1,722,452 research outputs found
Otobiografi R.M. Soedarsono
Prof. Dr. R.M. Soedarsono, adalah seorang tokoh besar dalam Seni Pertunjukan Indonesia. Beliau seorang profesor di bidang Seni dan Sejarah Budaya, Fakultas Ilmu Budaya dan Program Pascasarjana UGM. Beliau lahir di Yogyakarta, 1 Mei 1933 dan wafat di Yogyakarta, 16 Oktober 2018. Kisah perjalanan hidupnya mirip sebuah dongeng yang penuh makna, sebuah teladan kejujuran, kesederhanaan, dan kerja keras yang memberikan makna besar dalam kehidupan.Buku ini merupakan rangkaian kisah perjalanan hidup almarhum sejak masa kecil yang terdidik keras, menjadi seorang penari andal, perjuangan untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin, serta perjuangannya merintis dan mengembangkan Pendidikan Tinggi Seni di Indonesia. Pergaulannya sangat luas, banyak bertemu tokoh-tokoh besar, presiden, menteri maupun tokoh-tokoh yang sangat kompeten di bidangnya, dikisahkan dengan menarik di dalam buku ini.Buku ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk generasi muda pada umumnya, dan pekerja seni pada khususnya, bahwa apa pun tujuan kita, jika dilakukan dengan usaha sungguh-sungguh akan memberikan sesuatu yang berharga. Membaca buku ini juga sekaligus mempelajari berbagai seni pertunjukan. Motivasi penting yang lain, belajarlah dan berkaryalah sampai mancanegara, tetapi utamakan intinya kembali untuk pengembangan di negeri ini.Buku terdiri atas 9 bab, tetapi dikelompokkan menjadi 7 pokok bahasan, yaitu:Soedarsono si Anak Desa, Masa Kecil dan Perjuangan Masa Sekolah Menjabat Direktur ASTI dan Studi Banding di Paris, Agenda 1962-1967 Memperdalam Tari di Amerika, Agenda 1968-1969 Mengembangkan Ilmu Seni Pertunjukan Indonesia Meraih Ph.D. di Amerika Menjabat Rektor ISI Yogyakarta, Kegiatan di Dalam dan Luar Negeri Memenangkan Award Internasiona
Alur Lakon Wahyu Makutharama Ki Manteb Soedarsono
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alur lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Temuan dari penelitian ini diharapkan menjadi salah satu contoh bagaimana menerapkan sebuah teori dongeng ke dalam lakon wayang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur naratif Vladimir Propp yang direduksi dari teori yang digunakan Budiarti dalam tulisannya yang berjudul “Struktur Naratif Lakon Kresna Duta versi Ki Nartosabdo”. Propp berteori bahwa sebuah dongeng memiliki struktur yang dibentuk dari fungsi-fungsi yang bergerak berurutan. Objek penelitian ini adalah lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono berbentuk audio visual. Untuk dapat menemukan alur lakon Wahyu MakutharaLanma Ki Manteb Soedarsono, langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan transkrip lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Langkah kedua dilacak peristiwa-peristiwa dalam lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb soedarsono. Lalu setelah ditemukan peristiwa-peristiwa pada lakon Wahyu Makutharama ditentukan fungsi dan urutan fungsi dengan menggunakan teori Vladimir Propp. Adapun hasil yang dicapai antara lain, pertama ditemukan sepuluh fungsi pelaku primer pada lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono, dengan urutan fungsi J ε B M a ↑ D G W N. Urutan fungsi yang bergerak berurutan ini dapat disebut sebagai alur lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Pemadanan ini dilakukan dengan merujuk pada pengertian alur yaitu peristiwa yang dijalin dengan seksama, yang menggerakkan jalan cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan selesaian. Kedua, ditemukan fungsi pelaku sekunder pada lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono dengan hero Kumbakarna, dengan urutan fungsi: a G N. Fungsi pelaku sekunder dengan hero Basukarna, dengan urutan fungsi: a K. Fungsi pelaku sekunder hero Radèn Werkudara, dengan fungsi: a. Fungsi pelaku sekunder hero Bisawarna, dengan fungsi W
Alur Lakon Wahyu Makutharama Ki Manteb Soedarsono
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan alur lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Temuan dari penelitian ini diharapkan menjadi salah satu contoh bagaimana menerapkan sebuah teori dongeng ke dalam lakon wayang. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori struktur naratif Vladimir Propp yang direduksi dari teori yang digunakan Budiarti dalam tulisannya yang berjudul “Struktur Naratif Lakon Kresna Duta versi Ki Nartosabdo”. Propp berteori bahwa sebuah dongeng memiliki struktur yang dibentuk dari fungsi-fungsi yang bergerak berurutan. Objek penelitian ini adalah lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono berbentuk audio visual. Untuk dapat menemukan alur lakon Wahyu MakutharaLanma Ki Manteb Soedarsono, langkah pertama yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan transkrip lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Langkah kedua dilacak peristiwa-peristiwa dalam lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb soedarsono. Lalu setelah ditemukan peristiwa-peristiwa pada lakon Wahyu Makutharama ditentukan fungsi dan urutan fungsi dengan menggunakan teori Vladimir Propp. Adapun hasil yang dicapai antara lain, pertama ditemukan sepuluh fungsi pelaku primer pada lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono, dengan urutan fungsi J ε B M a ↑ D G W N. Urutan fungsi yang bergerak berurutan ini dapat disebut sebagai alur lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono. Pemadanan ini dilakukan dengan merujuk pada pengertian alur yaitu peristiwa yang dijalin dengan seksama, yang menggerakkan jalan cerita melalui rumitan ke arah klimaks dan selesaian. Kedua, ditemukan fungsi pelaku sekunder pada lakon Wahyu Makutharama versi Ki Manteb Soedarsono dengan hero Kumbakarna, dengan urutan fungsi: a G N. Fungsi pelaku sekunder dengan hero Basukarna, dengan urutan fungsi: a K. Fungsi pelaku sekunder hero Radèn Werkudara, dengan fungsi: a. Fungsi pelaku sekunder hero Bisawarna, dengan fungsi W
Pakeliran Padat"Bolodewa Palarama"
Pakeliran Padat"Bolodewa Palarama"
Penyaji: Mantep Soedarsono, Kirap dalang sejawa tengah, Gedung Wanita Manahan
- …
