Jurnal MEKANIKAL
Not a member yet
    139 research outputs found

    PERFORMANSI MODULAR CHILLER KAPASITAS 120 TR

    Full text link
    Modular Chiller adalah suatu central Air Conditioning (AC)  yang  terdiri dari beberapa modul yang bekerja bersama-sama untuk membuang panas yang diserap oleh chilled water dari gedung untuk dibuang ke lingkungan. Chiller jenis ini juga merupakan solusi untuk penghematan penggunaan energi listrik karena jumlah unit yang beroperasi dapat menyesuaikan diri dengan beban panas yang dihasilkan gedung yang cenderung berubah-ubah tergantung pada jumlah ruangan yang digunakan, jumlah alat elektronik yang digunakan, jumlah orang yang beraktifitas, dan faktor-faktor beban lainnya. Chiller dioperasikan dengan temperatur acuan 6oC. Hasil analisis menunjukkan bahwa kapasitas pendinginan aktual  (QL) pada evaporator, daya kompresor aktual (Wk)  dan kapasitas panas aktual (QH) yang dibuang di kondensor berturut-turut adalah sebesar 357,5 kW dari total 845 kW kapasitas pendinginan yang tersedia, 66,1 kW dari total  daya kompresor 157 kW, dan 423,6 kW dari total 1002 kW potensi panas yang dibuang dengan COP chiller sebesar 5,4. Kapasitas pendinginan yang tersedia 57,7 % lebih besar dari total kapasitas pendinginan aktual, sehingga lebih dari cukup untuk memenuhi beban pendingin keseluruhan hotel Y, untuk memperoleh kenyamanan termal yang sesuai standar  SNI, 03-6572-2001

    ANALISIS FAKTOR PENYEBAB CACAT PENGELASAN PADA PIPA (Study Kasus Pada Pipa Distribusi PDAM Kabupaten Kutai Barat)

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan pada proyek pemipaan jalur distribusi air PDAM Kabupaten Kutai Barat dari WTP Royoq Menuju Boster 1 yang terletak pada kampung Sumberejo kecamatan Melak kabupaten kutai barat. Penelitian ini diawali dengan melakukan pengamatan berdasarkan Welding Prosedure Specification serta brainstrooming tentang faktor yang mempengaruhi kualitas Pengelasan. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimental, untuk memperoleh data pada saat inspeksi digunakan uji radiografi.Hasil analsisi sehubungan dengan kenyataan cacat seringkali muncul karena adanya kesalahan yang disebabkan oleh proses pengelasan yang muncul saat inspeksi dilakukan, yang tergolong dalam jenis cacat yang paling vital dari hasil lasan pipa distribusi PDAM adalah Clustered Porosity (42,3%), Incomplete Penetration (30,8%, Slag Inclusion (23,1%) dan Crack (3,8%). Sedangkan hasil analisis diagram Pareto jenis cacat lasan yang menempati posisi pertama adalah jenis cacat lasan Clustered Porosity, yang mendominasi 42.3% dari keseluruhan cacat lasan. Jadi clustered porosity menjadi acuan masalah utama, dan selanjutnya  lokasi cacat lasan yaitu pada Cluster III, sedangkan menurut diagram Fish Bone menggambarkan bahwa pada Clustered Porosity sambungan las berpotensi gagal terjadi disebabkan karena faktor salut elektroda, lapisan galvanis, kelembapan, faktor lingkungan dan belerang. Sedangkan pada Incompleted Penetration berpotensi terjadi crack, karat serta erosi internal disebabkan karena faktor elektroda, kampuh dan root.Kata Kunci : Cacat lasan, Uji Radiografi, Diagram Pareto dan Diagram Fish Bon

    EVALUATION OF MECHANICAL PROPERTIES OF COIR-ANGUSTIFOLIA HAW AGAVE FIBER REINFORCED HYBRID EPOXY COMPOSITE

    Full text link
    This article presents the mechanical properties of coir-angustifolia Hawagave fiber hybrid composite. Prior to form composite, these fibers were soaked in 5%w/v NaOH solution during 24 hours. Coir fibers were twisted and composed one direction like mat and agave fibers were also composed one direction and formed mat. Epoxy resin was used as matrix in this hybrid composite.The hybrid composites were manufactured using hand layup technique followed by compression molding. The variation of fraction volume of coir fiber and agave fiber was 10:20, 15:15 and 20:10 respectively. The tensile strength, tensile modulus, flexural  strength and flexural modulus were evaluated. Fracture tensile was analysed by Scanning Electronic Microscopy (SEM). Result showed that 15%Vf coir and 15% Vf agave fibers on the hybrid composite yield high tensile strength, tensile modulus and flexural modulus compared to other fraction volume. SEM analysis exhibits that all fraction volume variations on the composite tend to undergo fiber fracture without pull-out and matrix damage.Keywords : hybrid composite,  coir fiber, angustifolia Haw agave fiber, matrix, mechanical properties

    PENAMBAHAN SERBUK TULANG SAPI TERHADAP KEKUATAN DAN STRUKTUR MIKRO GIGI PENGGANTI

    Full text link
    Abstrak: Penambahan serbuk tulang sapi terhadap kekuatan dan struktur mikro gigi pengganti. Gigii merupakan salah satu organ tubuh yang berfungsi mengolah makanan. Kehilangan gigi mengakibatkan fungsi organ mulut terganggu, akibatnya seseorang bisa kehilangan rasa percaya diri. Untuk mengembalikan fungsi gigi yang hilang atau rusak bagi orang dewasa hanya bisa diganti dengan gigi tiruan. Pemasalahan utama dalam pembuatan gigi tiruan adalah harga bahan baku yang relatif mahal karena semua bahan adalah hasil impor.  Akibatnya, pasien lebih cendrung untuk tidak  menggunakan gigi tiruan yang mahal ini. Tujuan penelitian ini,  tmembuat gigi tiruan dari bahan lokal. Bahan gigi lokal dibuat dengan melakukan proses pengolahan serbuk tulang sapi untuk mendapatkan serbuk halus tulang berkadar hidroxiapatite (HA) yang tinggi. Sebagai tahap awal, serbuk halus ini HA dari tulang sapi ini telah dicampurkan dengan bahan gigi tiruan komersil karena serbuk tulang sapi mempunyai karakteristik menyamai karateristik gigi asli. Tulang sapi lokal telah diproses dengan serangkaian proses mekanik menjadi serbuk tulang. Tulang dihaluskan, diayak, dikalsinasi pada tungku dengan tempertur 720oC hingga 800oC beberapa kali. Serbuk ini selanjutnya dikarakterisasi menggunakan SEM dan EDX. Hasill karakterisasi menunjukkan peningkatan jumlah kuantitas kalsium dan pospor untuk setiap proses. Hal ini diikuti dengan penurunan jumlah kuantitas oksigen setiap kali proses kalsinasi. Ukuran partikel serbuk semakin halus dengan makin lamanya proses penggilingan dan proses kalsinasi.  Kata kunci: Karakterisasi, Hidroksitapatit, Tulang, Serbuk, Gigi

    KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) MEKANIK PADA STASIUN BOILER PT X

    Full text link
    Penelitian ini berhubungan dengan studi keselamatan dan kesehatan  kerja (K3) mekanik. Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan instrumen yang memproteksi pekerja, perusahaan, lingkungan hidup, dan masyarakat sekitar dari bahaya akibat kecelakaan kerja dan mengatur beberapa kemungkinan bahaya yang akan terjadi pada pekerja. Perlindungan tersebut merupakan hak asasi yang wajib dipenuhi oleh perusahaan. K3 bertujuan mencegah, mengurangi, bahkan menihilkan resiko kecelakaan kerja (zero accident). Adapun metodologi yang dilakukan pada penelitian ini, dengan cara observasi lapangan atau pengamatan langsung di bagian stasiun boiler PT. X. Data juga di dapat dari buku pedoman keselamatan pelatihan operator ketel uap kelas 1 serta dengan mengkaji sedikit peraturan yang terdapat di pabrik tersebut. Hasil yang di dapat berupa hasil data lapangan yang di amati langsung dan peraturan yang di tetapkan oleh PT. X untuk bisa di bandingkan agar berguna kedepannya

    ANALISIS LAJU KOROSI DENGAN PENAMBAHAN POMPA PADA BAJA KOMERSIL DALAM MEDIA AIR LAUT

    Full text link
    Korosi merupakan penurunan mutu logam yang diakibatkan oleh lingkungan atau zat kimia dan berpengaruh pada kondis suatu material, demikian halnya pada baja komersil. Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap laju korosi diantaranya salinitas, pH, temperatur dan kelarutan oksigen dalam media korosi.Untuk menghitung laju korosi baja komersil dalam media air laut dapat digunakan metode kehilangan berat (Weight Losst) dan metode elektrokimia. Penelitian ini menggunakan metode kehilangan berat. Dan untuk media korosi digunakan  air laut kondisi pasang dan kondisi surut dengan penambahan pompa untuk mensirkulasi oksigen dalam media korosi.Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pengurangan berat pada kondisi surut lebih besar dibandingkan kondisi pasang yang berpengaruh pada laju korosi.Kata kunci : Korosi, Baja komersil, Metode kehilangan berat (Weight Lost), air laut

    KINERJA PEMANAS AIR DARI PANAS BUANG AIR CONDITIONER DENGAN HEAT EXCHANGER TIPE SHELL AND TUBE

    Full text link
    Air Conditioner (AC) merupakan perangkat yang berfungsi untuk memindahkan kalor dari temperatur rendah ke temperatur tinggi. Kalor yang diserap dari ruangan yang didinginkan dibuang ke lingkungan melalui perangkat kondensor dalam bentuk panas buang (waste heat). Pada penelitian ini panas buang pada perangkat AC digunakan untuk memanaskan air sehingga panas buang dapat dirubah menjadi energy yang berguna, panas buang pada kondensor dipindah kedalam air menggunakan heat exchanger tipe shell and tube dengan variasi laju aliran air 1, 2 dan 3 LPM. Hasil pengujian selama 3 jam untuk tiap variasi laju aliran menunjukan bahwa desain heat exchanger tersebut dapat menaikkan temperatur 60 Liter air sebanyak 13-14 oC, tidak terdapat pengaruh signifikan dari variasi laju aliran air terhadap laju transfer kalor kedalam air, akan tetapi COP gabungan dari proses refrigerasi dan pemanasan air menunjukan kinerja Sistem dengan laju aliran 1 LPM lebih baik dibangdinkan 2 dan 3 LPM.Kata Kunci: Air Conditioner, Heat recovery, Pemanas Air, Shell and tube, Heat Exchanger

    PENGARUH SANDBLASTING TERHADAP STRUKTUR MIKRO PADA SEKRUP IMPLAN BAJA TAHAN KARAT AISI 316L

    Full text link
    Penelitian kali ini menjelaskan tentang terjadinya perubahan struktur mikro pada material baja tahan karat 316L.Penggunaan bahan Stainless Steel 316L sangat cocok digunakan dalam pembuatan sekrup implan.Perlakuan sandblasting kepada sekrup implan dapat meningkatkan kekerasan dan kekasaran permukaannya sehingga terjadinya perubahaan struktur mikro.Tekanan penembakan dilakukan secara konstan dengan tekanan 7kg/cm2.Metode penembakan dilakukan dengan cara berputar untuk mendapatkan keseragamaan pada permukaan sekrup implan. Hasil perubahaan setelah sandblasting menunjukkaan perubahaan pada struktur mikro.Perubahaan terlihat dengan mengecilnya butiran pada daerah yang terkena sandlasting dan adapula yang mengalami abrsi pada beberapa percobaan.Kata Kunci :Sandblasting, Struktur Mikro, Sekrup, Implan, AISI 316

    PENGARUH TEMPERATUR FLUIDA PENDINGIN TERHADAP UNJUK KERJA SISTIM TERMOLEKTRIK

    Full text link
    Unjuk kerja sistem pendingin termolektrik (TEC) dipengaruhi oleh kemampuan pelepasan kalor pada sisi panas TEC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur fluida pendingin pada sisi panas TEC  dalam terapannya pada kotak pendingin termoelektrik. Penelitian ini menggunakan box styrofoam berkapasitas 10 liter dengan sebuah TEC1-12706 dan menggunakan water block aluminum sebagai heat sink. Air di gunakan sebagai fluida kerja bertemperatur 2OC serta laju aliran fluida 1, 3 and 6 liter per menit. Pada sisi dingin TEC ditempatkan cold sink dan fan dengan kecepatan udara yang konstan yang kemudian dibandingkan dengan hasil penilitian pada fluida pendingin bertemperatur 30OC dengan kondisi dan variasi laju aliran yang sama.Hasil menunjukkan penurunan temperatur kotak pendingin sangat dipengaruhi oleh temperatur dan laju aliran pendingin pada sisi panas TEC, temperatur fluida yang rendah menurunkan beda temperatur sisi panas dan dingin TEC (ΔTp). Pada temperatur fluida yang sama perubahan laju aliran fluida tidak berdampak signifikan pada perubahan ΔTp dan serapan kalor Qc yang terjadi, hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan pergerakan elektron yang di tunjukkan dengan perubahan arus listrik dan menghasilkan peningkatan pelepasan kalor ruangan kotak pendingin, namun di sisi lain akan meningkatan daya input sistim yang berdampak pada COP sistim.Kata Kunci : Temperatur fluida pendingin, Daya input,  COP

    KARAKTERISTIK BESI COR KELABU PADA PERMESINAN DENGAN MENGGUNAKAN PAHAT NEGATIF CARBIDA

    Full text link
    Abstrak: Karakteristik besi cor kelabu pada permesinan dengan menggunakan pahat negative carbide. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kecepatan potong (Vc) terhadap kekasaran permukaan benda kerja (Besi cor kelabu) hasil proses pembubutan kering menggunakan pahat negative karbida. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan melakukan penelitian secara langsung menggunakan mesin bubut dengan mengvariasikan kecepatan potong (Vc), gerak makan (f), dan kedalaman pemotongan (a). Adapun variasi kecepatan potong yang digunakan adalah, 43.269, 61.575, 89.866, 133.136, 199.704 dan 250.886 m/menit sedangkan kedalaman pemakanan dengan variasi 0.03, 0.05, dan 0.06 mm/rev dan kedalaman pemotongan dengan variasi 1 mm. Pengukuran kekasaran permukaan dengan menggunakan Mitutoyo Surftest SJ 201P dengan mengambil nilai kekasaran permukaan rata-rata aritmatis (Ra). Kata Kunci: pahat negatif karbida, besi cor kelabu, kecepatan potong, gerak makan, kedalaman poton

    130

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MEKANIKAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇