1,726,374 research outputs found
Tari Berthema"We"
Tari Berthema"We"
Karya: Indrawati, Ujian penyajian tugas akhir Jur. Tari, Pendapa ISI Surakart
MAKNA SIMBOLIS GERAK TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sasikirana merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akan menggali maknadari tanda-tanda yang terdapat pada gerak tari sasikirana karya Indrawati Lukman menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Kajian terpusat pada tanda – tanda gerak dalamkarya tari topeng sasikirana, dikaji secara mendalam
sehingga mampu membongkar realitas makna dibalik karya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis dari gerak tari Sasikirana karya Indrawati Lukman melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tari Sasikirana dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekayaan simbolis yang merefleksikan nilai budaya dan kearifan lokal yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Peirce, yang membagi tanda menjadi tiga komponen: representament, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak dalam tari Sasikirana memiliki makna simbolis yang mendalam, yang merepresentasikan feminitas, keagungan perempuan, serta filosofi hidup masyarakat yang dihormati dalam budaya setempat.
Kata Kunci: Gerak Tari Sasikirana, Indrawati Lukman, Semiotika, Charles Sanders Peirce, Makna Simbolis.
ABSTRACTTHE SYMBOLIC MEANING OF SASIKIRANA MASK DANCE MOVEMENTS OF INDRAWATI LUKMAN DANCE STUDIO BANDUNG: SEMIOTIC (ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PEIRCE), DECEMBER 2014. Sasikirana is a development of Pamindo mask dance. The interesting things in Sasikirana dance work are the extensive exploration and innovation applied to movements, movement structure, accompaniment, and costumes. Sasikirana appears to be more modern in its presentation style. The author would examine the meaning of the symbols in Sasikirana dance movements by Indrawati Lukman, using a qualitative method with a semiotic approach. This study focuses on the symbolic movements in Sasikirana mask dance, with deep analyzing process to uncover the underlying meanings. The purpose of this research is to reveal the symbolic meanings of the movements in Sasikirana dance by Indrawati Lukman through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. Sasikirana dance has been selected as the research subject because of its symbolic richness reflecting unique cultural values and local wisdom. The research method used is descriptive qualitative, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted using Peirce\u27s semiotic theory, which divides signs into three components: representament, Object, and Interpretant. The findings show that the movements in Sasikirana dance owes deep symbolic meanings, representing femininity, the majesty of women, and the community life
Naskahditerimapada,7Septemberrevisiakhir3Oktober2024 |157
philosophy respected within the local culture.
Keywords: Sasikirana Dance Movements, Indrawati Lukman, Semiotics, Charles Sanders Peirce, Symbolic Meaning
Konstruksi realitas peran Sri Mulyani Indrawati dalam persoalan bank Century di Metro TV
Penelitian ini ditujukan untuk mengetahui konstruksi realitas peran Sri Mulyani Indrawati dalam persoalan Bank Century. Metro TV sebagai agen konstruksi realitas, menayangkan wawancara eksklusif dengan Sri Mulyani Indrawati pada 3 dan 4 Januari 2010. Teknik analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah Analisis Framing dengan menggunakan model dari Gamson dan Modigliani. Temuan penelitian menunjukkan SMI dikonstruksikan sebagai individu yang mengetahui pihak-pihak yang terlibat dan diselamatkan melalui keputusan bailout Bank Century. Selain itu, Metro TV membingkai peran Sri Mulyani Indrawati sebagai individu yang bertanggung jawab atas keputusan bailout Bank Century dan Metro TV mengkonstruksikan bahwa Sri Mulyani Indrawati melemparkan kesalahan kepada Presiden, Wakil Presiden dan DPR dalam mengambil keputusan bailout Bank Century. Ditemukan dalam tayangan wawancara, pembingkaian dapat dilakukan oleh narasumber melalui jawaban-jawaban yang diberikan. Dalam televisi dan dalam hal ini adalah tayangan wawancara, meski telah dilakukan penyuntingan namun kesempatan narasumber membingkai sebuah realitas menjadi mungkin dilakukan
ANALISIS SEMIOTIKA TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG
Pamindo adalah salah satu karakter yang ada dalam pertunjukan tari topeng Cirebon. Tarian ini berkarakterganjen lincah, hal tersebut terlihat dari koreografinya yang lincah dan gesit. Tarian tersebutmemiliki tradisi memanjangkan atau memendekan , menambah atau mengurangi jogedan, atau yangbiasa disebut dengan Gawe Jogedan. Struktur Tarian pada Pamindo diantaranya bagian dodoan, unggahtengah, dan deder. Pola gerak yang disajikan merupakan pola yang terstruktur. Pamindo merupakansumber inspirasi bagi Indrawati Lukman dalam membuat karya Tari Topeng Sasikirana. Sasikiranamerupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikiranaini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dankostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akanmenggali dan mengungkapkanfungsi dan makna dari tanda-tanda yang terdapat pada tari sasikirana karya Indrawati Lukman. Penelitianini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Penelitian yang memusatkanpada tanda –tanda yang dibuat oleh Indrawati Lukman dalam karya tari topeng sasikirana, dikaji secaramendalam sehingga mampu membongkar realitas, fungsi dan makna dibalik karya tersebut. Penelitiankualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna disejumlah individu atausekelompok orang yang berasal dari masalah social. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakanuntuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalahsocial, dan lain-lain. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi partisipasidan dokukarakter mentasi
PENGARUH MODEL KOOPERATIF TIPE NHT DENGAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI SISWA KELAS X
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengkaji pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan metode eksperimen terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa dalam pembelajaran fisika pada materi suhu dan kalor di MAN 1 Jember kelas X. Penelitian ini menggunakan 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen yang menggunakan model kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan metode eksperimen dan kelompok kontrol yang menggunakan model direct instruction. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata berpikir tingkat tinggi siswa kelas ekperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol, yaitu 59.70 pada kelas kontrol dan 48.42 pada kelas eksperimen. Kemudian dianalisis menggunakan uji-t dengan Independent Sample T-Test diperoleh nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0.000 atau nilai Sig. < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nihil () ditolak dan hipotesis alternatif () diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe Numbered Heads Together dengan metode eksperimen berpengaruh terhadap keterampilan berpikir tingkat tinggi siswa pada pembelajaran fisika di MAN 1 Jember kelas X
Analisis Model Pembelajaran Yang Sering Digunakan Dalam Pembelajaran IPA Oleh Guru IPA SMP di Banyuwangi
Penelitian ini adalah tentang analisis model pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran IPA oleh guru IPA SMP di Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang dilakukan pada bulan Juli 2015, dengan responden 20 guru IPA dari 8 SMP/MTs Negeri/Swasta di Banyuwangi. Instrumen penelitian ini berupa angket yang memaparkan sejumlah pertanyaan tertulis untuk dijawab secara tertulis oleh responden. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase dengan bantuan Excel for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran IPA oleh guru IPA SMP di Banyuwangi adalah ceramah, diskusi, PBL, Inquiri dan STAD. Sebanyak 6 orang (30%) sering menggunakan model ceramah, 6 orang (30%) menggunakan diskusi, 10 orang (50%) menggunakan model PBL, 3 orang (15%) menggunakan model inkuiri, dan 2 orang (10%) menggunakan model STA
- …
