Indonesian Institute of the Arts Yogyakarta

Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
Not a member yet
    16125 research outputs found

    Catatan Harian sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis

    Get PDF
    Buku catatan harian sering kali menjadi wadah atau media untuk menyimpan kenangan dan pengalaman pribadi dari pemiliknya. Dalam catatan harian, memori-memori tersebut dapat dituangkan dalam bentuk teks dan gambar yang mencerminkan perasaan atau keadaan tertentu, sehingga dapat menjadi inspirasi dalam proses penciptaan seni. Tulisan atau teks pada catatan harian ini diterjemahkan ke dalam karya seni grafis dengan berbagai eksplorasi bentuk dan teknik. Transformasi ini melibatkan perubahan elemen visual yang beragam, mulai dari simbol yang bersifat representasional hingga bentuk-bentuk abstrak yang lebih mengutamakan ekspresi emosional. Berdasarkan gagasan tersebut, tema "Catatan Harian sebagai Ide Penciptaan Seni Grafis" dipilih sebagai fokus utama dalam penciptaan karya Tugas Akhir. Hasilnya adalah 15 karya grafis yang diolah menggunakan media digital printing, menghadirkan potret pengalaman pribadi yang menjadi sarana untuk menyampaikan cerita dan refleksi diri

    Pitutur Jawa: Refleksi Peran dan Status Perempuan dalam Seni Grafis

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan praktik penciptaan karya seni grafis yang merefleksikan pitutur Jawa sebagai medium kritis untuk meninjau ulang peran dan status perempuan dalam masyarakat Jawa. Tujuannya bukan untuk menyamaratakan pengalaman perempuan Jawa, melainkan untuk menegaskan bahwa pitutur bukan sekadar warisan budaya yang diterima begitu saja, melainkan dimaknai sebagai elemen pembentuk perspektif masyarakat terhadap konstruksi sosial yang secara historis turut menentukan posisi perempuan. Dengan menggunakan pendekatan feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir, penelitian ini mengkritisi pandangan budaya yang menempatkan posisi perempuan sebagai liyan, serta menekankan pentingnya kesadaran dan kebebasan dalam menentukan eksistensi diri. Tujuh karya diwujudkan dalam bentuk seni grafis dengan teknik cetak tinggi, melalui eksplorasi visual yang memadukan metafora budaya Jawa, dan penggunaan material lokal. Seni grafis dalam konteks ini diposisikan sebagai medium ekspresi sekaligus arena perlawanan terhadap konstruksi sosial yang mengekang perempuan, di mana pengalaman personal perempuan diartikulasikan secara visual dalam bingkai budaya

    Refleksi Ekofeminisme : Mengungkap Realitas Perempuan Di Kali Code Yogyakarta Dalam Karya Fotografi

    Get PDF
    Penelitian ini merefleksikan realitas hidup perempuan di bantaran Kali Code, Yogyakarta, yang menjalani peran ganda sebagai pengelola rumah tangga sekaligus pencari nafkah dalam situasi sosial yang masih diliputi norma patriarkal serta lingkungan yang semakin terdegradasi. Dengan menggunakan pendekatan ekofeminisme, art-based research, dan metode etnografi visual, penelitian ini menelusuri keterkaitan antara penindasan terhadap perempuan dan kerusakan lingkungan sebagai akibat dari sistem sosial yang timpang. Teknik fotografi alternatif anthotype dipilih sebagai medium penciptaan karya karena selain ramah lingkungan, juga memiliki nilai simbolik yang kuat, mencerminkan kedekatan perempuan dengan alam dalam kehidupan sehari-hari. Melalui visualisasi pengalaman dan ketahanan perempuan, karya ini tidak hanya menjadi ekspresi artistik, tetapi juga ruang advokasi yang mengangkat suara-suara yang kerap terpinggirkan. Diharapkan, penelitian ini dapat membangun kesadaran akan Febpentingnya keadilan sosial dan ekologis serta mendorong perubahan struktural yang lebih adil, setara, dan berkelanjutan

    Becoming dalam Praktik Bermusik

    Get PDF
    Penelitian ini mengulas proses pergeseran kesadaran yang dialami musisi ketika bermain musik. Musik sebagai objek bunyi yang bergerak dalam kronologi waktu memungkinkan orang mengalami pergeseran kesadaran dari mempersepsi bunyi secara kronologis ke berbagai intensitas sensasi. Menariknya, pintu masuk yang di- lalui musisi untuk mengalami pergeseran kesadaran ini beragam. Karenanya, penelitian ini bertujuan untuk memetakan berbagai keragaman pintu masuk perge- seran kesadaran tersebut dalam konteks pemain musik. Fenomena pergeseran kesadaran tersebut dielaborasi menggunakan konsep becom- ing Deleuze. Secara mendasar, Deleuze menjelaskan becoming sebagai perubahan dari empiris sederhana (dikotomi subjek-objek) ke empirisme transendental (pelebu- ran subjek-objek) dan terjadi secara intuitif. Caranya, orang harus terkoneksi dengan objek tidak sebatas di tataran molar (senyawa), melainkan hingga ke tataran molekular: orang tidak hanya mempersepsi objek secara common sense, melainkan mempersepsinya secara partikular. Dengan cara ini, orang bisa menangkap nuansa objek lewat intuisi sehingga memungkinkannya beranjak dari materialitas objek. Saat kesadaran terlepas dari materialitas objek inilah, dikotomi subjek-objek melemah dan orang mengalami becoming. Dengan demikian, data penelitian yang dikumpulkan adalah berbagai praktik bermusik yang dilakukan secara intuitif. Pengumpulan data dilakukan lewat wawancara (dengan mengajukan open-ended question) terhadap sepuluh musisi lintas genre. Data omongan ditranskripsi secara verbatim, dianalisis untuk mengkonstruk- si makan, dan diinterpretasi berdasarkan kategori Deleuzian dalam dua tahapan koding: (1) mengelompokkan terma sejenis dari berbagai realitas molekular yang diceritakan musisi, (2) merangkainya untuk membentuk pola yang lebih general berdasarkan kategori-kategori Deleuzian. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal. Pertama, becoming di kalangan musisi muncul sebagai pergeseran dari pengalaman personal (connective), ambang (conjunctive), dan impersonal (disjunctive). Kedua, pe- rubahan dari pengalaman personal ke impersonal bisa terjadi sejauh musisi melakukan atomisasi praktik bermusik yang mawujud dalam sekwensi 'ruang terbagi' berupa 'instruksi-eksekusi': semakin kreatif musisi mengatomisasi ruang 'in- struksi-eksekusi', semakin terbuka pintu becoming. Ketiga, becoming sebagai realitas impersonal mampu melahirkan dua model kesadaran subjek baru: afirmatif dan transformatif

    Reinterpretasi Penjarian Cello Pada Fantasia For Cello And piano Karya Joko Suprayitno (Sebuah Studi Komparatif)

    Get PDF
    Penelitian ini akan berfokus pada reinterpretasi penjarian peneliti pada karya Fantasia for Cello and Piano dalam bentuk eksperimen dengan meninjau interpretasi para pemain sebelumnya yang diharapkan dapat memberi opsi penjarian yang lebih nyaman yang disesuaikan dengan anatomi jari peneliti. Fenomena pengaruh penyesuaian anatomi jari dalam keputusan opsi penjarian ini menjadikan dorongan bagi peneliti untuk bereksperimen dalam reinterpretasi penjarian dari karya tersebut. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif dan practice led research. Penelitian ini bertujuan untuk menciptakan hasil reinterpretasi penjarian berupa opsi penjarian pada beberapa bagian yang dirasa krusial dan memerlukan perhatian khusus. Hasil penelitian menunjukan bahwa beberapa opsi dari keseluruhan pembahasan tidak relevan bagi para pemain sebelumnya mengenai opsi penjarian peneliti. Akan tetapi, hasil reinterpretasi penjarian ini dapat menjadi alternatif bagi para pemain lain yang ingin memainkan karya ini di masa mendatang. Dengan semakin banyak alternatif opsi penjarian, maka akan semakin mempermudah dalam menentukan opsi penjarian yang dirasa paling cocok pada seorang pemain

    Pembuatan Asset 3D Pada Video Game Petualangan Antariksa Dengan Teknik Polygonal Modeling

    Get PDF
    Penelitian ini membahas penerapan teknik polygonal modeling dalam pembuatan asset 3D untuk video game edukatif berjudul "Petualangan Antariksa". Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menarik perhatian dan meningkatkan minat belajar astronomi pada siswa kelas 6 sekolah dasar. Melalui pendekatan visual yang menarik dan interaktif, diharapkan media pembelajaran ini mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih menyenangkan dan efektif bagi anak-anak

    Penerapan Teknik Crooning Dalam Pengembangan Ekspresi Vokal Lagu “Summertime”

    Get PDF
    Penelitian ini membahas tentang penerapan teknik crooning untuk pengembangan ekspresi vokal di lagu “Summertime”. Hal ini merupakan respons dari keberagaman karakter vokal yang dimiliki penyanyi, khususnya bagi vokalis yang bernyanyi dengan suara yang lebih ringan dan tidak menggunakan teknik vokal yang kuat. Melalui penelitian ini, teknik crooning ditawarkan untuk menjadi salah satu alternatif gaya bernyanyi yang dapat digunakan untuk memaksimalkan potensi para vokalis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara penerapan teknik crooning serta pengaruhnya terhadap pengembangan ekspresi vokal dan interpretasi di lagu “Summertime”. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis pendekatan kajian literatur dan eksploratif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan teknik crooning dapat membangun emosi dan pemahaman yang ingin disampaikan vokalis melalui lagu. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi vokalis dan institusi seni dalam mengeksplorasi teknik vokal yang sesuai dengan keberagaman suara yang ada

    Penerapan Color Grading untuk Membangun Suasana dalam Film Animasi 2D "Nosy Box"

    Get PDF
    Color grading merupakan salah satu elemen penting dalam produksi film animasi 2D, terutama dalam menciptakan atmosfer dan memperkuat tema visual yang ingin disampaikan. Pada film animasi 2D color grading berperan sebagai alat kreatif untuk menonjolkan suasana tertentu. Proses ini melibatkan pemilihan palet warna, pengaturan kontras, saturasi, dan pencahayaan yang sesuai untuk menciptakan suasana yang terjadi pada saat itu. Penelitian ini membahas teknik color grading dalam film animasi sebagai metode pembentukan warna sekaligus sebagai perangkat untuk menciptakan mood serta suasana dramatik

    Kendang Bung Pada Gamelan Krumpyung Sanggar Seneng Seni di Kabupaten Kulon Progo: Kajian Organologis, Inovasi dan Fungsi

    Get PDF
    Gamelan krumpyung dalam karawitan merupakan hal menarik, dari segi fisik, suara, serta bahan yang digunakan. Awal mulanya, digunakan pada gamelan krumpyung berbahan kulit hewan. Seiring adanya perkembangan zaman, timbulah gagasan menggunakan kendang bung. Oleh karena itu,inovasi dan fungsi dari kendang berbahan bambu menjadi fenomena yang menarik untuk dikaji dan diteliti. Tujuan penelitian untuk menganalisis organologi kendang bung dan inovasi Jarwanto dalam menciptakan kendang bung serta fungsi gamelan krumpyung di Sanggar Seneng Seni yang berada di Kokap, Kabupaten Kulon Progo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi di Sanggar Seneng Seni yang berada di Kecamatan Kokap Kabupaten Kulon Progo. Hasil analisis ditemukan perbedaan dari segi organologi antara kendang bung dengan kendang pada umumnya. Inovasi kendang bung dalam gamelan krumpyung tercipta dari kesadaran Jarwanto dalam menjaga keselarasan gamelan yang berbahan bambu dengan mempertimbangkan faktor teknis, ketersediaan bahan, kekuatan material, serta karakter suara yang dihasilkan. Fungsi kendang bung seperti kendang konvensional dalam karawitan Jawa yang berperan sebagai pamurba irama yaitu sebagai pengatur peralihan pada lagu dan memberikan aba-aba pada karawitan tari. Penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi kendang bung dalam gamelan krumpyung merupakan bentuk inovasi budaya lokal yang lahir dari kesadaran Jarwanto akan pentingnya menjaga keutuhan material gamelan yang terbuat dari bahan bambu

    Nilai Pendidikan Gupuh Lungguh Suguh Dalam Pembelajaran Tari Nandur Kamulyan Di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi

    Get PDF
    Pengembangan sektor pariwisata di zaman serba modern membuat Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu tujuan apabila berkunjung di Pulau Jawa. Sejalan dengan hal tersebut, Sekolah Adat Kampoeng Batar Banyuwangi yang merupakan salah satu pendidikan nonformal dengan tujuan meningkatkan SDM anak-anak melalui sekolah adat. Pola pembelajaran di sekolah ini menerapkan kebisaaan masyarakat yaitu Gupuh Lungguh Suguh dalam rangka pelestarian budaya lokal dan untuk mewariskan pola pendidikan turun temurun yang melakukan ajaran tentang kehidupan kepada peserta didik agar bisa bertumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki keterampilan yang kreatif, salah satunya melalui pembelajaran tari Nandur Kamulyan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap nilai-nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh dalam pembelajaran tari Nandur Kamulyan di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Adat Kampoeng Batara Banyuwangi. Objek penelitian ini adalah nilai-nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh dalam pembelajaran tari Nandur Kamulyan. Subjek penelitian yaitu pendiri sekolah, pengajar, peserta didik, budayawan, orang tua peserta didik. Pengumpulan data melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validasi data yang digunakan yaitu triangulasi sumber. Teknik analisi data terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan Gupuh Lungguh Suguh yang ditemukan pada sajian pertunjukan dan proses pembelajaran. Nilai pendidikan gupuh terdapat pada motif gerak ngarit dan aktivitas berkebun sebagai wujud semangat sedangkan pada proses pembelajaran terlihat saat peserta didik dengan semangat untuk datang mengikuti pembelajaran dan memiliki rasa saling menghormati kepada pelatih saat pembelajaran. Nilai lungguh pada bagian intro pertunjukan saat pupuh danding saat dinyanyikan mengandung makna bahwa setiap melakukan segala aktivitas harus ditekuni dengan penuh kesabaran dan keikhlasan. Pada proses pembelajaran terdapat pada pelayanan baik yang diberikan pelatih saat memberikan dan membuat peserta didik tekun dan ikhlas untuk menghafal gerak tari sehingga terjadi keharmonisan dalam proses pembelajaran. Nilai suguh terdapat struktuk penyajian tari Nandur Kamulyan pada aktivitas persiapan penari dan pelatih hingga pementasan berlangsung. Selain itu, saling menghargai menjadi kebiasaan yang selalu diterapkan saat pembelajaran berlangsung. Proses pembelajaran yang dilaksanakan akan dipentaskan untuk suguhan dan bentuk apresiasi dari pelatih dan Sekolah Adat atas hasil proses pembelajaran yang telah dilaksanakan

    15,254

    full texts

    16,125

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Indonesian Institute of the Art Yogyakarta
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇