Pancaran Pendidikan
Not a member yet
    291 research outputs found

    PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN CTL MENGGUNAKAN MEDIA ANIMASI DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR BERPRESTASI MAHASISWA TEKNIK INFORMATIKA 2014/2015

    Get PDF
    Abstrak. Pada pembelajaran sehari – hari mahasiswa semester 4 pada mata kuliah riset operasi sebagian besar mahasiswa masih banyak yang mengalami kesulitan. Terlihat pada tugas dan nilai ujian yang diperoleh masih rendah. Hal itu disebabkan mahasiswa yang belum mampu menyerap ilmu dari dosen secara maksimal. Pada keseharian ketika pembelajaran berlangsung, mahasiswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran. Mahasiswa hanya datang, duduk, dan mendengarkan penjelasan dari dosen. Untuk itu diperlukan inovasi pembelajaran baru untuk membuat mahasiswa lebih tertarik dan dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran CTL melalui media pembelajaran animasi ditinjau dari motivasi berprestasi mahasiswa terhadap prestasi belajar. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, populasi dalam penelitian adalah seluruh mahasiswa teknik informatika semester 4 tahun akademik 2014/2015. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan adalah dengan teknik cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas. yaitu kelas E yang diberi perlakuan CTL menggunakan media pembelajaran animasi dan kelas F yang menggunakan pembelajaran konvensional tanpa menggunakan media pembelajaran. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi untuk ranah afektif, teknik tes untuk ranah kognitif, dan angket untuk motivasi. Uji hipotesis yang dilakukan menggunakan uji anava dua jalan dengan desain faktorial 2 x 2. Hasil analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa: 1) Tidak terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran animasi terhadap prestasi belajar mahasiswa. 2) Tidak terdapat pengaruh motivasi berprestasi tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar mahasiswa. 3) Tidak terdapat interaksi antara penggunaan CTL dengan media pembelajaran animasi terhadap motivasi belajar dan prestasi belajar matematika mahasiswa. Kata kunci: CTL, Animasi, Motivasi Berprestasi, Prestasi Belaja

    SISTER SCHOOL AS A CROSS CULTURAL SYMBIOSIS IN THE SERVICE OF EDUCATIONAL POLICY

    Get PDF
    Abstract. Pendidikan dan budaya memiliki kaitan nilai yang tinggi, tidak ada proses pendidikan tanpa panetrasi budaya dan sebaliknya budaya tidak akan tertanam tanpa proses pendidikan. UNESCO merekomendasikan bahwa pendidikan harus membuat orang bisa belajar untuk tahu, belajar untuk melakukan, belajar bersama dan hidup bersama. Sesuai dengan perkembangan hidup bersama tidak hanya bermakna terbatas bersama dengan satu suku, satu bahasa atau bangsa namun antar bangsa dan multi bahasa, lebih-lebih di era Asian Economy Community (AEC) pendidikan lintas budaya harus dikembangkan lebih intensif lagi. Salah satu bentuk pendidikan lintas budaya adalah melalui “Sister School Program”. Apa itu sister school dan bagaimana manfaat sister school dalam pengembangan pendidikan lintas budaya? Dalam makalah ini akan dipaparkan secara rinci mengenai sistem pendidikan jenis ini untuk tujuan pengembangan kebijakan masa depan bangsa Indonesia. Keywords: Sister School, Pendidikan lintas budaya, Kebijakan Pendidikan

    PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA MATA PELAJARAN IPS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI SDN SEMBORO 01 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER TAHUN AJARAN 2014/2015

    Get PDF
    Abstrak. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran dalam Kurikulum di SD/MI. Pembelajaran IPS tidak hanya menuntut siswa untuk memahami apa yang telah dipelajari, tetapi juga harus mampu memberikan contoh-contoh sosial yang nyata di lingkungan masyarakat seputar materi yang disampaikan. Pembelajaran IPS di SDN Semboro 01 terutama di kelas VI masih kurang optimal, dikarenakan minimnya strategi yang dilakukan guru saat mengajar. Sehingga menyebabkan hasil belajar siswa menjadi rendah. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan model Problem Based Learning. Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana penerapan Problem Based Learning, aktivitas siswa dan hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN Semboro 01 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2014/2015. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model Problem Based Learning, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPS siswa kelas VI SDN Semboro 01 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2014/2015. Rancangan  penelitian ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas dengan  tahapan rencana, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas VI SDN Semboro 01 Kecamatan Semboro Kabupaten Jember yang berjumlah 32 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada pelaksanaan  siklus  I  sebesar  60%  dan  terjadi  peningkatan  pada  siklus  II  sebesar  95%. Sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari ketuntasan klasikal sebelum tindakan sebesar 31,3% dengan rata-rata kelas 52,6. Pada siklus 1 rata-rata kelas meningkat menjadi 74,6 dengan prosentase ketuntasan sebesar 62,5%, Pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan yaitu rata-rata kelas sebesar 82,8 dan prosentase ketuntasan sebesar 99,6% dan mencapai indikator ketuntasan minimal secara klasikal. Kata Kunci: Model Problem Based Learning, Hasil Belajar

    PENGEMBANGAN DESAIN E-KOMIK TEMATIK BERBASIS PADA PENDIDIKAN LINGKUNGAN HIDUP DENGAN APLIKASI MACROMEDIA-FLASH UNTUK KELAS PERMULAAN SEKOLAH DASAR

    Get PDF
    Abstrak. Penelitian ini termasuk penelitian pengembangan, karena dalam penelitian ini dikembangkan desain e-komik tematik berbasis pada pendidikan lingkungan hidup dengan aplikasi macromedia-flash untuk kelas permulaan sekolah dasar. Dalam mengembangkan perangkat pembelajaran, mengacu pada unsur-unsur model pengembangan perangkat pembelajaran Tiagarajan yang disebut four-D Models. Pada penelitian ini fokus pengembangan adalah pada media pembelajaran yang berupa desain e-komik tematik berbasis pada pendidikan lingkungan hidup dengan aplikasi macromedia-flash untuk kelas permulaan sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mendeskripsikan hasil pengembangan yang berupa desain e-komik tematik berbasis pada pendidikan lingkungan hidup dengan aplikasi macromedia-flash untuk kelas permulaan sekolah dasar. Rancangan penelitian yang digunakan pada saat pengembangan penerapan perangkat pembelajaran adalah mengacu pada tahapan pengembangan four-D models yang meliputi empat tahapan yaitu define, design, develope dan diseminate. Urgensi penelitian ini dapat dilihat dari kebermanfaatannya bagi beberapa pihak. Pihak-pihak tersebut adalah siswa, guru, sekolah, masyarakat dan bagi kelestarian lingkungan. Hasil yang dicapai,  menunjukkan bahwa pengembangan pembelajaran baru sampai pada tahap pengembangan e-komik tematik berbasis pada pendidikan lingkungan hidup dengan aplikasi macromedia-flash untuk SD kelas permulaan. Berdasarkan hasil pengembangan perangkat pembelajaran menunjukkan bahwa kualitas desain e-komik tematik berbasis pada pendidikan lingkungan hidup dengan aplikasi macromedia-flash  untuk kelas permulaan sekolah dasar yang dikembangkan adalah baik dan telah memenuhi kelayakan sebagai perangkat pembelajaran di kelas permulaan sekolah dasar serta efektif menunjang pembelajaran. Kata kunci: pengembangan desaine-komik, pendidikan lingkungan hidup, aplikasi macromediaflsa

    PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD (STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION) DALAM MATERI PROGRAM LINIER DAPAT MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS1 SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2015/2016 DI SMA NEGERI 3 JEMBER

    Get PDF
    Abstrak. Tinggi rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa dalam pembelajaran salah satunya ditentukan oleh metode mengajar yang digunakan oleh guru. Salah satu alternatif metode pembelajaran yang mampu meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa adalah penerapan metode pembelajaran Kooperatif dengan metode STAD (Student Team Achievement Division). Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS1 Semester Ganjil di SMA Negeri 3 Jember Tahun Ajaran 2015/2016 melalui penerapan metode pembelajaran Kooperatif model STAD. Subyek penelitian yang digunakan siswa kelas XI IPS.1 di SMA NEGERI 3, Jember Tahun Ajaran 2015/2016. Metode Pengumpulan Data berupa metode observasi, metode dokumentasi, metode wawancara dan metode tes. Pengambilan data dilakukan mulai tanggal 4 s/d 28 Agustus 2015. Berdasarkan hasil dan pembahasan disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif dengan model STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Matematika pokok bahasan Program Linier yaitu dapat mencapai ketuntasan secara klasikal dan individual dimana 85% yang mendapat nilai rata-rata > 76 dan ketuntasan secara klasikal sebesar 88,9% ketercapaian pada siklus II, sehingga ada peningkatan dari semula tes 1 sebesar 81,48 %, pada tes ke 2 sebesar 85,19% pada siklus I  menjadi 88,9 % pada siklus II Kata kunci: Metode Pembelajaran Kooperatif dengan Model STAD dan hasil belajar siswa

    PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MEMBANTU SISWA MENGATASI KESALAHAN DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA POKOK BAHASAN BILANGAN BULAT SISWA KELAS VII SEMESTER GANJIL SMP PLUS MIFTAHUL ARIFIN TAHUN AJARAN 2013/2014

    Get PDF
    Abstract. There are many students who have difficulty in solving math problems. Difficulties resulted in students making mistake in solving problems. The types of errors students comprised 4 types of errors are errors of interpretation, the use of signs or symbols errors, technical errors, and other errors. Therefore, the implemention of Contextual Teaching and Learning (CTL) approach to overcome a students mistakes in solving story problem at integer odd semester VII SMP Plus Miftahul Arifin academic year 2013/2014. This research type is a Classroom Action Research (CAR). The data analysed in this research are student’s activity, student’s mistakes. The research show that student’s activity attain 65,48% in the first cycle and 72,62% in second cycle, student’s mistakes attain 50,72% in the first cycle and 34,28% in second cycle, It can be concluded that the application of cooperative learning model with Contextual Teaching and Learning (CTL) technic is effective to overcome student’s mistakes in solving problems. Key Words: Cooperative learning contextual teaching and learning (CTL), student’s activity, student’s mistakes

    PENERAPAN PEMBELAJARAN LISTRIK DINAMIS MODEL KOOPERATIF TIPE STAD MENGGUNAKAN PENDEKATAN CTLDENGAN INTEGRASI NILAI-NILAI KARAKTER TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK

    Get PDF
    Abstract.This study aims to determine the activities and learning outcomes of students who are taught by a model of cooperative STAD using CTL approach on dynamic electrical material. The type of pre-experimental study with a sample of the population are students of class XI SMAN Tugumulyo of 40 people. Results showed activity learners during the learning process gained an average of 82.1% which is at the very good category on several criteria according to which the CTL component modeling, inquiry, constructivism, questioning, learning community, authenticassessment and reflection. On average cognitive achievement of students is 72.6, affective (character behavior) 61.7 (good), psychomotor 85.7 (very good).Thus, after following the dynamic electrical material of learning STAD cooperative models using CTL approach to the integration of the values of character, the study of students on cognitive and psychomotor have achieved mastery and affective well in both categories, as well as the behavior of characters includes discipline, hard work, independent, curious, honest, and cooperate seen increased in every lesson. Key Words: STAD,CTL, character, activities and learning outcome

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING (GUIDED INQUIRY) DENGAN MENGGUNAKAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR IPA-BIOLOGI SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 2 MAESAN BONDOWOSO

    Get PDF
    Abstract. the goal of this research is to know what is the effect of guided inquiry learning by using experiment method to the students achivement score and student activity of eight grade IPA-Biologi students in the topic Human Movement system  SMP Negeri 2 Maesan, Bondowoso. This research type is quasi experiment by using two kinds of different sample. One the experiment class and another control class. The result of this research show the activity students achivement score is 73 for control class, and 83 for experiment class. The average score of cognitive pos-test is 68 control class and 77 experiment class. Another scoring is am effective score in the second meeting is 86 for Control class and 96 for experiment class. The last scoring is psychomotor score in the second meeting, 72 for control class and 81 for experiment class. The conclusion is the guided inquiry learning by using experiment method can improve students achivement score and student activity of eight grade. Key Words : Experiment, guided inquiry, students’ activity, students’ score

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PROBLEM POSING BERORIENTASI PENERAPAN HOTS PADA MATERI KESEBANGUNAN KELAS IX

    Get PDF
    Abstract: The background of this research is the fact that student learning outcomes in mathematics at present still low, and the instruction that occurs until know is the students are more passive and less emphasis on high level thinking skills (higher order thinking skills or HOTS). Therefore, it should be considered a learning approach that can increase the students activity and HOTS of students through “posing problems”. One of the approaches learning that fit with this activity is Problem Posing with orientation on applied HOTS. Begining with the development of research has goal at producing a set means of problem posing learning oriented to HOTS applying conneccted in good similarity matter, those fullfill the valid criteria, practical, and effective. The development of a device learning is done using general education development model by Tjeerd Plomp. The process of the development consist of four phases e.g.:  (1) the phase of earlier investigation, (2) the phase of design, (3) the phase of the realization or construction and  (4) the phase the test, evaluation and revision. The research  analyzed descriptively. Beside that, during the experiment phase used statistical analysis “t” test. The result of the analysis shows that (1) a device learning resulting in the form of: lesson plan (RPP), a student book, a teacher book,  students worksheets (LKS) as and tests learning outcomes that qualify a good criteria, it means  valid, practical and effective. This matter based on the data; average score of validation was 4,19 (good category), the average percentage of the ability of teachers in managing the learning was 86,5% (good category), the average percentage of the student activity in learning was 86,9% (good category), the average student response was 95,17% (very positive), the average validity items was 0,71 (high), reliability items was  0,80 (high), and 88,9% students have completed,  (2) Students learning outcomes who take part in  learning posing problems related to the application of the HOTS oriented are better than learning outcomes of the students who given conventional learning of mathematics with the similarity matter in the third year student of  junior high schools. This matter based on the data ;  he average student learning outcomes experimental class was 83,9 Whereas student learning outcomes in the control class was 71,4. Besides the calculation  results of the test statistic t, in which obtainable arithmetic t = 4,172 whereas by using significant extent a = 5% and critical areas in which db = 35, then obtained table t = 2,042. seen that arithmetic t  > table t. Key words: development set learning, learning problem posing, HOTS, similarity,

    PENGARUH VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KETEPENG CINA (Cassis alata L.) TERHADAP MORTALITAS CACING Ascaris suum DEWASA SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Abstract. Suffer from worms is a chronic and endemic disease caused by parasite worm in high prevalence, not deadly, but gnaw the health of the people therefore decrease the nutrient. Ketepeng cina leaf contains active substances such as saponin which is believed to have anthelmintic power. The objective of this research is to know the anthelmintic power of ketepeeng cina leaf extract (Cassia alata L.) on Ascaris suum by in vitro. This research is a laboratory experimental research with two-factor completely randomized design. The samples are divided into six experimental groups. These groups are negative control which is incubated in physiological salt solution, positive control with pyrantel pamoate solution 1%, and experimental groups in ketepeng cina extract solution with 20%, 40%, 60%, and 80% concentration. The mortalities of the worms are counted in each 3 hours of observation until the limit of observation time. Data analysis is done by using variant analysis (ANAVA) two ways. If there is any difference, it is continued by Duncan Test with confidence level 95% (p<0.05), shapiro-wilk normality test, and Probit analysis by using Minitab 14. According to the probit analysis, LC50 of ketepeng cina leaf extract is 39.98%. LT50 ketepeng cina leaf extract with 40% concentration is 11.33 hour, LT50 ketepeng cina leaf extract with 60% concentration is 8.71 hour, and LT50 ketepeng cina leaf extract with 80% concentration is 3.15 hour, while LT50 pyrantel pamoate 1% is 2.94 hour on Ascaris suum by in vitro. From the experiment, it can be concluded that ketepeng cina leaf extract (Cassia alata L.) has anthelmintic power on Ascaris suum by in vitro Key Words: Ascaris suum, Cassia alata L., extrac

    285

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pancaran Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇