Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN APTITUDE TREATMENT INTERACTION (ATI) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN FAKTORISASI SUKU ALJABAR KELAS VIII A SEMESTER GASAL SMP NEGERI 2 GLENMORE TAHUN PELAJARAN2013/2014
Abstract.There are manystudentswhohave difficultyin solvingmath problems. Their achivement score are very low. The aplication of Aptitude Treatment Interaction (ATI) learning model is important toimprove learning achivement and student activities in solvingthe Algebraill Rate Factorisation problems at eigthgradeSMP Negeri2 Glenmoreyear2013/2014. This research type is a Classroom Action Research (CAR). The data analysed in this research are student’s activity, and learning achivement. The research show that student’s activity attain 77,14% in the first cycle and 82,39% in second cycle, student’s learning achivementattain 85% in the first cycle and 90% in second cycle, and for the teacher’s activity attain 90,91% in the first and 96,97% in the second. It can be concluded that the aplication of Aptitude Treatment Interaction (ATI) learning model is effective to improve student’s learning outcomes in solving Algebraill Rate Factorisation. Keywords: Aptitude Treatment Interaction (ATI)learning model, Algebraill Rate Factorisation, student’s activity, student’s learning achivement, teacher’s activit
PENINGKATAN HASIL BELAJAR DALAM MENJUMLAHKAN SATUAN WAKTU DENGAN MENGGUNAKAN BASIS ENAM DAN SEPULUH PADA SISWA KELAS 5 SDN TANGGUL WETAN 05 JEMBER
Abstrak.Matematika merupakan inti dari ilmu pengetahuan. Oleh karena itu matematika perlu diterapkan sejak dini pada anak. Maka dari itusebelum mengadakan penelitian, dalam menjumlahkan satuan jam, menit, dan detik di kelas 5 SDN Tanggul Wetan 05 menggunakan teknik kesetaraan jam, menit dan detik. Ternyata setelah teknik ini dilaksanakan di kelas 5 hasil belajar yang dicapai siswa selalu tidak memuaskan dengan hasil rata-rata evaluasi hanya mencapai 57, dan sebagian siswa benar-benar mengalami kesulitan dengan perolehan nilai jauh di bawah nilai KKM matematika yang telah ditetapkan yaitu 65. Masalah lain yang timbul yaitu lamanya waktu untuk menyelesaikan.Untuk itu diadakan Penelitian yang berjudul “Peningkatan Hasil Belajar Siswa dalam Menjumlahkan Satuan Waktu dengan Menggunakan Basis Enam dan Sepuluh pada Siswa Kelas 5 SDN Tanggul Wetan 05 kecamatan TanggulJenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan model siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Pengamatan danRefleksi. Sebagai Subjek penelitian adalah siswa kelas 5 SDN Tanggul Wetan 05 Jember. Teknik pengumpulan data menggunakan obervasi, tes tertulis, dan dokumentasi. Dari hasil penelitian diperoleh aktifitas siswa yang mengalami peningkatan di setiap siklusnya yaitu siswa aktif bertanya meningkat 25%, ketepatan dalam menggunakan basis enam dan sepuluh meningkat 20,2%, dan ketelitian meningkat 23,75%. Sedangkan hasil belajar adalah adanya peningkatan rata-rata nilai hasil belajar Matematika yang diperoleh siswa dari sebelumnya. Pada sikltus I prosentase ketuntasan siswa 66,67% kemudian pada siklus kedua menjadi 100%. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran matematika dengan menggunakan basis enam dan sepuluh dapat meningkatkan keterampilan menjumlahkan satuan waktu pada siswa kelas 5 SDN Tanggul Wetan 05 Jember. Kata Kunci :Peningkatan, Hasil Belajar, Basis Enam dan Sepulu
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, AND SATISFACTION) UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA 4 MAN 1 JEMBER
Abstract. This research aims to improve students’ activities and students’ learning outcomes with implementation ARIAS model. ARIAS model containing five components that is a whole required in learning activities namely assurance, relevance, interest, assessment, and satisfaction. This model applied to student of the XI grade IPA 4 at MAN 1 Jember consisting of 35 students. This research is Classroom Action Research. Data collection used observation, interviews, test, and documentation. The result showed that students’ activities from pre-prosperous cycle to second cycle increased by 16,86% and the students’ learning outcomes from cognitive aspects increased by 7,32%, affective aspect 8,34%, and psychomotor aspect 6,25%. Based on this research, ARIAS model can be used by teachers as a basis discharge learning activities so were able to increase the activities and students’ learning outcomes. Keywords : Learning activities, ARIAS, students’ activities, students’ learning outcomes
PENERAPAN DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VI B MATA PELAJARAN MATEMATIKA POKOK BAHASAN KELILING DAN LUAS LINGKARANDI SDN TANGGUL WETAN 02KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER
Abstrak.Pentingnya peranan matematika dalam kehidupan manusia terutama dalam usaha pengembangan IPTEK menuntut semakin diperlukannya pembelajaran yang dapat meningkatkan pemahaman konsep matematika. Melalui penerapan Discovery Learning, siswa memiliki pengalaman karena siswa melakukan sesuatu percobaan yang memungkinkan mereka untuk menemukan konsep atau prinsip-prinsip matematika bagi diri mereka sendiri. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, bagaimana aktivitas dan hasil belajar siswa dalam penerapan Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan Discovery Learning pada pokok bahasan keliling dan luas lingkaran, dan untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar siswa.Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI B di SDN Tanggul Wetan Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Berdasarkan hasil analisis data pada siklus 1 aktivitas siswa secara klasikal adalah 61,86%. Pada siklus 2 mencapai 74,99%. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 30,30%, yakni dari siklus 1 mencapai 60,60% dan pada siklus 2 mencapai 90,90%, dengan hasil yang dicapai tersebut dapat dinyatakan tuntas.dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran terjadi peningkatan aktivitas dan hasil belajar pada siswa kelas VIB SDN Tanggul Wetan 02 dengan menggunakan penerapan Discovery Learning. Kata Kunci: pembelajaran matematika, discovery learnin
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEAD TOGETHER) DENGAN MEDIA KOMIK PADA MATERI PENGELOLAAN LINGKUNGAN GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR (Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1Semboro Jember)
Abstract.Cooperative learningmodel of Numbered Head Together is a modelwhich putthe teamin thecooperationamongone of theanotherfor studyingatopicin the classroom. The purposeofthis researchwastoenhance student’s motivation andachievement using theCooperative Learning model of Numbered Head Together with comic onsub biologytopicsEnvironmental in class VII C SMP Negeri 1 Semboro Jember. The research was Classroom Action Research. Result of this research, there was an improving motivation from pre cycle to cycle 2. The result showed that the increasing motivationwas 16,60% which consist of attentionaspects was 5,71(17.85%), relevanceaspects was4,14 (17,00%), confidenceaspects was 4,65(16,61%), satisfactionaspects was 4,79 (14,97%) andcognitivelearning achievement of studentsincreased 62,18%, andaffectivelearning achievementof studentsincreased 16,22%. Keywords: CAR,Numbered Head Together, comic, motivation, achievemen
PENERAPAN METODEPERMAINANLARI SAMBUNG MATA PELAJARAN PENJASKES UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA SISWA KELAS 2 A SDN TANGGUL KULON 03 JEMBER
Abstrak.Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari sistem pendidikan secara keseluruhan. Tujuan pendidikan jasmani bukan aktivitas jasmani itu sendiri, tetapi untuk mengembangkan potensi siswa melalui aktivitas jasmani. Maka dari itu di sekolah dasar memerlukan pendidikan jasmani. Penelitian ini dilakukan karena Pada mata pelajaran Penjaskes dengan materi Atletik khususnya Lari sambung (lari estafet) pada siswa kelas 2 A, dari 26 siswa yang mencapai ketuntasan belajar hanya 49 %; Guru mengajarkan materi lari sambung dengan menggunakan metode demonstrasi sehingga siswa hanya bertindak sebagai pengamat dan hanya menirukan gerakan dan penjelasan yang dicontohkan guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran mengalami peningkatan dati tiap siklusnya yaitu lari dengan cepat meningkat 15%, memberikan tongkat dengan benar meningkat 20%, dan menerima tongkat meningkat 18%. Dari data kondisi awal siswa yang tuntas belajarnya hanya 46%. Pada siklus I ada 6 siswa yang belum tuntas, namun pada siklus II sudah ada peningkatan hasil belajar yaitu 26 dengan prosentase 85% siswa tuntas dengan prosentase 100%. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode permainan lari sambung dalam mata pelajaran penjaskes dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 2A SDN Tanggul Kulon 03 Jember. Kata Kunci :Penerapan, Metode Permainan Lari Sambung, Meningkatkan, Hasil Belaja
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENULIS RESENSI BUKUPENGETAHUAN MELALUI BAKU SIMPUL BERBINTANG PADA SISWA KELAS IX A SEMESTER SATU SMP NEGERI 1 WULUHAN
Abstrak. Hampirseparo darijumlah siswa di kelas IX A belum mampu mengembangkan ide, gagasan, pikiran, perasaan, daninformasi dalam bentuk resensi buku pengetahuan.Masih banyak siswa yang menulis dengan ide yangmeloncat-loncat.Siswa mengalami kebuntuan dalam menuliskan idenya­.Tidak lebih dari duakalimat yang ditulis siswa sudah mengakhiri tulisannya karena ragu-ragu dan takut salah. Pokok permasalahan dilulis dengan kalimat sumbang. Upaya untuk mengatasipermasalahan tersebut adalahmenyusun pembelajaran menulis resensi buku pengetahuan melalui Baku SimpulBerbintang. Metode Baku Simpul Berbintangadalah akronim dari membaca, diskusi, presentasi, kesimpulan, dan berburu bintang..Tujuanpenelitian ini adalah untuk memperolehgambaran tentangpeningkatan hasil belajar menulis resensi buku pengetahuanmelalui Baku Simpul Berbintang. Manfaat penelitian ini untuk menerapkan pembelajaran yang dapatmenumbuhkan motivasi, kreasi,dan semangat belajar siswa tetapi tetapmenyenangkan yang pada akhirnya siswa diharapkan memperolehhasil belajar yang lebih baik. Rancangan penelitianyang digunakan adalah rancangan Penelitian Tindakan Kelas. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Siklus I menunjukkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan nilai (nilai≥77)sebanyak 21 siswa atau 58% dari total 36 siswa. 15 siswa atau sebesar 42% belumtuntas. Ketuntasan belajar yang dijadikan standar di SMP Negeri 1 Wuluhan yaitusecara perorangan menguasai kompetensi dengan nilai 77 atau ≥77%, sedangkankeberhasilan kelas apabila 85% atau ≥85% dari jumlah siswa secara keseluruhanmemperoleh nilai 77 atau ≥77.Setelah dilakukan tindakan siklus II, Jumlah siswa yangmencapai ketuntasan belajar sebanyak 32 siswa (90 %) dan yang memperoleh nilaitidak tuntas sebayak 4 siswa (10 % ). Jadi siswa kelas IX A sudah mencapaiketuntasan belajar baik secara perorangan maupun klasikal.Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran menulisresensi buku pengetahuan melalui Baku Simpul Berbintang dapat meningkatkan hasil belajarsiswa. Kata Kunci : menulis resensi, bakusimpulberbintan
MENINGKATKANAKTIVITAS DAN HASIL BELAJARMELALUI PEMBELAJARAN KOOPERATIF MODEL STAD MATA PELAJARAN IPS MATERI DOKUMEN DAN BENDA PENTING KELUARGA PADA SISWAKELAS II SDN TANGGUL WETAN 02 JEMBER
Abstrak. Pembelajaran Kooperatif model STAD Mata Pelajaran IPS Materi Dokumen dan BendaTenting Keluarga Pada Siswa Kelas II SDN Tanggul Wetan 02 untuk Meningkatkan Aktivitas danHasil Belajar Siswa. Aktivitas merupakan segala tingkah laku siswa pada saat mengikutikegiatan belajar mengajar. Aktivitas merupakan prinsip atau asas yang sangatpenting dalam interaksi belajar. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapatdipisahkan dari kegiatan belajar, karena kegiatan belajar merupakan proses,sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. Hasil evaluasi secarakeseluruhan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu matapelajaran yang prestasinya rendah. Hal itu di buktikan di SDN Tanggul Wetan 02 kelas 2 nilai IPS materi dokumen danbenda penting keluarga siswa yang lebih rendah di banding dengan nilai mata pelajaran lain, sertapenerapannya dalam kehidupan sehari-hari kurang diresapi oleh siswa. STAD merupakan salah satu metodepembelajaran yang paling sederhana, dan merupakan model yang paling baik untukpermulaan bagi para guru yang menggunakan pendekatan kooperatif. Berdasarkan masalah di atas, maka dapatlahdirumuskan tujuan-tujuan penelitian ini, yaitu untuk: MeningkatkanAktivitas dan Prestasi Belajar Melalui Pembelajaran Kooperatif Model STAD MataPelajaran IPS Materi Dokumen Dan Benda Penting KeluargaPada Siswa KelasII SDN Tanggul Wetan 02.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, dalam pelaksanaan belajar mengajar siswa tergolongsangat aktif dan mengalami peningkatan skor rata-rata aktivitas siswa dari70,8% menjadi 76,2%. Untuk perolehan Hasil Belajar pada siklus I adalah 72%dan mengalami peningkatan pada siklus II, pada siklus II memperoleh hasilbelajar sebesar 81%. Hal ini menunjukkan bahwapembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) mencapai peningkatan Kata Kunci : Aktifitas dan Prestasi Belajar, IPS, Kooperatif ModelSTA
IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 PADA JENJANG SD, SMP, SMA DAN SMK DI KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2013/2014
Abstract. The goals of this research was (1) to describe the implementasion of 2013 National Curriculum in East Kalimantan province, (2) to map several constraints in the implementation of 2013 National Curriculum which are faced by school, (3) to describe the human source competences and readiness of learning instrument on each school unit. The research approaches are survey, observation, structured interview, and questionnaire. The sample of this research which were determined by purposive sampling technique in Balikpapan, Samarinda, Bontang, and Kutai Kartanegara are education managers (Heads of Education Departments and School Supervisors) and piloting school unit components (Headmasters and teachers of elementary school, junior high school, senior high school and vocational school). The result shows that the implementation of 2013 Curriculum in East Kalimantan runs effectively which indicators are (a) that the perception to the performance of curriculum training for headmaster and teacher is good enough, (b) that the perception to text books of 2013 National Curriculum is good, (c) that the perception to teacher competence in teaching and learning process is good. The constraints which found are that (1) most of all schools accept books late and the quantity of books is not suitable with the number of students, (2) books for teachers do not help teachers to explain topic learning, (3) text books for productive subjects in vocational school are not available, (4) the trainings for headmasters and teachers are not satisfied because the duration of it is not enough and the training topic focuses to theory of curriculum which is not suitable with the teachers need Key Words: 2013 National Curriculum, Implementation Constraints, East Kalimantan
PENGARUH MODEL POE (PREDICT-OBSERVE-EXPLAIN) DENGAN PERFORMANCE ASSESSMENT TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS VII SMPN 1 ARJASA JEMBER
Abstract : The learning biology requires the students’ participation, because as the biology is a scientificall science based on the logical thinkingof relevant facts. There is a component in learning biology that must be owned by the students. The studentshave to understand the scientific process as the result of learning.POE (predict-observe-explain) model is one of the lerning models that was used in teaching learning process, helped the students to establish the knowledge through the senses. Learning activities also require assessment because assessment was used to determine the indicator of success in teaching learning process. One of the scoring systems that has been developed was performance assessment. Performance assessment iskinds of tasks and situations in which the students are asked to demonstrate the understanding and application of knowledge deeply and skills in varieties of contexts. Based on explanation above, the researcher wanted to know the influence of the POE model to the performance assessment of the students’ learning outcomes for biology subject. In this research, the researcher used purposive sampling area to conduct the research. The researcher used population method to determine the subject of the research. The design of this research is quasi experimental study. The data collection methods used observation, interviews, test, and documentation. The data analysis used in this research was statistical analysis method to process the data. The result of this research showed that the application of the POE modelby using performance assessment affected the students learning outcomes. Key Words: POE Model, learning outcomes