68 research outputs found

    Tindak Tutur Ujaran Ustaz Basalamah Mengenai Pengharaman Wayang

    No full text
    This article aims to reveal the locutionary and illocutionary forms of utterances made by the religious figure Ustaz Khalid Zeed Abdullah Basalamah, commonly known as Ustaz Basalamah, about the prohibition of wayang. To analyse the data, listening and recording techniques were used from the recorded question and answer between Ustaz Basalamah and the congregation regarding the prohibition of wayang. At the data analysis stage, the distributional method was used by emphasizing the lingual unit of the language that was the target of the research. Through various stages of analysis, the researcher found two of the five types of illocutionary speech acts in Searle's (1969) theory of Ustaz Basalamah's utterances. The two types of illocutionary speech acts are assertive and directive. In the assertive illocutionary act, the researcher found at least five utterances that fall into that category. Meanwhile, four utterances are included in the type of directive illocutionary speech act

    FRAMING DAKWAH MEDSOS PERIHAL BID’AH ABDUL SOMAD DAN SYAFIQ REZA BASALAMAH (Analisis Robert N. Entment): Indonesia

    No full text
    Dakwah dan komunikasi memiliki kaitan yang erat dan tidak dapat dipisahkan, diantaranya pendakwah atau da’i dan juga media sosial. Di media sosial sedang viral tentang da’i kondang, Abdul Somad dan Syafiq Reza Basalamah. Dua ustadz kondang ini berhasil menarik perhatian masyarakat dengan materi-materi dakwah yang disajikan dalam media komunikasi, baik televisi maupun media sosial. Satu yang menarik untuk dikaji dari keduanya yaitu materi bid’ah dalam pesan dakwah menggunakan analisis framing. Penelitian ini menghasilkan temuan sebagai berikut: (1) Model pesan dakwah materi bid’ah oleh Abdul somad menggunakan metode ceramah diisi dengan tanya jawab, dalam bentuk pendidikan dan pengajaran dengan tidak merasa diri benar sutuhnya. Sedangkan model pesan dakwah materi bid’ah oleh Syafiq Reza Basalamah menggunakan metode ceramah dan tanya jawab, ditunjukan dengan penuh ketenangan dan ketegasan (2) Abdul Somad pada Islam itu indah official youtube, dan Syafiq Reza Basalamah pada sang pendoa official youtube. Kedua media sosial youtube tersebut memiliki tendensi yang berbeda dalam mengkonstruksi fakta teks pemberitaan dakwah tentang bid’ah, Islam itu indah official youtube cenderung menekankan pada isi teks, dan metode penyampaian dakwah Islam Nusantara yang dibawakan Abdul Somad, Sedangkan sang pendoa official youtube cenderung menekankan dakwah pada kisah-kisah Nabi pada zamannya,dan metode penyampaian dakwah wahabi Syafiq Reza Basalamah

    REPRESENTASI NILAI PENDIDIKAN ISLAM DALAM CERAMAH DIGITAL USTADZ KHALID BASALAMAH: PENDEKATAN ANALISIS WACANA KRITIS FAIRCLOUGH

    No full text
    Abstract This study analyzes the representation of Islamic educational values in Ustadz Khalid Zeed Abdullah Basalamah’s digital sermons using Fairclough’s Critical Discourse Analysis. Employing a qualitative download–note method, the research examines sermon data from 2022–2024. The findings reveal that Basalamah’s sermons represent values of monotheism, ethics, knowledge, and social responsibility through assertive and educative religious language. His discourse fosters moral and spiritual awareness among digital audiences and integrates textual, discursive, and social dimensions of Islamic preaching. These results support Nurdin and Fauzan’s (2025) view that digital da’wah functions as moral education for contemporary Muslim society. Keywords: Islamic education, digital sermons, Khalid Basalamah, critical discourse analysisAbstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai pendidikan Islam dalam ceramah digital Ustadz Khalid Zeed Abdullah Basalamah menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis Fairclough. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan teknik download–catat terhadap data ceramah digital periode 2022–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa ceramah Basalamah merepresentasikan nilai tauhid, adab, ilmu, dan tanggung jawab sosial melalui pilihan bahasa religius yang tegas dan edukatif. Bahasa dakwah yang digunakan berfungsi membentuk kesadaran moral dan spiritual audiens digital. Wacana yang dibangun memperlihatkan integrasi antara teks religius, praktik dakwah, dan konteks sosial keagamaan modern. Temuan ini sejalan dengan pandangan Nurdin dan Fauzan (2025) bahwa dakwah digital menjadi media pendidikan moral bagi masyarakat Muslim kontemporer. Kata Kunci: pendidikan Islam, ceramah digital, Khalid Basalamah, analisis wacana kritis &nbsp

    Pernikahan Wanita Janda Perspektif Syafiq Riza Basalamah

    No full text
    The status of a widowed woman is a difficult and emotional challenge because they must take care of their needs and their children alone, and they also have to feel the psychological burden of the surrounding community, because society in general still views widow status negatively. Widowed women, if they decide to remarry after a divorce, are underestimated by most people and even labeled with negative things. This research was conducted with the author raising the perspective of an Ahlusunnah da'i, namely Syafiq Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah. He is an Ahlusunnah da'i who often discusses Islamic law and marriage based on the foundation of the Qur'an and Hadith. Hence, the purpose of this study is to provide insight and information about the law of remarriage for widowed women and the wisdom of marrying widowed women from an Islamic perspective and the perspective of Syafiq Riza Basalamah. This research was conducted using a qualitative approach method that uses content analysis where data sources are obtained from YouTube videos, books, and several scientific papers. Thus, the results of this study have found that the law of remarriage for widowed women from an Islamic perspective and the perspective of Syafiq Riza Basalamah is that it is permissible not to do so and is obligatory under certain conditions, and helping widows is not only marrying but also meeting their needs.Status wanita janda merupakan tantangan emosional yang berat dan sulit karena mereka harus mengurus kebutuhan hidupnya serta anaknya dengan seorang diri, bahkan mereka juga harus merasakan beban psikologis dari masyarakat sekitarnya, karena masyarakat pada umumnya masih memandang negatif status janda. Wanita janda pun jika memutuskan untuk menikah kembali setelah bercerai, dipandang sebelah mata oleh kebanyakan masyarakat umumnya bahkan dilabeli dengan hal-hal negatif. Penelitian ini dilakukan dengan penulis mengangkat perspektif seorang da’i Ahlusunnah yaitu Syafiq Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah. Beliau adalah da’i Ahlusunnah yang sering membahas hukum Islam dan pernikahan berdasarkan landasan Al-Qur’an dan Hadits. Dengan demikian maka, tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan wawasan dan informasi tentang hukum menikah kembali bagi wanita janda dan hikmah menikahi wanita janda perspektif Islam dan perspektif Syafiq Riza Basalamah. Penelitian ini dilakukan dengan memakai metode pendekatan kualitatif yang menggunakan analisis isi dimana sumber data yang didapatkan melalui dari video youtube, buku-buku, serta beberapa karya ilmiah. Dengan demikian, hasil dari penelitian ini telah diketahui bahwa hukum menikah kembali bagi wanita janda perspektif Islam dan perspektif Syafiq Riza Basalamah adalah boleh untuk tidak melakukannya dan wajib dengan syarat tertentu, serta menolong janda bukan hanya menikahi tetapi juga memenuhi kebutuhannya

    INOVASI, ORIENTASI PASAR, KOMPETENSI DAN ORIENTASIKEWIRAUSAHAAN PENGARUHNYA TERHADAP KEUNGGULANBERSAING DAN KINERJA PEMASARAN PADA UMKMPENGOLAHAN RUMPUT LAUTDI SULAWESI SELATAN

    No full text
    ABSTRAKAKMAL ABDULLAH. Inovasi, Orientasi Pasar, Kompetensi dan OrientasiKewirausahaan Pengaruhnya terhadap Keunggulan Bersaing dan KinerjaPemasaran pada UMKM Pengolahan Rumput Laut di Sulawesi Selatan.(Dibimbing oleh H. Salim Basalamah, Hj. Jeni Kamase dan IbrahimDani).Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh inovasi, orientasipasar, kompetensi dan orientasi kewirausahaan terhadap keunggulanbersaing, menganalisis pengaruh inovasi, orientasi pasar, kompetensi danorientasi kewirausahaan terhadap kinerja pemasaran, menganalisiskeunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran, dan menganalisispengaruh inovasi, orientasi pasar, kompetensi dan orientasi kewirausahaanmelalui keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran,Penelitian dilaksanakan pada UMKM di Sulawesi Selatan denganpopulasi. Jadi total sampel penelitian ini 158 orang responden. Data hasilkuesioner dianalisis menggunakan Structural Equation Modelmenggunakan bantuan AMOS dan SPSS versi 24..Hasil penelitian menemukan bahwa inovasi berpengaruh positif dantidak signifikan terhadap kinerja pemasaran. Orientasi pasar berpengaruhpositif dan tidak signifikan terhadap kinerja pemasaran. Kompetensikewirausahaan berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerjapemasaran.Kata Kunci: Inovasi, Orientasi Pasar, Kompetensi Kewirausahaan, OrientasiKewirausahaan, Keunggulan Bersaing dan Kinerja Pemasara

    Rancang Bangun Waterpass Otomatis Berbasis Arduino Uno

    No full text
    "Rancang Bangun Waterpass Otomatis Berbasis Arduino Uno" Chairuddin, Andi Muhammad Tamlikha Jurusan Sistem Komputer, tahun 2017 Dibimbing oleh Bapak Abd. Latief Arda dan Bapak Abdullah Basalamah. Penelitian ini bertujuan ( 1 ) merangcang sebuah sistem simulasi waterpass otomatis dapat mempermudahkan dalam menentukan sebuah bidang, dimana bidang tersebut datar atau siku - siku ( 2 ) merangcang sebuah alat dengan menggunakan sensor Accelerometer. Metode yang digunakan dalam pembuatan alat waterpass otomatis ini adalah dengan menggunakan sensor accelerometer MM7361 berbasis arduino uno R3 yang akan mendekteksi bidang datar ataupun siku - siku suatu objek dan ditampilkan di LCD. Hasil dari pengujian dari alat rancang bangun ini menunjukkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik dan dimanfaatkan sebgai alat pengganti waterpass analog untuk menetukan permukaan rata atau sudut siku - siku.ix, 45 hlm,; 29 c

    Tahapan Retorika Dalam Ceramah Ustaz Khalid Basalamah Di Youtube

    No full text
    Rhetoric Stages in Ustaz Khalid Basalamah's Lecture on Youtube. This research is entitled Rhetoric Stages in Ustaz Khalid Basalamah's Lecture on Youtube. The reason the author chose this title is because this research has never been done at the Islamic University of Riau and the object being carried out has also never been studied by students of the Islamic University of Riau. And Ustadz Khalid Basalamah was able to attract the attention of listeners, so the writer wanted to know the stages used by Ustadz Khalid Basalamah. This research is included in qualitative research using descriptive method. The data collection technique of this research is through documentation. This study uses the theory proposed by Rakhmat (2014), Abidin (2013), Keraf (2015), Morrisan (2014). The results of research on the stages of rhetoric in Ustaz Khalid Basalamah's lecture on Youtube found 40 data. (1) In the invention stage, there are 7 data including 5 evidence indicators and 2 statement indicators. (2) The disposition stage contains 15 data, including 7 preliminary data, 4 content data, and 4 closing data. (3) The Elocutio stage contains 7 data, including 3 asindenton data, 1 paradox data, and 3 hyperbole data. (4) The memory stage contains 6 data, including 3 information storage data and 3 experience data. (5) The Pronontitio stage contains 5 data, the data is included in the rhythm. It can be concluded that Ustaz Khalid Basalamah in the invention stage is more dominant in using evidence. In the disposition stage, the prelude is more dominant using greetings, content is more dominant using arguments, and closing is more dominant using expectations. In the elocutio stage, it is more dominant to use asidentone and hyperbole. In the memory stage, it is more dominant to use the storage of information and experiences. In the pronontitio stage, it is more dominant to use rhythm. Thus, Ustaz Khalid Basalamah has used the five stages of rhetoric

    Childfree dalam Tafsir Digital: Analisis penafsiran Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam Media Sosial Youtube

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menelaah childfree dalam tafsir digital analisis penafsiran Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam media sosial Youtube. Banyaknya polemik serta perdebatan dari fenomena childfree yang dianggap tabu untuk dipraktikkan oleh seseorang, bahkan pelakunya bisa menyandang stigma negatif dari masyarakat sekitar, fenomena ini menuai pro kontra semenjak kemunculannya. Pada kajian kali ini difokuskan pembahasan childfree dalam tafsir digital analisis penafsiran dua ulama yaitu Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam sudut pandang Islam, dengan rumusan masalah: bagaimana penafsiran ayat yang dikaitkan dengan childfree serta konstruk argumen Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat dalam menolak childfree dengan pijakan Al-Qur’an juga bagaimana implikasi tafsir ayat-ayat tersebut dalam tafsir digital di Indonesia? Demi menjawab rumusan masalah di atas, maka pendekatan yang dibutuhkan yaitu pendekatan hermeneutika teoritis atau metodis milik Schleiermacher. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kepustakaan (library research). Data primer bersumber dari video dakwah Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat tentang fenomena childfree yang diunggah pada masing-masing channel Youtubenya. Teknik pengumpulan data penelitian yaitu jenis dokumentasi. Kerangka teori hermeneutika teoritis milik Schleiermacher ini menitikberatkan pada dua dimensi sekaligus: (1) interpretasi gramatis, yakni interpretasi yang merujuk pada teks langsung; (2) interpretasi psikologis, ialah interpretasi yang terfokus kepada faktor subjektif pengarang. Dipaparkan dalam tiga bentuk analisis yaitu: analisis deskriptif, kritis maupun implikatif demi membangun pemahaman yang utuh dalam kajian ini. Ustaz Khalid Basalamah dan Ustaz Adi Hidayat menyatakan kontra dengan fenomena childfree. Pendapatnya disandarkan pada QS. Al-An’am ayat 151 dan hadis-hadis yang secara eksplisit maupun implisit berkaitan dengan childfree. Keduanya memaparkan pendapat senada bahwa childfree merupakan pilihan yang menyalahi fitrah kehidupan berumah tangga. Pasalnya, fitrah dalam kehidupan berumah tangga salah satunya yaitu memiliki keturunan. Meski memiliki pandangan yang sama, keduanya membidik bahasan childfree dari sudut pandang berbeda. Ustaz Khalid Basalamah terfokus pada ketetapan rezeki bagi anak maupun orang tua yang sudah dijamin oleh Allah, sehingga manusia tidak perlu mengkhawatirkannya. Sedangkan Ustaz Adi Hidayat memusat pada kedudukan serta keistimewaan anak. Gagasan ini pun terbentuk dari latar belakang keduanya baik dari segi individu, keluarga, lingkungan, pendidikan serta berbagai faktor pembentuk lainnya. Penyampaian gagasan melalui media sosial merupakan hal yang efisien dalam menjangkau audiens. Sebab, eksisnya tafsir audiovisual terutama di Youtube mampu menarik perhatian dengan kelebihan yang dimiliki. Kedua Ustaz tersebut juga memiliki relasi kuasa yang besar untuk menyebarkan ideologi yang dimiliki. Ditandai dengan banyaknya subscribers maupun viewers yang menjadi salah satu indikator implikasi penafsiran dalam tafsir digital. ABSTRACT This study aims to examine childfree in the digital interpretation of the interpretation analysis of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayaton the social media Youtube. There are many polemics and debates about the childfree phenomenon which is considered taboo to be practiced by someone, even the perpetrators can bear a negative stigma from the surrounding community, this phenomenon has reaped the pros and cons since its emergence. In this study, the focus is on discussing childfree in digital interpretation, analyzing the interpretation of two scholars, namely Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat from an Islamic point of view, with the formulation of the problem: how are the interpretation of verses related to childfree and the construct of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat's arguments against childfree with the Al-Qur'an footing also what are the implications of the interpretation of these verses in digital interpretation in Indonesia? To answer the problem formulation above, the approach needed is Schleiermacher's theoretical or methodical hermeneutic approach. This study uses a qualitative method with the type of research literature study (library research). Primary data is sourced from the preaching video of Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat about the childfree phenomenon which is uploaded on their respective Youtube channels. The research data collection technique is the type of documentation. Schleiermacher's theoretical framework for hermeneutics focuses on two dimensions at once: (1) grammatical interpretation, namely interpretation that refers to the direct text; (2) psychological interpretation, is an interpretation that focuses on the subjective factors of the author. It is presented in three forms of analysis, namely: descriptive, critical, and implicative analysis to build a complete understanding of this study. Ustaz Khalid Basalamah and Ustaz Adi Hidayat stated that they were against the childfree phenomenon. His opinion rested on the QS. Al-An'am verse 151 and the hadiths that are explicitly or implicitly related to child freedom. Both of them expressed the same opinion that being child-free is a choice that violates the nature of married life. The reason is, that one of the nature of married life is having offspring. Even though they have the same view, both of them are aiming at the childfree discussion from different points of view. Ustaz Khalid Basalamah focuses on the provision of sustenance for children and parents which has been guaranteed by Allah so that humans do not need to worry about it. Meanwhile, Ustaz Adi Hidayat focuses on the position and privileges of children. This idea was also formed from their backgrounds both in terms of individuals, families, environments, education, and various other forming factors. Submission of ideas through social media is an efficient thing in reaching the audience. Because, the existence of audiovisual interpretation, especially on Youtube, can attract attention with its advantages. The two Ustadz also have great power relations to spread their ideology. Marked by the number of subscribers and viewers, which is one indicator of the implications of interpretation in digital interpretation. مستلخص البحث تهدف هذه الدراسة إلى بحث خالية الأولاد في تحليل التفسير الرقمي لكل من الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت على مواقع التواصل الاجتماعي على قانوت يوتيوب. هناك عديدة من الجدل والنقاشات حول الظاهرة من خلية الأولاد التي تعتبر من المحظورةليفعلها الناس، حتى إن فاعلها يمكن أن يتحمل وصمة عار سلبية من المجتمع المجاور، وقد حصدت هذه الظاهرة إيجابيات وسلبيات منذ ظهورها. في هذه الدراسة ، ينصب التركيز على مناقشة خالية الأولاد في التفسير الرقمي لتحليل تفسير العلماءين ، وهما الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت من وجهة نظر إسلامية ، مع صياغة المشكلة: ما هو تفسير الآيات المتعلقة بخالية الأولادمع بنية حجج الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي في منع خالية الأولادبالإعتماد على القرآن،وما هي الآثار المترتبة على تفسير هذه الآيات في التفسير الرقمي في إندونيسيا؟ لإجابة على صياغة المشكلة أعلاه ، فإن النهج المطلوب هو نهج النظري أو المنهجي التأويلي لشلايرماخر. تستخدم هذه الدراسة المنهج النوعي مع نوع الدراسة الأدبية البحثية (بحوث المكتبة). البيانات الأولية مأخوذة من الفيديو الدعائي للأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت حول الظاهرة من خالية الأولادالتي تم تحميلها على قنوات اليوتيوب الخاصة بهما. أسلوب جمع بيانات البحث هو نوع التوثيق. يركز إطار النظري للتأويل لشلايرماخرعلى بعدين في آن واحد: (١) التفسير النحوي، أي التفسير الذي يشير إلى النص المباشر؛ (٢) التأويل النفسي، هو تفسير يركز على العوامل الذاتية للمؤلف. يتم تقديمه في ثلاثة أشكال من التحليل ، وهي: التحليل الوصفي والنقدي والتضمني من أجل بناء فهم كامل في هذه الدراسة. وصرح الأستاذ خالد باسلمة والأستاذ عدي هدايت أنهما مانعان من خالية الأولاد. استند رأيه على سورة الأنعام ١٥١الآية والأحاديث التي تتعلق بخالية الأولادصراحة أو ضمناً. أعرب كلاهما عن نفس الرأي القائل بأن خالية الأولادهي خيار ينتهك طبيعة الحياة الزوجية. والسبب هو أن من طبيعة الحياة الزوجية وجود ذرية. على الرغم من أن لديهم نفس الرأي ، كلاهما يهدف إلى مناقشة خالية الأولادمن وجهات نظر مختلفة. يركز الأستاذ خالد باسلمة على رزق الأبناء والآباء الذي كفله الله حتى لا يحتاج الإنسان إلى القلق بشأنه. وفي الوقت نفسه، ويركز الأستاذ عدي هدايت على مكانة وامتيازاتالأولاد. تشكلت هذه الفكرة أيضًا من خلفياتهم من حيث الأفراد والعائلات والبيئات والتعليم وعوامل تكوين أخرى مختلفة. تقديم الأفكار عبر وسائل التواصل الاجتماعي أمر فعال في الوصول إلى الجمهور. لأن وجود التفسير السمعي البصري، خاصة على اليوتيوب ، قادر على جذب الانتباه بمميزاته. يتمتع الاستاذان أيضًا بعلاقات قوة كبيرة لنشر مذهبهما. ويعرف ذلك بعدد المشتركين والمشاهدين، وهو أحد مؤشرات الآثار المترتبة على التفسير في التفسير الرقمي

    Pesan Dakwah Ustadz Khalid Basalamah Melalui Instagram

    No full text
    Perkembangan zaman yang semakin pesat ini membuat media komunikasi semakin berkembang, media dan strategi dalam berdakwah juga mengalami kemajuan. Berdakwah pada saat ini, tidak harus dengan cara bertatap muka langsung melainkan dapat dilakukan dengan cara memanfaatkan media komunikasi sebagai media dalam penyampain dakwah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui isi pesan dakwah yang terkandung didalam akun Instagram @khalidbasalamahofficial yang meliputi bidang Akidah, Syariah dan Akhlak. Rumusan masalah dalam penelitian ini meliputi pesan-pesan dakwah dalam akun Instagram @khalidbasalamahofficial yang meliputi bidang Akidah, Syariah dan Akhlak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Pengolahan data dilakukan dengan melalui koleksi data dan mengklasifikasi data, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi yang bersifat pembahasan mendalam mengenai isi terhadap suatu informasi yang terdapat dalam akun Instagram @khalidbasalamahofficial. Hasil penelitian dari 30 video yang peneliti teliti menunjukkan bahwa pesan-pesan dakwah yang disampaikan meliputi akidah,syariah, dan akhlak. Adapun pesan akidah terdiri dari : Allah Maha Besar, Allah Maha Melihat dan Allah Maha Besar. Adapun pesan syariah terdiri dari ibadah dan muamalah, untuk ibadah meliputi: sholat, puasa, dan doa, Muamalah meliputi: pernikahan. Sedangkan pesan akhlak terdiri dari: ikhlas, tawadhu, zuhud, saling menghormati, menjaga hubungan dengan tetangga, jujur, tidak boleh riya, tidak boleh pelit, tidak boleh berlebihan dan tidak boleh menganggap remeh orang lain. Adapun saran-saran yang ingin disampaikan peneliti adalah: Bagi pemilik akun @khalidbasalamahofficial agar lebih meningkatkan kandungan pesan dalam bentuk akidah dan syariah, karena yang peneliti dapatkan kandungan pesan akhlak lebih dominan daripada akidah dan syariah. Dan untuk netizen follow akun @khalidbasalamahofficial lalu mensharekan videonya kepada kerabat, teman dan status masing-masing agar dakwah islam tersebar luas di media sosial dan bermanfaat untuk semuanya

    Desain digital dan arsitektur komputer : prinsip-prinsip desain dan aplikasinya

    No full text
    Keunggulan buku ini adalah selain menyajikan materi tentang sistem-sistem digital yang menjadi dasar desain komputer modern, juga memberikan materi perangkat lunak yang merupakan aspek virtual yang mendukung kerja sebuah sistem komputer digital yang lengkap. Materi dalam buku ini diperkaya dengan teori prinsip-prinsip sistem digital yang diperlukan dalam membangun sebuah sistem yang berbasis mikroprosesor
    corecore