Pancaran Pendidikan
Not a member yet
    291 research outputs found

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW PADA POKOK BAHASAN KETERBAGIAN BILANGAN BULAT UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS MAHASISWA SEMESTER VI TAHUN AJARAN 2014-2015 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSIT

    Full text link
    Abstrak. Studying in groups is a very effective learning model to increase student activity, as well as to improve student learning outcomes. One model of learning in groups is a cooperative learning of jigsaw type. The purpose of this study was to determine whether the application of jigsaw cooperative learning model can improve student activity and learning outcomes? This research used classroom action research and qualitative approaches. This data was obtained from observation, tests and interviews. The results shows that the application of jigsaw cooperative learning model can improve student activity of 38% in the first cycle to 60% in the second cycle, while the learning outcomes also increases  from 67% in the first cycle to 80% in the second cycle. Thus, it can be concluded that the jigsaw cooperative learning model can improve the activity and students learning outcomes. Kata Kunci: cooperative learning of jigsaw type, student activities and learning outcome

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR VIRUS BERBASIS PENDEKATAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X SMA

    Full text link
    Abstract. In the classroom of contextual teaching and learning, the students connect the lesson into their real life. They do not only get the information, but also learn to use thinking skills in the higher level. This research aimed to determine the properness of learning materials that have been developed and to improve students learning achievement after using the Virus learning materials based on the contextual teaching and learning. This research used the development of four-D model, but it is restricted in the third stage (definition, design and development). This research used 6 validators to assess the validity of the book, and 30 students from 3 different schools in preliminary field testing stage 1, and 38 students in preliminary stage 2. The obtained data from this research were validation data from the experts, the test data legibility and level of difficulty, learning achievement data and student responses. The results of this research showed that the developed learning materials is included in the category of very propes with the value of 83,39%, and indicated that the learning material improved the average of student cognitive achievement until 34,34; 5,43 in affective achievement; and 8,11 in psychomotor achievement. It can be conclude that the learning material of virus based on contextual teaching and learning can be used in real class and it can improved the students learning achievement. Key Words : learning materials, contextual teaching and learning, four-D Model, virus

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPA BIOLOGI UNTUK MATERI AJAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KELAS 8-C SEMESTER GASAL DI SMP NEGERI 1 BANGIL

    Full text link
    Abstract. Group Investigation (GI) is a learning model that designed to student participation in planning to investigation stages. GI does not just drive the student participation physically. The model intends to stimulate higher thinking order of the student. It indicates the GI has relevant on the higher thinking order. In the other hand, GI also stimulates the student collaboration. The research aims to investigate application GI learning model enhancing on higher thinking order and social psycomotor of student in science biology learning at Junior High School. This research is a class action research that uses one class as an action class. The learning process uses two cycles. The data analysis uses qualitative descriptive analysis where the higher thinking order gained from the assessment of doing the worksheet and the social psycomotor gained from the assessment of the student behavior during the learning process. Based on the data analysis, higher thinking order increases 8,8% and social psycomotor increases 2,53. Key Words : higher thinking order, GI model, social psycomotor

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPS MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SISWA KELAS VI SDN REJOAGUNG 01 KECAMATAN SEMBORO KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Abstrak. Dewasa ini tumbuh kesadaran yang semakin kuat dikalangan dunia pendidikan bahwa proses belajar mengajar akan lebih efektif apabila siswa aktif berpartisipasi dalam proses tersebut. Banyak kalangan siswa yang menganggap bahwa belajar adalah aktivitas yang tidak menyenangkan, duduk berjam-jam dengan mencurahkan perhatian dan pikiran pada suatu pokok bahasan, baik yang sedang disampaikan guru maupun yang sedang dihadapi di meja belajar. Namun permasalahan yang lebih menonjol dan sering muncul yaitu adanya anggapan siswa bahwa IPS adalah pelajaran hafalan yang membosankan dan menjenuhkan, sehingga hal tersebut menyebabkan hasil belajar mereka rendah. Terkait belum optimalnya hasil belajar siswa kelas VI SDN Rejoagung 01 maka penulis berupaya untuk menerapkan model pembelajaran Group Investigation  pada Pokok Bahasan Negara-Negara Tetangga sebagai salah satu alternatif pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar IPS. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilakukan dalam 2 siklus. Pada setiap siklus ada 4 tahapan yaitu: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan dan (4) refleksi. Hasil belajar siswa pada siklus I 61,29%, siklus II 90,32%. Hasil belajar siswa meningkat 29,03% dan sudah memenuhi indikator keberhasilan yaitu sekurang-kurangnya ketuntasan klasikal mencapai 75% dengan KKM IPS kelas VI SDN Rejoagung 01 adalah 65. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS melalui model pembelajaran Group Investigation dapat meningkatkan hasil belaja  siswa kelas VI SDN Rejoagung 01 tahun ajaran 2013/2014. Kata kunci : Hasil Belajar, Group Investigatio

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) PADA SISWA KELAS III SDN REJOAGUNG 01 SEMBORO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Full text link
    Abstrak. Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) pada hakikatnya merupakan usaha manusia dalam memahami alam semesta melalui pengamatan yang tepat pada sasaran. Pembelajaran IPA harus senantiasa dapat melibatkan siswa, sehingga dapat tercapainya tujuan pembelajaran serta dapat merangsang siswa berpikir kritis, kreatif, dan inovatif. Pada kenyataannya, pembelajaran IPA di sekolah, terutama di SDN Rejoagung 01 Semboro ini kurang begitu melibatkan siswa, model pembelajarannya masih menggunakan model pembelajaran yang monoton sehingga siswa merasa jenuh saat pembelajaran, dan menyebabkan hasil belajar siswa juga rendah. Maka dari itu diadakan penelitian dengan menggunakan model pembelajaran SAVI (Somatis, Auditori, Visual, dan Intelektual). Adapun Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana penerapan model pembelajaran SAVI, aktivitas siwa dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Rejoagung 01 Semboro tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran SAVI, aktivitas siswa, dan hasil belajar IPA siswa kelas III SDN Rejoagung 01 Semboro Tahun Pelajaran 2013/2014. Rancangan  penelitian ini  adalah  penelitian  tindakan  kelas dengan  tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini siswa kelas III SDN Rejoagung 01 Semboro yang berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prosentase keaktifan siswa pada siklus I menunjukkan siswa yang sangat aktif 23%, aktif sebesar 32%, kurang aktif sebesar 26%, dan tidak aktif sebesar 19% . Pada siklus II siswa yang sangat aktif 42%, aktif sebesar 39%, kurang aktif sebesar 13%, dan tidak aktif sebesar 6%, sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat prosentase ketuntasan siswa yaitu siswa yang tuntas belajar (nilai ketuntasan ≥70) pada kondisi awal 29%, tes siklus I 61,3%, dan pada  siklus II sebesar 90,3%. Data tersebut telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebesar 75%.   Kata Kunci: Hasil Belajar IPA, Model Pembelajaran SAV

    PENERAPAN METODE MEMBACA GLOBAL UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA MATA PELAJARANBAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS I SDN 01 SEMBORO KABUPATEN JEMBER

    Full text link
    Abstrak. Mata Pelajaran Bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib yang diterima siswa dari kelas I SD (Sekolah Dasar) sampai SMA (Sekolah Menengah Atas). Kegiatan berbahasa terdiri dalam empat aspek keterampilan berbahasa, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.Untuk meningkatkan kemempuan membaca dan memulis pemula membutuhkan metode yang sesuai salah satunya adalah metode membaca global. “Metode global adalah metode yang melihat segala sesuatu sebagai keseluruhan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan penerapan metode membaca global pada  siswa kelas I  SDN 01 Semboro Kabupaten Jember, mengetahui peningkatan kemampuan membaca siswa setelah penerapan metode membaca global pada mata pelajaran bahasa Indonesia siswa kelas I  SDN 01 Semboro Kabupaten Jember.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas I SDN 01 Semboro Kabupaten Jember yang berjumlah 30 siswa, siswa laki laki berjumlah 16 dan siswa perempuan 14. Penerapan Metode Membaca Global dapat meningkatkan kemampuan membaca dalam pembelajaran. Pada siklus Isiswa yang tuntas ada 20 siswa, ketuntasan membaca siswa adalah 67%. Pada siklusII siswa yang tuntas mengalami peningkatan dari 20 menjadi 27 siswa, ketuntasan membaca siswa adalah 90%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kemampuan membaca selama pembelajaran dengan penerapan Metode Membaca Global meningkat dan dikatakan tuntas. Kata Kunci: Kemampuan Membaca, Metode Mambaca Globa

    PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN KOOPERATIF LEARNING TOGETHER (LT) DAN BERORIENTASI PADA PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA

    Full text link
      Abstrack. The objectives of this study are to find out the process and the results of the development of characterized learning tools by using learning together cooperative approach on statistics topic which fulfills the criteria of valid, practical, and effective; and also to find out the process and the results of the development of characterized learning tools by using learning together cooperative approach on statistics topic to the students’ character building (thorough, cooperative, and self-confident). The type of this study is development research. Subjects of the study are experts, teachers, and the students of IX A of SMP Negeri 1 Kapongan. The data of this study were collected by means of validation sheets, observation sheets, questionnaire, and tests. The data were then analyzed descriptively. Learning tools that are developed include: lesson plan, students’ learning material, students’ worksheets, and evaluation test. The quality of learning tools is reviewed according to four aspects: validity, practicality, effectiveness, and character building. Learning tools validity is based on the validators’ review, the practicality is based on the analysis of teachers’ activity, and the effectiveness is based on the analysis of students’ activity, students’ response questionnaire, and students’ evaluation. According to the review of the theory of models of learning tools development, the chosen model is 4D (four-D) model given by Thiagarajan, Semmel and semmel. The process of learning tools development consists of four steps: defining, planning, developing, and disseminating. In this study, the disseminating step is not conducted since the implementation of learning tools is still on trial phase, which is a form of development process to test the validity and reliability of the instrument which is going to be used.Prototype 1 characterized mathematics learning tools based on cooperative learning together results in validity coefficient (α) for syllabus 0.97 which means valid with a category of very high, the lesson plan’s validity coefficient is 0.85which means valid with a category of very high, students’ learning material validity coefficient is 0.86 which means valid with a category of very high, students’ worksheetsvalidity coefficient is 0.90which means valid with a category of very high, evaluation tests’ validity coefficient is 0.92 which means valid with a category of very high. Thus, this instrument is fit to be used as teaching resources. After going through field tests, it is known that a) mathematics learning tools using learning together cooperative model oriented to character building has reached practical criteria, reviewed both from successfulness of learning and teacher’s activity; b) LT cooperative learning oriented to character building is effective, based on students’ activities, students’ questionnaire, and evaluation tests. These conclusions show us that LT cooperative learning oriented to character building gives positive effects towards students’ creative thinking ability and students’ character building, so that it fits to be used as teaching resources. Keywords: development, learning together cooperative learning, character building

    PENERAPAN STRATEGI THINK TALK WRITE (TTW) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS IV SDN SIDOMULYO 03 SEMBORO TAHUN PELAJARAN 2013/2014

    Full text link
    Abstrak. Pendidikan Kewarganegaraan merupakan usaha untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan hubungan antara warga negara yang diandalkan oleh bangsa dan negara. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan strategi Think Talk Write, aktivitas dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Sidomulyo 03 Semboro tahun pelajaran 2013/2014. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mendeskripsikan penerapan strategi Think Talk Write, aktivitas siswa, dan hasil belajar PKn siswa kelas IV SDN Sidomulyo 03 Semboro tahun pelajaran 2013/2014. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV SDN Sidomulyo 03 Semboro yang berjumlah 25 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan keaktifan siswa pada siklus I menunjukkan yang sangat aktif hanya 2 siswa atau 8%, cukup aktif sebanyak 10 siswa atau 40%, sedangkan yang kurang aktif sebanyak 13 siswa atau 52%. Pada siklus II sangat aktif sebanyak 17 siswa 68%, yang cukup aktif sebanyak 4 siswa atau 16%, dan yang kurang aktif 4 siswa atau 16%, sedangkan peningkatan hasil belajar dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas terjadi peningkatan yaitu pada kondisi awal sebesar 63,88, siklus I 67 dan pada siklus II naik menjadi 80. Untuk siswa tuntas belajar (nilai ketuntasan ≥70) pada kondisi awal 24%, tes siklus I 52%, dan pada siklus II sebesar 84%. Data tersebut telah mencapai indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu sebesar 75%. Kata Kunci: Think Talk Write, hasil belaja

    MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBACA JAM MELALUI METODE MEKAR JAMSIA PADA SISWA KELAS 2 SEKOLAH DASAR NEGERI TANGGUL WETAN 05 JEMBER

    Full text link
    Abstrak. Tuntutan peningkatan kualitas pendidikan ini di hadapi oleh peneliti pada siswa kelas 2 SDN Tanggul Wetan 02 Tanggul, Jember, karena antara petunjuk pelaksanaan yang sudah ada terdapat banyak kendala yang di hadapi peneliti selaku pelaksana pendidikan antara lain keterampilan anak didik masih sangat rendah, terutama tentang ketrampilan menghitung, tingkat pengetahuan dan prestasi siswa dalam mata pelajaran matematika lebih rendah dari mata pelajaran yang lain, rata-rata siswa kelas 2 banyak yang belum bisa membaca Jam, dan suasana belajar kurang dinamis karena matematika dianggap pelajaran yang sangat menakutkan. Maka peneliti berupaya mencoba cara yang paling efektif dalam memperkenalkan konsep kepada anak didik mencari yang mudah, dekat dengan diri siswa sehingga pelajaran matematika tidak lagi merupakan pelajaran yang ditakuti, sehingga pelajaran matematika menjadi menyenangkan, yaitu peningkatan kemampuan membaca jam melalui metode Mekar Jamsia pada siswa kelas 2 SD Negeri Tanggul Wetan 05 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Tujuan utama penelitian ini adalah menghasilkan desain pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan membaca jam melalui metode Mekar Jamsia pada siswa kelas 2 SD Negeri Tanggul Wetan 05 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Peningkatan perolehan nilai siswa pada siklus I dan II dapat dilihat dari siswa yang memperoleh nilai 60-70 berkurang dari 15 siswa (56%) menjadi 3 siswa (11%), nilai 71-80 naik dari 8 siswa (30%) menjadi 9 siswa (33%), siswa yang mendapat nilai 81-90 naik dari 4 siswa (15%) menjadi 9 siswa (33%) dan ada 6 siswa (22%) yang mendapat nilai di atas 90. Hal tersebut membuktikan bahwa peningkatan kemampuan membaca jam dapat dilakukan melalui metode Mekar Jamsia. Kata Kunci : Hasil Belajar, Membaca Jam, Metode Mekar Jamsi

    ANALISIS KESULITAN SISWA DALAM PEMAHAMAN MATERI FUNGSI KOMPOSISI SISWA KELAS XI SEMESTER 2 MAN PESANGGARAN TAHUN PELAJARAN 2014-2015

    Full text link
    Abstrak. Prestasi yang didapatkan oleh siswa tentunya merupakan suatu kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan bagi dunia pendidikan matematika khususnya, tapi jika dilihat dari kenyataan yang ada, ternyata pada umumnya prestasi matematika siswa masih berada pada tingkat rendah. Salah satu materi matematika di kelas XI MAN Pesanggaran adalah fungsi komposisi. Pada dasarnya materi ini memiliki peluang lebih besar untuk dipahami oleh siswa karena materi fungsi sudah mereka pelajari sejak SMP. Harapan materi ini dikuasai dengan baik masihlah belum tercapai. Masih ada beberapa siswa yang kesulitan dalam mengerjakan beberapa model soal yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kesulitan-kesulitan yang dialami oleh siswa kelas XI MAN Pesanggaran dalam memahami materi fungsi komposisi yang berkaitan dengan konsep dan prinsip, (2) faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar siswa kelas XI MAN Pesanggaran dalam memahami materi fungsi komposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam penguasaan konsep, siswa masih mengalami kesulitan dalam membandingkan konsep dengan sifat fungsi komposisi dan hal ini berada pada kategori tinggi yaitu 80%, kesalahan yang paling banyak dilakukan siswa dalam penguasaan konsep adalah ketika siswa mengidentifikasi definisi sifat dengan contoh fungsi komposisi, di dalam penguasaan prinsip siswa masih mengalami kesulitan dalam membandingkan sifat-sifat fungsi komposisi dengan contoh soal yang berada pada kategori tertinggi yaitu 80%. Faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan pemahaman siswa kelas XI MAN Pesanggaran dalam mempelajari fungsi komposisi berasal dari faktor intern yaitu pada bakat siswa dengan kategori cukup (49%), sedangkan faktor ekstern terletak pada kualitas guru yang meliputi penguasaan materi yang belum pas dengan keadaan siswa, kejelasan menerangkan, dan pada metode yang digunakan dalam proses pembelajaran pada kategori cukup (41%) serta  pada teman bergaul, dimana hal ini dilakukan teman sekelas yang mengganggu waktu belajar berlangsung pada kategori cukup (40%). Kata Kunci: Kesulitan Siswa, Fungsi Komposis

    285

    full texts

    291

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Pancaran Pendidikan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇