Sawwa: Jurnal Studi Gender
Not a member yet
    190 research outputs found

    PEMAHAMAN KESEHATAN REPRODUKSI BAGI PEREMPUAN: Sebuah Strategi Mencegah Berbagai Resiko Masalah Reproduksi Remaja

    Full text link
    Tulisan ini mendeskripsikan tentang strategi penanganan kasus kekerasan seksual pada perempuan melalui pemahaman kesehatan reproduksi bagi perempuan. Kesehatan reproduksi merupakan suatu kondisi sehat pada semua sistem organ, fungsi, dan proses reproduksi. Islam memiliki sikap sangat hati-hati terhadap upaya mencapai kesehatan reproduksi. Pendidikan kesehatan reproduksi amat penting untuk dilakukan, mengingat masih banyak remaja tidak memiliki pengetahuan yang akurat mengenai kesehatan reproduksi. Pendidikan tersebut juga diperlukan agar remaja dapat menghindari perilaku seks yang beresiko, yang membahayakan kesehatan reproduksi dan seksualnya. Pemahaman terhadap kesehatan reroduksi bagi remaja juga berfungsi sebagai strategi untuk menghindari tindak kekerasan seksual pada remaja

    KOMUNIKASI INTERPERSONAL, SOLUSI ALTERNATIF MENGATASI KEJENUHAN RUTINITAS IBU RUMAH TANGGA

    Full text link
    Saturated feeling often experienced by man as an individual. Attitude saturation on this individual, addressed with a mixed response. Not a few people who stuck with the feeling of saturation that result in actions that might be considered negative because it harms him, one of them housewives. Feeling tired or bored of the routines performed by housewives if not addressed will result in stress that will have an impact on the problem of domestic life. As one alternative that is done to overcome this stress is to do with interpersonal com­munication with a partner. Interpersonal communication is intended to help in order to solve problems related to boredom experienced by a housewife

    RESPONS MASYARAKAT TERHADAP TWEET USTADZ FELIX SIAUW: ”LAYAKKAH WANITA BEKERJA MENDAPAT SEBUTAN SEBAGAI IBU?”

    Full text link
    Islam is a perfect religion. A religion which is always honor a woman. In Islam there is no prohibition of a woman to work for a living, as long as follow the terms and conditions according to Islam. Ustad Felix Siauw once twote some statement which was associated with working mothers in his Twitter on 28 May 2013. The amount of the tweet is 25, but the spotlight later evolved into the conversation is tweet #22. It became viral since a working mother wrote an open letter to comment the tweet #22 . This article discusses the phenomenon of public response from various backgrounds and religions to the #22 tweet, and also comments and reasons of ustad Felix Siauw write that tweet

    KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN DALAM RUMAH TANGGA: Perspektif Sosio-Budaya, Hukum, dan Agama

    Full text link
    Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga banyak terjadi, sedangkan sistem hukum di Indonesiabelum menjamin perlindungan terhadap korban kekerasan dalam rumah tangga. Kekerasan dipahami tidak hanya berkaitan dengan penggunaan fisik tetapi terkait dengan tekanan emosional dan psikis. Kekerasan tidak terjadi secara spon­tanitas, namun memiliki sebab-sebab tertentu yang mendorong laki-laki berbuat kekerasan terhadap perempuan (istri) yang secara umum penyebab kekerasan tersebut dapat diidentifikasi karena faktor gen­der dan patriarki, relasi kuasa yang timpang, dan role modeling (perilaku hasil meniru). Gagasan pemukulan merupakan hak yang ada bagi laki-laki tentunya kontradiksi dengan cita-cita al-Qur’an tentang hubungan suami-isteri yang harusnya kompak dan saling mendukung. Hal ini juga berkebalikan dengan aturan Quran yang mana laki-laki dan perempuan boleh membubarkan pernikahan yang gagal, sehingga akan mengesampingkan gagasan bahwa perempuan memiliki tugas dan kewajiban untuk tunduk kepada kekerasan

    PEMIKIRAN GENDER MENURUT PARA AHLI: Telaah atas Pemikiran Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Engineer, dan Mansour Fakih

    Full text link
    Ajaran agama memiliki potensi dominan dalam penerapan ideologi gender yang bias. Dalam konteks itu pula, agama bisa memberikan inspirasi dan dorongan munculnya ketidakadilan gender. Bagaimana mungkin agama bisa berpotensi menimbulkan ketidakadilan? Tentu saja potensi ketidakadilan itu bukan bersumber dari prinsip agama, melainkan karena proses perkembangan agama yang didominasi oleh budaya patriarkhat. Untuk itu, ajaran agama harus ditinjau kembali dan dianalisis secara krisis, terutama ajaran tentang faktor kodrati atau ilahi dan faktor yang bukan kodrati.Pada dasarnya, setiap agama mengajarkan bahwa manusia diciptakan sama derajatnya, baik laki-laki maupun perempuan. Terdapat beberapa pemikir yang memiliki perhatian besar atas persoalan gender telah mengupas secara teo­retis, dan metodologis, diantaranya Amina Wadud Muhsin, Asghar Ali Engineer, dan Mansour Fakih.

    MENGEMBANGKAN POTENSI ANAK: Antara Mengembangkan Bakat dan Ekploitasi

    Full text link
    Pengembangan potensi anak melalui pengembangan bakat minat salah satunya dilakukan dengan mengikuti acara ajang pencarian bakat minat ditelevisi. Hal ini menimbulkan dilematis, dengan tujuan ingin mengembangkan potensi yang ada, anak lebih cepat terkenal dan mendapatkan karir dalam dunia hiburan anak juga menjadi korban eksploitasi. Ironisnya mereka tidak tahu atau mungkin tidak sadar atas apa yang telah hilang di kehidupan mereka, kesempatan untuk belajar secara optimal dan masa-masa bermain mereka karena terlalu terfosir dalam melakukan pekerjaan mereka. Bukan itu saja, pengembangan potensi anak dengan beberapa ajang ter­sebut, dianggap oleh masyarakat sebagai hal yang lumrah, bahkan di­jadikan alasan bagi pendidikan anak agar mampu mandiri di masa dewasanya kelak, padahal hal tersebut merupakan sebuah eks­ploitasi anak

    RELEVANSI PEMIKIRAN FEMINIS MUSLIM DENGAN FEMINIS BARAT

    Full text link
    Konstruksi gender dalam masyarakat sangat dipengaruhi oleh agama dan ideologi yang dianutnya, maka wacana teologi gender mulai bergulir. Anggapan bahwa pemahaman agama bias gender membuat arah baru gerakan feminisme, dimana para feminis mulai menawar­kan pemaknaan baru terhadap agama sekaligus membongkar dogma-dogma agama yang telah mapan dan dianggap membelenggu kaum perempuan. penulis akan membahas tentang apa saja yang diberikan penjelasan relevansi antara pemikiran feminis Islam dengan pemikiran feminis Barat. kedudukan kaum perempuan di Barat sangat ter­kungkung, baik dalam kehidupan rumah tangga sebagai istri maupun yang berkenaan dengan hak-hak kemasyarakatan. Posisi kaum perempuan pada saat itu tak begitu jauh bedanya dengan kedudukan perbudakan yang diperlakukan semena-mena, pada waktu itulah timbul di benua Eropa gerakan perempuan yang dinamakan gerakan emansipasi. Ketika wacana teologis tentang perempuan dibuka dan menjadi diskursus yang cukup ramai, maka pembahasan dogma-dogma agama mulai muncul dan berkembang

    BIAS JENDER DALAM MATERI AJAR AQIDAH AKHLAK DI MADRASAH IBTIDAIYAH: Studi Analisis Bias Jender pada Bahasa dan Gambar

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bias jender pada gambar dan bahasa yang terdapat pada materi ajar Aqidah Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah. Pemilihan buku ajar Madrasah Ibtidaiyah yang berperspektif jender adalah tindakan yang tepat, agar kekeliruan pola pikir kognitif dan bentukan afektif maupun psikomotoriknya tidak terlanjur jauh terinternalisasi dari kecakapan, sikap dan perilaku peserta didik. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskrptif. Populasi penelitian ini adalah buku ajar pada mata pelajaran Aqidah Akhlak kelas 1, 2, 3, 4, 5 dan 6 yang digunakan di Madrasah Ibtida­iyah di kota Salatiga, Kabupaten Magelang dan Kabupaten Pono­rogo. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive random sampling, yaitu berupa buku ajar Aqidah Akhlak yang di­keluarkan oleh beberapa penerbit yang terbanyak digunakan MI di ketiga kota ter­sebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara meng­amati (observasi) secara cermat, yaitu mengidentifikasi ada tidaknya bias jender berdasarkan instrumen yang berupa lembar identifikasi bias jender yang berisi tentang paparan gambar-gambar dan kalimat-kalimat yang menunjukkan bias jender pada peran jender seperti peran produktif, reproduktif dan sosial. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis isi (content analysis), sarana tanda (sign-vechile) dan analisis wacana. Hasil penelitian terhadap gambar pada materi ajar Aqidah Akhlak mulai dari kelas 1 sampai dengan kelas 6, sebagian besar perempuan masih digambarkan pada gambar yang kecil dibandingkan dengan gambar jenis kelamin yang lain, diletakkan pada posisi dibelakang, masih mendapatkan peran yang kurang signifikan bahkan mendiskriditkan perempuan antara lain beberapa sikap negatif yang dilekatkan pada jenis kelamin perempuan. Pelabelan atau steriotipe terhadap per­empuan bahwa perempuan itu makhluk yang lemah, marginalisasi terhadap perempuan sehingga banyak digambarkan bahwa per­empu­an hanya bertindak sebagai pelayan keluarga, istri yang hanya melayani suami dan anak-anaknya, subordinasi terhadap hak per­empuan untuk menjadi anak yang pintar seperti juara kelas, sekolah, mencari nafkah masih jelas terlihat. Selain itu frekuensi gambar yang sering muncul dimasing-masing pelajaran masih didominasi oleh laki-laki.

    PENDIDIKAN WANITA DALAM PERSPEKTIF KAUM FEMINIS

    Full text link
    Education is a highly recommended in Islam, clearly Qur'an and hadith does not differentiate between men and women in providing educational opportunities. Both sexes are equally have rights and obligations in the scientific world. Acquisition of knowledge is a funda-mental right of every human being without distinction of sex. Thus, the general view of the Qur'an in terms of gender relations, in particular on the role and status of women, is very positive and constructive. Basically, the content and substance of the teachings of Islam is emphasized the spirit of equality and justice, the under-standing of this widely becoming a very urgent matter. Therefore it needs a thorough understanding of (univer-sal) in internalize the teachings of Islam so there will not arise any understanding and interpretation. A variety of data indicate how lame scientist male and female in the history of the Islamic world. There are a number of characters who are trying to think of women's educa-tion, but not enough to increase the quantity of educated women. Some figures in question is the feminist who thinks that women are entitled to the same education as men. Eventually this becomes a spectacular movement, both Islamic and Western feminists.

    BIAS GENDER DALAM VERBA: Sebuah Kajian Leksikon dalam Bahasa Inggris

    Full text link
    Kajian gender merupakan analisis yang digunakan dalam me­nempat­kan posisi setara antara laki-laki dan perempuan untuk mewujudkan tatanan masyarakat sosial yang lebih egaliter. Tulisan ini akan mem­bahas bias gender dari sisi bahasa, karena bahasa telah mewakili sistem kehidupan masyarakat. Kemungkinan besar setiap bahasa mempunyai sisi-sisi bias gender, tidak terkecuali bahasa Inggris, dimana jenis masyarakat dalam kenyataan hidup lebih diwakili oleh kaum laki-laki dan perempuan. Bias gender pada bahasa ini lebih difokuskan pada ranah verba (kata kerja/yang menunjukan aktivitas) dalam sistem leksikon dengan melihat bagaimana struktur kosakata bahasa Inggris tersusun dalam mensimbolkan keberadaan dua jenis kelamin dan hubungan keduanya. Bias gender pada kategori ini dapat dilihat dalam empat bentuk, yaitu (1) aktivitas yang secara tradisional dianggap layak dilakukan oleh gender tertentu, (2) aktivitas yang secara tradisional biasa dilakukan oleh gender tertentu, (3) aktivitas yang memang dilakukan gender tertentu demi gender lain, dan (4) aktivitas yang secara kodrati hanya bisa dilakukan gender tertentu dan aktivitas yang mendeskreditkan atau bermakna negatif pada gender tertent

    184

    full texts

    190

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Sawwa: Jurnal Studi Gender
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇