Jurnal MEKANIKAL
Not a member yet
139 research outputs found
Sort by
DAMPAK UKURAN BUTIR NANOPARTIKEL COPPER FERRITE (CUFE2O4) TERHADAP SIFAT DIELEKTRIK
Telah dilakukan kajian sifat dielektrik nanopartikel Copper Ferrit (CuFe2O4) yang disintesis dengan menggunakan metode kopresipitasi. Sampel yang disintesis dikarakterisasi dengan X-Ray diffraction (XRD) dan menunjukkan bahwa sampel memiliki struktur invers spinel dengan ukuran butir 5,37 nm sampai 13,4 nm. Pengukuran dielektrik menggunakan spektroskopi impedansi pada rentang frekuensi 10-120 kHz, dimana sampel berbentuk pelet yang dikompaksi dengan menggunakan tekanan 50.000 N. Nilai konstanta dielektrikriil (εʹ), imajiner (εʺ) dan impedansi (Z) mengalami penurunan dengan meningkatnya frekuensi, sedang loss tangent (tanδ) mengalami kenaikan dengan meningkatnya frekuensi. Selanjutnya, ketergantungan sifat dielektrik terhadap ukuran butir partikel menunjukkan bahwa nilai konstanta dielektrik riil (εʹ), imajiner (εʺ) dan impedansi (Z) mengalami penurunan sedangkan loss tangent (tanδ) mengalami kenaikan dengan meningkatnya ukuran butir. Sampel yang memiliki sifat dielektrik paling tinggi adalah sampel dengan ukuran butir partikel 5,37 nm dimana nilai konstanta dielektrik riil sebesar 414,4; dielektrik imajiner 296,4; loss tangent (tanδ) 0,72 dan impedansi (Z) 139,8 Ω pada frekuensi 10 kHz.Kata kunci: Nanopartikel CuFe2O4, sifat dielektrik, ukuran butir
TURBULENCE FLOW CASTING DALAM PERBAIKAN KOMPONEN OTOMOTIF YANG TERBUAT DARI PADUAN ALUMINIUM (Studi Kasus: Paduan Al-Si)
Abstrak: Turbulence Flow Casting dalam perbaikan komponen otomotif yang terbuat dari paduan aluminium (studi kasus paduan Al-Si). Makalah ini memaparkan tentang perbaikan cacat permukaan paduan Aluminium dengan menggunakan metode TFC (Turbulence Flow Casting). Penerapan metode ini memiliki keunggulan yaitu dapat menghasilkan kualitas sambungan yang serupa dengan logam induk. Lebih dari itu, metode ini mampu memperbaiki komponen dalam jumlah banyak pada saat yang hampir bersamaan dengan waktu yang relatif singkat. Dengan demikian maka biaya penghematan produksi dapat mencapai 95%. Selama ini, proses perbaikan pada komponen paduan Aluminium dilakukan dengan menggunakan pengelasan TIG atau MIG. Namun demikian, logam ini mudah teroksidasi dan membentuk oksida Aluminium Al2O3 sehingga akan terbentuk rongga halus dan retak las. Proses penyambungan dengan metode TFC dilakukan dengan cara mengalirkan logam cair bertemperatur tinggi ke permukaan komponen yang akan diperbaiki sehingga dapat mencairkan permukaan benda kerja selama selang waktu tertentu. Penyambungan antara logam pengisi dengan logam induk terjadi di daerah permukaan yang dialiri logam cair tersebut. Dari hasil eksperimen diperoleh bahwa ikatan metalurgi di sambungan dinilai baik karena terjadi kesinambungan struktur mikro antara logam induk dengan logam pengisi. Keywords: Metode TFC (Turbulence Flow Casting), Cacat Permukaan, Paduan Aluminium, oksida aluminium
KEKUATAN TARIK DAN BENDING SAMBUNGAN LAS PADA MATERIAL BAJA SM 490 DENGAN METODE PENGELASAN SMAW DAN SAW
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan sambungan las baja SM490. Proses pengelasan SAW menggunakan arus pengelasan 100 – 125 Amper dan SMAW 300 Amper. Elektroda yang digunakan dalam metode pengelasan ini adalah E 7018 (SMAW) dan F7A4EM12K (SAW). Jenis kampuh yang digunakan adalah kampuh V dengan sudut 600. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian tarik dan bending. Kekuatan tarik sambungan las tertinggi terjadi pada metode pengelasan SMAW dengan nilai rata–rata tegangan tarik sebesar 666,05 MPa dibandingkan dengan metode pengelasan SAW sebesar 621,78 Mpa dan raw material sebesar 608,28 MPa. Kekuatan bending pada sambungan las metode pengelasan SMAW sebesar 109,46 MPa lebih besar dibandingkan dengan nilai kekuatan bending pada metode SAW sebesar 76,68 MPa, dan raw material atau tanpa pengelasan sebesar 68,28 MP
RANCANG BANGUN SELF BALANCING SCOOTER SEBAGAI MODA TRANSPORTASI
SBS adalah skuter keseimbangan diri yang termasuk kendaraan pribadi roda dua. Diharapkan penelitian dan pengembangan self-balancing skuter dapat mengurangi kadar emisi di jalan raya akibat emisi nol. Jadi dampak dari pemanasan global melambat dan menjadi kendaraan baru yang nyaman dan praktis untuk keperluan umum. Penelitian ini untuk merancangbangun diri menyeimbangkan skuter sebagai alat transportasi. Lebih detail, penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem kontrol self-balancing skuter, merancang, serta menguji diri menyeimbangkan skuter. Self-balancing skuter menggunakan dua motor DC sebagai aktuator dikendalikan melalui mindstrom lego nxt dan sensor gyroskop. Hasil yang diperoleh self-balancing desain skuter dengan dimensi 770 mm x 540 mm x 1.250 mm menggunakan stainlis baja bahan dan besi sebagai bahan dasar dan aduk dan Maxon DC motor, sensor, dan sopir selengkap mekanik dan elektronik. Sistem kontrol robot pada diri balancing skuter adalah loop tertutup
TEMPERATUR UDARA PENGERING DAN MASSA BIJI JAGUNG PADA ALAT PENGERING TERFLUIDISASI
Abstrak: Temperatur udara pengering dan massa biji jagung pada alat pengering terfluidasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan besar bahan massal digunakan terhadap waktu pengeringan pada metode fluidized bed. Variasi suhu yang digunakan dalam penelitian ini adalah 40oC, 50oC, 60oC dan massa dari material 1 kg, 2 kg, 3 kg. Hal ini menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk mencapai 13,5% dari ± kadar air 20% adalah 90 menit yang mencapai pada suhu pengeringan 60oC dengan 1 kg massa bahan. Jadi dalam penelitian ini, kesimpulan bahwa pengeringan terbaik untuk mencapai kelembaban standar isi dengan cepat mendapatkan suhu pengeringan 60oC. Kata kunci: fluidasi, pengering dan biji jagun
PERILAKU KOROSI TITANIUM DALAM LARUTAN MODIFIKASI SALIVA BUATAN UNTUK APLIKASI ORTODONTIK
Penelitian ini membahas perilaku korosi titanium dalam larutan modifikasi saliva buatan untuk aplikasi ortodontik. Ada tujuh jenis titanium yang dipilih dalam pengujian ini. Yakni Ti-12 Cr Solution Treatment (ST), Ti- 12 Cr Aging Treatment (AT) 30 Ks, Ti-12 Cr (AT 60 Ks), TNTZ (ST), TNTZ (AT), Ti64 ELI (Extra Low Intertitial) dan Commercial Pure Titanium (CpTi). Spesimen direndam dalam gelas bejana berisi saliva buatan pH 5,0. Pengujian dilakukan dalam empat variasi waktu; 1 jam, 10 jam, 100 jam dan 1000 jam. Pengujian ini membandingkan laju korosi dan kekerasan dari tujuh sampel spesimen. Hasil pengujian ini berguna untuk referensi pasien dan dokter gigi dalam memilih bahan material ortodontik yang lebih baik. Hasil penelitian menunjukkan Ti-12 Cr (AT 60 Ks) memiliki laju korosi yang lebih rendah dibanding spesimen lainnya, 0, 00000034 mm/y (1000 jam). Nilai kekerasannya juga bagus, 296 HVN dibawah Ti-64 ELI, 313 HVN
PENGARUH SHORT-TIME SOLUTION TREATMENT AND AGING TERHADAP STRUKTUR MIKRO DAN KEKERASAN PADUAN TITANIUM TI-6Al-4V UNTUK APLIKASI IMPLAN BIOMEDIS
Penelitian ini dilakukan untuk memeriksa pengaruh dari short-time solution treatment dan short-time aging terhadap struktur mikro dan kekerasan paduan titanium Ti-6Al-4V. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan biomaterial paduan Ti-6Al-4V yang kompatibel untuk penggunaan implan biomedis. Proses perlakuan panas yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari short-time solution treatment dan short-time aging lebih lanjut (st-STA) pada temperatur 490-530 oC, selama 40-60 s. Perlakuan Short-time solution treatment (st-STQ) telah merubah sebagian dari fasa prior β menjadi fasa martensit acicular α'. Perlakuan short-time aging memunculkan presipitat fasa α dalam fasa metastabil β. Perubahan struktur mikro mengakibatkan peningkatan kekerasan paduan hingga 369 HV. Peningkatan tertinggi terdapat pada paduan yang diberi perlakuan short-time aging lebih lanjut (st-STA) pada temperatur 490 oC (763 K) selama 50 s. Hasil ini menunjukkan bahwa kekerasan paduan Ti‐6Al‐4V sangat tergantung dengan perubahan struktur mikro
POTENSI PEMANFAATAN ENERGI PANAS TERBUANG PADA KONDENSOR AC SENTRAL UNTUK PEMANAS AIR HEMAT ENERGI
AC sentral merupakan salah satu jenis mesin pendingin yang banyak dipakai di gedung-gedung bertingkat seperti perkantoran, hotel atau mal. Energi panas yang terbuang dari kondensor pada mesin pendingin, umumnya dibiarkan terbuang begitu saja. Energi panas ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk keperluan pemanas air yang hemat energi, karena sumber energinya diperoleh secara gratis dari energi panas buang kondensor tersebut. Untuk mengetahui energi panas terbuang yang dapat dimanfaatkan untuk pemanas air tersebut, maka perlu dihitung potensi pemanasannya. Hasil perhitungan dan analisis data yang diperoleh menunjukkan bahwa potensi pemanfaatan energi panas yang terbuang di kondensor yang dapat digunakan sebagai pemanas air adalah sebesar 228,318 kW dengan temperatur masuk kondensor maksimum sebesar 57,78 oC
APLIKASI PETA KENDALI DALAM PRAKTIKUM KENDALI MUTU
Perkembangan produk industri dewasa ini yang ada dipasaran sangatlah beragam sehingga mutu dan kualitasnya kurang diperhatikan apalagi banyaknya produk yang serupa dan hampir sama. Untuk dapat mengetahui kualitas dari suatu produk tersebut maka kita harusnya dapat mengetahui apakah produk tersebut sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Produk yang dihasilkan secara massal apalagi untuk penggunaan umum kurang diperhatikan kualitasnya,sehingga perlu diketahui kualitasnya dengan salah satu cara yaitu menggunakan peta kendali mutu. Kualitas suatu produk akan telihat pada masuknya dalam daerah batas kendali atas dan batas kendali bawah. Pengendalian kualitas ini dilakukan dalam praktikum pada Laboratorium Kendali Mutu D3 Teknik Mesin Universitas Tadulak
APLIKASI ATMEGA 128 DENGAN TAMPILAN HUMAN MACHINE INTERFACE UNTUK MENGONTROL LEVEL CAIRAN PADA TANGKI
Pengembangan system control mesin terus dilakukan karena sistem kontrol mesin merupakan hal yang sangat penting. Pengontrolan dilakukan dengan berbagai cara terutama pada perusahaan industri seperti memantau ketinggian cairan yang ada dalam tangki, menggunakan berbagai macam sensor untuk mengetahui level cairan. Pembuatan sistem kontrol berbasis Human Machine Interface dapat dijadikan pilihan yang tepat untuk mengontrol alat atau mesin yang ada di Laboratorium Elektronika Daya Teknik Elektro Universitas Tadulako. Penelitian ini merumuskan permasalahan bagaimana cara merancang tampilan Human Machine Interface untuk mengontrol level air sehingga dapat di aplikasikan pada basic process rig 38-100 feedback dan mengontrol servo valve untuk mengatur debit air yang lewat dengan memanfaatkan IC 0808 DAC (Digital to Analog Converter) sebagai alat untuk mengubah data digital ke analog kemudian diolah oleh mikrokontroler ATmega 128 yang akan mengontrol servo valve. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif berbasis eksperimen, dan hasil yang di peroleh di tampilkan dengan menggabungkan antara HMI software dan delphi. Pembacaan level pada arus output 4-20 mA menggunakan potensiometer 250 Ω, dan rangkaian kompleks yang dibuat. Pembacaan menghasilkan data analog yang digunakan untuk mengontrol servo valve