1,722,173 research outputs found
Aplikasi Saccharomyces cerevisiae, Pichia ohmeri, dan Gluconobacter thailandicus dalam Bentuk Sel Bebas dan Terimmobilisasi Gel Alginat untuk Produksi Arabitol dan Xylitol Nira Tebu; Shagita Noviandha Sukoco, 061710101034
Nira tebu yang selama ini diproduksi sebagian besar digunakan sebagai bahan
pembuat gula (sukrosa). Dimana kita tahu bahwa sukrosa merupakan disakarida yang
memerlukan insulin dalam proses metabolismenya sehingga tidak baik digunakan
untuk penderita diabetes. Untuk itu perlu dikembangkan adanya pemanis alternatif
yang tidak memerlukan insulin dalam proses ametabolismenya. Dengan semakin
berkembangnya teknologi dan semakin terbukanya wawasan masyarakat terhadap
pentingnya kesehatan maka perlahan-lahan masyarakat mulai mencari alternatif
pemanis alami yang lebih aman dan bermanfaat untuk dikonsumsi. Salah satu
pemanis alternatif pengganti sukrosa yang potensial adalah xylitol yang merupakan
gula alkohol jenis pentitol dengan rumus umum C5H12O5.
Selama ini produksi xylitol dalam skala industri sebagian besar dilakukan
dengan proses kimiawi yaitu dengan hidrogenasi D-xylose menggunakan larutan
asam yang memerlukan biaya yang relatif mahal, disamping hasil yang diperoleh dari
hidrolisa tanaman sangat rendah. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk
memproduksi xylitol dengan biaya lebih murah yaitu menggunakan proses
mikrobiologis dari hasil fermentasi dengan kombinasi tiga mikroba S. cerevisiae, P.
ohmeri, dan G. thailandicus. Namun proses fermentasi dengan menggunakan
inokulum mikroba secara langsung masih kurang efektif untuk memproduksi xylitol
sehingga untuk meningkatkan produksi fermentasi dapat dilakukan dengan
mengimmobilisasi sel masing-masing mikroba tersebut dalam gel alginat sehingga
diperoleh hasil yang lebih jernih, bebas dari suspensi sel mikroba dan dapat digunakan berulang-ulang. Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh
penggunaan sel mikroba dalam bentuk bebas dan amobil untuk memproduksi xylitol
dan mengetahui pengaruh waktu fermentasi terhadap kuantitas xylitol yang
dihasilkan.
Penelitian produksi xylitol secara mikrobiologis dengan fermentasi bertingkat
menggunakan 3 mikroba dilakukan dengan variasi bentuk sel bebas dan immobil gel
alginat. Masing-masing media fermentasi baik untuk S. cerevisiae, P. ohmeri, dan G.
thailandicus diinkubasi dengan cara aerasi menggunakan shaker dengan kecepatan 75
rpm, pada suhu 30 °C selama 72 jam dan dilakukan pengamatan pada jam ke-0, 6, 12,
24, 48, dan 72. Diamati nilai pH, pertumbuhan mikroba serta produk yang dihasilkan
meliputi sukrosa, glukosa, arabitol dan xylitol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada fermentasi nira tebu dengan
konsentrasi sukrosa sebesar 68,164 g/L menggunakan sel bebas S. cerevisiae mampu
menghasilkan glukosa pada jam ke-72 sebesar 63,919 g/L. Sel bebas P.ohmeri pada
media glukosa menghasilkan arabitol sebesar 2,802 g/L pada jam ke-72. Sel bebas G.
thailandicus pada media arabitol menghasilkan xylitol sebesar 0,702 g/L pada jam
ke-72. Sedangkan pada fermentasi nira tebu dengan konsentrasi sukrosa sebesar
68,164 g/L menggunakan sel immobil alginat S. cerevisiae mampu menghasilkan
glukosa pada jam ke-72 sebesar 37,295 g/L. Sel immobil alginat P. ohmeri pada
media glukosa menghasilkan arabitol sebesar 2,789 g/L pada jam ke-72. Sel immobil
G. thailandicus pada media arabitol menghasilkan xylitol sebesar 0,401 g/L pada jam
ke-72
REINTERPRETASI JOKO SUKOCO PADA TARI PATHOLAN DI SANGGAR TARI GALUH AJENG REMBANG
ABSTRAK
REINTERPRETASI JOKO SUKOCO PADA TARI PATHOLAN DI
SANGGAR TARI GALUH AJENG REMBANG (Dewi Subekti, 2018),
Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan,
Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta.
Penelitian Reinterpretasi Joko Sukoco Pada Tari Patholan di
Sanggar Tari Galuh Ajeng Rembang bertujuan untuk mendeskripsikan
Bentuk Tari Patholan dan Reinterpretasi Joko Sukoco pada tari Patholan.
Analisis bentuk tari Patholan menggunakan konsep Soedarsono. Analisis
Reinterpretasi Joko Sukoco pada tari Patholan menggunakan teori Irwan
Abdullah tentang adaptasi kebudayaan dan teori Utami Munandar untuk
menjabarkan tentang kreativitas dalam penciptaan tari Patholan.
Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan etnokoreologi. Metode penelitian secara kualitatif ini
bertujuan untuk mendapatkan data sebanyak-banyaknya, kemudian
dianalisis dan dideskripsikan, sehingga dapat memberikan gambaran dan
pemaparan mengenai bentuk tari Patholan dan reinterpretasi Joko Sukoco
pada tari Patholan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah
observasi, wawancara, dan studi pustaka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk reinterpretasi yang
dilakukan Joko Sukoco pada tari Patholan disesuikan dengan kondisi
masyarakat. Selain itu hasil reinterpretasi yang dilakukan Joko Sukoco
tidak lepas dari bentuk dan kreativitas sebagai koreografer, sehingga
terwujudlah sebuah bentuk karya baru hasil dari proses kreatif yang
dilakukan, karya tersebut yaitu tari Patholan.
Kata Kunci : Tari Patholan, Bentuk, Reinterpretasi
Model Pengembangan Terpadu Petani Salak
Buku kategori pertanian yang berjudul Model Pengembangan Terpadu Petani Salak merupakan buku karya dari Subeni dan Sukoco. Pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang dapat memenuhi kebutuhan masa kini tanpa mengorbankan hak pemenuhan kebutuhan generasi mendatang. Pembangunan berkelanjutan digunakan untuk mengartikan perbaikan mutu kehidupan manusia dengan tetap berusaha tidak melampaui kemampuan ekosistem yang mendukung kehidupannya. Pembangunan adalah upaya untuk mengubah keadaan, dari kondisi tradisional ke modern, dari terbelakang ke arah kemajuan, tanpa mengingkari arti penting dari nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan utama pembangunan. Dengan kata lain,pembangunan merupakan wahana bagi manusia untuk mencapai peradaban baru yang bersendikan pada nilai-nilai yang khas manusiawi. Pendayagunaan sumber daya alam sebagai modal pokok pembangunan harus dilakukan secara terencana, rasional, optimal, bertanggungjawab dan sesuai dengan kemampuan daya dukungnya dengan mengutamakan kemakmuran rakyat serta memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup bagi pembangunan yang berkelanjutan
- …
