POSITRON
Not a member yet
144 research outputs found
Sort by
Rancang Bangun Alat Ukur Kadar Gula Darah pada Urin dengan Metode Evanescent
Telah dilakukan rancang bangun alat ukur kadar gula darah secara non-invasive menggunakan sampel urin dengan memanfaatkan pelemahan gelombang evanescent. Alat ukur kadar gula darah yang didesain berbasis Arduino UNO, laser dioda, serat optik, dan fotodioda. Intensitas cahaya terpandu mengalami atenuasi akibat terjadinya interaksi antara molekul glukosa dalam urin dengan gelombang evanescent pada bidang batas core-cladding serat optik. Interaksi tersebut diperkuat dengan mengupas sebagian cladding serat optik. Panjang pengupasan cladding serat optik divariasikan sebesar 1 cm, 2 cm, 3 cm, 4 cm, dan 5 cm. Penurunan intensitas cahaya terukur sebagai perubahan tegangan keluaran fotodioda yang berkorelasi dengan nilai kosentrasi glukosa. Alat ukur gula darah yang didesain dapat menampilkan hasil pengukuran kadar gula darah pada layar LCD. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa tegangan keluaran dari sensor berkurang secara linier terhadap kadar gula darah dengan sensitivitas dan ketepatan rata-rata pengukuran adalah
Studi Kejadian Thunder Storm Pada Saat Hujan Lebat (Studi Kasus Kota Pontianak dan Sekitarnya)
Telah dilakukan penelitian untuk mempelajari tentang hubungan kejadian petir dengan curah hujan untuk mengetahui masa matang hingga punah suatu awan pada saat terjadi hujan lebat di kota Pontianak. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data kejadian petir yang diperoleh dari lihgtning detector dan data curah hujan hellman tahun 2012 s.d 2013 di stasiun meteorologi Supadio, stasiun maritim Pontianak dan stasiun klimatologi Siantan. Analisis kejadian petir pada saat hujan lebat digunakan untuk mengetahui fase pertumbuhan awan, dimana untuk setiap curah hujan lebih dari 5 mm/15 menit dikategorikan sebagai fase matang, sebelum dan setelahnya masuk dalam fase pertumbuhan dan fase punah. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai korelasi tertinggi antara kejadian petir dan curah hujan terjadi pada tanggal 10 Oktober 2012 di Stasiun klimatologi Siantan dengan nilai r=0,82 dan korelasi terendah terjadi pada tanggal 15 November 2012 di stasiun meteorologi Supadio dengan nilai r=0,61
Startup Reaktor Cepat berpendingin Gas Berbahan Bakar UN-PuN dengan Daya 800 MWth
Studi strategi startup reaktor cepat berpendingin helium dengan bahan bakar uranium alam dan campuran plutonium dari PWR telah dilakukan. Reaktor dengan keluaran daya menengah dioperasikan dengan pengisian ulang bahan bakar setiap 10 tahun selama 40 tahun beroperasi. Perhitungan dilakukan dengan menggunakan sistem pengkodean SRAC dan JENDL -33 library, dengan model teras cylindrical cell 2D R-Z. Reaktor didesain dengan strategi stratup pembakaran CANDLE (Constan Axial shape of Neutron flux, nuclide densities and power shape During Life of Energy producing reactor) yang dimodifikasi dalam keadaan non equilibrium state. Dalam skema ini, teras aktif dibagi menjadi region-1 sampai dengan region-10 arah aksial dengan volume yang sama dan 2 region arah radial dengan fuel fraction berbeda. Bahan bakar fresh Uranium alam awalnya dimasukkan ke dalam region- 1, sedangkan region lainnya diisi oleh campuran uranium alam dan spent fuel dari PWR. Setelah satu siklus operasi, dilakukan pergeseran region-1 ke region-2, region-2 ke region -3 dan seterusnya. Bahan bakar pada region -10 dibuang sedangkan region-1 akan diisi kembali oleh bahan bakar Uranium alam. Ukuran daya reaktor 800 MWth dengan variasi fraksi bahan bakar telah diselidiki. Perhitungan dilakukan terhadap desain teras reaktor yang menggunakan variasi fraksi bahan bakar di bagian dalam dan luar : 50%,55%; 55%,60%, dan 60%,65%. Reaktor dengan daya 800 MWth dengan fraksi bahan bakar 50,55% menunjukan desain yang optimal. Rasio antara puncak dengan daya rata-rata diperoleh nilai 1.57 arah radial dan 2.57 arah aksial
Pemanfaatan Model WRF-ARW Untuk Analisis Fenomena Atmosfer Borneo Vortex (Studi Kasus Tanggal 28 Desember 2014)
Penelitian ini memanfaatkan model WRF-ARW (Weather Research and Forcasting – Advanced Research WRF) untuk memberikan gambaran mengenai kondisi atmosfer saat kejadian Borneo Vortex. Hasil visualisasi model WRF-ARW pada tanggal 28 Desember 2014 menunjukkan adanya vortex, dimana hal ini menimbulkan belokan angin dan arus konvergen di Laut Cina Selatan, Selat Karimata, dan Kalimantan bagian selatan. Selain itu kondisi atmosfer yang labil dan kelembaban udara yang tinggi saat itu, memicu terbentuknya awan-awan konvektif pada ketiga wilayah tersebut. Uji kehandalan sederhana pada model menunjukkan bahwa secara spasial model mampu memetakan wilayah-wilayah yang terdapat hujan dengan baik namun dari segi intensitas hujan, angka yang dihasilkan oleh model tergolong underestimate jika dibandingkan dengan data TRMM 3B42.
Survei Potensi Sumber Daya Geologi yang didukung Data Resistivitas di Gunung Wungkal Yogyakarta
Survei potensi sumber daya geologi di Daerah Gunung Wungkal Yogyakarta yang didukung data resistivitas telah dilakukan. Hasil korelasi data menunjukkan adanya sumber daya berupa bahan galian C yang merupakan hasil lapukan intrusi batuan beku yang kemudian menghasilkan lempung-lempungpasiran (2,71-5,36 Ωm), pasir-batupasir (7,59-45,15 Ωm), lapukan batuan diorit atau breksi andesit (91,49-296,48 Ωm). Ketebalan batuan-batuan tersebut sekitar 225-231 meter berdasarkan penampang peta geologi di permukaan dengan arah sebaran dari Barat Laut hingga Tenggara. Morfologi daerah tersebut terdiri dari perbukitan yang merupakan perbukitan intrusi terdenudasi dan dataran alluvial dengan proses pelapukan serta alterasi yang intensif (alterasi argilik). Litologinya merupakan intrusi Diorit yang kaya akan mineral plagioklas, Breksi Andesit dan endapan Alluvial (endapan Merapi Muda). Adanya perselingan lapisan pasir-batupasir (permeable) dengan lempung hingga lempungpasiran (impermeable) pada model resisitivitas yang didukung informasi sumur warga, didentifikasi sebagai akuifer airtanah yang relatif dangkal. Dugaan keterdapatan mineralisasi dan logam berharga juga dianalisis dari sampel-sampel singkapan batuan dan analisis model resistivitas namun dibutuhkan uji laboratorium lebih lanjut.
Pembuatan Alat Impedance Tube dan Simulasi Pengukuran Koefisien Serap Menggunakan Software MATLAB R2013A
Telah dilakukan pembuatan alat impedance tube sesuai dengan standar ISO 10534-2: 1998 [2] yaitu dimensi tabung 10 cm, ketebalan tabung 5 mm, jarak antara sumber suara dengan microphone terdekat 70 cm, jarak antara sampel dengan microphone terdekat 21 cm, jarak antar microphone 9 cm, frekuensi batas atas pengukuran 2000 Hz dan frekuensi batas bawah pengukuran 125 Hz. Pada penelitian ini digunakan metode impedance tube 2 microphone untuk melakukan pengukuran koefisien serap material. Prinsip kerja dari metode ini adalah dengan membandingkan hasil pengukuran tekanan pada kedua microphone yang kemudian digunakan untuk melakukan perhitungan fungsi transfer. Setelah fungsi transfer diketahui nilainya, maka dilakukan perhitungan nilai koefisien refleksi dan nilai koefisien serap.Simulasi perhitungan koefisien absorbsi alat impedance tube menggunakan software Matlab R2013a. Script perhitungan yang digunakan dalam simulasi merupakan pengembangan dari lecture Acoustic Metrologi The Catholic Univesity of America karya Diego Turo, Joseph Vignola, dan Aldo Glean [12]. Pengembangan yang dilakukan yaitu dengan melakukan perulangan perhitungan nilai fungsi transfer, dan koefisien refleksi sehingga nilai dari koefisien serap dapat ditampilkan dalam bentuk tabel dan grafik pada beberapa frekuensi. Pada penelitian ini digunakan styrofoam sebagai material yang akan di simulasikan nilai koefisien serapnya
Upaya Peningkatan Kualitas Sifat Mekanik Komposit Polyester dengan Serat Bundung (Scirpus Grossus)
Tujuan penelitian komposit adalah memperkuat serat Bundung (Scirpus Grossus) untuk mengetahui sifat mekanik komposit terhadap kekuatan tarik. Metode yang dilakukan pada serat Bundung diberi perlakuan dengan perendaman 5% NaOH selama 2 jam, kemudian dipanaskan dengan temperatur 70°C selama 4 jam. Penyusunan serat Bundung dengan gabungan orientasi sudut 0° dan 90° dengan resin polyester type 157 BTQN dengan variasi fraksi volume serat 20%, 30%, dan 40%. Hardener yang digunakan adalah MEKPO berkonsentrasi 1%. Komposit dibuat dengan metode hand lay up. Spesimen dan prosedur pengujian tarik mengacu pada standart ASTM D638-03. Hasil penelitian ini menunjukkan terjadi peningkatan kekuatan tarik pada penambahan fraksi volume sebesar 40% serat dengan perlakuan perendaman 5% NaOH selama 2 jam dengan pemanasan 70°C selama 4 jam. Kekuatan tarik tertinggi komposit serat bundung pada perlakuan perendaman 5% NaOH selama 2 jam dengan pemanasan 70°C selama 4 jam sebesar 67,56 N/mm2 dibandingkan dengan kekuatan tarik pada perlakuan perendaman 5% NaOH selama 2 jam tanpa pemanasan yaitu sebesar 54,25 N/mm2
Penentuan Energi Keadaan Dasar Osilator Kuantum Anharmonik Menggunakan Metode Kuantum Difusi Monte Carlo
Telah dilakukan penelitian tentang penentuan energi keadaan dasar osilator kuantum anharmonik menggunakan metode kuantum difusi Monte Carlo. Pada penelitian ini simulasi energi keadaan dasar osilator kuantum anharmonik dibuat dengan menggunakan suku anharmonik λx3, dengan memvariasikan suku pengganggu λ. Hasil yang diperoleh dari simulasi ini yaitu, energi keadaan dasar osilator kuantum anharmonik menggunakan metode kuantum difusi Monte Carlo memiliki selisih terbesar sekitar 1,1% dengan teori gangguan dan selisih terbesar sekitar 0,7% dengan energi keadaan dasar osilator kuantum anharmonik menggunakan metode random walk
Identifikasi Sebaran Batuan Beku Di Bukit Koci Desa Sempalai Kabupaten Sambas Kalimantan Barat Dengan Menggunakan Metode Geolistrik Resistivitas
Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi sebaran batuan beku dibukit Koci Desa Sempalai Kabupaten Sambas Kalimantan Barat dengan menggunakan metode geolistrik resistivitas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai resistivitas batuan dan mengetahui pola sebaran serta jenis batuan yang ada di lokasi penelitian. Penelitian dilakukan dengan membuat 6 buah lintasan geolistrik yang dimana 5 lintasan berada di puncak bukit dan 1 lintasan di lembah bukit. Berdasarkan hasil pengolahan data dari keenam lintasan menunjukkan bahwa jenis batuan yang mendominasi pada daerah penelitian adalah pasir, batu pasir, dan batuan beku andesit. Batuan beku andesit tersebar pada puncak bukit dengan lintasan 1,2,3,4, dan 6.
Rancang Bangun Timbangan Digital Berbasis Sensor Beban 5 Kg Menggunakan Mikrokontroler Atmega328
Telah dibangun sebuah prototipe alat untuk mengukur massa, gaya berat dan massa jenis menggunakan mikrokontroler ATMega328. Sistem pengukuran massa dan gaya berat berdasarkan prinsip kerja sensor beban 5 Kg. sedangkan untuk pengukuran massa jenis menggunakan prinsip kerja sensor beban dan sensor ultrasonik PING HC SR04. Pada pengukuran massa jenis benda digunakan prinsip perubahan volume air dalam tabung. Selanjutnya digunakan mikrokontroler ATMega328 sebagai pengolah data secara keseluruhan. Tahapan penelitian meliputi proses perancangan, pembuatan dan pengujian alat. Hasil eksperimen menunjukan bahwa kinerja alat ini mampu mengukur massa 5 gram sampai dengan 4000 gram dengan error pengukuran sebesar 1,05%. Sedangkan error pengukuran massa jenis yang dibaca alat ini sebesar 1,64%. Hasil pembacaan dari alat memerlukan waktu sekitar lima detik untuk dijadikan acuan identifikasi data yang dihasilkan.