55 research outputs found
The Dialectical Spirals of the Civilization Paradigm
The existence of a civilization is of concern to both Western and Eastern scientists. Scientists observe and examine the various factors that led to the fall and rise of a civilization. They also explore various things that make the existence of a civilization survive amidst various challenges. In the perspective of Muslim scientists, there are various factors that cause a civilization to exist and a civilization to collapse. According to them, one of the factors that can cause the collapse of a civilization is tyranny. Meanwhile, one of the most dominant factors determining the existence of a civilization is social justice. This article will elaborate the dialectical spiral civilization paradigm from the perspective of Muslim scientists.
Keberadaan peradaban menjadi perhatian para ilmuwan Barat dan Timur. Ilmuwan mengamati dan meneliti berbagai faktor yang menyebabkan jatuhnya suatu peradaban. Mereka juga mengeksplorasi berbagai hal yang membuat eksistensi suatu peradaban tetap bertahan di tengah berbagai tantangan. Dalam perspektif ilmuwan Muslim, ada berbagai faktor yang menyebabkan munculnya peradaban dan kehancuran peradaban. Menurut mereka, salah satu faktor penyebab runtuhnya suatu peradaban adalah tirani. Sedangkan salah satu faktor yang paling dominan menentukan keberadaan suatu peradaban adalah keadilan sosial. Artikel ini akan menguraikan paradigma peradaban spiral dialektis dari perspektif ilmuwan Muslim
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH (Studi Pada Beberapa Sekolah Umum Kabupaten Purworejo)
Berawal dari asumsi umum bahwa sebagian besar generasi bangsa Indonesia (yang mayoritas muslim) lebih banyak mengikuti pendidikan di sekolah umum daripada di madrasah, sedangkan Pendidikan Agama Islam (PAI) yang diterima oleh para siswa muslim di sekolah umum tersebut hanya ‘kulit’ dari ajaran agama Islam. Imbasnya adalah banyak siswa muslim dari sekolah umum yang pemahaman agamanya sangat dangkal dan tidak kaffah serta semata-mata hanyalah aspek kognitif yang menjadi prioritas pembahasannya. Untuk pengamalan dan penghayatan terhadap aqidah dan akhlak Islam, menjadi jauh dari harapan. Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam pada sekolah umum mulai dari level Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas harus mendapatkan pengembangan, modifikasi, inovasi dan program-program belajar tambahan agar tujuan integral dari Pendidikan Agama Islam tersebut dapat dicapai secara optimal sehingga pembelajaran PAI lebih berdaya di sekolah umum. Program Sekolah Berwawasan Budi Pekerti yang diluncurkan di sekolah-sekolah umum merupakan salah satunya. Inti dari program pendidikan ini adalah upaya untuk mewujudkan para siswa yang memiliki budi pekerti atau moral yang luhur, yang dalam konteks agama Islam adalah akhlak karimah.
Pertanyaannya adalah bagaimana implementasi dan efektivitas program pendidikan budi pekerti di sekolah umum? Bagaimana pula pengembangan dan pemberdayaan PAI di sekolah umum yang melaksanakan program sekolah berwawasan budi pekerti? Penelitian ini mengambil obyek di SD Negeri, SMP Negeri dan SMA Negeri yang telah melaksanakan program tersebut sejak tahun 2007 di wilayah kabupaten Purworejo. Penelitian ini, berusaha mendeskripsikan sekolah berwawasan budi pekerti yang kemudian menguraikan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dari implementasi program pendidikan budi pekerti tersebut. Pendekatan kajiannya menggunakan pendekatan kualitatif naturalistik yang melakukan pembahasan secara deskriptif komprehensif dan alamiah terhadap fokus penelitian dalam suatu kesatuan sistem pendidikan, dengan metode observasi lapangan, wawancara, dokumentasi, serta menguji kevalidan data dengan mempersering interaksi dengan sumber-sumber utama, observasi lebih tekun dan melakukan uji triangulasi. Menggunaan metode deskriptif analisis, analisis lintas kasus serta penalaran induktif dan komparatif untuk mengolah, membahas dan menganalisis hasil-hasil temuan.
Dalam penelitian ini ditemukan suatu pola pengembangan dan pemberdayaan pembelajaran PAI yang terintegrasi dalam program sekolah berwawasan budi pekerti, yakni untuk lebih meningkatkan penanaman moral/akhlak bagi para siswa lebih banyak dilakukan melalui kegiatan-kegiatan luar kelas yang membiasakan dan membudayakan menjunjung tinggi budi pekerti luhur. Pengembangan kurikulum dengan menyisipkan nilai-nilai budi pekerti dalam setiap pembelajaran di kelas. Dengan adanya model seperti ini, terjadi efektivitas penanaman budi pekerti pada para siswa di sekolah-sekolah umum. Adanya program pendidikan budi pekerti juga menjadikan suatu hidden curriculum yang terukur dan teratur bagi proses pembelajaran PAI di sekolah. Hal ini sangat berpengaruh kepada keberdayaan PAI di sekolah tersebut di mana persoalan klasik tentang kurangnya jumlah jam pelajaran PAI di sekolah umum secara efektif dapat teratasi
ANALISIS IMPLEMENTASI DAN PENGEMBANGAN KURIKULUM MERDEKA PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
The purpose of this research is to determine and analyze the implementation of the Independent Curriculum as well as the development and evaluation carried out in higher education. This research uses a qualitative method with a descriptive approach which aims to describe the subject related to the conditions observed and data obtained through observation, interviews and documentation. This research was conducted at Yogyakarta State University. Data from observations, interviews and document analysis can be analyzed using content analysis to identify concepts, objectives, methods and independent curriculum evaluation and develop them using relevant theories.The findings of this research are several obstacles in implementing the Merdeka curriculum at Yogyakarta State University, namely understanding the different characteristics of students due to the still inherent passive school culture, classroom conditioning in the learning process, lack of active learning in the classroom.In this research the author analyzes the forms and patterns of problems that occur in the field and develops an independent curriculum to improve existing problems based on the substance of the curriculum as a system, where the curriculum is an inseparable unit. separated between components.
 
MODEL MANAJEMEN FLEKSIBEL PENDIDIKAN PROFESI GURU DI INDONESIA
Karya ini merupakan karya berseri dengan karya sebelumnya berupa buku yang berjudul Teacher’s Profession Education and Educational Clinic: A Recommendation An Education Model Which Is Capable Of Developing Teachers’ Competence Part 1 dengan ISBN 1523337036 dan nomor hak cipta 9781523337033 yang diterbitkan pada tahun 2016 oleh Creattespace Independent Publishing Platform P.O. Box 5934, New York, NY 10016, United States. Dua buah kaarya terkait dengan pendidikan profesi guru dirasa belum komprehensif dan detail, oleh karenanya karya ketiga terkait dengan pendidikan profesi guru dalam proses untuk dipubikasikan
PENDIDIKAN PANCASILA UNTUK PERGURUAN TINGGI : Sebuah buku referensi
Buku Pancasila ini memuat pokok-pokok pembahasan tentang pendidikan Pancasila yang terdiri atas: pengertian, landasan dan tujuan Pendidikan Pancasila; Pancasila sebagai sistem filsafat; sejarah Pancasila; Pancasila sebagai etika politik dan ideologi bangsa Indonesia; Pancasila sebagai sistem nilai, sebagai paradigma kehidupan, serta tantangan Pancasila dalam era global. Buku ini dapat melengkapi pustaka yang menyajikan materi Pancasila untuk Perguruan Tinggi, penulis menambahkan nilai-nilai filosofis Pancasila dari perspektif kontemporer, dimana kemajuan zaman jelas menjadi tantangan tersendiri bagi eksistensi Pancasila khususnya pada generasi muda. Merevitalisasi nilai-nilai Pancasila menjadi suatu hal yang penting untuk dilakuka
THE IMPLEMENTATION OF SITUATIONAL ACCOMPANIMENT
The terminology of accompaniment is very popular in the community, especially in the education sector. However, specific assistance is still rare. Likewise, the implementation of ideal accompaniment is rarely done. Thus the terminology of accompaniment is only like rhetoric without a tangible existence. This study combines accompaniment with situational leadership. The research method is a mix method with sequential exploratory techniques. The results of the research on 16 students were the types of delegating, participating, motivating and instructing. Delegating is implemented for the students who are strong for their learning motivation and academic capabilty. Participating is implemented for the students who are strong for their learning motivation but weak for academic capabilty. Motivating is implemented for the students who are weak for their learning motivation but strong for academic capabilty. Instructing is implemented for the students who are weak for their learning motivation and academic capabilt
FUNDAMENTALISME DALAM ISLAM
Gerakan fundamentalisme baik dalam era klasik maupunmodern ini merupakan kelompok gerakan yang memilikibanyak faktor penyebabyangmelahirkannya. Ia lahir dalam rahim sejarah keagamaan yang kompleks dengan berbagai persoalan kehidupan beragama dengan memberikan jawaban tersendiri. Terkadang respon tanggapan mereka justru menciptakan atmosfer yang tidak sehat, sebab mereka menafikan golongan lain yang tidak sepandangan dengan prinsip-prinsip yang mereka yakini,sehingga seringkali menjadi konflik gesekan antar umat beragama, dalam hal ini umat Islam karena benturan aliran keyakinan tersebut. Persoalannya, bagaimana sebenarnya makna fundamentalisme? Apa faktor penyebab munculnya? Bagaimana karakteristik gerakan-gerakan fundamentalime tersebut? Apa saja ragam tipologi fundamentalisme sejak era pra-modern hingga era modern? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang menjadi fokus pembahasanpada tulisan ini, dengan menitikberatkan pada permasalahanfundamentalisme dalam Islam
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar pada Pelajaran Al-Qur’an Hadis di MAN 3 Sleman Yogyakarta
Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi kurikulum merdeka belajar pada pelajaran al-Qur’an hadis di MAN 3 Sleman Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di MAN 3 Sleman pada kelas X yang terdiri dari 10 kelas. Subyek penelitian yaitu guru pelajaran al-Qur’an hadis. Dari hasil yang ditemukan bahwa Madrasah Aliyah Negeri 3 Sleman sebagai salah satu piloting Kurikulum Merdeka untuk wilayah kabupaten Sleman DIY, dimana metode yang digunakan dalam proses pembelajaran Kurikulum Merdeka salah satunya menggunakan metode pembelajaran berbasis proyek. Metode ini disebut Problem Based Learning (PBL) untuk lebih meningkatkan kemampuan berpikir kritis menumbuhkan inisiatif siswa dalam bekerja, memotivasi dan mengembangkan hubungan interpersonal dalam kelompok. Namun, pada pelajaran Al-Qur’an Hadis materi yang disampai masih sama dengan materi kurikulum 13, jadi tidak ada perubahan. Sehinga bisa dikatakan implementasi kurikulum merdeka di MAN 3 Sleman pada pelajaran Al-Qur’an Hadis belum sepenuhnya terimplementasikan
MODEL MANAJEMEN “FLEKSIBEL” PENDIDIKAN PROFESI GURU DI INDONESIA (SEBUAH MODEL HIPOTETIK)
Penulisan karya ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan profesi guru di Indonesia. Kita semua telah mengetahui bahwa pendidikan profesi guru khususnya di lingkungan kementerian Agama RI sampai saat kini khususnya untuk pra-jabatan belum dilaksanakan; oleh karenanyakami berusaha untuk ikut berkontribusi terutama dalam implementasi.
Terkait dengan landasan filosofis dan konsep pendidikan profesi guru, penulis telah menuangkannya dalam buku yang berjudul Teacher’s Profession Education and Educational Clinic: A Recommendation An Education Model Which Is Capable Of Developing Teachers’ Competence. Karya ini difokuskan pada tataran praksis dan diberi judul MODEL MANAJEMEN “FLEKSIBEL” PENDIDIKAN PROFESI GURU DI INDONESIA (SEBUAH MODEL HIPOTETIK).
Karya ini dibatasi pada sebuah konsep model yang seharusnya dilakukan uji coba lapangan untuk mengukur efektivitas serta penyempurnaan konsep. Dikarenakan keterbatasan yang ada maka riset untuk mengukur efektivitas kerja model dan menyempurnakannya seyogyanya segera dilakuka
INTERAKSI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Manusia merupakan pelaku utama pendidikan, baik sebagai penyelenggara pendidikan, pendidik, tenaga kependidikan maupun peserta didik. Sedangkan setiap hasil pemikiran, perasaan dan perbuatan manusia melahirkan kebudayaan manusia itu sendiri.
Pendidikan dengan kemampuannya yang sistemik melakukan transfer pengetahuan dan nilai-nilai memiliki peran yang signifikan dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan manusia. Karena proses pendidikan pada hakikatnya merupakan proses memhudaya. I Modernisasi dan globalisasi menjadi tantangan yang besar bagi nilai-nilai budaya luhur yang telah lama hidup di masyarakat. Perkembangan zaman pada akhirnya akan
melahirkan budaya-budaya baru masyarakat tersebut. Pendidikan berupaya menjaga nilai-nilai budaya lama sekaligus menyiapkan generasi masyarakat untuk menerima budaya haru yang positif dan mengkolaborasikan untuk melahirkan budaya baru yang lebih baik. Sehingga pendidikan akan menghantarkan pada proses pembentukan budaya dan peradaban manusi
- …
