci: Pendidikan Karakter dan Metode Komprehensi

    RANCANGAN SISTEM INFORMASI PEMANFAATAN KAMAR OPERASI (OK) RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

    Get PDF
    Dewasa ini permintaan penggunaan ruang operasi (OK) di Rumah Sakit Islam Sultan Agung (RSISA) Semarang semakin meningkat. Selama ini ruang operasi yang elektif dan cito digunakan dalam skala besar, rata-rata 450 kali dalam sebulan baik untuk ruang rawat inap maupun rawat jalan. Tingginya intensitas penggunaan OK tersebut berisiko pada terjadinya tumpang tindih pemanfaatannya terlebih jika hal itu tidak didukung oleh sistem informasi yang akurat dan terpercaya. Untuk menemukan model sistem yang sesuai, dilakukan penelitian kualitatif menggunakan tahapan SDLC dengan teknik wawancara. Hasil yang diperoleh, kebutuhan manajemen adalah perlunya diterapkan sistem  informasi pemanfaatan kamar operasi. Tahapan ini berbentuk design model dan database. Input untuk design model meliputi data-data pasien, operator, jenis-jenis operator dan logistik. Output untuk design model meliputi jadwal, sumber daya manusia, kesediaan logistik, lapotran rutin (mingguan, bulanan, setiap tiga bulan sekali). Penelitian ini menyimpulkan bahwa telah terbentuk rancangan sistem informasi untuk penggunaan ruang operasi di RSISA Semarang. Penelitian lebih jauh diperlukan dalam pembangunan sistem, penerapan dan pengopersian Kata Kunci    :  Sistem Informasi, Rancangan Model dan Perancangan    Basis Data

    RASIONAL SYARIAT ISLAM MEMBAWA KESEJAHTERAAN UMAT

    Get PDF
    Artikel ini menulis tentang tuntunan hidup dari Allah swt yang disampaikan oleh Rasulullah Muhammad saw. yang disebut sebagai syariat Is­lam dan meliputi tuntunan/syariat untuk mengelola diri pribadi, mengelola keluarga, dan mengelola masyarakat-bangsa-negara. Tujuan syariat Islam pada hakekatnya adalah menyelamatkan manusia, baik sebagai individu, kelompok manusia, serta bangsa-negara agar selamat dari kesesatan dan kerugian. Individu yang beriman-bertaqwa secara benar menurut Islam tentu akan mengerjakan semua tuntunan Islam secara lengkap yang meliputi: mengerjakan ibadah mahdhah, berakhlak mulia, menjalankan syariat sosial Islam sesuai dengan kapasitas yang dipunyainya, dan selalu berusaha keras menyebar luaskan ajaran Islam dalam semua dimensinya ke masyarakat di sekitarnya. Muslim yang berj'uang menegakkan syariat sosial-kenegaraan adalah suatu kewajiban bukanlah sesuatu yang aneh karena hal itu analog saja seperti kaum kapitalis atau kaum komunis yang berjuang keras memberlakukan sistem kapitalisme atau sistem komunisme dalam proses pengelolaan bangsa-negara. Dari sisi paradigma pembangunan pola syariat bertumpu pada pembangunan akhlak manusia untuk taat pada ajaran Allah swt dan peduli pada kondisi sesama, sedang paradigma pembangunan sekuler Barat bertumpu pada upaya menambah kekayaan materiel. Dari rasional tersebut maka tidak seharusnya masih diragukan oleh umat Islam Indonesia bahwa salah satu  cara mengatasi krisis multi dimensi di negeri ini adalah "dengan pengetrapan syariat sosial dalam proses pengelolaan negara. Pada sisi lain, teori Islam menyatakan bahwa aplikasi syariat dalam pengelolaan bangsa yang plural akan mendatangkan status negara yang 'aaminan-thoyyiban'

    UPAYA PREVENTIF PERMASALAHAN KESEHATAN REPRODUKSI PEREMPUAN LAPAS (Hasil Pengabdian Masyarakat “Penyuluhan Kesehatan Reproduksi dan Pemeriksaan Pap Smear†di Lembaga Pemasyarakatan [Lapas] Kelas IIA Perempuan Semarang)

    Get PDF
    Hak reproduksi dan kesehatan reproduksi sangat erat kaitannya dengan isu gender dan kesehatan perempuan, karena mereka mempunyai kebutuhan pelayanan kesehatan reproduksi yang khususnya sehubungan dengan kodratnya sebagai perempuan tak terkecuali perempuan yang berada di lapas. Adalah sangat penting untuk mengakui bahwa warga lapas berhak atas perawatan kesehatan tanpa diskriminasi, termasuk upaya-upaya pencegahan dengan standar yang setara dengan yang tersedia di masyarakat luar lapas (WHO, 1993). Narapidana perempuan menghadirkan tantangan tertentu bagi pihak yang berwenang atas lapas, karena mereka merupakan kelompok yang sangat kecil dalam populasi lapas. Perempuan memiliki akses yang lebih sedikit terhadap pelayanan perawatan kesehatan di lapas bila dibandingkan dengan napi laki-laki. Perawatan kesehatan reproduksi mungkin juga terbatas atau tidak tersedia dan berbagai materi promosi kesehatan, informasi dan pengobatan (termasuk untuk HIV dan ketergantungan obat) sering lebih terbatas di lapas perempuan di banding lapas untuk laki-laki. Beberapa kajian menunjukkan bahwa perempuan setidak-tidaknya dua kali lebih besar kemungkinannya untuk tertular HIV melalui seks. Infeksi Menular Seksual (IMS) yang sebelumnya sudah ada dapat meningkatkan risiko tertular HIV dan proporsi perempuan dalam lapas dengan IMS relatif tinggi. Pengabdian Masyarakat yang dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang kanker serviks dan pemeriksaan pap smear merupakan upaya preventif terhadap permasalahan kesehatan reproduksi. Adapun tujuan dari pelaksanaan tersebut menambah pengetahuan sehingga dapat meningkatkan kemandirian perempuan lapas dalam mengatur fungsi dan proses reproduksinya, sedangkan pemeriksaan pap smear merupakan upaya deteksi dini adanya keganasan. Peserta pendidikan kesehatan dari pengabdian masyarakat adalah semua penghuni lapas IIA Semarang, sedangkan pemeriksaan pap smear sebanyak 64 peserta. Dari 64 peserta, sebagian besar berada pada usia produktif yaitu 18-49 tahun sebanyak 93,75%. Hasil dari pemeriksaan pap smear didapatkan dengan hasil normal sebanyak 6,25% sisanya 93,75% abnormal. Sebagian besar hasil pemeriksaan adalah radang moderat sebanyak 26,56% diikuti radang difus/keras sebanyak 21,88%. Dari hasil pengabdian masyarakat yang telah dilakukan disarankan adanya pemeriksaan khusus atau rutin sebagai upaya deteksi dini adanya suatu kelainan yang abnormal

    Oxidasi Biologi, Radikal Bebas, dan Antioxidant

    Get PDF
    Introductions : Aerobic metabolism process induces production of free radicals (ROS) 2.5% of oxygen consumption or about 3.4 kg/24 hours.  Content : Stressor likes ultraviolet radiation, hypoxia, hyperoxia, pollutant, and other chemical substances could induce ROS production. Stressor also stimulates secretion of antioxidant enzymatic such as catalase, hydropheroxidase, and superoxide dismutase. The ROS produced will disturb homeostasis or stimulate cell growth, dependent on the level of ROS. When the ROS level is overwhelm the antioxidant capacity, cell leading to undergo oxidative stress. If the ROS level and antioxidant capacities are equilibrium, it leading to cell growth. Other resources of ROS result from biologic oxidation reaction particularly from mitochondria. To scavenge ROS, cell has provided several antioxidants water and lipid soluble both enzymatic and non-enzymatic.Conclusion : The ROS is produced in aerobically life resulted from oxidative phosphorilations chain reaction. Cell provides the antioxidant both enzymatic and non-enzymatic in order to scavenge it.            Keywords : Biologic oxidation, ROS, Antioxidant

    ANALISIS SOAL PEMECAHAN MASALAH PADA BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK PELAJARAN MATEMATIKA SD/MI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan soal pemecahan masalah ditinjau dari: latar belakang soal, penyajian soal, banyak jawaban, variasi soal, serta banyak langkah penyelesaian yang dimuat dalam buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan memilih 25 buku dari 51 buku yang telah dinyatakan layak pakai oleh Permendiknas Nomor 41 Tahun 2008. Buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI tersebut terdiri dari buku kelas 1 sampai kelas 6. Data penelitian berupa komponen soal pemecahan masalah diperoleh dan dihimpun melalui dokumentasi. Keabsahan data dilaksanakan dengan perpanjangan keikutsertaan, keajegan pengamatan, serta triangulasi dengan peneliti. Penelitian ini dilaksanakan dengan menganalisis komponen soal pemecahan masalah yang dimuat dalam buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI.Dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap 25 buku sekolah elektronik pelajaran matematika SD/MI kelas 1-6 diperoleh informasi: banyaknya soal pemecahan masalah kurang dari 15% dari keseluruhan soal yang ada, 20 buku menunjukkan soal pemecahan masalah dengan latar belakang kehidupan sehari-hari di atas 40%, 18 buku memiliki soal pemecahan masalah yang disajikan dalam bentuk gambar di atas 25%, soal dengan jawaban lebih dari satu sebanyak lebih dari 20% terdapat pada 3 buku, 22 buku memiliki variasi soal lebih dari 50%, soal pemecahan masalah dengan 2 langkah penyelesaian ditemukan pada 17 buku sebanyak lebih dari 30%, sementara soal pemecahan masalah dengan 3 langkah penyelesaian ditemukan sebanyak lebih dari 15%.Kata kunci : Komponen soal, Soal pemecahan masalah, Buku sekolah elektronik

    Pengaruh Kemampuan Manajerial dan Kematangan Bawahan terhadap Efektifitas Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana factor-faktor berikut memberi pengaruh terhadap efektifitas gaya kepemimpinan kepala sekolah di SMP Swasta di Kota Semarang yaitu (1) Kemampuan Manajerial dan (2) Kematangan BawahanSampel penelitian berjumlah 30 orang yang dipilih secara random sampling dari populasi sejumlah 120 orangCara pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan angket atau kuesioner, sedangkan analisis datanya dilakukan secara kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis regresi ganda (Multiple Regression Analysis) dengan bantuan program perangkat lunak SPSS versi 10.Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa (1) sebanyak 11 orang (36,6) menyatakan kurang baik; 6 orang (19,9%) menyatakan cukup baik; 9 orang (30%) menyatakan baik; dan 4 orang (13,2%) menyatakan sangat baik dalam hal kemampuan manajerialnya. (2) sebanyak 7 orang (23,3%) menyatakan kurang baik; 7 orang (23,3) menyatakan cukup baik, 6 orang (19,9%) menyatakan baik, dan 10 orang  (33,2%) menyatakan sangat baik dalam hal kematangan bawahan. (3) menyatakan cukup sebanyak 9 orang (30,1) menyatakan baik dan 8 orang (26,5%) menyatakan sangat baik dalam hal efektifitas gaya kepemimpinannya. Hasil uji hipotesis menjelaskan (1) ada pengaruh kemampuan manajerial terhadap efektifitas gaya kepemimpinan kepala sekolah, (2) ada pengaruh kematangan bawahan terhadap efektifitas gaya kepemimpinan kepala askeolah, (3) ada pengaruh kemampuan manajerial dan kematangan bawahan secara bersama-sama terhadap efektifitas gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat diterima. Kata Kunci: Kemampuan Manajerial, Kamatangan Bawahan dan Efektivitas Gaya Kepemimpina

    HUBUNGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA BAYI

    Get PDF
    Acute Respiratory Infections (ARI) is the most one of the childrendeath cause in developing country. The giving of exclusive breast feedingand the environment become the factors that influence of AcuteRespiratory Infections. This research is purposed to know the relationbetween exclusive breast feeding with the number of ARI cases in flat unitof Bandung Bondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar andBedagan Semarang.The research is using analitic observational method with Cross-Sectional design. The research was done for twelve months baby in flatunit of Bandung Bondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar andBedagan Semarang with 120 babies for sample, that have fulfilled theinclusive criteria and the exclusive criteria. The data that was used areprimer data from the quetioners, that was filled by the researcher whendong the observation in flat unit of Bandung Bondowoso Puncak Gading,Kaligawe Sawah Besar and Bedagan Semarang. Then the data wasanalyzed by chi square to know the relation between exclusive breastfeeding with ARI cases. Furthermore, it was tested with coefisien to knowthe closeness relation between exclusive breast feeding with ARI cases.The result of research with chi square test was got p = 0,000 andthe result of coefisien contingensi test was 0,663.The conclusion of the research is, there are relation betweenexclusive breast feeding with ARI cases in flat unit of BandungBondowoso Puncak Gading, Kaligawe Sawah Besar and BedaganSemarang with the closeness level is strong.Key word : exclusive breast feeding, ARI ABSTRAKInfeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satupenyebab kematian tersering pada anak di negara sedang berkembang.Pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dan lingkungan menjadi faktor yangmempengaruhi kejadian ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuiadanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan angka kejadianISPA di Rumah Susun Bandung Bondowoso Pucang Gading, KaligaweSawah Besar, dan Bedagan di Semarang.Penelitan ini menggunakan metode analitik observasional denganrancangan Cross-Sectional. Penelitian dilakukan pada anak usia 12 bulandi Rumah Susun Bandung Bondowoso Pucang Gading, Kaligawe SawahBesar, dan Bedagan di Semarang dengan sampel sebanyak 120 anakyang telah memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Data yangdigunakan adalah data primer dari kuesioner yan diisi oleh peneliti saatmelakukan observasi di Rumah Susun Bandung Bondowoso PucangGading, Kaligawe Sawah Besar, dan Bedagan di Semarang. Kemudiandata yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan chi-square untukmengetahui adanya hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadianISPA. Selanjutnya diuji dengan koefisien untuk mengetahui keeratanhubungan antara ASI eksklusif dengan kejadian ISPA.Hasil penelitian dengan uji chi-square didapatkan p = 0,000 danhasil uji koefisien kontingensi adalah 0,663.Disimpulkan bahwa ada hubungan antara pemberian ASI eksklusifdengan kejadian ISPA di Rumah Susun Bandung Bondowoso PucangGading, Rumah Susun Kaligawe Sawah Besar, dan Rumah SusunBedagan di Semarang dengan tingkat keeratan yang kuat.Kata kunci : ASI eksklusif, ISP

    MODEL STABILISASI TANAH DASAR UNTUK DISPOSAL AREA KALI SEMARANG

    Get PDF
    This study presents the analysis of ground settlement and stabilisation that aims to estimate the soil types, ground settlement and stabilization of the soil in Disposal Area Semarang River. The data of the two soils from this area was used as samples to represent the average soil condition. A preloading model by applying five meter embankment was used to consolidate the soil. To estimate the immediate and consolidation settlement and the change of excess pore water pressure, PLAXIS application program was used. Based on the analysis from 30 meter soil layer of the two soil samples, it was shown that this area of Semarang River had the soil type SE or soft soil. Having the embankment as load, there was the settlement as big as 2.57-2.64 meters in which took 64.5 years to happen with the consolidation degree 90 per cent that was equal to the settlement 4 centimeters per year. From the stage constructions in PLAXIS, the result was reliable as to the increase of shear strength after consolidating. It was shown that there was the increase of shear strength amounting to 13 per cent from 282.61 kN/m2 (initial condition) to 318.75 kN/m2 (after consolidation). To decrease the time for soil to consolidate,  vertical and horizontal drains can be proposed. With the vertical drain having distance in between 1 meter and a triangle pattern, the time to reach the full settlement just 4.2 weeks. Key words :     Soil types, settlement, preloading, vertical drain, Disposal Area Kali Semaran

    53

    full texts

    54

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Majalah Ilmiah Sultan Agung
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇