1,721,157 research outputs found

    EVALUASI JUMLAH ERITROSIT DAN KADAR HEMOGLOBIN AYAM BROILER YANG DIBERI PAKAN ADITIFPROBIOTIK Bacillus DIPERKAYA VITAMIN DAN MINERAL

    Full text link
    MIA MITASARI. 23010114120066. 2018. Evaluasi Jumlah Eritrosit dan Kadar Hemoglobin Ayam Broiler yang Diberi Pakan Aditif Probiotik Bacillus Diperkaya Vitamin dan Mineral (Evaluation the Number of Erythrocytes and Research of Hemoglobin Broiler Chicken Which are Provided Probiotic Additive Bacillus Traded Vitamin and Mineral). (Pembimbing: ISROLI dan HANNY INDRAT WAHYUNI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin ayam broiler pada umur 14 dan 28 hari yang diberi pakan aditif probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral dalam ransum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2017 sampai bulan Juli 2017. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 240 ekor day old chick (DOC) ayam broiler (unsex) dengan rata-rata bobot badan awal 45,90 3,24 gram. Probiotik yang digunakan yaitu Bacillus dengan diperkaya vitamin dan mineral yang ditambahkan dalam ransum komersial. Kandang yang digunakan adalah jenis kandang litter sebanyak 16 unit dengan ukuran 1 × 1 × 1 m. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan meliputi berbagai dosis probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral dalam ransum komersial (T0 = 0%, T1 = 0,1%, T2 = 0,5% dan T3 = 1%). Hasil penelitian menunjukkan penambahan pakan aditif probiotik Bacillus diperkaya vitamin dan mineral tidak berpengaruh terhadap jumlah eritrosit, namun memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada kadar hemoglobin umur 14 hari. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan probiotik berbasis Bacillus diperkaya vitamin dan mineral sampai level 1% dalam pakan komersial mampu memperbaiki jumlah eritrosit dan kadar hemoglobin ayam broiler

    PROFIL DARAH MERAH AYAM KAMPUNG UMUR 30 HARI AKIBAT PENAMBAHAN PROBIOTIK Rhizopus oryzae DALAM RANSUM

    Full text link
    MUHAMMAD ROIS FATAH. 23010112140331. 2015. Profil Darah Merah Ayam Kampung Umur 30 Hari Akibat Penambahan Probiotik Rhizopus oryzae dalam Ransum (Erythrocytes Profile of 30 Days of Age Native Chickensdue to Administration of Probiotic Rhizopus oryzae in the Ration). (Pembimbing: ISROLI dan SUGIHARTO). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data profil darah merah (jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit) pada ayam kampung umur 30 hari yang diberi tambahan pakan probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2015 sampai September 2015. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah 100 ekor day old chick (DOC) ayam kampung (unsex)dengan bobot badan awal 39,65± 1,46 gram. Probiotik yang digunakan yaitu fungi Rhizopus oryzae yang sudah diinokulasikan dalam media bahan pakan berupa jagung dan bekatul. Kandang yang digunakan adalah jenis battery sebanyak 20 petak dengan ukuran 60×35×35 cm. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan. Perlakuan meliputi berbagai konsentrasi probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum (0%, 0,2%, 0,4% dan 0,6%). Hasil penelitian menunjukkanbahwa tidak ada pengaruh penggunaan probiotik Rhizopus oryzae dalam ransum terhadap rataan jumlah eritrosit, kadar hemoglobin dan hematokrit pada ayam kampung umur 30 hari. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian probiotik Rhizopus oryzae tidak mengubah profil darah merah ayam kampung umur 30 hari

    PENGARUH PENGGUNAAN GATHOT (KETELA POHON FERMENTASI) DALAM RANSUM TERHADAP PROFIL ERITROSIT, HEMOGLOBIN DAN HEMATOKRIT AYAM BROILER

    Full text link
    ALTRINA NUGRAHESTININGRUM. 23010112130105. 2016. Pengaruh Penggunaan Gathot (Ketela Pohon Fermentasi) dalam Ransum terhadap Profil Eritrosit, Hemoglobin dan Hematokrit Ayam Broiler. (The Effect of Gathot (Fermented Cassava) in Ration on Profile of Erythrocytes, Hemoglobin and Hematocrit Broiler). (Dosen Pembimbing : ISROLI dan ENDANG WIDIASTUTI). Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh gathot dalam ransum terhadap jumlah eritrosit, hemoglobin dan hematokrit ayam broiler, dilaksanakan pada tanggal 16 Oktober – 19 November 2015 di Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah Day Old Chick (DOC) ayam broiler sebanyak 160 ekor (unsex) dengan bobot badan 45,39 ± 3,28 g. Bahan ransum terdiri dari gathot, jagung kuning, tepung ikan, bungkil kedelai, bekatul, Poultry Meat Meal (PMM), pollard dan top mix disusun menjadi ransum isoprotein dan isokalori (20% dan 2900 kkal/kg). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis ragam pada taraf 5%. Perlakuan yang diuji adalah penggunaan gathot dalam ransum terdiri atas T0 (tanpa gathot), T1 (penggunaan 2,5% gathot), T2 (penggunaan5% gathot) dan T3 (penggunaan 10% gathot). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gathot dalam ransum tidak mengakibatkan perbedaan rata-rata terhadap profil eritrosit, hemoglobin dan hematokrit darah ayam broiler. Rata-rata eritrosit untuk perlakuan T0, T1, T2 dan T3 masing-masing 2,42, 2,37, 2,31 dan 2,45(x 106/mm3), hemoglobin masingmasing 8,02, 7,72, 7,40 dan 7,78 (g/dL), hematokrit masing-masing 30,76, 29,68, 30,28 dan 30,70(%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan gathot sampai kadar10% dapat digunakan pada ransum ayam broiler, karena secara fisiologis tidak mengganggu kesehatan ayam broiler

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    PENGARUH PENAMBAHAN PROBIOTIK KAPANG Chrysonilia crassa TERHADAP PROFIL DARAH MERAH DAN BOBOT BADAN AKHIR AYAM BROILER

    Full text link
    SUKMA PURBANDARI WIDOWATI. 203010114120028. 2018. Pengaruh Penambahan Probiotik Kapang Chrysonilia crassa terhadap Profil Darah Merah dan Bobot Badan Akhir Ayam Broiler (Pembimbing: SUGIHARTO dan ISROLI). Penelitian dilaksanakan bulan Juli – Agustus 2017. Lokasi penelitian di Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro, Semarang. Analisis profil darah merah dilakukan di Laboratoroium Kesehatan Hewan, Semarang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh penambahan probiotik kapang Chrysonilia crassa terhadap profil darah merah dan bobot badan akhir ayam broiler. Penelitian menggunakan 200 ekor day old chick (DOC) ayam broiler dengan bobot awal rata-rata 41,11 ± 0,16 g. Bahan pakan disusun menjadi ransum dengan kandungan PK 21,93% dan EM 3300 kkal/kg. Percobaan dirancang berdasar Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diterapkan yaitu T0 (Pakan Basal), T1 (Pakan Basal + 0,04% Zinc bacitracin), T2 (Pakan Basal + 0,01% Bacillus sp.) dan T3 (Pakan Basal + 1% Chrysonilia crassa). Parameter yang diukur meliputi total eritrosit, kadar hemoglobin, persentase hematokrit, serta nilai indeks eritrosit yang meliputi mean corpuscular volume (MCV), mean corpuscular haemoglobin (MCH), mean corpuscular haemoglobin concentration (MCHC) dan bobot akhir ayam broiler. Data dianalisis keragamannya dengan analisis ragam (uji F) dan apabila terdapat pengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji wilayah ganda Duncan untuk mengetahui perbedaan rata-rata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Chrysonilia crassa tidak memberikan pengaruh terhadap kadar eritrosit, hemoglobin, persentase hematokrit, serta nilai indeks eritrosit (MCV, MCH, MCHC), namun berpengaruh nyata terhadap bobot badan akhir ayam broiler. Kisaran total eritrosit yaitu 2,17 – 2,42 juta/mm 3 , kadar hemoglobin yaitu 9,36 – 10,04 g/dL, persentase hematokrit yaitu 30,36 – 31,32%, nilai indeks eritrosit yaitu MCV 134,8 – 135,5 fl, MCH 42,88 – 43,52 pg, dan MCHC yaitu 31,04 – 32,20 g/dL, serta bobot badan akhir ini yaitu 1601,4 – 1730,92 g. Simpulan dari penelitian ini adalah pemberian Chrysonilia crassa tidak menaikkan profil darah merah, namun dapat meningkatkan bobot badan akhir ayam broiler sehingga mampu menggantikan antibiotik Zinc Bacitracin sebagai pemacu pertumbuhan

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENGARUH KEPADATAN KANDANG YANG BERBEDA TERHADAP BOBOT ORGAN LIMFOID PADA AYAM BROILER

    Full text link
    NURUL DWI APRILLIA. 23010113140274. Pengaruh Kepadatan Kandang yang Berbeda terhadap Bobot Organ Limfoid pada Ayam Broiler (Pembimbing : UMIYATI ATMOMARSONO dan ISROLI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan kandang yang sesuai untuk pertumbuhan tanpa mengganggu dan mempengaruhi kondisi organ limfoid pada ayam broiler. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai pengaruh pemeliharaan pada kepadatan kandang yang berbeda terhadap pemeliharaan ayam broiler dan memberikan informasi mengenai kepadatan kandang yang optimal untuk ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Juni 2017 di kandang Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro, Semarang. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 280 ekor ayam broiler umur 14 hari dengan bobot badan rata-rata 298,37 ± 23,33 g (CV = 7,81%) dan jenis kelamin unsexed. Perlakuan kepadatan kandang dilakukan ketika ayam mencapai umur 14 sampai 42 hari. Ransum menggunakan kadar protein kasar 22,84% dan energi metabolis 3.151,57 kkal/kg. Kandang yang digunakan adalah kandang litter dengan alas sekam berukuran 1x1 m 2 . Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang diberikan yaitu pemeliharaan pada kepadatan kandang berbeda dengan taraf sebagai berikut : T1 = 8 ekor/m 2 , T2 = 12 ekor/m , T3 = 16 ekor/m 2 dan T4 = 20 ekor/m 2 . Parameter yang diukur yaitu bobot relatif organ bursa fabrisius, limpa dan timus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam dengan uji F pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata bobot relatif bursa fabrisius secara berurutan adalah T1 = 0,11%, T2 = 0,10%, T3 = 0,09% dan T4 = 0,07 %, rata-rata bobot relatif limpa adalah T1 = 0,13%, T2 = 0,14%, T3 = 0,11% dan T4 = 0,15 %, rata-rata bobot relatif timus adalah T1 = 0,25%, T2 = 0,24%, T3 = 0,21 % dan T4 = 0,18 %. Hasil analisis ragam menunjukkan tidak ada pengaruh nyata (P>0,05) kepadatan kandang terhadap bobot relatif organ limfoid seperi bursa fabrisius, limpa dan timus Simpulan dari penelitian ini kepadatan kandang mencapai 20 ekor/m tidak memberikan pengaruh negatif pada kesehatan ayam broiler, hal ini dapat dilihat dari bobot relatif bursa fabrisius, limpa dan timus yang relatif sama

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore