4,724 research outputs found
Tasawuf Aa Gym: Studi Pesan Dakwah KH. Abdullah Gymnastiar
The rise of Sufism shows a new existence in Indonesia. Sufism is not only understood as Sufi teachings and traditional institutions (tarekat). A new passion in Sufism in Indonesia has been seen in cities and among the middle classes. Howell’s research shows the rise of Sufism promoted in two ways (1) ‘Ulamas who come from traditional Islamic education and taught their followers in formal education classes and (2) Television preachers who create their programs and regulate and dramatize it in for the television viewers. New nuances by grounding Sufistic values are also carried out by the KH. Abdullah Gymnastiar who connects his spiritual experience with the world of Sufism, including preaching messages that refer to the teachings of Sufism. This research is a qualitative-field research. The primary source in this study is the da’wah message of KH. Abdullah Gymnastiar. Secondary sources refer to religious studies written in Abdullah Gymnastiar’s social media, book literature, journals/articles, or previous studies. This study uses descriptive analysis to read the da’wah message KH. Abdullah Gymnastiar in his lectures and studies. If placed in the development of the history of Sufism, seen from the character of its religious assembly, Aa Gym is included in the category of contemporary Sufism. However, when viewed from the contents of the principal teachings of moral values, related to the material of da’wah, the message expresed by Aa Gym is the teachings of moral science (ilmu Akhlaq). Broadly speaking, the message of da’wah is not classified as Sufism but religious spirituality which is moral because it contains moral teachings as a reform of morality that synergizes the values of physical and spiritual potential.[The rise of Sufism shows a new existence in Indonesia. Sufism is not only understood as Sufi teachings and traditional institutions (tarekat). A new passion in Sufism in Indonesia has been seen in cities and among the middle classes. Howell’s research shows the rise of Sufism promoted in two ways (1) ‘Ulamas who come from traditional Islamic education and taught their followers in formal education classes and (2) Television preachers who create their programs and regulate and dramatize it in for the television viewers. New nuances by grounding Sufistic values are also carried out by the KH. Abdullah Gymnastiar who connects his spiritual experience with the world of Sufism, including preaching messages that refer to the teachings of Sufism. This research is a qualitative-field research. The primary source in this study is the da’wah message of KH. Abdullah Gymnastiar. Secondary sources refer to religious studies written in Abdullah Gymnastiar’s social media, book literature, journals/articles, or previous studies. This study uses descriptive analysis to read the da’wah message KH. Abdullah Gymnastiar in his lectures and studies. If placed in the development of the history of Sufism, seen from the character of its religious assembly, Aa Gym is included in the category of contemporary Sufism. However, when viewed from the contents of the principal teachings of moral values, related to the material of da’wah, the message expresed by Aa Gym is the teachings of moral science (ilmu Akhlaq). Broadly speaking, the message of da’wah is not classified as Sufism but religious spirituality which is moral because it contains moral teachings as a reform of morality that synergizes the values of physical and spiritual potential.
Pesan Dakwah Persuasif K.H. Abdullah Gymnastiar pada Channel YouTube Aa Gym Official
Media YouTube menjadi sarana praktis dan ampuh untuk berbagi motivasi
dan inspirasi bagi masyarakat luas. Pemanfaatan youtube sebagai saluran dalam
berdakwah dan juga menyampaikan materi agama telah dilakukan oleh beberapa
ustadz dan ulama, salah satunya ialah akun youtube Aa Gym Official. pada kanal
YouTube Aa Gym memiliki jumlah subscriber yang luar biasa yaitu sebanyak
935rb subscriber. Selain memanfaatkan kemajuan teknologi internet sebagai
media penyiaran yang cepat dan efektif, akun youtube Aagym juga menawarkan
konten dakwah yang update, menarik, dan pastinya memotivasi semua kalangan.
Penyampaian dakwah sendiri perlu disampaikan secara persuasif, agar masyarakat
merasa sebagai mad’u yang didakwahi dan mereka dapat mematuhi serta
menerima seruan dai sehingga mereka merasa sedang melakukan keinginannya
sendiri bukan atas keterpaksaan atau kehendak orang lain.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui secara spesifik terkait teknik
pesan dakwah persuasif yang disampaikan oleh K.H. Abdullah Gymnastiar pada
channel YouTube Aa Gym Official. Untuk menganalisis permasalahan tersebut,
peneliti menggunakan metode kualitatif deskriptif. Terkait dengan jenis penelitian,
peneliti memilih library research atau disebut juga penelitian kepustakaan. Subjek
pada penelitian ini adalah konten dakwah pada YouTube K.H. Abdullah
Gymnastiar sedangkan yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah yang
berkaitan dengan rumusan masalah yaitu teknik dakwah persuasif K.H. Abdullah
Gymnastiar Pada Channel YouTube “Aagym Official”. Selanjutnya, data akan
dikumpulkan dengan teknik observasi, dokumentasi, dan studi kepustakaan.
Pada hasil penelitian ini menunjukkan bahwa K.H. Abdullah Gymnastiar
dapat membuat hubungan antara dakwah dan realitas sosial melalui (teknik
asosiasi), agar memberikan kesadaran dengan kalimat yang menimbulkan
kecemasan melalui (teknik fear arousing), dikemas dengan kalimat yang menarik
dan indah melalui (teknik tataan), dikuatkan oleh pengalaman pribadi (teknik
integrasi), dan didukung dengan sebuah reward (teknik ganjaran). Tetapi,
bagaimanapun tidak dapat menghindari argumen yang lemah dan menunjukkan
perdebatan (teknik red-herring)
Quantum dots in AA-stacked bilayer graphene
While electrostatic confinement in single-layer graphene and AA-stacked bilayer graphene is precluded by Klein tunneling and the gapless energy spectrum, we theoretically show that a circular domain wall that separates domains of single-layer graphene and AA-stacked bilayer graphene can provide bound states. Solving the Dirac-Weyl equation in the presence of a global mass potential and a local electrostatic potential, we obtain the energy spectrum of these states and the corresponding radial probability densities. Depending on the mass potential profile, regular bound states can exist inside the quantum dot and topological bound states at the domain wall. Controlling the electrostatic potential inside the quantum dot enables the simultaneous presence of both types of states. We find that the number of nodes of the radial wave function of the regular bound states inside the quantum dot is equal to the radial quantum number. The energy spectra of the bound states display anticrossings, reflecting coupling of electron- A nd holelike states.H.B. acknowledges the support of the Saudi Center for Theoretical Physics (SCTP) and of KFUPM under physics research group Project No. RG181001. The research reported in this publication was supported by funding from King Abdullah University of Science and Technology (KAUST)
KONSEP MANAJEMEN QOLBU K.H. ABDULLAH GYMN'ASTIAR (Aa GYM) SEBAGAI UPAYA PERBAIKAN MORAL BANGSA INDONESIA (1990-2003)
Kehadiran K.H. Abdullah Gymnastiar menjadi bagian sejarah yang penting. Melalui Manajemen Qolbu yang dibawanya Aa Gym menebarkan nilai-nilai agung dan universal Islam kepada seluruh umat. Kehadiran Aa Gym juga telah membantah disertasi Zamakhsyari Dhofier yang mengatakan bahwa ulama dilahirkan dari kalangan ulama pula. Aa Gym tidak pemah dididik secara khusus di pesantren, dan bukan datang dari kalangan ulama.
Munculnya konsep Manajemen Qolbu dilatarbelakangi oleh keprihatinan Aa Gym terhadap keterpurukan moral yang melanda bangsa Indonesia. Sikap dan perilaku manusia bersumber dari qalb (hati), maka dakwah hams dimulai dari persoalan-persoalan hati. Hati bisa berperan sebagai pemandu sekaligus pengontrol bagi semua tingkahlaku manusia. Aa Gym berupaya menyajikan ceramahnya melalui tema-tema yang terkait dengan hati. Materi dakwahnya berkaitan dengan tema-tema tasawuf yang menitiktekankan pada persoalan jiwa dan hati.
Manajemen Qolbu (MQ) yang disampaikan oleh Aa Gym adalah merupakan methode yang mengajak jamaahnya untuk menselaraskan olah fikir, olah hati dan olah tindakan. Intinya adalah memenej dan memelihara kebeningan hati. Manajemen Qolbu (MQ) sangat relevan untuk diterapkan pada masa sekarang ini dalam rangka pembentukan muslim yang ideal yang dapat membawa rahmat bagi semesta alam (rahmatan 1i1 alamin). Dimana pada masa sekarang ini masyarakat muslim khususnya di Indonesia banyak dilanda krisis akhlak atau moral sehingga membawa bencana bagi kehidupan masyarakat. Hal itu tidak lain disebabkan karena hatinya kotor dan banyak penyakit hati yang berjangkit. Oleh karena itu Manajemen Qolbu hadir dengan format yang sederhana
Interview with Sofie Abdullah
في هذه المقابلة، تتحدث الكاتبه صوفى عبد الله عن أسرار مهنة الكتابة.In this interview, Sofie Abdullah, a well-known Egyptian author, discusses the intricacies of the writing industry
PERJALANAN BISNIS DAN DAKWAH KIAI HAJI ABDULLAH GYMNASTIAR (TAHUN 1986-2008 M)
KH. Abdullah Gymnastiar, yang lebih akrab dikenal dengan Aa Gym
dilahirkan bukan dari lingkungan pesantren. Ia pun menempuh pendidikan formal
yang tidak berbasis dengan bidang keagamaan. Meskipun demikian, Aa Gym
tertarik dalam bidang dakwah. Konsep dakwah yang dijalankan olehnya, yaitu
Manajemen Qalbu (MQ). Manajemen Qalbu dapat berpengaruh untuk memotivasi
jamaahnya dalam perbaikan akhlak melalui pembersihan dan penyucian hati.
Dengan demikian, ia mampu merangkul jamaah yang ingin mendalami Islam
secara praktis namun pasti. Melalui cara dakwah ini, Aa Gym mampu mengajak
tidak hanya umat Islam saja, akan tetapi umat kristen juga untuk membersihkan
hati dan memperbaiki diri. Sebelum terjun dalam bidang dakwah, Aa Gym telah
mendalami dunia bisnis dalam bidang perdagangan. Untuk itu, penulis terdorong
untuk meneliti tentang Perjalanan Bisnis dan Dakwah KH. Abdullah Gymnastiar.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perjalanan dakwah yang
dilakukan oleh Aa Gym dengan basis bisnis, serta bertujuan untuk merekontruksi
peristiwa masa lampau secara kronologis dan sistematis berdasarkan pada datadata
yang diperoleh. Penulis menggunakan alat analisis berupa pendekatan
biografis-ekomomis. Pendekatan biografis digunakan untuk mengungkapkan latar
belakang kehidupan K.H. Abdullah Gymnastiar. Sementara itu, pendekatan
ekonomis berusaha untuk menjelaskan bagaimana Aa Gym berbisnis untuk
memakmurkan masyarakat sekitar. Konsep yang digunakan pada penelitian ini
adalah konsep bisnis dan dakwah. Adapun, teori yang digunakan penulis adalah
teori ekonomi modern. Teori ini digunakan untuk menjelaskan tentang kegiatan
bisnis dan dakwah Aa Gym yang menggunakkan alat-alat modern dalam bisnis
dan dakwahnya.
Hasil dari penelitian ini disimpulkan bahwa KH. Abdullah Gymnastiar
merintis dakwahnya melalui perjuangan yang gigih. Selama menyerukan dakwah,
ia selalu memfokuskan pada konsep Manajemen Qalbu. Konsep tersebut
merupakan seruan kepada jamaahnya untuk mengolah hati agar potensi positif
yang dimiliki setiap manusia berkembang dengan baik. Dengan demikian, Aa
Gym berpengaruh terhadap santri dan masyarakat sekitar Daarut Tauhiid untuk
lebih menjernihkan hati dan mendekat kepada Allah. Serta, setiap dakwah yang
dilakukan oleh Aa Gym mengalami perkembangan dalam bentuk aktivitas
pengajian yang diiringi dengan kegiatan wirausaha. Oleh karena itu, Aa Gym
berperan dalam meningkatkan ketauhidan jamaah dan ekonomi masyarakat
sekita
Dakwah di media sosial (etnografi virtual pada fanpage facebook kh. Abdullah Gymnastiar)
Pada Tahun 2011 Aa Gym mendirikan SMS Tauhiid sebagai media untuk mendistribusikan dakwahnya melalui teknologi, salah satu media yang dikelolanya adalah fanpage Facebook KH. Abdulllah Gymnastiar. Dakwah di media sosial melalui fanpage Facebook menjadi sebuah fenomena baru yang terjadi di kalangan da‟i. Aa Gym memanfaatkan kehadiran teknologi seperti fanpage Facebook sebagai media dakwah. Hal inilah yang menjadikan peneliti ingin mengetahui bagaimana fenomena dakwah di media sosial yang terjadi dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar. Berdasarkan latar belakang tersebut, munculah beberapa pertanyaan dalam penelitian ini: Bagaimana ruang media dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar? Bagaimana dokumen media dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar? Bagaimana objek media dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar? Dan bagaimana pengalaman media dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar? Media sosial adalah platfrom media yang memfokuskan pada eksistensi pengguna yang memfasilitasi mereka dalam beraktivitas maupun berkolaborasi. Karena itu, media sosial dapat dilihat sebagai medium (fasilitator) online yang menguatkan hubungan antarpengguna sekaligus sebagai sebuah ikatan sosial. Berdakwah di media tradisional dengan berdakwah di media internet sangatlah berbeda. Ketika Aa Gym berdakwah dengan melalui media tradisional maka komunikasi yang terjadi hanya bersifat satu arah, dan mad?unya hanya sebagai konsumen. Berbeda ketika Aa Gym berdakwah melalui media internet seperti di fanpage Facebook, dimana mad?u tidak hanya sebagai konsumen, tapi juga sebagai produsen, dan bisa saling berinteraksi dengan mad?u lainnya. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitain ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan metodologi etnografi virtual. Etnografi virtual adalah metode etnografi yang dilakukan untuk melihat fenomena sosial ataupun kultur yang ada di ruang siber. Bell mengatakan, bahwa metode etnografi ini merupakan metode utama dan penting untuk melihat fenomena budaya siber yang ada di internet. Fenomena dakwah Aa Gym dalam fanpage Facebook KH. Abdullah Gymnastiar bisa dilihat dari empat level, yakni dalam ruang media, fanpage Facebook yang dipakai oleh Aa Gym adalah fanpage Facebook komunitas yang digunakan sebagai media dakwah. Dalam dokumen media, konten dakwah Aa Gym dalam fanpage Facebook berupa tulisan, foto, audio, video. Dalam objek media, mad?u Aa Gym di fanpage Facebook bisa berinteraksi dengan mad?u lainnya. Dalam level ruang media, Aa Gym menggunakan fanpage Facebook sebagai media dakwah guna memperluas jangkauan dakwahnya
Interview with Abdullah El Tayib
في هذه المقابلة، يتحدث الأديب والناقد والشاعر السوداني عبد الله الطيب عن مؤلفاته في النقد والقصص الشعبية ودواوينه الشعريه.In this interview, Sudanese author, intellectual, and poet Abdullah El Tayib discusses his collections of poetry, well-known stories, and critical writings
Interview with Abdullah Al-Baradouni
لقاء مع الشاعر اليمنى عبد الله البرادوني للتكلم عن مكانة الشعر اليوم. أجرى اللقاء إبراهيم عابدين.An interview with Yemeni author and poet Abdullah Al-Baradouni about the role of poetry in modern times. Interview conducted by Ibrahim Abdeen
USTADZ SELEBRITI ABDULLAH GYMNASTIAR (Perspektif Hipersemiotika Yasraf Amir Piliang)
The development of popular culture, particularly,in the development of information technology such as as television, mobile phones, and the Internet, have an impact on the creation of a new reality called hyper-reality. Media,in this case,is able to reconstruct a new reality through the sophisticated technology. The construction of this medium also penetratesthe religious area. This can be seen in the figure of Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Through the medium of information, Aa Gym is not only seen as a religious teacher who offers a depth of spirituality but also as a celebrity through the image formed. This paper aims to identify and describe the phenomenon of celebrity cleric/ ustadzAbdullah Gymnastiar in popular culture, using hyper-semioticsapproachof Yasraf Amir Piliang. This paper attempts to explain the new realityof diversity of Abdullah Gymnastiar. Through the hyper-semioticsapproach, religious hyper-reality form can be described scientifically
- …
