Pancaran Pendidikan
Not a member yet
291 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM CENTERED LEARNING (PCL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA POKOK BAHASAN OPERASI HITUNG BENTUK ALJABAR KELAS VII A SEMESTER GANJIL DI SMP NEGERI 14 JEMBER TAHUN AJARAN 2013/2014
Abstract. The purpose of this research is to increase student’s activities and learning achievement score. This research implemented Problem Centered Learning methods. This research type is a Classroom Actions Research (CAR) of two cycles, there are two classes in each cycles. The topic in the research is a computational operations of algebraic form. The research methods are documentation, observation, test and interview. The data analyze in this research are student’s activities and student’s achievement score teacher’s activities. The research show that the student activities attaine 65,43% in the first cycles and 70,10% in second cycles. The teacher activities attaine 77,08% in the first cycles and 91,67% in second cycles, and the achievement score attaine 80% in the first cycles and 88,57% in second cycles. It can be concluded that the implementation of Problem Centered Learning model is able to improve student learning outcome. Key Words: Problem Centered Learning type, computational operations of algebraic form, Student’s result study, students activities
UPAYA PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI PPKn SISWA KELAS XII SMAN 01 ARJASA JEMBER MELALUI PENDEKATAN TUTOR SEBAYA TAHUN PELAJARAN 2011/2012
Abstrak. Pencapaian target pembelajaran tidak hanya guru saja yang dominan dalam mencapai keberhasilan siswa, akan tetapi metode harus dipertimbangan juga. Guru sebagai pendidik dituntut untuk memberikan dan menumbuh kembangkan kemampuan dan keterampilan siswa, sehingga siswa akan menjadi lebih mandiri belajarnya dan meningkat kemampuan serta prestasinya. Kata Kunci: Pendekatan Tutor sebaya, Prestasi belaja
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA PADA MATERI MENGENAL SIFAT BENDA DAN KEGUNAANNYA DENGAN MEDIA REALITA PADA SISWA KELAS 1 B SDN SIDOMEKAR 08 JEMBER
Abstrak. Karena kurangnya kreativitas guru dalam menentukan dan menggunakan media sebagai alat bantu pendidikan IPA itulah hasil belajar siswa kelas 1 B SDN Sidomekar 08 pada mata pelajaran IPA materi mengidentifikasi kegunaan benda di lingkungan sekitar masih belum memenuhi standar yang ditetapkan. Proses belajar mengajar yang dilakukan guru hanya menerima informasi melalui metode ceramah, sehingga pemebelajaran memjadi membosankan bagi siswa. Untuk itulah peneliti melakukan penelitian tindakan kelas dengan mengambil langkah penggunaan media realita dengan metode demonstrasi sehingga siswa diajak langsung meklakukan dan mengamati apa yang diharapakan sesuai dengan materi pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: apakah media realita dapat meningkatkan hasil belajar IPA mengenal sifat benda dan kegunaannya pada siswa kelas 1 B SDN Sidomekar 08, Jember. Dalam penelitian ini tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut: mengkaji apakah melalui media realita dapat meningkatkan hasil belajar bidang studi IPA materi mengenal sifat benda dan kegunaannya, meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar IPA materi mengenal sifat benda. Hasil dari tes menunjukkan kemajuan dari siklus per siklus. Kondisi awal sebelum penelitian menunjukkan aktifitas siswa kurang aktif. Kondisi tersebut berubah pada proses pembelajaran yang dilaksanakan pada proses pembelajaran siklus I dan II. Untuk hasil belajar siswa, pada siklus satu terdapat perubahan yakni mayoritas siswa sudah mendapat nilai cukup dan tidak ada siswa yang mendapat nilai kurang. Pada siklus terakhir terdapat ketuntasan belajar yang tinggi yakni digambarkan bahwa mayoritas siswa (88%) mendapat nilai sangat baik dan 12% siswa mendapat nilai baik.
Kata Kunci : Hasil Belajar, IPA, Media Realit
PENGARUH PENDEKATAN OPEN ENDED (OE) DENGAN METODE BERMAIN PERAN TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR TINGKAT TINGGI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP NEGERI 11 JEMBER
Abstract. High thinking level is a complex thinking process which has advantage to deliver many solutions which involve consideration and interpretation, and high mental activities. One of learning approaches which can be used to improve students’ high thinking level is Open Ended Learning Approach (OELA) which implemented using Role Playing Method. The purpose of this research is to know the difference of students’ high thinking level on the first meeting and the second meeting of experiment class students and the effect of Open Ended Learning Approach (OELA) using Role Playing Method on the students’ achievement. In this research, class VII C as the experiment class and class VII D as the control class. In the first step, the researcher gave pre-test to know the students’ ability by doing the learning activity. The control class used conventional learning method, and the experiment class used Open Ended Learning Approach using Role Playing Method. The last step was gave post-test to know the enhancing of the students’ achievement. Result of the research showed that there was a difference between the students’ high thinking level in the first step and the second step in the experiment class which showed by the increasing of the students’ high order thinking after implement Open Ended Learning Approach with Role Playing Method. The result showed that by using Open Ended Learning Approach using Role Playing Method gave positive effect on student achievement, seven grade students of SMP Negeri 11 Jember.
Key Words: Open Ended Learning Approach, Role Playing, High Thinking Level, Students’ Achievement
PENINGKATAN HASIL BELAJAR POKOK BAHASAN SIFAT WAJIB ALLAH DENGAN STRATEGI PEMBELAJARAN BERNYANYI DALAM MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM PADA SISWA KELAS 3 SDN SIDOMEKAR 08 JEMBER
Abstrak Hasil evaluasi atas proses pembelajaran pada siswa Kelas 3 SDN Sidomekar 08 semester I tahun pelajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 25 anak pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Sifat wajib Allah SWT nilai yang diperoleh siswa masih dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Standar ketuntasan minimal nilai siswa secara individu adalah 70, secara klasikal nilai ketuntasan minimal harus mencapai 75% dari jumlah siswa, sedangkan pada kenyataannya hanya 5 siswa (20%) yang tuntas nilainya, sedangkan sejumlah 20 siswa (80%) masih mendapatkan nilai dibawah ketuntasan minimal. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi pelajaran, penulis melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pada materi sifat wajib Allah SWT dengan strategi pembelajaran bernyanyi dengan harapan melalui strategi ini siswa akan merasa senang dan lebih mudah menghafal karena karakteristik siswa keras rendah adalah bermain sambil belajar. Berkaitan dengan hal tersebut di atas peneliti dapat memberikan gambaran tentang tujuan ini yang menyangkut berbagai aspek. Adapun tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan Hasil Belajar Sifat Wajib Allah dengan strategi pembelajaran Bernyanyi dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Siswa Kelas 3 SDN Sidomekar 08 Semboro, Jember. Berdasarkan hasil tes siswa tiap siklus (siklus I dan siklus II) mengalami peningkatan. Dari tabel rangkuman hasil nilai siswa. Siswa yang tuntas belajar meningkat dari 84% menjadi 100%.
Kata Kunci : Aktivitas Hasil Belajar, Sifat Wajib ALLAH, Strategi Pembelajaran Bernyany
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK MANAIKA PADA MATERI PARAFRASE PUISI SISWA KELAS 6 B SDN SEMBORO 01 JEMBER
Abstrak. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan pemebelajaran yang mengajak siswa untuk berlatih dan belajar berbahasa melalui aspek keterampilan mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis. Dengan memiliki keterampilan berbahasa Indonesia secara baik dan benar, kelak mereka diharapkan menjadi generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan berbudaya. Untuk itu guru harus memiliki tekhnik-tekhnik dalam mengajar Bahasa Indonesi, salah satunya dengan teknik Manaika (menambahi kata) dalam materi memparafrase puisi ini diharapkan kemampuan siswa akan semakin meningkat karena dengan metode baru ini siswa akan merasa tertarik dan tidak merasa bosan mengikuti pelajaran Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap sukar bagi siswa. Maka dari itu dilakukan penelitian dengan menggunakan teknik manaika. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui penerapan pembelajaran dengan menggunakan tekhik manaika, mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 6 B SDN Semboro 01 Jember. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: rata-rata peningkatan aktivitas siswa pra siklus sebesar 49%, siklus I 70%, dan pada siklus II meningkat menjadi 87%. Aktivitas siswa tersebut meliputi membuat puisi, diskusi, dan presentasi. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa pra siklus sebesar 60, siklus I sebesar 78, dan siklus II sebesar 81. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan teknik manaika dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 6 B SDN Semboro 01 Jember.
Kata Kunci : Hasil Belajar, Teknik Manaik
MENINGKATKAN SOPAN SANTUN DAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGINTEGRASIKAN BUDI PEKERTI KEDALAM PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI KELAS III SDN KRAMAT SUKOHARJO 02 TANGGUL KABUPATEN JEMBER
Abstrak.Meningkatkan sopan santun dan hasil belajar siswa dengan mengintegrasikan budi pekerti dalam PKn dikelas III SDN Kramat Sukoharjo 02. Hasil dari observasi, secara empirik menunjukkan munculnya fenomena merosotnya nilai moral yang ditandai dengan fenomena perilaku yang tidak santun, perilaku kekerasan, tidak hormat kepada guru, kurang menghargai teman, masa bodoh, suka menggunjing, dan seterusnya. Dengan demikian pendidikan budi pekerti sangat diperlukan untuk memberikan kontribusi yang bermakna terhadap pendewasaan anak usia sekolah dan pemuda, yang harus mampu menunjukkan dirinya bukan hanya cerdas secara rasional, tetapi juga cerdas secara emosional, sosial dan spiritual. Dalam mengatasi krisis amal,untuk meningkatkan perilaku sopan santun dan hasil belajar siswa perlu adanya solusi yang tepat.Salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan mengintegrasikan Budi Pekerti ke dalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PKn).Agar system penddikan kita berimbang,anak tidak hanya cerdas secara rasional saja melainkan juga cerdas secara emosional,sosial dan spiritual.Atas dasar hal tersebut peneliti menetapkan dalam penelitian ini memilih judul “Meningkatkan sopan santun dan hasil belajar siswa dengan mengintegrasikan Budi Pekerti kedalam Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaran di kelas III SDN Kramat Sukoharjo 02 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember. Hasil penelitian pada siklus 1 memperoleh rata-rata nilai 68, pada siklus 2 meningkat menjadi 77 dan pada siklus 3 89. Hasil penelitian membuktikan bahwa dengan mengintegrasikan Budi Pekerti kedalam Pendidikan dan Kewarganegaraan dapat meningkatkan prilaku sopan santun dan pretasi belajar siswa kelas III di SDN Kramat Sukoharjo 02 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, yang ditandai dengan meningkatnya nilai rata-rata menjadi 88 jauh lebih baik kalau dibandingkan dengan sebelumnya (ada peningkatan yang signifikan). Kata Kunci: Sopan Santun, Hasil belajar, Budi Pekert
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH (PROBLEM-BASED LEARNING) DILENGKAPI TEKNIK MIND MAPPING TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SMAN 1 PAKUSARI JEMBER POKOK BAHASAN JAMUR KELAS X SEMESTER GASAL TAHUN AJARAN 2013/2014
Abstract. Problem-Based Learning using Mind Mapping technique is a model, it is the theoretical framework which oriented constructivism. On this method, students must answer the real problem by using visual techniques for studying a topic in the class. The purpose of this research was to increase the students’ motivation and learning outcomes using the Problem-Based Learning and Mind Mapping technique, on sub topics: Fungi in biology X class at SMA Negeri 1 Pakusari Jember. The research method was a collaborative action research. The results showed that motivation increased 10,60%, consisting of attention aspects was 8,53%,the increased relevance aspects was 10,63%, the increased confidence aspects was 16,53%, satisfaction aspects increased 6,72%, and cognitive learning result of students increased 72,98%, and 3,06% of the affective domain. It can be concluded that a Problem-Based Learning model can increased a motivation and learning outcomes students. Key Words: model Problem-Based Learning, Mind Mapping technique, motivation, learning outcomes
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS WHOLE BRAIN TEACHING DENGAN PENDEKATAN QUANTUM LEARNING PADA SUB POKOK BAHASAN SEGITIGA UNTUK SMP KELAS VII
Abstract. The purpose of this study is to develop a Whole Brain Teaching based mathematics learning material with Quantum Learning. The development research model refers to Thiagarajan 4-D Model. It consists of four stage, namely define stage, design stage, development stage, and disseminate stage. There are four result of this research. They are lesson plan, worksheet, student book and final test instrument. All products obtained in this research have satisfied the validity process. Their score are respectively 0,95 for lesson plan, 0,89 for worksheet, 0,90 for student book and 0,91 for final test instrument. It can be concluded that those products can be used as mathematics learning material in a class. Key Words: Whole Brain Teaching, Quantum Learning, Lesson Plan, Student Book, Worksheet and Final Test
PENGGUNAAN METODE DEMONSTRASI DRILL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PADA MATERI BERWUDLU SISWA KELAS II SDN MANGGISAN 01 KECAMATAN TANGGUL KABUPATEN JEMBER
Abstrak. Hasil belajar siswa kelas VI SDN Manggisan 01 menunjukkan dalam mata pelajaran Matematika nilainya tergolong rendah, karena rata-rata yang diperoleh 57,67 (berada di bawah KKM sebesar 60). Dari 30 siswa, hanya 12 orang siswa yang nilai belajarnya tuntas dalam mata pelajaran agama Islam, sedangkan 18 orang siswa masih belum tuntas nilai belajarnya. Oleh sebab itu, diadakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan fokus penelitian adalah bagaimana penerapan metode demonstrasi drill pada materi Berwudlu siswa kelas II SDN Manggisan 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?, aktivitas siswa selama penerapan metode demonstrasi drill pada materi Berwudlu siswa kelas II SDN Manggisan 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?, serta bagaimana hasil belajar siswa setelah penerapan metode demonstrasi drill pada materi Berwudlu siswa kelas II SDN Manggisan 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember?. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Patemon 01 Kecamatan Tanggul Kabupaten Jember, sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas VI yang berjumlah 30 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri dari dua siklus dimana setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi (pengamatan), dan refleksi. Sesudah diadakan pembelajaran dalam Siklus I dengan menggunakan metode kerja kelompok, ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 70% (21 anak) dengan nilai rata-rata meningkat menjadi 67. Pada akhir Siklus II, ketuntasan siswa hasil belajar siswa mencapai 90% (27 anak) dengan nilai rata-rata 71,33. Berdasarkan dari hasil penelitian diatas, dapat disimpulkan bahwa melalui pembelajaran dengan metode kerja kelompok dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat terjadi karena melalui metode kerja kelompok siswa dapat belajar lebih aktif dan kreatif; diketahui pula kemandirian belajar siswa meningkat sehingga daya serap materi pelajaran yang disampaikan guru menjadi lebih besar. Dari hasil PTK ini direkomendasikan agar para guru dapat menggunakan pembelajaran dengan metode kerja kelompok agar hasil belajar siswa meningkat.