1,724,503 research outputs found
STUDI KUAT LENTUR BALOK DENGAN PENAMBAHAN GLENIUM ACE 8590
Perkembangan dalam bidang konstruksi di Indonesia dari tahun ke tahun semakin meningkat. Peningkatan tersebut dilihat dari berkembangnya beberapa inovasi perkuatan yang diberikan untuk elemen-elemen struktur beton bertulang suatu bangunan. Salah satu elemen struktur yang dimaksud adalah balok. Balok merupakan elemen struktur yang penting dalam suatu bangunan, balok berfungsi untuk menopang beban pelat lantai dan meneruskan beban tersebut ke kolom. Dalam pelaksanaannya di lapangan, perhitungan dan pelaksanaan pengerjaan balok beton dimungkinkan terjadi perbedaan. Kemungkinan tersebut bisa terjadi salah satunya disebabkan kualitas adukan beton itu sendiri. Untuk itu dilakukan usaha dalam kaitannya peningkatan kualitas adukan beton, yang salah satunya dengan penggunaan bahan tambah atau admixture ke dalam campuran adukan beton sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam penelitian ini digunakan penambahan Glenium ACE 8590 dicampurkan ke dalam adukan beton normal untuk mengetahui kuat lentur balok beton yang ditinjau saat menerima pembebanan. Ukuran penampang benda uji balok dalam penelitian ini adalah 100 mm x 200 mm dengan panjang bersih 1800 mm dan panjang total 2000 mm. Tulangan longitudinal yang digunakan adalah tulangan polos berdiameter 10 mm dan tulangan geser yang digunakan adalah tulangan polos berdiameter 6 mm. Dalam pelaksanaan penelitian ini benda uji dibuat menjadi beberapa variasi. Variasi pertama yaitu adukan beton normal. Variasi kedua yaitu adukan beton dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,2% dari berat semen. Variasi ketiga yaitu beton dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,5% dari berat semen. Ketiga variasi tersebut masing-masing terdiri dari 2 benda uji balok beton dan 2 benda uji silinder beton. Dalam pelaksanaan pengujian kuat lentur balok, digunakan alat uji loading beserta hydraulic jack dan load cell dengan pembacaan beban dan lendutannya menggunakan software dewetron 201 dan pelaksanaan pengujian dilakukan di Laboratorium Struktur dan Bahan Bangunan Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Rata-rata beban maksimum yang diperoleh dari hasil pengujian balok beton normal, balok dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,2 %, balok dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,5 % masing-masing sebesar 33,01 kN, 37,10 kN, dan 38,13 kN. Persentase kenaikan beban maksimum pada balok dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,2 % dan balok dengan penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,5 % dengan balok beton normal berturut-turut sebesar 12,39 % dan 15,49 %
PENGARUH KOMPOSISI GLENIUM ACE 8590 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON
Beton merupakan bahan bangunan yang sering digunakan di dunia
konstruksi dikarenakan pembuatannya yang tergolong mudah. Bahan beton
umumnya terdiri dari campuran semen, pasir, kerikil, dan air, namun dengan
perkembangannya beton juga dapat ditambahkan dengan bahan mineral additive
ataupun chemical additive. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan kualitas
beton agar sesuai dengan keinginan perencana. Bahan tambah atau admixture
yang digunakan pada penelitian ini adalah Glenium ACE 8590. Penggunaan
Glenium ACE 8590 dapat juga mempermudah campuran beton (workability)
dalam pengadukan, dan pemadatan, dapat mengurangi penggunaan air dalam
jumlah yang banyak dan dapat mempercepat proses mengeras beton dengan kadar
atau dosis tertentu.
Penelitian ini menggunakan kadar persentase Glenium ACE 8590
sebanyak 0,25%, 0,5%, 0,75%, 1%, 1,25%, dan 1,5% dari berat semen yang
digunakan. Benda uji terdiri dari 42 silinder beton dengan diameter 15 cm dan
tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan adalah kuat tekan, kuat tarik belah, dan
modulus elastisitas beton pada umur 28 hari. Pengurangan air pada beton
campuran glenium sebesar 26,34% dari penggunaan air pada beton normal.
Perencanaan adukan beton menggunakan SNI 03-2834-1993.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, beton dengan campuran
Glenium ACE 8590 memiliki pengurangan air yang cukup tinggi dibanding
dengan beton normal. Beton normal (0% glenium) memiliki fas 0,34 dan beton
lainnya (0,25%-1,5% glenium) memiliki fas 0,25. Hasil pengujian kuat tekan
umur 28 hari dari penggunaan Glenium ACE 8590 sebesar 0% sampai 1,5%
berturut-turut adalah 31,3100 MPa, 9,0177 MPa, 8,7366 MPa, 8,3295 MPa,
16,8655 MPa, 19,7324 MPa, dan 44,7686 MPa. Kuat tekan maksimum terjadi
pada beton dengan campuran glenium sebesar 1,5%. Pada pengujian kuat tarik
belah beton umur beton 28 hari dari penggunaan Glenium ACE 8590 sebesar 0%
sampai 1,5% berturut-turut adalah 3,3956 MPa, 2,6559 MPa, 2,5010 MPa, 2,2482
MPa, 2,5669 MPa, 3,0572 MPa dan 4,1759 MPa. Kuat tarik belah beton
maksimum terjadi pada beton dengan campuran glenium sebesar 1,5%. Pada
pengujian modulus elastisitas beton, modulus elastisitas maksimum terjadi pada
beton dengan campuran glenium sebesar 1,5%. Berikut ini hasil modulus
elastisitas beton berurutan dari campuran Glenium ACE 8590 0% sampai 1,5%
adalah 21626,000 MPa, 8070,5000 MPa, 7622,5000 MPa, 5004,0000 MPa,
10789,0000 MPa, 16154,5000 MPa, dan 29124,5000 MPa
Linked collectors and determiners for: Foreign Asia herbarium collection in CSBG (NS).
Natural history specimen data linked to collectors and determiners held within, "Foreign Asia herbarium collection in CSBG (NS)". Claims or attributions were made on Bionomia by volunteer Scribes, <a href="http://bionomia.net/dataset/45d532d3-ced7-4856-8590-705bc8b244a1">https://bionomia.net/dataset/45d532d3-ced7-4856-8590-705bc8b244a1</a> using specimen data from the dataset aggregated by the Global Biodiversity Information Facility, <a href="https://gbif.org/dataset/45d532d3-ced7-4856-8590-705bc8b244a1">https://gbif.org/dataset/45d532d3-ced7-4856-8590-705bc8b244a1</a>. Formatted as a Frictionless Data package
Linked collectors and determiners for: Two new and unusual genera of millipedes (Diplopoda: Polydesmida) from Tasmania, Australia.
Natural history specimen data linked to collectors and determiners held within, "Two new and unusual genera of millipedes (Diplopoda: Polydesmida) from Tasmania, Australia". Claims or attributions were made on Bionomia by volunteer Scribes, <a href="http://bionomia.net/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2">https://bionomia.net/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2</a> using specimen data from the dataset aggregated by the Global Biodiversity Information Facility, <a href="https://gbif.org/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2">https://gbif.org/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2</a>. Formatted as a Frictionless Data package
Linked collectors and determiners for: Two new and unusual genera of millipedes (Diplopoda: Polydesmida) from Tasmania, Australia.
Natural history specimen data linked to collectors and determiners held within, "Two new and unusual genera of millipedes (Diplopoda: Polydesmida) from Tasmania, Australia". Claims or attributions were made on Bionomia by volunteer Scribes, <a href="http://bionomia.net/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2">https://bionomia.net/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2</a> using specimen data from the dataset aggregated by the Global Biodiversity Information Facility, <a href="https://gbif.org/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2">https://gbif.org/dataset/2e793b2d-9ce7-47f0-8590-69ee8ec38fd2</a>. Formatted as a Frictionless Data package
PENGARUH PENAMBAHAN GLENIUM ACE 8590 TERHADAP SIFAT MEKANIK BETON RINGAN DENGAN AGREGAT KASAR BATU APUNG
Beton dapat dikategorikan beton ringan apabila memiliki berat jenis di
bawah 1850 kg/m3. Salah satu cara membuat beton ringan dengan merubah
komposisi dan jenis material penyusun beton itu sendiri, seperti batu apung
sebagai pengganti agregat kasar. Secara umum beton ringan memiliki kekurangan
dalam hal kuat tekan. Salah satu alternative mengatasi hal tersebut dengan
menambahkan Glenium ACE 8590. Beton ringan dapat dikategorikan beton
ringan struktural apabila memiliki nilai kuat tekan melebihi 17 MPa.
Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penambahan Glenium ACE
8590 sebesar 0%, 0.5%, 1%, dan 1,5% terhadap mutu beton ringan. Pengujian
yang dilakukan adalah berat jenis, kuat tekan, modulus elastisitas, dan kuat lentur
beton ringan dengan penambahan Glenium ACE 8590. Bentuk benda uji yang
akan digunakan untuk pengujian kuat tekan dan modulus elastisitas adalah berupa
silinder, dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. sedangkan untuk pengujian
kuat lentur menggunakan balok dengan ukuran 10 cm x 10 cm x 50 cm. Pengujian
kuat tekan dilakukan pada umur 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Sedangkan pengujian
modulus elastisitas dan juga kuat lentur dilakukan pada umur 28 hari.
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh nilai kuat tekan
rata-rata pada umur 7 hari BGR 0%, BGR0,5%, BGR1%, dan BGR 1,5%
berturut-turut adalah 6,11 MPa, 6,54 MPa, 7,41 MPa, dan 8,76 MPa. Dan pada
nilai kuat tekan rata-rata pada umur 14 hari BGR 0%, BGR0,5%, BGR1%, dan
BGR 1,5% berturut-turut adalah 7,79 MPa, 8,72 MPa, 9,45 MPa, dan 10,02 MPa.
Sedangkan pada nilai kuat tekan rata-rata pada umur 28 hari BGR 0%, BGR0,5%,
BGR1%, dan BGR 1,5% berturut-turut adalah 8,36 MPa, 8,80 MPa, 9,59 MPa,
dan 11,37 MPa. Kuat tekan beton ringan maksimum terjadi pada penggunaan
Glenium ACE 8590 sebesar 1,5%. Pada pengujian modulus elastisitas rata-rata
pada umur 28 hari BGR 0%, BGR0,5%, BGR1%, dan BGR 1,5% berturut-turut
adalah 14579,37 MPa, 15929,33 MPa, 17539,32 MPa, dan 19214,46 MPa. Nilai
modulus elastisitas tertinggi terjadi pada penambahan Glenium ACE 8590 sebesar
1,5%. Sedangkan untuk pengujian kuat lentur rata-rata pada umur 28 hari BGR
0%, BGR0,5%, BGR1%, dan BGR 1,5% berturut-turut adalah 2,17 MPa, 3,62
MPa, 4,11 MPa, dan 5,71 MPa. Kuat lentur paling tinggi terjadi pada
penambahan Glenium ACE 8590 sebesar 1,5%. Setiap variasi memiliki berat jenis
dibawah 1850 k0g/m3
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
