Jurnal MEKANIKAL
Not a member yet
    139 research outputs found

    KARAKTERISTIK KAVITASI PADA POMPA SENTRIFUGAL

    Full text link
    Kavitasi adalah merupakan fenomena perubahan zat cair menjadi uap pada saat mengalir. Kejadian tersebut terindikasi dengan timbulnya gelembung uap, vibrasi dan suara bising. Pada pompa, kavitasi dapat menimbulkan turunnya unjuk kerja pompa serta merusak bagian-bagian pompa jika berlangsung dalam waktu yang lama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik kavitasi pada pompa sentrifugal dengan memvariasikan tekanan isap, bukaan katup dan putaran pompa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi tekanan pada dinding pompa yang dianggap mendekati tekanan sepanjang shroud impeller membentuk kurva parabola dengan tekanan terendah pada sisi yang terdekat dengan suction eye impeller. Kavitasi akan terjadi seiring dengan turunnya NPSHa sistem dengan menurunkan tekanan isap hingga level tertentu yang juga dipengaruhi oleh putaran pompa dan bukaan katup discharge pompa. NPSHa kavitasi atau NPSHr pompa uji adalah 6.9 meter.Kata Kunci : Kavitasi, Pompa Sentrifugal, Angka Thoma, NPS

    SIFAT KUAT TEKAN DAN IMPAK KOMPOSIT ABU SEKAM PADI/ALUMINA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan serbuk alumina dan temperatur sintering terhadap sifat kuat tekan dan kuat impak komposit abu sekam padi/alumina. Serbuk abu sekam padi berasal dari Kecamatan Biromaru Sulawesi Tengah dan alumina diperoleh dari Nippon light metal. Dalam penelitian ini serbuk abu sekam padi sebagai matrix dan alumina sebagai penguat, kedua serbuk tersebut dikalsinasi pada temperatur 200ºC ditahan selama 30 menit dan dilanjutkan dengan proses screening hingga diperoleh ukuran ≤ 53 µm, kemudian proses pencampuran menggunakan alat mixing selama 90 menit dengan komposisi fraksi berat alumina 15%, 30% dan 45%. Campuran abu sekam padi/alumina dikompaksi secara uniaxial pressing dengan tekanan 50 MPa dengan ukuran spesimen uji tekan tinggi 30 mm dan diameter 20 mm untuk ukuran spesimen uji impak panjang 55 mm, lebar 10 mm dan tinggi 10 mm. Proses sintering dengan variasi temperatur 1000ºC, 1100ºC dan 1200ºC ditahan selama 120 menit dengan laju kenaikan suhu 10oC permenit. Pengujian yang dilakukan meliputi pengujian tekan dan impak.Hasil pengujian menunjukan bahwa semakin meningkat fraksi berat alumina dan temperatur sintering maka kuat tekan dan impak juga ikut meningkat. Kekuatan tekan tertinggi terjadi pada komposit dengan fraksi berat 15% alumina pada temperatur 1200ºC dengan nilai rata-rata 7,34 MPa dan kekuatan impak tertinggi terjadi pada komposit yang dipanaskan pada temperatur 1200ºC pada semua fraksi berat alumina dengan nilai rata-rata 0,012 J/mm2.Kata kunci: abu sekam padi, alumina, uniaxial pressing, mixing, sintering

    PENGARUH TEKANAN TERHADAP PEMBUATAN SERBUK DARI LIMBAH ALUMINIUM MELALUI ATOMISASI AIR

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tekanan terhadap bentuk dan ukuran serbuk dengan  scanning electron microscope (SEM) dengan metode atomisasi air. material yang digunakan dalam penelitian ini adalah limbah aluminium yang diperoleh dari Kecamatan Palu Barat Sulawesi Tengah. Dalam penelitian ini limbah aluminium terlebih dahulu dikelompokkan dan diperkecil, proses peleburan aluminium di dalam  dalam tungku pembakaran dengan temperatur 750° C, selanjutnya dimasukkan ke dalam nozzle dengan ukuran diameter 5 mm lalu aluminium cair disemprot dengan sudut 60 dengan menggunakan tekanan 15 kg/cm2, 20 kg/cm2 dan 25 kg/cm2. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik dan Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tadulako.Hasil pengujian menunjukan bahwa tekanan semprotan air mempengaruhi hasil produk serbuk dengan metode atomisasi air. Hasil penelitian dengan variasi  tekanan diperoleh bahwa tekanan 15 kg/cm2 menghasilkan serbuk 10,12 %, tekanan 20 kg/cm2 menghasilkan serbuk 10,7 %, tekanan 25 kg/cm2 menghasilkan serbuk 15,71 %. hasil serbuk terbaik secara teoritis dihasilkan pada tekanan 25 kg/cm2. Bentuk serbuk hasil proses atomisasi air sebagian besar berbentuk spherical, irregular, rounded dan bentuk permukaan tak beraturan atau kasar.Kata kunci: Serbuk, Tekanan, Limbah aluminium dan Metode Atomisasi

    PERANCANGAN CONVEYOR BERDASARKAN BERAT BERBASIS ARDUINO

    Full text link
    Conveyor secara umum adalah suatu alat yang berfungsi memindahkan benda atau beban dari satu tempat ketempat yang lain. baik jarak dekat maupun jauh disesuaikan dengan kebutuhan dengan volume dan kecepatan konstan atau stabil. Pada tugas akhir perancangan ini belt conveyor dengan panjang coveyor 4,8 m, lebar belt 0,1 m dan berat rata-rata muatan 0,6 kg. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode perancangan tanpa melalui studi kasus sebelumnya tetapi dengan menggunakan studi literature yang ada. Tahapan dalam perancangan ini meliputi desain komponen dengan menggunakan software solidwork 2018 dan autodeks inventor 2018, perhitungan komponen, perancangan sistem kontrol conveyor, dan pembuatan miniatur dari belt conveyor. Hasil dari Perancangan ini didapatkan Kapasitas muatan 6 kg, dengan daya motor yang dibutuhkan Conveyor 0,024 Kw.Kata kunci: Belt conveyor, Kapsitas dan daya motor

    KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH KECEPATAN SIRKULASI AIR PADA DISPENSER TERHADAP UNJUK KERJA SISTEM PENDINGIN TERMOELETRIK

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan kinerja pada sistem pendingin air dispenser komersil motede pasif tanpa sirkulasi dengan metode sirkulasi. Air tersirkulasi dengan berputar pada kecepatan 0.18 m/s dan 0.36 m/s. Menggunakan sebuah thermoelectric TEC–12706, wadah pendinginan berkapasitas 2.1 liter, mengunakan water block aluminium untuk media pelepasan kalor dengan Debit air pendingin konstan dan temperatur dijaga pada 29 OC, pada sisi dingin TEC menggunakan cold sink aluminium komersil untuk water dispenser,  pengujian dilakukan selama 90 menit.Serapan kalor tertinggi terjadi pada kecepatan sirkulasi air 0.18 m/s dan 0.36 m/s sedangkan tanpa adanya sirkulasi nilai serapan kalor TEC jauh lebih rendah, kecepatan sirkulasi 0.18 m/s temperature air terendah pada bagian atas dan bagian bawah cold sink yaitu  20.8 0C dan 21 0C,  kecepatan 0.36 m/s yaitu 20.7 0C dan 20.80C  sedangkan tanpa adanya sirkulasi yaitu 28 0C dan 21 0C. Kecepatan sirkulasi air 0.18 m/s dan 0.36 memiliki COP sebesar 0.934 dan 0.932  sedangkan tanpa adanya sirkulasi memiliki COP sebesar  0.870.Kata Kunci : TEC, Kecepatan sirkulasi aliran, Coldsink, Temperatur fluid

    KAJI EKSPERIMENTAL PENGARUH DIAMETER SELONSONG TERHADAP UNJUK KERJA ALAT PENUKAR KALOR PIPA GANDA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unjuk kerja alat penukar kalor pipa ganda. Pengujian dilakukan dengan memvariasikan diameter selonsong yaitu 1 inch, 1,5 inch dan 2 inch serta variasi debit yang digunakan pada fluida panas 1 L/menit dan 2 L/menit, dan debit fluida dingin konstan 15 L/menit. Untuk efektivitas penukar kalor tertinggi terdapat pada diameter selonsong 1 inch dengan debit 1 L/menit yaitu 60,96% dan nilai efektivitas terendah terjadi pada diameter selonsong 2 inch dengan debit 2 L/menit yaitu 21%.Kata Kunci       : Diameter selonsong, debit aliran, perpindahan kalor, efektivitas alat penukar kalo

    LAJU KOROSI PADA STAINLESS STEEL DALAM MEDIA PERTALITE

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui laju korosi pada stainless steel dalam media 100% pertalite, pertalite + 15% etanol, pertalite + 25% etanol dan pertalite + 35% etanol. Waktu perendaman yaitu selama 840, 1680 dan 2520 jam. Metode yang digunakan untuk mengukur laju korosi yaitu kehilangan berat (weight lost). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tadulako. Hasil pengujian laju korosi pada spesimen didapatkan laju korosi tertinggi terjadi pada pertalite + 35% etanol dengan waktu perendaman selama 2520 jam sebesar 0,408 mpy dan untuk laju korosi terendah terjadi pada 100 % pertalite, Pertalite + 15% etanol, pertalite + 25% etanol dengan waktu perendaman 2520 jam sebesar 0.204 mpy. Laju korosi berbanding lurus terhadap waktu perendaman, hal ini dipengaruhi oleh besarnya nilai kehilangan berat yang diakibatkan adanya reaksi korosi yang terjadi antara spesimen dan media perendaman

    ANALISIS SAMBUNGAN BATANG TARIK PADA STRUKTUR BAJA RINGAN DENGAN VARIASI KONFIGURASI SEKRUP

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku kegagalan sambungan batang tarik dengan variasi konfigurasi sekrup, pengaruh kekuatan geser sambungan batang tarik pada struktur baja ringan. Variasi konfigurasi yang digunakan antara lain : diagonal, vertikal, horizontal terhadap arah beban tarik. Sedangkan spesimen uji menggunakan bahan baja ringan. Metode pengujiannya dengan menggunakan pengujian tarik. Pengujian di laksanakan di ruangan uji bahan Teknik Mesin Universitas Tadulako.Hasil penelitian diperoleh tahap kegagalan sambungan pada ketiga konfigurasi memiliki kesamaan, dimana semuanya mengalami kegagalan jungkit, awalnya sekrup berotasi miring dan merusak permukaan pelat (tilting), kemudian lubang pada pelat akibat gaya yang terus menerus bekerja pada sekrup (hole bearing), dan sekrup terangkat tapi masih dapat menahan beban tarik (pull over). Kegagalan jungkik terjadi akibat sekrup tidak memiliki tahan geser yang kuat seperti halnya mur pada sistem sambungan baut sehingga kepala sekrup berotasi menekan ujung pelat hingga terjadi jungkit dan di barengi juga dengan kondisi bahan yang sangat tipis. Kegagalan sambungan yang diawali dengan jungkit sangat di tentukan oleh faktor tumpuannya. Perbandingan nilai Nt aktual  konfigurasi II dan III lebih besar dari pada Nt aktual  konfigurasi I. Antara ketiga konfigurasi itu, menghasilka nilai Nt aktual lebih besar daripada Nt teoritis. Konfigurasi III lebih besar 11% daripada konfigurasi II dan lebih besar 17% daripada nilai yang dihasilkan oleh konfigurasi I. Konfigurasi II lebih besar 7% terhadap konfigurasi I.Kata Kunci : Baja Ringan, Sambungan batang tarik, Variasi konfigurasi sekrup

    PENGARUH TEKANAN TERHADAP SIFAT KEKERASAN KOMPOSIT ALUMINIUM/ALUMINA.

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Tekanan Terhadap Sifat Kekerasan Komposit Aluminium/Alumina dengan metode metalurgi serbuk. Material yang digunakan dalam penelitian ini adalah serbuk aluminium dan alumina merek nippon light metal  dengan komposisi 10% alumina (fraksi berat).Penelitian dilakukan di Laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik, Lab uji bahan dan laboratorium Fakultas pertanian Universitas Tadulako, penelitian dilakukan mulai bulan Februari sampai bulan Mei tahun 2018. Dalam penelitian ini serbuk aluminium sebagai matriks dan alumina sebagai penguat, dalam proses pembuatan spesimen serbuk alumina dikalsinasi dengan temperatur 200° C, selanjutnya alumina yang sudah dikalsinasi diayak menggunakan mesin sieve shaker  dengan ukuran 53 µm, kemudian serbuk aliminium/alumina di mixing selama 2 jam menggunakan mesin mixing. Pembentukan green body (sampel) dengan cara kompaksi dengan metode uniaxial pada tekanan 450 MPa, 550 MPa dan 650 MPa dan vaiasi tempeatur 500°C, 550°C dan 600°CHasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil pengujian kekerasan Pada komposit Al/Al2O3  dengan variasi tekanan 450 MPa, 550 MPa dan 650 MPa tiap temperatur  yang berbeda menunjukan kekerasan tetinggi terdapat pada tekanan 650 MPa. Selain itu pada pengamatan struktur mikro dengan variasi temperatur 500°C, 550°C dan 600°C menunjukan jumlah porositas paling banyak adalah pada temperatur 600°C.Kata Kunci : Keramik, aluminium/alumina, kekerasan, struktur mikro

    PENGARUH LAJU ALIRAN MASSA UDARA PANAS TERHADAP KINERJA MESIN PENGERING RAK TELUR

    Full text link
    Mesin pengering rak telur dengan tungku berbahan bakar sekam padi dirancang untuk membantu produsen rak telur agar terhindar dari masalah pengeringan saat musim hujan, di mana selama ini proses pengeringan dilakukan dengan metode konvensional yaitu menggunakan panas matahari. Mesin ini dirancang dengan memanfaatkan udara panas dari hasil pembakaran sekam padi kemudian diteruskan masuk pada Compact heat exchanger plate-fin 2.0 di mana udara panas tersebut bercampur dengan udara lingkungan dan masuk ke dalam oven untuk mengeringkan rak telur. Dalam penelitian ini dilakukan pengambilan data yang dilakukan yaitu data temperatur rak telur, kadar air rak telur, massa awal dan akhir rak telur dan kecepatan aliran udara dari blower udara lingkungan maupun udara panas hasil pembakaran sekam pada mesin pengering rak telur. Dengan variasi laju aliran massa udara panas yaitu 0.041 kg/s, 0.043 kg/s, 0.049 kg/s, 0.053 kg/s dan kecepatan aliran udara lingkungan yaitu 17 m/s, 18 m/s, 19 m/s, 20 m/sHasil penelitian menunjukkan bahwa laju pengeringan sangat dipengaruhi oleh variasi kecepatan aliran udara lingkungan dan laju aliran udara panas hasil pembakaran di mana kecepatan aliran udara yang optimal yaitu sekitar 19 m/s, laju aliran massa udara panas 0.049 kg/s dengan kecepatan putaran blower udara yaitu 2800 rpm baik itu untuk udara bersih maupun udara panas hasil pembakaran sekam padi. Dengan penurunan nilai kadar air setiap 15-20 menit selama proses pengeringan rak telur,besar perubahan kadar air sekitar 19%-20%. Dari keempat variasi laju aliran massa udara panas diperoleh nilai efisiensi pengeringan yang paling tinggi yaitu sebesar 36.01% untuk laju aliran massa udara panas sebesar 0,043 kg/s dan nilai efisiensi pengeringan yang paling rendah yaitu sebesar 32.87% pada laju aliran massa udara panas sebesar 0,053 kg/s.  Kata Kunci : Mesin Pengering Rak Telur, Alat Penukar Kalor, Laju Aliran Massa, Laju Pengeringan

    130

    full texts

    139

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal MEKANIKAL
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇