1,725,619 research outputs found
Kepemimpinan berbasis nilai-nilai lakon petruk dadi ratu oleh ki enthus susmono 2013-2018
Kepemimpinan merupakan salah satu faktor kunci dalam menentukanarah dan keberhasilan suatu organisasi atau pemerintahan. Dalam khasanahbudaya Jawa, wayang kulit sering digunakan sebagai media refleksi nilai-nilai kepemimpinan, salah satunya melalui lakon Petruk Dadi Ratu. Ki EnthusSusmono, seorang dalang kondang, membawakan lakon ini denganpendekatan khas yang menggabungkan tradisi, satire, dan kritik sosial.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinandalam lakon Petruk Dadi Ratu versi Ki Enthus Susmono serta relevansinyadalam konteks kepemimpinan modern. Metode yang digunakan adalahkualitatif-deskriptif dengan menafsirkan makna kepemimpinan yangdisampaikan dalam pertunjukan wayang. Data diperoleh melalui studipustaka, dokumentasi, dan analisis pertunjukan Ki Enthus Susmono.Kepemimpinan Ki Enthus Susmono dalam memimpin KabupatenTegal, bagaimana kepemimpinan transformasional yang dijalankan KiEnthus Susmono selama menjadi Bupati semenjak dilantiknya pada tahun2013. Sumber data yang dicari berupa primer dan sekunder, denganpengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi.Setelah dilakukannya penelitian, maka peneliti menyimpulkan bahwaKi Enthus Susmono menjalankan kepemimpinan berbasis nilai-nilai dalamlakon Petruk Dadi Ratu dengan indikator yang terdiri dari kesabaran,kesombongan, sadar diri, tanggung jawab dan kesadaran.Dengan kepemimpinan Ki Enthus Susmono, Kabupaten Tegal mulaimendapatkan pujian dan penghargaan dari berbagai pihak dalam berbagaiaspek. Meski demikian, terdapat juga kritikan juga kepada Ki Enthus Susmonosalah satunya ketidaktotalan Ki Enthus Susmono sebagai Bupati karenamasihmenjalankan aktifitasnya sebagai dalang, sehingga banyak masukan dansaran agar Ki Enthus Susmono lebih total dan merubah gayakepemimpinannya
ESTETIKA GERAK TARI DADI RONGGENG BANYUMASAN
Tari Dadi Ronggeng merupakan sebuah karya tari yang berangkat dari
unsur kerakyatan dengan menggunakan pijakan gerak banyumasan. Gerak adalah
media pokok tari. Keindahan sebuah tari dapat dilihat melalui geraknya.
Keindahan gerak tari dapat dilihat melalui aspek dasarnya yaitu ruang, waktu, dan
tenaga. Pola penggunaan ruang, waktu, dan tenaga dapat mencerminkan
keindahan sebuah tari. Berdasarkan paparan tersebut maka rumusan masalah
dalam penelitian ini adalah: bagaimana estetika gerak Tari Dadi Ronggeng
Banyumasan?. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui estetika gerak tari
yang terdapat pada karya Tari Dadi Ronggeng Banyumasan.
Metode Penelitian yang digunakan pada penelitian Estetika Gerak Tari
Dadi Ronggeng Banyumasan adalah metode penelitian kualitatif dengan
pendekatan deskriptif kualitatif, pendekatan estetis koreografis, dan pendekatan
etik dan emik, dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan, menggunakan
Teori Adshead, dkk. Teknik pemeriksaan keabsahan data dengan menggunakan
teknik triangulasi.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, gerak sebagai media
pokok Tari Dadi Ronggeng, dapat mencerminkan nilai keindahan tarian tersebut.
Keindahan gerak pada Tari Dadi Ronggeng terbentuk dari jalinan pola
penggunaan ruang, waktu, dan tenaga pada tarian tersebut. Pola penggunaan
ruang, waktu, dan tenaga menghasilkan keindahan yang khas pada Tari Dadi
Ronggeng. Keindahan gerak Tari Dadi Ronggeng juga terwujud melalui
perpaduan gerak dengan properti cowongan. Tari Dadi Ronggeng menampilkan
unsur gerak dan keindahan gerak yang berbeda yang dapat dilihat dari tatanan
hubungan antar unsur gerak yaitu ruang, waktu, dan tenaga. Perpaduan gerakan
yang meliuk, penggunaan volume gerak yang cenderung lebar dengan tempo yang
bervariasi namun tetap menggunakan intensitas tenaga yang besar memberikan
kesan energik, seksi, dan ceria pada Tari Dadi Ronggeng.
Mengenai adanya keindahan gerak yang khas pada Tari Dadi Ronggeng
diharapkan sanggar dapat membakukan gerakan yang ada pada tarian tersebut,
sehingga Tari Dadi Ronggeng dapat dinikmati dalam jangka panjang dan dapat
dijadikan sebagai sarana apresiasi
Tari Berthema"Durung Dadi"
Tari Berthema"Durung Dadi"
Karya: STKW Solo Tiga, Dalam rangka Festival Tari Garapan Baru Tingk. Nasional, Pendapa ISI Surakarta, 199
- …
