1,721,200 research outputs found
Analisis Penjadwalan Waktu Dengan Metode Pert Pada Proyek Pembangunan Konstruksi Menara Pemancar Telekomunikasioleh Pt. Putra Aditya Nugraha Di Rumbai, Pekanbaru
This study aims to determine and analyze the management of the implementation of telecommunication transmitter tower construction projects using the PERT method at PT. Putra Aditya Nugraha. In conducting this research, the researcher obtained the data directly from the company. In this study, researchers used the PERT method which acts as a tool to measure the timeliness of project completion and the level of probability of completion of the project. The results obtained from this study are that there are differences in project completion time when using the PERT method. By using the PERT method, project completion can be completed more quickly, namely 74 working days, with a probability of 95%. While the project completion time by PT. Putra Aditya Nugraha is 90 working days. There is a difference of 16 working days
TIPOLOGI KEMISKINAN DI KOTA MAKASSAR
-Aditya Nugraha, Tipologi Kemiskinan Di Kota Makassar (dibimbing oleh Bapak Dr. H. Abd. Hamid Paddu, dan bapak Drs. Anas Iswanto Anwar, MA.)\ud
\ud
\ud
Tipologi kemiskinan yang paling dominan di Kota Makassar adalah tipologi kemiskinan kultural yang dimana tipologi kemiskinan ini mencapai 42,3% lebih besar dibadingkan tipologi kemiskinan natural sebesar 27,4% dan tipologi kemiskinan structural sebesar 31,3%.disamping itu, yang perlu dipahami kemiskinan kultural ini berdasarkan indikator masyarakat Makassar yang masih memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap takdir serta memiliki jumlah anggota keluarga yang banyak. Kebijakan pemerintah dalam mengeluarkan regulasi juga dianggap menjadi salah satu penyebab kemiskinan Struktural seperti: Masih berpihaknya pemerintah terhadap pembangunan pasar modern dibandingkan pasar tradisional, masih maraknya terjadi penggusuran,dan kurangnya ketersediaan lapangan kerja
PENGARUH SCALE PADA SISTEM PENDINGIN AIR LAUT TERHADAP DIESEL GENERATOR DI MV. ORIENTAL JADE
ABSTRAKSI
Aditya Nugraha Yudhanto, NIT. 51145333 T, 2019, “ Pengaruh scale pada low
temperature cooler terhadap diesel generator di MV. ORIENTAL JADE”, Skripsi
Program Studi Teknika. Program Diploma IV, Politeknik Ilmu Pelayaran
Semarang, Pembimbing I: Dr. Eko Nugroho W, M.M., M.Mar.E. dan
Pembimbing II: Capt. H. Moh. Aziz Rohman, M.M., M.Mar.
Sistem pendinginan di kapal MV. ORIENTAL JADE digunakan untuk menunjang
pengperasian dan kelancaran diesel generator. Dengan adanya diesel generator di atas
kapal dapat menunjang sistem kelistrikan dan jalnnya kelancarn pelayaran. Dengan
ketentuan untuk kelancaran pada sistem pendingnan diperlukan suhu yang normal antara
60oC sampai 71oC dan untuk ketentuan apabila suhu yang melebihi ketentuan dapat
menjadikan permasalahan pada diesel generator yang disebabkan oleh pengaruh scale
pada low temperature cooler antara 77oC sampai 82oC. Penulis merumuskan persoalan
dengan mencari faktor-faktor dari meningkatnya suhu pendingin diesel generator,
pengaruh dari scale pada low temperature cooler, serta bagaimana cara mengatasi scale
pada low temperature cooler. Penulis merangkum permasalahan-permasalahan dan
mencoba memecahkan masalah dengan menggunakan metode HAZOP dan USG, yaitu
mencari frequency dan konsekuensi dari permasalahan yang diambil serta membuat
point-point dari yang Urgency, Seriously, Growth sebagai penangan atau upaya, dan juga
ditambah observasi serta studi pustaka.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di MV. ORIENTAL JADE dengan
metode HAZOP dan USG dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi
tingginya suhu pendingin diesel generator adalah rusaknya saringan air laut yang akan
menimbulkan kotoran, sampah, serta teritip(scale) masuk ke dalam low temperature
cooler dan kemudian perubahan tekanan air air laut serta perubahan temperature air laut
yang akan mengganggu jalannya proses pendinginan di dalam low temperature cooler.
Faktor tersebut merupakan intermediate event yang masih bisa ditelusuri lagi
penyebabnya.
Dampak dari scale pada low temperature cooler akan menyebabkan naiknya suhu
gas buang pada diesel generator, diesel generator overheat, putaran diesel generator turun
secara otomatis. Serta pemuaian bahan bakar karena panas yang berlebihan. Untuk
menjaga agar temperature pada sistem pendinginan tetap optimal yaitu melakukan
perawatan pada komponen-komponen sistem pendinginan tersebut secara rutin sesuai
dengan PMS (plans maintenance system).
ABSTRACT
Aditya Nugraha Yudhanto, NIT. 51145333 T, 2019, “influence of scale on the
sea water cooling system on the diesel generator in MV. ORIENTAL
JADE”, Technical study program thesis. Diploma IV Program, Merchant
Marine Semarang, Material Adviser I: Dr. Eko Nugroho W, M.M.,
M.Mar.E. and Writing Adviser II: Capt. H. Moh. Aziz Rohman, M.M.,
M.Mar.
The cooling system on the MV ship. ORIENTAL JADE is used to support
the operation and smooth operation of the diesel generator. With the presence of
diesel generators on board the ship can support the electricity system and the
extent of shipping. With the provisions for fluency in the pendingnan system
normal temperatures are required between 60 oC to 71 oC and for provisions if the
temperature exceeds the provisions can make the diesel generator problems
caused by the influence of the scale on the low temperature cooler between 77 oC
to 82 oC. The author formulates the problem by looking for factors from
increasing the cooling temperature of the diesel generator, the effect of the scale
on the low temperature cooler, and how to overcome the scale on the low
temperature cooler. The author summarizes the problems and tries to solve the
problem by using the HAZOP and USG methods, namely looking for frequency
and the consequences of the problems taken and making points from the Urgency,
Seriously, Growth as handlers or efforts, and also added observations and
literature.
Based on the results of research conducted in the MV. ORIENTAL JADE
with the HAZOP and USG method can be concluded that the factors that affect
the high coolant temperature of the diesel generator are damage to the seawater
filter which will cause dirt, garbage, and scale to enter the low temperature cooler
and then changes in sea water pressure and changes sea water temperature that
will disrupt the cooling process in the low temperature cooler. This factor is an
intermediate event that can still be traced to the cause.
The impact of the scale on the low temperature cooler will cause the flue
gas temperature to rise in the diesel generator, overheat diesel generator, the turn
of the diesel generator to drop automatically. And fuel expansion due to excessive
heat. To keep the temperature in the cooling system remains optimal, which is to
maintain the cooling system components on a regular basis in accordance with
PMS (plans maintenance system)
Pengaruh Insider Ownership Dan Kebijakan Hutang Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Publik Di Indonesia
Mohammad Aditya Nugraha. 2004. Pengaruh Insider Ownership Dan Kebijakan Hutang Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Publik Di Indonesia. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang. 57 hal. Pembimbing I. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. Pembimbing II. Bestari Dwi Handayani, SE, M.Si.
Kata Kunci : Insider Ownership, Kebijakan Hutang, dan Return Saham
Di pasar modal, surat berharga yang sering diperdagangkan adalah saham. Dengan Pengelolaan perusahaan lazimnya bertujuan untuk memakmurkan pemiliknya. Semakin tinggi harga saham berarti semakin memakmurkan pemilik saham. Bila harga saham meningkat, maka berarti nilai perusahaan meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pemilik modal (principal) bisa mempercayakan kepada para profesional (manajer) atau insider atau sering disebut agen. Pemberian amanat kepada insider dapat dipandang sebagai pemisahan fungsi pengambilan keputusan dan pengalihan resiko. Insider ownership dan kebijakan hutang oleh manajer dapat mempengaruhi return saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh insider ownership dan kebijakan hutang terhadap return saham.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dan membagikan dividen serta manajer memiliki saham di Bursa Efek Indonesia dan membagikan dividen selama tahun 2007 – 2009. Dengan teknik sampling purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 33 perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda.
Hasil analisis dengan menggunakan SPSS Versi 13 menunjukkan bahwa : (1). Insider Ownership tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. (2). Kebijakan Hutang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. (3). Insider Ownership dan Kebijakan Hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Pengaruh tersebut hanya sebesar 8,9%.
Untuk itu sebaiknya manajer tetap membeli saham perusahaan, namun dengan prosentase yang relatif besar, karena nantinya akan berpengaruh terhadap rapat umum pemegang saham (RUPS). Bila manajer banyak yang membeli saham, maka akan mempengaruhi keputusannya terhadap kebijakan perusahaan salah satunya besarnya pembayaran dividen. Untuk itu, sebaiknya perusahaan tetap berhati-hati dalam memperoleh pinjaman (hutang), yaitu mencari pinjaman hanya bila ada proyek atau investasi lain yang menguntungkan saja
Pengaruh Insider Ownership Dan Kebijakan Hutang Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Publik Di Indonesia
Mohammad Aditya Nugraha. 2004. Pengaruh Insider Ownership Dan Kebijakan Hutang Terhadap Return Saham Pada Perusahaan Publik Di Indonesia. Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi Universitas Negeri Semarang. 57 hal. Pembimbing I. Amir Mahmud, S.Pd., M.Si. Pembimbing II. Bestari Dwi Handayani, SE, M.Si.
Kata Kunci : Insider Ownership, Kebijakan Hutang, dan Return Saham
Di pasar modal, surat berharga yang sering diperdagangkan adalah saham. Dengan Pengelolaan perusahaan lazimnya bertujuan untuk memakmurkan pemiliknya. Semakin tinggi harga saham berarti semakin memakmurkan pemilik saham. Bila harga saham meningkat, maka berarti nilai perusahaan meningkat. Untuk mencapai tujuan tersebut, para pemilik modal (principal) bisa mempercayakan kepada para profesional (manajer) atau insider atau sering disebut agen. Pemberian amanat kepada insider dapat dipandang sebagai pemisahan fungsi pengambilan keputusan dan pengalihan resiko. Insider ownership dan kebijakan hutang oleh manajer dapat mempengaruhi return saham. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh insider ownership dan kebijakan hutang terhadap return saham.
Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar dan membagikan dividen serta manajer memiliki saham di Bursa Efek Indonesia dan membagikan dividen selama tahun 2007 – 2009. Dengan teknik sampling purposive sampling, diperoleh sampel sebanyak 33 perusahaan. Metode pengumpulan data menggunakan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah regresi berganda.
Hasil analisis dengan menggunakan SPSS Versi 13 menunjukkan bahwa : (1). Insider Ownership tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. (2). Kebijakan Hutang berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. (3). Insider Ownership dan Kebijakan Hutang tidak berpengaruh signifikan terhadap Return Saham. Pengaruh tersebut hanya sebesar 8,9%.
Untuk itu sebaiknya manajer tetap membeli saham perusahaan, namun dengan prosentase yang relatif besar, karena nantinya akan berpengaruh terhadap rapat umum pemegang saham (RUPS). Bila manajer banyak yang membeli saham, maka akan mempengaruhi keputusannya terhadap kebijakan perusahaan salah satunya besarnya pembayaran dividen. Untuk itu, sebaiknya perusahaan tetap berhati-hati dalam memperoleh pinjaman (hutang), yaitu mencari pinjaman hanya bila ada proyek atau investasi lain yang menguntungkan saja
OPTIMASI PROSES PRODUKSI ASAM LEMAK BEBAS MELALUI PROSES HIDROLISIS ENZIMATIS MINYAK GORENG SAWIT
Bambang Aditya Nugraha Adiasputra (G62108269). Optimasi Proses Produksi Asam Lemak Bebas melalui Proses Hidrolisis Enzimatis Minyak Goreng Sawit. Di bawah bimbingan: Mursalim dan Haerani\ud
\ud
ABSTRAK\ud
Pola konsumsi masyarakat terhadap minyak goreng sawit yang terus meningkat harus diiringi dengan perkembangan teknologi dalam menghasilkan minyak goreng sawit dan berbagai produk sampingan yang bermanfaat bagi masyarakat. Asam lemak bebas/Free fatty acid (FFA) sebagai salah satu produk sampingan dapat difungsikan sebagai bahan dasar bagi industri makanan, ban, kosmetik, plastik, cat, detergen, dan sabun. Tujuan penelitian ini untuk menentukan kondisi maksimal dan mempelajari pengaruh temperatur, rasio katalis, rasio w/o (jumlah air yang terdispersi dalam fase minyak) untuk memperoleh asam lemak bebas yang optimum. Proses produksi asam lemak bebas dalam penelitian ini dilakukan dengan hidrolisis enzimatis, enzim yang digunakan adalah enzim lipase. Kondisi operasi dilakukan pada temperatur 30 0C, 40 0C, dan 50 0C pada tekanan ruang. Variasi penggunaan katalis dilakukan dengan rasio 0,0005; 0,0025; 0,005; 0,01 g/ml dan rasio w/o dengan perbandingan 1:10; 1:4; 1:2,86; 1:2. Setelah reaksi hidrolisis, perolehan asam lemak bebas/FFA dianalis dengan titrasi menggunakan KOH, dan dilakukan pengujian nilai indeks bias dan bobot jenis pada perolehan FFA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, asam lemak bebas/FFA yang tertinggi diperoleh sebesar 3,542 mmol/g dengan rendemen FFA sebesar 94,58% dilakukan pada kondisi operasi temperatur 400C, rasio katalis 0,01 g/ml, dan rasio w/o 1:2 dengan nilai indeks bias sebesar 1,454 dan bobot jenis sebesar 0,894 g/ml.\ud
\ud
Kata Kunci: Asam Lemak Bebas, Hidrolisis, Enzim, Optimas
PEMBUATAN PROTOTYPE PENCATATAN TIMBANG BEBAN BERBASIS MIKROKONTROLLER ATMEGA 16
ABSTRACTBernu, 2013, Pembuatan Prototype Alat Pencatatan Timbang Beban Berbasis Mikrokontroler ATMega 16. Tugas Akhir, Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknologi Informasi, Universitas Kanjuruhan Malang. Pembimbing : Danang Aditya Nugraha, S.StKeywords: Microcontroller, Sensor FlexiForce, Borland Delphi7
Buku peranan solar home system sebagai listrik pedesaan : Dampak teknis, ekonomi, dan sosial
Sebagai Listrik Pedesaan : Dampak Teknis, Ekonomi, dan Sosial Buku Teknik berjudul Buku Peranan Solar Home System Sebagai Listrik Pedesaan : Dampak Teknis, Ekonomi, dan Sosial merupakan karya I Made Aditya Nugraha dan I Gusti Made Ngurah Desnanjaya. Buku teknik ini menyajikan ulasan mengenai dampak teknis, ekonomi, dan sosial dari penggunaan Solar Home System sebagai sumber listrik di pedesaan. Salah satu sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan di Indonesia sebagai substitusi energi listrik adalah energi dari sinar matahari. Letak geografis Indonesia yang berada di bawah garis khatulistiwa (ekuator) menjadikan Indonesia sebagai negara beriklim tropis dan lebih banyak mendapat sinar matahari dibanding negara lain yang memiliki empat musim. Hal ini memungkinkan penyediaan energi listrik untuk daerah-daerah terpencil yang belum tersalurkan aliran listrik melalui sistem photovoltaic dengan cara PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) terpusat atau SHS (Solar Home System). Pada saat ini penyediaan energi listrik belum berhasil mencapai daerah-daerah yang jauh dari jangkauan distribusi pusat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti investasi jaringan listrik yang mahal, daya beli masyarakat yang masih rendah dan suplai energi listrik yang terbatas. Padahal energi listrik adalah sarana untuk menggerakan denyut kehidupan modern, menyebarkan informasi, meningkatkan pengetahuan dan kesehatan masyarakat, serta menggerakan berbagai peralatan modern. Dengan demikian, agar seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati energi listrik, sumber energi alternatif seperti matahari, angin, air, biomassa, dan panas bumi dapat digunakan. Sumber energi alternatif ini merupakan sumber energi terbarukan, yang ramah lingkungan, dan perlu dikembangkan sebagai sumber energi listrik. Hal ini sejalan dengan Kebijakan Energi Nasional, yang berisikan kebijakan pemerintah dalam pengelolaan energi nasional dengan peningkatan peran energi terbarukan dalam pembangkitan energi nasional. Berikut Daftar Isi Buku Teknik berjudul Buku Peranan Solar Home System Sebagai Listrik Pedesaan : Dampak Teknis, Ekonomi, dan Sosial, diantaranya:Listrik Pedesaan di IndonesiaPembangkit Listrik Tenaga SuryaPeranan Solar Home System Sebagai Listrik PedesaanEpilog: Inferensi Solar Home System Sebagai Listrik Pedesaa
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
