185,551 research outputs found

    A Conserved GA Element in TATA-Less RNA Polymerase II Promoters

    No full text
    Initiation of RNA polymerase (Pol) II transcription requires assembly of the pre-initiation complex (PIC) at the promoter. In the classical view, PIC assembly starts with binding of the TATA box-binding protein (TBP) to the TATA box. However, a TATA box occurs in only 15% of promoters in the yeast Saccharomyces cerevisiae, posing the question how most yeast promoters nucleate PIC assembly. Here we show that one third of all yeast promoters contain a novel conserved DNA element, the GA element (GAE), that generally does not co-occur with the TATA box. The distance of the GAE to the transcription start site (TSS) resembles the distance of the TATA box to the TSS. The TATA-less TMT1 core promoter contains a GAE, recruits TBP, and supports formation of a TBP-TFIIB-DNA-complex. Mutation of the promoter region surrounding the GAE abolishes transcription in vivo and in vitro. A 32-nucleotide promoter region containing the GAE can functionally substitute for the TATA box in a TATA-containing promoter. This identifies the GAE as a conserved promoter element in TATA-less promoters

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TATA RIAS WAJAH SEHARI- HARI PROGRAM KEAHLIAN DOUBLE TRACK TATA RIAS SMA MUHAMMADIYAH 8 GRESIK

    No full text
    Pendidikan dan teknologi menjadi dua aspek yang berkolaborasi dalam menciptakan media guna mendukung kegiatan belajar mengajar yang inovatif dan interaktif. Implementasi media yang sesuai dapat menciptakan iklim pembelajaran yang interaktif dengan memfasilitasi kemampuan siswa secara optimal. Oleh karena itu, media pembelajaran yang menarik memberikan peningkatan antusias peserta didik. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi kelayakan media pembelajaran, hasil belajar, dan respon yang ditunjukkan peserta didik dalam mengimplementasikan media pembelajaran interaktif tata rias wajah sehari-hari. Pendekatan penelitian ini menerapkan R&D dari Borg & Gall melibatkan 8 tahap meliputi (1) identifikasi potensi dan permasalah, (2) pengumpulan data, (3) desain, (4) validasi, (5) revisi desain, (6) uji coba, (7) revisi produk, dan (8) uji coba implementasi. Sumber data berjumlah 30 peserta didik Double Track Tata Rias di SMA Muhammadiyah 8 Gresik. Hasil penelitian menunjukkan: 1) kelayakan dan kualitas media pembelajaran interaktif mendapatkan rata-rata 4,53 bermakna "sangat baik", 2) hasil belajar yang diperoleh melalui tes menunjukkan rata-rata 89,06 dengan tingkat ketuntasan 100%, dan 3) Respon peserta didik saat mengimplementasikan media pembelajaran ini memperoleh rata-rata nilai 4,41 atau "sangat baik". Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif tata rias wajah dalam keseharian layak diterapkan.   Kata Kunci: Media Pembelajaran Interaktif, Tata Rias Wajah Sehari- Har

    Ultrastructural characterisation of Bacillus subtilis TatA complexes suggests they are too small to form homooligomeric translocation pores

    No full text
    Tat-dependent protein transport permits the traffic of fully folded proteins across membranes in bacteria and chloroplasts. The mechanism by which this occurs is not understood. Current theories propose that a key step requires the coalescence of a substrate-binding TatC-containing complex with a TatA complex, which forms pores of varying sizes that could accommodate different substrates. We have studied the structure of the TatAd complex from Bacillus subtilis using electron microscopy to generate the first 3D model of a TatA complex from a Gram-positive bacterium. We observe that TatAd does not exhibit the remarkable heterogeneity of Escherichia coli TatA complexes but instead forms ring-shaped complexes of 7.5–9 nm diameter with potential pores of 2.5–3 nm diameter that are occluded at one end. Such structures are consistent with those seen for E. coli TatE complexes. Furthermore, the small diameter of the TatAd pore, and the homogeneous nature of the complexes, suggest that TatAd cannot form the translocation channel by itself. Biochemical data indicate that another B. subtilis TatA complex, TatAc, has similar properties, suggesting a common theme for TatA-type complexes from Bacillus

    PENGEMBANGAN MODUL PADA KOMPETENSI PEMBUATAN BUSANA RUMAH SISWA KELAS XI-TATA BUSANA-3 SMKN 2 BOYOLANGU

    No full text
    Modul adalah bahan ajar yang disajikan secara terstruktur sehingga pembaca dapat dengan mudah memahami materi tanpa bantuan orang lain atau pengajar. Sebagai bahan ajar yang dapat dipelajari dengan mandiri, modul diharapkan dapat membantu peserta didik lebih mandiri dan aktif dalam pembuatan busana rumah tanpa bertanya dengan guru. Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui kelayakan modul busana rumah untuk peserta didik kelas XI Tata Busana 3 di SMKN 2 Boyolangu Tulungagung, 2) mengetahui hasil belajar ranah psikomotor setelah diterapkan modul. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development atau R&D) dengan model pengembangan ADDIE. Subyek penelitian yang dituju adalah peserta didik kelas X1 Tata Busana 3 SMKN 2 Boyolangu dengan jumlah peserta didik 35. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu angket dan tes. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar instrumen angket kelayakan modul dan lembar penilaian psikomotor. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data deskriptif.Hasil penelitian menyatakan bahwa, 1) kelayakan modul mencapai skor rerata 4.01 dengan kategori sangat layak, 2) hasil belajar peserta didik dengan penerapan modul mencapai ketuntasan klasikal sebesar 89% dengan kategori baik

    EDUKASI MELALUI E-BOOKLET TATA RIAS KARAKTER TARI JARANAN TURONGGO YAKSO KEPADA SISWA JURUSAN TATA KECANTIKAN KULIT DAN RAMBUT DI SMKN 1 POGALAN

    No full text
    AbstrakPenelitian berikut merupakan penelitian yang dilatarbelakangi oleh permasalahanpengetahuan siswa terhadap tata rias karakter Tari Jaranan Turonggo Yakso di KabupatenTrenggalek yang masih rendah, sehingga perlu dilakukan edukasi melalui media yang inovatifuntuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang kesenian yang wajib dipelajari oleh siswa diKabupaten Trenggalek ini. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan media edukasi yangtelah dikembangkan dan valid, mendeskripsikan keterlaksanaan edukasi, mendeskripsikanpengetahuan peserta sebelum dan setelah dilakukan edukasi, dan mengetahui respon eserta setelahdilakukan edukasi. Penelitian merupakan penelitian R&D (Research and Development) danmengacu pada model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap yaitu define, design, develop,disseminate. Subjek penelitian yaitu siswa jurusan tata kecantikan kulit dan rambut di SMKN 1Pogalan berjumlah 59 siswa. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara, lembarvalidasi dan penilaian E-Booklet, lembar pretest dan posttest peserta, lembar pengamatan aktivitaspeserta, serta lembar respon peserta edukasi.Hasil mediaedukasi berupa E-Booklet telah divalidasikan oleh ahli dalam bidang tata rias,media, dan seni. Media dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai media edukasi dengan nilai4,2 dengan kategori baik. Hasil keterlaksanaan edukasi memperoleh presentase 93,17% dengankategori sangat baik. Hasil respon peserta pelatihan 100% dengan kategori sangat baik. Hasil pretest dan posttest mengalami peningkatan dari rata-rata 31,91 menjadi rata-rata 72,57 dengan nilaigain score sebesar 0,61 atau 61% sehingga media E-Booklet dinyatakan praktis. Signifikansi peningkatan hasil tes yang diuji dengan uji-t dengan hasil nilai signifikansi 0,00 yaitu < ? (0,05), sehingga diambil keputusan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan berdasarkan hasilpenelitian ini adalah media E-Booklet dinnyatakan layak dan valid digunakan sebagai mediaedukasi, sehingga pengetahuan siswa meningkat. Saran untuk program sejenis selanjutnya adalahuntuk dilakukan secara rutin dengan sasaran lebih luas.Kata kunci: Media E-Booklet, Edukasi, Tata Rias Karakte

    PENGEMBAGAN MULTIMEDIA ELECTRONIC PORTFOLIO PADA TATA RIAS PENGANTIN TRADISIONAL SUKU TOLAKI SULAWESI TENGGARA

    No full text
    Abstrak: Tata rias pengantin tradisional merupakan salah satu bentuk kebudayaan di Indonesia yang harus dijaga kelestarianya, seperti tata rias pengantin suku Tolaki Sulawesi Tenggara. Cara yang dapat dilakukan untuk melestarikan kebudayaan tersebut adalah dengan membuat dokumentasi dengan materi tata rias pengantin tradisional suku Tolaki. Dokumentasi tersebut diwujudkan dalam bentuk aplikasi  multimedia electronic portfolio yang dapat menyimpan dokumen dalam berbagai format seperti: teks, gambar, video, dan power point (PPT), dengan menggunakan adobe acrobat X pro.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan multimedia electronic portfolio pada tata rias pengantin tradisional suku Tolaki Sulawesi Tenggara yang layak Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian reaserch and development (R&D), yang terdiri dari 6 tahapan yaitu, potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, perbaikan desain, dan analisis dan pelaporan. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil validasi kelayakan multimedia oleh 3 orang dosen ahli multimedia UNESA adalah 87,7%. Nilai rata-rata hasil validasi kelayakan materi oleh 1 orang dari Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara dan 2 orang perias pengantin tradisional suku Tolaki adalah 90,3%. Dari hasil penelitian respon yaitu mahasiswa S1 pendidikan tata rias UNESA dan perias pengantin tradisional suku Tolaki mendapat nilai rata-rata sebesar 87,6%. Sehingga dari hasil analisis yang didapatkan dari pengembangan multimedia electronic portfolio pada tata rias pengantin tradisional Suku Tolaki layak untuk digunakan dengan kategori sangat baik/ sangat layak.   Kata kunci: Multimedia Electronic Portfolio, Tata Rias Pengantin Tradisional Suku Tolaki .   Abstract: Traditional wedding make up is one of Indonesian culture that must be kept its at sustainability, such as traditional wedding make up of Tolaki ethnic of southeast Sulawesi. The way to conserve these culture is making documentation associated with subject of traditional wedding make up of Tolaki ethnic. The documentation can be made in the form  multimedia application of electronic portfolio that can save documention in various format, such as text, picture, video, and powerpoint (PPT), by using adobe acrobat X pro. This research is due to produce feasible mulitmedia electronic portfolio in traditional wedding make up of tolaki ethnic of Southeast Sulawesi.  This research using research and development (R&D), model which consists of 6 steps, namely: potency and problem, data collecting, product design, design validation, design improvements, and analysis and report. Experiment result shows average scores of validation result multimedia feasible by 3 lecture of UNESA multimedia master is 87,7%. Average score of subject feasible validation by one representative of tourism department of Southeast Sulawesi and two representative of traditional wedding beautycian of Tolaki ethnic are 90,3%. From respondent result, that is student of S1 cosmetology education of UNESA and tolaki ethnic beautician result average score as 87,6%. So, from the analysist result that is achieved from multimedia electronic portfolio development in traditional wedding make up of Tolaki ethnic is feasible by category very good/very feasible.   Keywords: Multimedia electronic portfolio, traditional wedding make up of Tolaki ethnic &nbsp

    PENGEMBANGAN APLIKASI BERBASIS ANDROID DALAM TUTORIAL TATA RIAS KOREKSI MATA SIPIT

    No full text
    Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi berbasis Android dalam tutorial tata rias koreksi mata sipit yang layak untuk digunakan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan model penelitian research and development (R&D), yang terdiri dari 8 tahapan yaitu potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi desain, revisi desain, ujicoba produk, revisi produk dan produk. Membuat Aplikasi berbasis Android dalam Tutorial Tata Rias Koreksi mata sipit dilakukan dengan cara mengolah data pada power point(.ppt), kemudian dijadikan .apk dengan menggunakan program i-Spring, Andaired dan Air-SDk. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil validasi kelayakan aplikasi oleh 2 dosen ahli multimedia Unesa adalah  89,5%, hasil validasi kelayakan media oleh 3 dosen ahli tata rias Unesa adalah 88,7%. Dari hasil penelitian respon yaitu mahasiswa S1 Pendidikan tata rias Unesa angkatan 2014 mendapat nilai rata-rata sebesar 83,1%, sehingga dari hasil analisis yang didapatkan dari pengembangan aplikasi berbasis Android dalam tutorial tata rias koreksi mata sipit layak untuk digunakan dengan kategori baik atau sangat baik Kata kunci: Aplikasi Berbasis Android, Tata Rias Koreksi Mata Sipit     Abstract: This study aims to produce applications based on Android mobile phone of the decent makeup tutorial correction slanted eyes. This research was conducted by using a research model of research and development (R & D), which consists of 8 stages, namely potential and problems, data collection, product design, validation design, design revision, product testing, product revision and product.  To make application of slanted eye makeup correction tutorial based on android mobile phone process data in powerpoint, then covert powerpoint data (.ppt) to apk using program program i-Spring, Andaired andAir-SDk. The results showed the average value of the results of the feasibility validation of applications by two expert lecturers multimedia Unesa  was 89.5%, the results of the feasibility validation by three expert lecturers makeup Unesa was 88.7%. the feasibility responce student S1 Cosmetology Education of Surabaya 2014 scored an average of 83.1%, resulting from the analysis results obtained from the development Application Of slanted eye makeup correction tutorial based on Android mobile phone. Application based on Android mobile phone for slanted eye makeup correction feasible to be used with good or excellent category. Keywords: Applications Based On Android Mobile Phone, Makeup Correction slanted eyes

    UPAYA PENGUASAAN SUB KOMPETENSI TATA RIAS WAJAH SEHARI-HARI MELALUI PENERAPAN MEDIA FLASH DI KELAS XI JURUSAN TATA KECANTIKAN SMK NEGERI 3 PROBOLINGGO

    No full text
    Abstrak: Media pembelajaran memiliki pengertian sebagai sebuah alat yang berfungsi untuk menyampaikan pesan pembelajaran. Media juga merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia pengajaran. Penggunaan media yang tepat dapat mempermudah siswa dalam memahami materi yang diberikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mencoba menerapkan pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan media flash sebagai media pembelajaran pada sub kompetansi tata rias wajah sehari-hari dikelas XI Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Probolinggo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan pembelajaran dengan menerapkan media flash, untuk mengetahui aktivitas siswa dalam pembelajaran, hasil merias wajah sehari-hari setelah diterapkan media flash dalam pembelajaran. Untuk mengetahui respon siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pra eksperimen dengan pendekatan one shot case study. Data yang didapat berupa tes akhir dari subyek penelitian. Subyek penelitian adalah siswa kelas XI Tata Kecantikan SMK Negeri 3 Probolinggo yang berjumlah 16 orang. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, angket, dan metode tes. Instrumen yang digunakan ialah lembar pengelolaan pembelajaran, lembar aktivitas siswa, , dan lembar angket respon peserta. Metode analisis data menggunakan prosentase untuk pengelolaan pembelajaran dan hasil belajar siswa, aktivitas siswa dan respon siswa. Berdasarkan hasil analisis data didapat pengelolaan pembelajaran dapat berjalan baik dengan perolehan pada kegiatan pendahuluan mencapai nilai 3.75 kriteria sangat baik. Pada kegiatan inti mencapai nilai 3.85 kriteria sangat baik. Kegiatan penutup mencapai nilai 3.9 kriteria sangat baik. Aktivitas siswa dari 8 aspek yang ada antara 83%-89% . Hasil belajar siswa mencapai ketuntasan belajar dengn rata-rata 87.5%. Respon siswa terkait penerapan media flash pada sub kompetensi tata rias wajah sehari-hari dari aspek satu hingga sepuluh mendapat respon persentase 75%-100%. Kata Kunci : Media flash, Tata rias wajah sehari-hari     Abstract: Learning media having sense as a tool that serves to convey the message of learning. The media is also a very important part in the world of teaching. The use of appropriate media to facilitate students in understanding the material provided. The purpose of this study is to try to apply the implementation of the learning activities using the flash media as a medium of learning sub-competencies makeup everyday in class XI cosmetology SMK 3 Probolinggo. This study aims to determine the management of learning by applying flash media, to know the students in learning activities, results apply makeup applied everyday after flash media in learning. To study the response of students. This research is a kind of pre-experimental study with a one-shot case study approach. The data obtained form the final test of the study subjects. Subjects were students of class XI cosmetology SMK 3 Probolinggo, amounting to 16 people. Data collection methods used were observations, questionnaires, and test methods. The instruments used are sheets of learning management, student activity sheets, and sheets of questionnaire responses of participants. Data analysis using the percentage method for learning management and student learning outcomes, student activities and student responses. Based on the analysis of data obtained learning management can be run either by the acquisition of the preliminary activity criteria reached a value of 3.75 is very good. At the core activity reached a value of 3.85 is very good criterion. Activities cover reaches 3.9 criteria very well. Activities students from 8 aspects that exist between 83% -89%. Learning outcomes of students achieve mastery of learning with less average of 87.5%. Student responses related to the application of flash media on the sub competence makeup daily from one to ten aspects of getting a response percentage of 75% -100%. Keywords: flash media,  daily makeu

    PENERAPAN MEDIA PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN APLIKASI TELEGRAM TERHADAP PENCAPAIAN KOMPETENSIoMENGIDENTIFIKASIoJENIS BAHANoUTAMA PADA SISWA KELAS XI TATA BUSANA DI SMKN 1 BUDURAN TAHUN PELAJARAN 2018-2019

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan IPTEK yang semakin maju menuntut seorang guru untuk mengikuti perkembangan tegnologi dan memanfaatkan multimedia sebagai media pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan deskripsi mengenai kevalidan Media pembelajaran telegram serta mengetahui pengaruh pada kompetensi mengidentifikasi jenis bahan utama.Dengan membuat media pembelajaran berupa aplikasi android berupa telegram siswa diharapkan dapat belajar secara mandiri. Metode yang digunakanidalamepenelitianumenggunakanemodel R&D dengan rancangan penelitian ADDIE yaitu tahap analysis, design (perancangan), development (pembuatan) , implementasi, dan evaluasi. Hasilapenelitian menunjukanobahwa mediakpembelajaranoberupa aplikasi android berupa telegram berdasarkan hasil kevalidan oleh ahli media mendapatkan presentase 95% dengan kategori sangat valid, ahli materi menilai sangat valid dengan presentase 85%,sedangkan untuk hasil belajar dari 30 siswa memiliki presentase total 93,33% Sehingga berdasarkan prosentase pencapaian nilai tersebut termasuk pada interpretasi 81% -100%. Dengan demikian media pembelajaran menggunakan aplikasi telegram berpengaruh terhadapa hasil belajar siswa kelas XI Tata busana SMKN 1 Buduran pada kompetensi mengidentifikasi jenis bahan utama pada busana. Kata Kunci:Penerapan media Pembelajaran,Telegram, Mengidentifikasi jenis bahan utama

    PERBANDINGAN HASIL JADI EFEK LUKA BAKAR PADA TATA RIAS KARAKTER DENGAN MENGGUNAKAN BAHAN KOSMETIK LEM BULU MATA DAN GELATIN

    No full text
    Abstrak: Pembuatan efek luka bakar merupakan tata rias karakter cacat. tata rias karakter cacat merupakan suatu riasan sebagaimana kita membuat model atau luka sehingga klien dalam penampilannya seperti orang cacat/luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan dan respon panelis tentang hasil jadi efek luka bakar pada tata rias karakter dengan menggunakan bahan kosmetik lem bulu mata dan gelatin crystal gel sehingga didapatkan bahan kosmetik alternatif untuk tata rias karakter efek luka bakar dengan derajat tingkat dua. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen. Objek penelitian ini adalah tangan 1 orang model, tangan kanan model menggunakan gelatin crystal gel, tangan kiri model menggunakan lem bulu mata. dengan kriteria tidak terdapat luka/bekas luka. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, angket, dokumentasi. Metode analisis data menggunakan statistik t dua sampel bebas (independent sample T test). Aspek yang dinilai dalam observasi penelitian ini adalah proses pengaplikasian, kesesuaian hasil dengan obyek asli, efek penggunaan, Efesiensi waktu pengerjaan, tingkat ketertarikan observer. Hasil penelitian untuk observasi terdapat 3 aspek yang signifikan yaitu proses pengaplikasian, efek penggunaan, efesiensi waktu pengerjaan. Aspek yang dinilai dalam respon panelis adalah bentuk hasil riasan, warna hasil riasan, elastisitas hasil riasan, tekstur riasan, daya tahan, daya kuat, daya lekat. Hasil penelitian untuk respon panelis menunjukkan bahwa penggunaan lem bulu mata mendapat kriteria tertinggi pada 5 aspek, yaitu elastisitas hasil riasan, tekstur riasan, daya tahan, daya kuat, daya lekat. Gelatin crystal gel mendapat kriteria tertinggi pada 2 aspek, yaitu bentuk hasil riasan, warna hasil riasan, Dapat disimpulkan terdapat perbandingan hasil pembuatan efek luka bakar pada tata rias karakter dengan menggunakan bahan kosmetik lem bulu mata dan gelatin crystal gel.    Kata Kunci : tata rias karakter, efek luka bakar, bahan kosmetik lem bulu mata, gelatin crystal gel     Abstract: The creation of burn effect is a part of deformed character makeup. Deformed character makeup is a type of makeup where the makeup artist creates a model of artificial injury or deformation to make his or her client look like an injured or deformed person. Furthermore, the purpose of this research is to find out the result of the comparison and the responses of the panelists on the final result of the artificial burns in character makeup by using eyelash adhesive and crystal gel gelatin. In addition, this research is also aimed to find an alternative cosmetic for the character makeup of second-degree burn. The current research is an experimental research. The objects of the research are the hands of 1 model. For the right hand, the researcher uses crystal gel gelatin, and the eyelash adhesive for the left hand. In the meantime, the criterion applied to the model is the absence of scar or injury on both hands. The methods used to collect the data are observation, questionnaire, and documentation. Then, the data is analyzed by using the independent two-sample T test statistics. The aspects being assessed in the observation stage of this research include the application process, realistic aspect, function effect, production time’s efficiency, and attractiveness for observers. The result of the observation revealed that there are 3 significant aspects out of the aspects mentioned previously. Those aspects are: the application process, the function effect, and the production time’s efficiency. In the meantime, the aspect being assessed by the panelists’ responses are the form, the color, the elasticity, the texture, durability, strength, and adhesion of the makeup’s final result. To sum up, the result of the research on the panelists’ responses shows that the application of eyelash adhesive obtains the highest criteria for 5 aspects, they are: the elasticity, texture, durability, strength, and adhesion of the makeup’s final result. On the other hand, crystal gel gelatin obtains the highest for 2 aspects; they are the shape and the color of the makeup’s final result. Finally, it can be concluded that there are differences in the results of character makeup for burn effect by using eyelash adhesive and crystal gel gelatin. Key Words: character makeup, burn effect, eyelash adhesive, crystal gel gelati
    corecore