1,725,845 research outputs found

    Ketekunan dan semangat juang tinggi kunci kejayaan Raja Salahuddin raih Anugerah Kecemerlangan Akademik MUIP

    Full text link
    GAMBANG, 7 November 2025 – Ketekunan dan semangat juang yang tinggi menjadi kunci kejayaan Raja Salahuddin Raja Muda, 25, apabila beliau dinobatkan sebagai penerima Anugerah Kecemerlangan Akademik Majlis Ugama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang (MUIP) sempena Majlis Konvokesyen Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Ke-20

    HUMANISME DALAM PEMIKIRAN KH. SALAHUDDIN WAHID DAN RELEVANSINYA BAGI KEBERAGAMAAN KONTEMPORER DI INDONESIA

    Full text link
    In the 21st century, religious problems in Indonesia are increasingly complex, especially those concerning human values. This can be seen from the rise of intolerance, religious conflict, and even religious based radicalism terrorism. In addition, physical violence, violations of moral values, and violations of human rights occur, giving birth to religious based dehumanization. Therefore, a solution is needed, one of which is an intellectual solution. From here, the author presents KH. Salahuddin Wahid's thoughts on humanism. Interestingly, KH Salahuddin Wahid's humanism has a typical pesantren style. Coming from such a background, this research aims to understand the humanism KH. Salahuddin Wahid and explain its relevance for contemporary religiosity in Indonesia. This research is a literature study with a philosophical approach. Data sources are taken by the documentation method. Primary data comes directly from the works of KH Salahuddin Wahid, among others: Berguru pada Realitas, Memadukan Keindonesiaan dan Keislaman, Transformasi Pesantren Tebuireng, and other literature by KH. Salahuddin Wahid. The data is supported by secondary data relevant to this research. The data that has been collected is then read with the content analysis method and concluded with the induction method. The theory that becomes the reference of this research is Jacques Maritain's integral humanism theory, which connects religion with humanitarian issues. Maritain's humanism is basically religious humanism, because God is the principle in his humanism. The results of this study show the following. First, KH. Salahuddin Wahid's humanism is a humanitarian concept that has an Islamic base and pesantren tradition, especially the values inherited by KH. Hasyim Asy'ari. Conceptually, KH. Salahuddin Wahid's humanism includes religious humanism and is in line with Jacques Maritain's integral humanism principles. KH. Salahuddin Wahid's humanism connects religion and pesantren with social problems such as inequality and injustice. KH. Salahuddin Wahid's humanism leads to true brotherhood between humans, regardless of race, ethnicity, religion, political beliefs, or social strata. Second, the normative critical aspect of KH. Salahuddin Wahid's humanism has relevance for religion in Indonesia, including: building humanist religion, encouraging the enforcement of human rights, and measuring the politicization of religio

    Kontruksi Pemikiran KH. Salahuddin Wahid Tentang Pendidikan Pesantren

    No full text
    Pendidikan islam merupakan upaya terencana yang dilakukan oleh seorang pendidik terhadap peserta didik dengan tujuan mengembangkan jasmani dan rohani agar terbentuk pribadi muslim yang kaffah, sehingga kelak dapat bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang disekitarnya. Salah satu tokoh yang cukup fenomenal dalam hal ini adalah KH. Salahuddin Wahid. Dalam kaitannya dengan pendidikan islam atau pesantren, mula-mula gagasannya dikenal luas ketika beliau menggantikan kepemimpinan pesantren Tebuireng. Kepemimpinan Gus Solah berpola pada rasional-manajerial, hal itu sejalan dengan latar belakang bahwa beliau adalah seorang insyinyur. Dengan begitu, tujuan dari penelitian ini dapat dibagi menjadi dua bagian pertama, untuk mendeskripsikan pemikiran KH. Salahuddin Wahid tentang pendidikan pesantren. Kedua, mendeskripsikan cara KH. Salahuddin Wahid dalam memodernisasi pendidikan pesantren. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif dengan tujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis fenomena, peristiwa, aktivitas sosial, sikap kepercayaan, persepsi dan pemikiran orang maupun sekelompok. Deskirpsi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah studi tokoh dengan menggambarkan pemikiran KH. Salahuddin Wahid tentang pendidikan pesantren. Adapun data primer yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada karya KH. Salahuddin Wahid yang berjudul Transformasi Pesantren Tebuireng. Sedangkan data sekundernya adalah buku, artikel, majalah website dan lain sebagainya. Adapun analisis datanya peneliri menganalisis materi atau isi yang terdapat dalam data primer. Hasil penelitian dari analisis yang dilakukan oleh peneliti diketahui terdapat lima kelemahan dalam pendidikan pesantren. Pertama, mutu pondok pesantren. Kedua, problem pendidikan akhlak dari lulusan lembaga pendidikan di Indonesia termasuk pesantren. Ketiga, masalah pemikiran keagamaan. Keempat, problem keilmuan. Kelima, transformasi sikap kemandirian pesantren pada masa lalu menjadi sikap wirausaha yang siap menjawab tantangan zaman di masa yang akan datang. Adapun cara KH. Salahuddin Wahid dalam memodernisasi pendidikan pesantren dapat dilihat dari pola kepemimpinan beliau yakni rasional-manajerial, yakni mengintegrasikan segenap jajaran baik secara internal maupun eksternal. Terdapat tiga faktor utama dalam memodernisasi pesantren, diantaranya adalah kesadaran, mengembangkan kebersamaan, dan membangun sistem. Kata Kunci: Kontruksi Pemikiran, KH. Salahuddin Wahid, Pendidikan Pesantren

    Sejarah Salahuddin Al-Ayyubi

    No full text
    The Ayyubid Dynasty, established by Salahuddin al-Ayyubi, played a significant role in Islamic history through complex socio-political transformations. Salahuddin faced substantial challenges in replacing the influence of the Fatimid Dynasty and Shia doctrine with Ahlusunnah Waljamaah as the official state doctrine. To achieve this goal, he implemented reforms in education, politics, and the military, including transforming Al-Azhar University into a Sunni educational center and establishing Sunni-based madrasas in Egypt. This study employs a qualitative approach with content analysis, examining books, journals, and historical documents to explore Salahuddin's leadership strategies. The findings reveal that Salahuddin successfully strengthened Ahlusunnah Waljamaah through the establishment of educational institutions, the appointment of Sunni scholars, and political and structural reforms that promoted socio-political stability. In the socio-cultural domain, he supported the formation of public institutions, such as hospitals, and encouraged cultural dialogue during the Crusades. This analysis underscores that Salahuddin's success was not limited to his military achievements but also included the socio-religious transformations that reinforced political stability and legitimacy. The study highlights the relevance of Salahuddin's strategies in building an inclusive and sustainable Islamic civilization, making his legacy a model for leadership focused on advancing civilization. These findings demonstrate the importance of synergy between religious vision and structural reforms in creating sustainable socio-political stability, offering significant contributions to contemporary Islamic leadership discourse

    Tindak Tutur Direktif dalam Sinema Salahuddin Al-batal Al-Ustūrah

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bentuk dan fungsi “Tindak Tutur Direktif  Dalam Sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25”.Penelitian ini menggunakan teori tindak tutur dari Searle. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik pengumpulan datanya menggunakan teknik sadap, teknik simak bebas libat cakap dan teknik catat.Sedangkan metode analisisnya menggunakan metode padan, metode padan yang peneliti gunakan yaitu metode padan pragmatis yang mana alat penentunya adalah lawan atau mitra wicara. Teknik analisis datanya menggunakan teknik pilah unsur tertentu. Hasil akhir dari penelitian ini yaitu ditemukan tuturan direktif dalam sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25 sebanyak 104 tuturan. Adapun pembagiannya sebagai berikut: 18 tuturan berbentuk permintaan, 32 tuturan berbentuk pertanyaan, 34 tuturan berbentuk perintah, tujuh tuturan berbentuk pemberian izin, tujuh tuturan berbentuk nasihat dan enam tuturan berbentuk larangan. Dari keenam bentuk tindak tutur direktif dalam Sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25 bentuk perintah paling banyak ditemukan, sedangkan bentuk larangan paling sedikit ditemukan. Adapun fungsi tindak tutur direktif dalam sinema Salahuddin Al-Batal Al-Ustūrah Episode 23-25, ditemukan sebanyak 27 dari 38 macam fungsi tindak tutur direktif. Penelitian ini berkontribusi untuk menambah khazanah mufrodat bagi mahasiswa bahasa dan sastra arab yang mana dapat diambil dari dialog teks sinema salahuddin

    Salahuddin, Sayeef

    No full text

    PERAN K.H. SALAHUDDIN WAHID DALAM PERKEMBANGAN PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG TAHUN 2006-2020 M

    Full text link
    K.H. Salahuddin Wahid merupakan tokoh bangsa Indonesia yang berlatar belakang pendidikan Arsitektur, ia disebut sebagai kiai teknokrat karena perannya dalam pembangunan fisik di lembaga pendidikan yaitu Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Dalam penelitian ini membahas tentang sosok K.H. Salahuddin Wahid yang difokuskan pada perannya dalam perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang pada tahun 2006-2020 M dari segi fisik maupun non fisik. Penelitian ini memiliki tiga fokus pembahasan diantaranya menjelaskan profil Pondok Pesantren Tebuireng secara singkat dan biografi singkat K.H. Salahuddin Wahid serta peran K.H. Salahuddin Wahid dalam perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. K.H. Salahuddin Wahid mendedikasikan pengembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk kemajuan kehidupan bangsa dan masyarakat dalam mempersiapkan santri penerus bangsa yang siap menghadapi dunia modern. Agar dapat menjelaskan kajian tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dan didukung teori peranan yang dikemukakan oleh Soerjono Soekanto dengan metode penelitian sejarah kualitatif berbasis data pustaka dan data lapangan. Pendekatan sosiologi digunakan untuk mengungkap peristiwa-peristiwa yang terjadi dari sisi sosial kehidupan K.H. Salahuddin Wahid dalam perannya menjadi pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Dengan teori peranan, penelitian ini mampu menjelaskan posisi dan tindakan K.H. Salahuddin Wahid dalam perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Metode penelitian yang digunakan meliputi lima tahapan metode sejarah, yakni pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi berdasarkan panduan Kuntowijoyo. Adapun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertama, K.H. Salahuddin Wahid lahir pada tanggal 11 September 1942 dan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang didirikan oleh K.H. M. Hasyim Asy‟ari pada tanggal 3 Agustus 1899. Kedua, Pondok Pesantren Tebuireng telah mengalami perubahan di era pengasuh K.H. Salahuddin Wahid. Ketiga, K.H. Salahuddin Wahid merupakan tokoh utama dalam perkembangan Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, melalui perannya Pondok Pesantren Tebuireng mengalami perubahan dalam segi fisik dan non fisik. Dalam segi fisik Pondok Pesantren Tebuireng merekontruksi hampir seluruh gedung asrama santri dan pembangunan gedung baru guna mendukung sarana. Dalam bidang non fisik K.H. Salahuddin Wahid banyak mendirikan unit guna mendukung proses penyelenggaraan pondok pesantre
    corecore