1,721,396 research outputs found

    Konsep Belajar menurut az-Zarnuji

    No full text
    Learning concept which afforded by az-Zarnuji is complete with normative values, though there’s a lot expression about learning concept which having practical character. Therefore, az-Zarnuji concepts is exactly easy to understand and able to actualize in all different place and time. In modern day, when science and technology thrive so fast, moral value start to attenuate and replaced by immoral culture value. Learning concept that afforded by az-Zarnuji actually have very instituted and applied in almost every education institutes in Indonesia. This understanable, considering this learning concept have logical character, easy to apply, and also accepted by all student in education institute environment, especially Islamic education</jats:p

    Konsep Belajar menurut az-Zarnuji

    No full text
    Learning concept which afforded by az-Zarnuji is complete with normative values, though there’s a lot expression about learning concept which having practical character. Therefore, az-Zarnuji concepts is exactly easy to understand and able to actualize in all different place and time. In modern day, when science and technology thrive so fast, moral value start to attenuate and replaced by immoral culture value. Learning concept that afforded by az-Zarnuji actually have very instituted and applied in almost every education institutes in Indonesia. This understanable, considering this learning concept have logical character, easy to apply, and also accepted by all student in education institute environment, especially Islamic educatio

    Konsep Belajar menurut az-Zarnuji

    No full text
    Learning concept which afforded by az-Zarnuji is complete with normative values, though there’s a lot expression about learning concept which having practical character. Therefore, az-Zarnuji concepts is exactly easy to understand and able to actualize in all different place and time. In modern day, when science and technology thrive so fast, moral value start to attenuate and replaced by immoral culture value. Learning concept that afforded by az-Zarnuji actually have very instituted and applied in almost every education institutes in Indonesia. This understanable, considering this learning concept have logical character, easy to apply, and also accepted by all student in education institute environment, especially Islamic educatio

    KONSEP PENDIDIKAN IMAM ZARNUJI DAN PAULO FREIRE

    No full text
    Tulisan ini bermaksud mengkaji konsep pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire. Mengkaji pemikiran pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire memang amat menarik, karena keduanya memiliki kekuatan masing-masing. Imam Zarnuji merupakan seorang filosof muslim dalam hal pendidikan yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan moral. Menurutnya, selama ini peserta didik banyak menemukan kegagalan dalam hal kompetensi moral. Sehingga banyak alumni-alumni lembaga pendidikan yang cerdas tetapi kurang bermoral. Sementara itu Paulo Freire merupakan filosof pendidikan Barat yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan pembebasan dalam pendidikan. Pendidikan harus memanusiakan manusia. Pendidikan harus membebaskan dan dapat menyelesaikan realitas problem sosial kemanusiaan. Membandingkan pemikiran pendidikan Zarnuji dengan Freire akan menemukan banyak perbedaan, karena memang mereka hidup dalam latar belakang sosial budaya yang berbeda, disamping juga paradigma keduanya yang berbeda. Hal yang menarik ketika memadukan pemikiran keduanya. Apabila melakukan pemaduan di antara kedua pemikiran tokoh tersebut, akan dapat menemukan konsep pendidikan yang humanis, membebaskan dan penuh dengan nuansa moral-transensdensi

    Konsep Pendidikan Imam Zarnuji Dan Paulo Freire

    No full text
    Tulisan ini bermaksud mengkaji konsep pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire. Mengkaji pemikiran pendidikan Imam Zarnuji dan Paulo Freire memang amat menarik, karena keduanya memiliki kekuatan masing-masing. Imam Zarnuji merupakan seorang filosof muslim dalam hal pendidikan yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan moral. Menurutnya, selama ini peserta didik banyak menemukan kegagalan dalam hal kompetensi moral. Sehingga banyak alumni-alumni lembaga pendidikan yang cerdas tetapi kurang bermoral. Sementara itu Paulo Freire merupakan filosof pendidikan Barat yang ide-idenya kental dengan pesan-pesan pembebasan dalam pendidikan. Pendidikan harus memanusiakan manusia. Pendidikan harus membebaskan dan dapat menyelesaikan realitas problem sosial kemanusiaan. Membandingkan pemikiran pendidikan Zarnuji dengan Freire akan menemukan banyak perbedaan, karena memang mereka hidup dalam latar belakang sosial budaya yang berbeda, disamping juga paradigma keduanya yang berbeda. Hal yang menarik ketika memadukan pemikiran keduanya. Apabila melakukan pemaduan di antara kedua pemikiran tokoh tersebut, akan dapat menemukan konsep pendidikan yang humanis, membebaskan dan penuh dengan nuansa moral-transensdensi

    Epistemologi Idealistik Syekh Az-zarnuji Telaah Naskah Ta'lim Al Muta'alim

    Full text link
    Az-Zarnuji proposes four considerations of strengthening the right intentionin looking for science. First, looking for a science is regarded as the religion task; second, looking for a science must be intended as an effort of getting happiness of life in the future; third, in looking for a science, it is properly awaken again to the Islamic teaching and religion; fourth, looking for a science is supposed to the frame of conveying the thanksgiving to Allah. The characteristic of Az-Zarnuji epistemology says that looking for a science is the religion task. It shows that Az-Zarnuji epistemology becomes Islamic epistemology, standard and traditional with idealistic type. It is a idealism containing many things, integration between organic and thinkingcomprehensively (reality, form) or absolutism consisting of the meaning as 1) view of life, the truth must be valuable, reality, final and forever objective. 2) There is only one belief and one explanation objectively, no change and right to the reality. The religion epistemology of Az-Zarnuji stresses on the characteristics of God, society and individuality with epistemology of principality based on utility principle. The implementation of science system is for thecase of the three characteristics above. The stress goes to the quality or religion ethicvalues. The concept of Az-Zarnuji epistemology is ideological focusing on value and the Islamic religion (theology) or faith epistemology.Key Words: epistemology; Islamic education;science; religion ethic.Az-Zarnuji menawarkan empat pertimbangan yang memperteguh niat yangbenar dalam mencari ilmu pengetahuan. Pertama, menuntut ilmu dianggap sebagaitugas agama; kedua, menuntut ilmu seharusnya dimaksudkan USAha memperolehkebahagiaan hidup di kemudian hari; ketiga, dalam menututi lmu, seyogyanyamembangkitkan kembali agama dan syiar Islam; Keempat, menuntut ilmu ditujukandalam rangka menyampaikan puji syukur kepada Tuhan. Ciri khas epistemologi Az-Zarnuji, epistemologi agama, menuntut ilmu tugas agama, ini menjadikan epistemologiAz-Zarnuji merupakan epistemologi Islam, baku dan kuna (Tradisional) bertipe idealistik.Idealistik adalah pandangan ideal (idealism) atau mencakup segala sesuatu, kepaduanpikiran dan organik saling terkait bersifat sempurna (realitas, wujud) atau Absolutisme,mencakup makna sebagai 1).Pandangan bahwa kebenaran (nilai, realitas) nyata, finaldan abadi secara obyektif. 2) Keyakinan hanya ada satu penjelasan obyektif tak berubahdan benar tentang realitas. Epistemologi religious (agama) Az-Zarnuji menekankanpada ciri Ketuhanan, individualitasdan masyarakat, dengan azas epistemologi yangmendasarinya azas manfaat (utility). Pelaksanaan sistem ilmu pengetahuan dalamrangka ketiga ciri tersebut. Penekanan pada kualitas atau pada nilai etika religious.Konsep epistemologi Az-Zarnuji bersifat ideologis, bertumpu pada nilai dan ajaran(teologi) Islam atau epistemologi iman (ketauhidan)

    Metode pembelajaran perspektif Az-Zarnuji dalam Kitab Ta’lim Muta’allim

    Full text link
    ABSTRAK Salah satu cara agar tercapai tujuan pembelajaran adalah penggunaan metode yang tepat, yaitu sebuah metode yang dapat memberikan pengaruh positif terhadap proses kegiatan belajar mengajar. Selama ini banyak para pendidik yang masih menerapkan metode yang sifatnya monoton sehingga kurang efektif dalam mengaktifkan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar, bahkan siswa kurang termotivasi dan merasa tertekan terhadap pembelajaran guru yang selalu menerapkan metode tersebut. Dari latar belakang di atas, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana metode pembelajaran perspektif Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim? Bagaimana prinsip-prinsip pembelajaran Az- Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim dan bagaimana bentuk pendekatan pembelajaran Az-Zarnuji? Dari rumusan masalah tersebut peneliti mengambil langkah untuk menganalisis atau meneliti dengan tujuan mengetahui dan memahami metode pembelajaran, prinsip-prinsip pembelajaran dan bentuk pendekatan pembelajaran Az-Zarnuji dalam kitab Ta’lim Muta’allim. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan jenis penelitian library research, dengan sumber data primer Ta’lim al-Muta’allim Tariq al-Ta’allum karya Az-Zarnuji. Sedangkan sumber data sekunder meliputi Tafsir Pendidikan Studi Ayat-ayat Berdimensi Pendidikan karangan H. Ahmad Izzan, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam, karangan Ahmad Tafsir, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam karya A. Fatah Yasin dan data-data lain yang berupa jurnal-jurnal, majalah dan data-data lain yang membicarakan tentang tema yang dituliskan dalam skripsi ini. Az-Zarnuji menjelaskan dalam kitab Ta’lim Muta’allim bahwa metode pembelajaran di antara metode menghafal, mencatat, memahami, munadharah, mudzakarah dan mutharabah. Prinsip-prinsip pembelajaran meliputi niat, sungguh-sungguh, berserah diri, dan sikap hormat pada guru. Selain itu juga menjelaskan tentang bentuk pendekatan pembelajaran Az-Zarnuji yaitu memilih guru, teman, bermusyawarah dan langkah-langkah dalam belajar. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menggugah kesadaran umat Islam akan kesesuaian pemikiran tokoh pendidikan Islam dan mengilhami munculnya penelitian yang lebih mendalam dan integral tentang metode pembelajaran. ABSTRACT One of the ways to reach the goal of learning is the use of the right method, a method which can provide a positive influence on the process of teaching and learning activities. During this time many educators who still apply methods which is monotone so that less effective in enabling students to undertake teaching and learning activities, students are even less motivated and feel depressed against the learning teacher who always applying such methods. From the above background, the outlines of issues raised in the study are how the learning perspective method Az-Zarnuji in the Ta’lim Muta’allim’s Book? How the principles of learning Az-Zarnuji in the Ta’lim Muta’allim’s Book and how to shape the approach of Az-Zarnuji’s learning? From that outlines the researchers took steps to analyze or examine with the purpose of knowing and understanding the learning methods, principles of teaching and learning approaches form Az-Zarnuji in the Ta’lim Muta’allim’s Book. This research is descriptive research library with the type of qualitative research, with the primary data source Ta’lim al-Muta’allim Tariq al-Ta’allum by Az-Zarnuji. While secondary data sources include the interpretation of Tafsir Pendidikan Studi Ayat-ayat Berdimensi Pendidikan by H. Ahmad Izzan, Ilmu Pendidikan Dalam Perspektif Islam by Ahmad Tafsir, Dimensi-dimensi Pendidikan Islam by A. Fatah Yasin and other data in the form of journals, magazines and other data to talk about the theme of this thesis written in. Az-Zarnuji explains in the Ta’lim Muta’allim’s book that learning methods between the method of memorization, note, understand, munadharah, mudzakarah and mutharabah. Principles of learning include intention, truly, had submitted themselves, and the attitude of respect for teachers. It also describes the form of the approach of learning Az-Zarnuji are choosing teachers, friends, discussion and steps in learning. The results of this research are expected to arouse the consciousness of Moeslims about conformity of thought of Islamic education and inspire the emergence of a more in-depth study and integral methods of learning

    ASPEK HUKUM ISLAM DALAM KITAB TA’LIM AL-MUTA’ALLIM KARYA BURHANUDDIN AL-ZARNUJI

    No full text
    Abstrak: Artikel ini bertujuan untuk mengetahui aspek hukum Islam dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim. Kitab yang sangat fenomenal dalam dunia pendidikan Islam. Kajian ini menarik karena penulis kitab ini adalah Burhanuddin al-Zarnuji seorang ahli fiqh bermazhab hanafi. Padahal kitab Ta’lim al-Muta’allim tersebar di Indonesia yang notabene bermazhab syafi’i. metode yang peneliti gunakan adalah penelitian pustaka, peneliti mencoba membaca lebih dalam kitab Ta’lim al-Muta’allim lalu mengeluarkan poin-poin yang berkaitan dengan aspek hukum Islam dan keterpengaruhannya dari mazhab hanafi. Hasilnya peneliti menemukan ada empat poin yang disebut oleh al-Zarnuji secara eksplisit; hukum belajar ilmu haal, hukum belajar ilmu al-ahaayin, hukum memasang niat belajar dan hukum bersiwak. Secara umum al-Zarnuji dapat bersikap independen walau dengan kutipan guru-guru bermazhab hanafi dalam menjelaskan tanpa ada bias mazhab.&nbsp; &nbsp; &nbsp; Keywords: hukum islam; ta’lim al-muta’allim; al-Zarnuji &nbsp; Abstract &nbsp; This article aims to explore the Islamic legal aspects in the book "Ta’lim al-Muta’allim." This book is highly influential in the world of Islamic education. The study is intriguing because the author of the book is Burhanuddin al-Zarnuji, an expert in the Hanafi school of jurisprudence, while "Ta’lim al-Muta’allim" is widely disseminated in Indonesia, which is predominantly of the Shafi'i school. The research methodology employed is literature review, with the researcher delving into the content of "Ta’lim al-Muta’allim" to extract points related to Islamic legal aspects and the influence of the Hanafi school. &nbsp;The findings reveal four explicit points mentioned by al-Zarnuji: the legal aspects of learning the science of haal, the legal aspects of learning the science of al-ahaayin, the legal aspects of setting the intention to learn, and the legal aspects of using a tooth-stick (siwak). Overall, al-Zarnuji demonstrates an independent approach, even incorporating quotes from teachers of the Hanafi school in his explanations without showing any bias toward a particular school of thought. &nbsp; Keywords: Islamic law; Ta’lim al-Muta’allim; al-Zarnuj

    PEMIKIRAN AL-ZARNUJI TENTANG ETIKA BELAJAR

    No full text
    Penelitian ini bertujuan ingin menyelami pemikiran dari Syekh Burhanudin az-Zarnuji, dengan nilai moralitasnya yang dibawa proses pembelajaran, yang tertuang dalam karyanya Ta’limul Muta’alim Thariqatta’ Alum. Hal ini menjadi penting bagi penulis, apabila dikaitkan dengan fenomena pendidikan yang sampai saat ini belum cukup mampu untuk menghasilkan insan yang berkepribadian luhur. Mayoritas pendidikan yang berkembang sekarang lebih menekankan kepada segi kognitif dan mempelajari ilmu-ilmu umum, sehingga pelajar mempelajari ilmu yang berserakan dan tidak sistematis. Selain itu masalah etika kurang diperhatikan, baik etika terhadap guru, etika terhadap sesama murid. Maka jangan heran ketika Az-Zarnuji mengatakan: banyak dari sebagian pelajar yang sebenarnya mereka sudah bersungguh-sungguh menuntut ilmu, namun mereka tidak merasakan nikmatnya ilmu, hal ini disebabkan mereka meninggalkan atau kurang memperhatikan etika dalam menuntut ilmu. Dengan latar belakang masalah tersebut, maka permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana pemikiran Az-Zarnuji tentang etika belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan memahami pemikiran Az-Zarnuji tentang etika belajar siswa. Manfaat dari penelitian ini adalah secara teoritis, dapat semakin memperkaya khazanah pemikiran Islam pada umumnya dan bagi Civitas Akademika Fakultas Agama Islam pada khususnya. Selain itu, dapat menjadi stimulus bagi penelitian selanjutnya. Sehingga proses pengkajian secara mendalam akan terus berlansung dan memperoleh hasil yang maksimal. Secara praktis, dapat bermanfaat bagi masyarakat secara umum, sehingga mampu menumbuhkan kepedulian terhadap pendidikan pada umumnya dan pendidikan Islam pada khususnya. Penelitian ini tergolong penelitian bibliografi dan merupakan penelitian literer dengan pendekatan historis filosofis. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi, dan kepustakaan. Sedangkan analisis datanya menggunakan telaah hermeneutik. Hasil dari penelitian yang didapat, dari pembacaan terhadap karya az-Zarnuji, yaitu Ta’limul Muta’alim Thariqatta’Alum, maka pendidikan dewasa ini harus memperhatikan nilai moralitas yang terkandung dalam kitab tersebut. Hal tersebut sangat penting, agar seorang pelajar dapat menjalankan tata tertib belajar, dan memperhatikan nilai etika dalam belajar. Sehingga pelajar dapat merasakan hasil dari ilmu yang mereka pelajari dan mendapatkan barokah di dalamnya. Selain itu, peneliti juga menemukan tujuan pendidikan dalam kitab tersebut. Menurut az-Zarnuji tujuan pendidikan semata-mata untuk mencari ridho Allah. Dari analisis penelitian terhadap kitab Ta’limul Muta’alim Thariqatta’Alum, yang merupakan karya az-Zarnuji, nilai etika bagi penuntut ilmu merupakan sebuah ciri khas menarik dalam kitab tersebut. Namun dalam pencapaian ilmu, kitab tersebut masih kurang, karena berkaitan pada kajian keagamaan dan mengesampingkan ilmu-ilmu umum

    EPISTEMOLOGI IDEALISTIK SYEKH AZ-ZARNUJI TELAAH NASKAH TA’LIM AL MUTA’ALIM

    No full text
    Az-Zarnuji proposes four considerations of strengthening the right intention in looking for science. First, looking for a science is regarded as the religion task; second, looking for a science must be intended as an effort of getting happiness of life in the future; third, in looking for a science, it is properly awaken again to the Islamic teaching and religion; fourth, looking for a science is supposed to the frame of conveying the thanksgiving to Allah. The characteristic of Az-Zarnuji epistemology says that looking for a science is the religion task. It shows that Az-Zarnuji epistemology becomes Islamic epistemology, standard and traditional with idealistic type. It is a idealism containing many things, integration between organic and thinkingcomprehensively (reality, form) or absolutism consisting of the meaning as 1) view of life, the truth must be valuable, reality, final and forever objective. 2) There is only one belief and one explanation objectively, no change and right to the reality. The religion epistemology of Az-Zarnuji stresses on the characteristics of God, society and individuality with epistemology of principality based on utility principle. The implementation of science system is for the case of the three characteristics above. The stress goes to the quality or religion ethic values. The concept of Az-Zarnuji epistemology is ideological focusing on value and the Islamic religion (theology) or faith epistemology. Key Words: epistemology; Islamic education;science; religion ethic. Az-Zarnuji menawarkan empat pertimbangan yang memperteguh niat yang benar dalam mencari ilmu pengetahuan. Pertama, menuntut ilmu dianggap sebagai tugas agama; kedua, menuntut ilmu seharusnya dimaksudkan usaha memperoleh kebahagiaan hidup di kemudian hari; ketiga, dalam menututi lmu, seyogyanya membangkitkan kembali agama dan syiar Islam; Keempat, menuntut ilmu ditujukan dalam rangka menyampaikan puji syukur kepada Tuhan. Ciri khas epistemologi Az- Zarnuji, epistemologi agama, menuntut ilmu tugas agama, ini menjadikan epistemologi Az-Zarnuji merupakan epistemologi Islam, baku dan kuna (Tradisional) bertipe idealistik. Idealistik adalah pandangan ideal (idealism) atau mencakup segala sesuatu, kepaduan pikiran dan organik saling terkait bersifat sempurna (realitas, wujud) atau Absolutisme, mencakup makna sebagai 1).Pandangan bahwa kebenaran (nilai, realitas) nyata, final dan abadi secara obyektif. 2) Keyakinan hanya ada satu penjelasan obyektif tak berubah dan benar tentang realitas. Epistemologi religious (agama) Az-Zarnuji menekankan pada ciri Ketuhanan, individualitas dan masyarakat, dengan azas epistemologi yangmendasarinya azas manfaat (utility). Pelaksanaan sistem ilmu pengetahuan dalam rangka ketiga ciri tersebut. Penekanan pada kualitas atau pada nilai etika religious. Konsep epistemologi Az-Zarnuji bersifat ideologis, bertumpu pada nilai dan ajaran (teologi) Islam atau epistemologi iman (ketauhidan). Kata Kunci: epistemology; pendidikan Islam; ilmu Pengetahuan; etika Religius
    corecore