Sawwa: Jurnal Studi Gender
Not a member yet
190 research outputs found
Sort by
Studi Fenomenologis tentang Pengalaman Kesepian dan Kesejahteraan Subjektif pada Janda Lanjut Usia
Elderly women experience loneliness related to unexpected situations of partner loss (husband's death). Loneliness can have an impact on subjective well-being, life satisfaction, quality of life, mental and physical health, and even death. The purpose of this study was to describe and understand experiences related to loneliness for elderly widows. The subjects involved were 6 (six) widows due to the death of their husbands (widowed), widows of more than 1 year, and no history of psychological disorders. Methods of data collection using interviews and observation. This study resulted in the conclusion that an elderly widow can experience loneliness due to the loss of a spouse who is taken away by death. Subjective well-being and perceived life satisfaction are the results of a religious coping strategy that is effective in overcoming loneliness experienced. When feelings of losing a spouse can be overcome by religious behavior, enthusiasm for survival and re-establishing social interaction, the elderly can feel well-being and life satisfaction
Problem Religiusitas dan Coping Spiritual pada Anak Berhadapan Hukum
This study aims to describe the problem of religiosity and spiritual coping of children in the law (Anak Berhadapan Hukum/ABH) of the boarding school Raden Sahid Mangunnan Lor Demak. The type of research is field research with the psycho-socio-religious approach. The main data were obtained from interviews with children in the face of law and religious counselors. Techniques of data collections use interview and documentation. Methods of data analysis using Miles and Huberman models include data reduction, data presentation, data verification, and conclusion drawing. The result of the research shows that the ABH at boarding school Raden Sahid Mangunan Lor Demak has a problem of religiosity. The religious problem of ABH consists of beliefs, ritual practices, appreciation, low knowledge, and religious experience. The efforts to handle the problem of religiosity of ABH in Islamic boarding school Raden Sahid Mangunan Lor Demak, one of them with the efforts of spiritual coping through habituation and exemplary. Habituation is directed to the ritual of coaching and spiritual practice. Exemplary strived through the role of peers, religious counselors, and tutor Islamic boarding school in implanting spiritual values for the ABH. Spiritual and exemplary practice proven to reduces the religious problem of ABH especially on aspects of belief, knowledge, and appreciation
Kriminalisasi Perempuan Pekerja Seks Komersial dalam Perluasan Pasal Zina RUU KUHP
This article discusses the Criminal Code Bill which has unjust legal potential because the provision of adultery has been extended to sexual acts by unmarried couples. This article presents an analysis of the possible implications of the Criminal Code Bill - specifically the section on the adultery of sex workers through the socio-legal method in which a combination of normative legal approaches and social research methods is applied. This article states that broadly defined provisions of adultery can lead to unfair penalties -due to injustice- sex workers who by law must be treated as victims of sexual exploitation and fraud rather than perpetrators of crime
Kota Layak Anak Berbasis Collaborative Governance
This paper describes the development of collaborative governance-based city/district, so it is hoped that children's policies and programs with holistic, integrative and sustainable character will be developed. This paper is the result of research aimed at: 1) mapping the problem and potential of children as central issue that can be developed as development issue; 2) develop an ideal city/district ideal child model. The research method used qualitative descriptive. Research location in Lampung Province. The results of the study describe children problems including child abuse, disability children, children faced with law and abandoned babies due to policies and programs that are not partial to children, policies are partially, segmentatively and sectorally arranged, no cooperation/partners with other institutions. The existence of local policy potential in the form of various policies and local regulations, the number of social institutions of children into social capital is strong physically and socially in building collaborative model/partnership.
GENDER AND POLITICS: Keterlibatan Perempuan dalam Pembangunan Politik
Gender issues are an issue that demands social and cultural construction justice between men and women. In the demands of this construction, the balance of functions, status, and nature of the sexes is expected to be realized. Instead, development is a construction of the changes that take place in society from certain socio-cultural conditions toward something that is considered more valuable. In addition it can also be interpreted as an effort to alleviate backwardness. Therefore, all, gender and development are a reciprocal correlation between one another. The emergence of gender injustice issues or gender discrimination due to social construction process in society. Yet Islam and the Constitution of 45 countries have guaranteed equality of access for women and men. Therefore, enhancing the role of women and men in gendered development as an integral part of national development has significance in the effort to achieve harmonious harmony between men and women or to achieve gender equality and justice in various areas of life and development. The results of this study, trying to reveal gender in development should not be the same role between men and women, there are areas of their own that can be done by men and women._________________________________________________________Isu gender merupakan suatu isu yang menuntut keadilan konstruksi sosial maupun kultural antara kaum laki-laki dengan perempuan. Dalam tuntutan konstruksi ini, keseimbangan fungsi, status, dan hakekat antar jenis kelamin diharapkan dapat direalisasikan. Sebaliknya, pembangunan merupakan suatu konstruksi perubahan yang terjadi di masyarakat dari kondisi sosio-kultural tertentu menuju ke arah sesuatu yang dianggap lebih bernilai. Selain itu dapat juga diartikan sebagai usaha pengentasan keterbelakangan. Oleh karena itu semua, gender dan pembangunan adalah suatu korelasi timbal balik antara satu dengan yang lain. Munculnya isu ketidakadilan gender atau diskriminasi gender akibat adanya proses konstruksi sosial di dalam masyarakat. Padahal Islam dan UUD 45 negara telah menjamin kesetaraan akses perempuan dan laki-laki. Oleh karena itu, peningkatan peranan perempuan dan laki-laki dalam pembangunan yang berwawasan gender sebagai bagian integral dari pembangunan nasional, mempunyai arti penting dalam upaya untuk mewujudkan kemitrasejajaran yang harmonis antara laki-laki dengan perempuan atau mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam berbagai bidang kehidupan dan pembangunan. Hasil penelitian ini, berusaha menampakkan gender dalam pembangunan tidak harus sama peran antara laki-laki dan perempuan, ada wilayah-wilayah sendiri yang bisa dilakukan laki-laki dan perempuan
PERSELINGKUHAN SUAMI TERHADAP ISTRI DAN UPAYA PENANGANANNYA
Perselingkuhan pada umumnya banyak terjadi pada anggota keluarga yang kurang memiliki kualitas keagamaan yang mantap, lemahnya dasar cinta, komunikasi yang kurang lancar dan harmonis, sikap egois dari masing-masing, emosi yang kurang stabil, dan kurang mampu membuat penyesuaian diri. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa problematika perselingkuhan suami terhadap istri adalah bahwa perselingkuhan dapat menjadi sumber stres yang luar biasa. Kegagalan pasangan untuk saling menyesuaikan diri dan memecahkan masalah-masalah secara efektif dapat memicu konflik yang berkepanjangan. Dari keseluruhan problematika perselingkuhan, problematika yang paling utama dari perselingkuhan adalah perceraian, karena perselingkuhan merupakan salah satu masalah putusnya perkawinan. Upaya penanganan perselingkuhan antara lain adalah mengawasi pergaulan suami atau istri, berupaya sekuat tenaga menciptakan suasana rumah tangga yang harmonis, berupaya memberi contoh yang baik, membangun lingkungan yang kondusif, meningkatkan kualitas nilai-nilai keagamaan, landasan cinta yang kokoh, mewujudkan komunikasi secara transparan dan harmonis, meningkatkan kekuatan dan ketahanan diri yang dilandasi dengan konsep diri dan rasa percaya diri secara mantap, mengembangkan kontak sosial secara baik dan sehat, bergaul dengan orang baik.
KURVA PENAWARAN TENAGA KERJA DAN JAM KERJA PEREMPUAN
The labor supply curve is a curve that states the relationship of wages and hours of work. The higher a person's wages the fewer hours they work. The curve should not be appropriate if it is associated with women's working hours, because there are still many women who work a lot but pay little. Especially for women who work on households, how many hours work to work at home and work in the office. The purpose of this paper is to find out the relationship of wages and working hours of women, Analyzing the labor supply curve based on Central Java Provincial BPS data on women's working hours and knowing the relevance of the labor supply curve to the current (working women) society condition. From the discussion in this writing is known that many factors that affect the labor supply curve, one of which is the factor of women who take care of the household. So there is a relationship between the labor supply curve with female work hours but is less relevant. The labor supply curve does address wages and hours of work but does not deal specifically with wages, working hours and women. There should be a distinction or an exception to women. especially working hours of working women (as professions) with women who only work as housewives. let alone strengthened from the data of BPS statistics center agency which shows the number of working hours of women more than the number of man hours worked._________________________________________________________Kurva penawaran tenaga kerja adalah kurva yang menyatakan hubungan upah dan jam kerja. Semakin tinggi upah seseorang maka semakin sedikit jam kerjanya. Kurva tersebut tidak sepatutnya tepat jika dikaitkan dengan jam kerja perempuan, karena masih banyak perempuan yang jam kerjanya banyak tetapi upahnya sedikit. Apalagi untuk perempuan yang bekerja mengurusi rumah tangga, berapa banyak jumlah jam kerja untuk di bekerja di rumah dan bekerja di kantor. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui hubungan upah dan jam kerja perempuan, Menganalisa kurva penawaran tenaga kerja berdasarkan data BPS Provinsi Jateng tentang jam kerja perempuan dan Mengetahui relevansi kurva penawaran tenaga kerja dengan keadaan masyarakat (perempuan bekerja) dewasa ini. Dari pembahasan dalam penulisan ini diketahui bahwa banyak faktor yang mempengaruhi kurva penawaran tenaga kerja, salah satunya adalah faktor wanita yang mengurus rumah tangga. Jadi ada hubungan antara kurva penawaran tenaga kerja dengan jam kerja perempuan tetapi kurang relevan. Kurva penawaran tenaga kerja memang membahas tentang upah dan jam kerja tetapi tidak membahas spesifik tentang upah, jam kerja dan perempuan. Seharusnya ada pembeda/pengecualian terhadap perempuan, khususnya jam kerja perempuan yang bekerja (sebagai profesi) dengan perempuan yang hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga. Apalagi dikuatkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan jumlah jam kerja wanita lebih banyak dibanding jumlah jam kerja laki-laki
MENGANTISIPASI KEJAHATAN SEKSUAL TERHADAP ANAK MELALUI PEMBELAJARAN “AKU ANAK BERANI MELINDUNGI DIRI SENDIRI”: Studi di Yayasan al-Hikmah Grobogan
Recently, the sexual crime for children tends to increase significantly and it causes a traumatic impact on the victims. So it needs strong effort to anticipate the sexual crimes for children as early as possible. This paper describes the efforts to anticipate sexual abuse for children through learning method namely “I dare to take care of myself” at al-Hikmah Foundation, Grobogan. The method used was qualitative descriptive and field research by conducting Focus Group Discussion (FGD). The researcher used interviews and documentation technique for data collection. The teachers and students of al-Hikmah foundation Grobogan became the sources of primary data. While the secondary data sources were taken from a literature review that is relevant to this study. The result showed that one of the efforts to anticipate sexual abuse for children was by optimizing the teachers’ role and parents through Focus Group Discussion activities. Indeed, it was found ten themes to motivate children defending themselves, namely: Why different?, Where the baby came out?, Where to pee?, What kind of touch is it?, Do I tell you or not?, I’m afraid of ghost, Who is he?, Circumcision, Why is it not allowed?, Who could protect me? These activities would produce an understanding of the importance of taking care of themselves to avoid sexual crimes for children and parents._________________________________________________________Kejahatan seksual anak dari tahun ke tahun semakin meningkat, dan menyebabkan dampak traumatis terhadap korban. Maka diperlukan upaya untuk mengantisipasi kejahatan seksual pada anak sedini. Tulisan ini menjelaskan mengenai upaua mengantisipasi kejahatan seksual anak melalui pembelajaran aku anak berani melindungi diri sendiri di Yayasan al-Hikmah Grobogan. metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, jenis field research, dengan Focus Group Discussion (FGD). Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Sumber data primer adalah guru kelas dan siswa MI Yayasan al-Hikmah Grobogan. Sumber data sekunder adalah kajian pustaka dan literature review yang relevan dengan kajian ini. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi kejahatan seksual anak dilakukan dengan optimalisasi peran guru kelas dan orang tua siswa melalui kegiatan FGD. Mengantisipasi kejahatan seksual pada anak dilakukan melalui pembelajaran aku anak berani melindungi diri sendiri melalui sepuluh tema yaitu: kenapa berbeda, dari mana keluarnya adik bayi, pipis dimana, sentuhan apa nih, cerita nggak ya, ih takut ada hantu, siapa itu, khitan, mengapa tidak boleh, siapa yang bisa melindungiku. Kegiatan ini menghasilkan pemahaman kepada anak dan orang tua pentingnya menjaga diri sendiri agar terhindar dari kejahatan seksual
PENGARUH MINAT DAN LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPUTUSAN WANITA MUSLIM BERWIRAUSAHA
Entrepreneurship is the creative and innovative ability that is used as the basis, the tips and resources to find opportunities for success. Currently, many women are moved to create a variety of businesses that can be used as a foundation of life. Entrepreneurship is based on interest and family environment. Interest is the source of motivation that encourages a person to do the dream. Furthermore, the business experience of the family will provide an indirect experience to a person to have an entrepreneurial interest.The purpose of this study is to determine the influence of family interest and environment on the decision of Muslim women entrepreneurship. The population in this study is all Muslim women who entrepreneurship in the Village Sukodono Bonang District Demak District with a total sample of 30 respondents. Analytical techniques in this study using multiple linear regression analysis techniques.The results showed that the interest (X1) has a significant effect on the decision of Muslim women entrepreneurship with p value (sig) of 0.048 below 0.05. Similarly, the family environment variable (X2) has a significant influence on the decision of Muslim women entrepreneurship, this is indicated by p value (sig) of 0.004 below 0.05._________________________________________________________Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Saat ini, wanita pun banyak yang tergerak untuk membuat berbagai macam usaha yang dapat dijadikan tumpuan hidup. Kewirausahaan dilatar belakangi oleh faktor minat dan lingkungan keluarga. Minat merupakan sumber motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan hal yang diimpikan. Selanjutnya, pengalaman usaha dari keluarga akan memberikan pengalaman secara tidak langsung kepada seseorang untuk memiliki minat berwirausaha.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh minat dan lingkungan keluarga terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita muslim yang berwirausaha di Desa Sukodono Kecamatan Bonang Kabupaten Demak dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan teknik analisa regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Minat (X1) berpengaruh signifikan terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha dengan dengan p value (sig) sebesar 0,048 di bawah 0,05. Begitu juga variabel lingkungan keluarga (X2) memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wanita muslim berwirausaha, hal ini ditunjukkan dengan p value (sig) sebesar 0,004 di bawah 0,05
REFORMULASI BAHASA SANTUN SEBAGAI UPAYA MELAWAN KEKERASAN VERBAL TERHADAP ANAK
Verbal abuse for child is often unrealized by teachers at school and parents at home. It is worrying because it brings negative impact until he grows into adulthood. As a result, the spoken words may affect his emotional condition. Generally, verbal abuse is committed by adults to child for the sake of expressing caring and affection. However, it is actually forbidden for parents and teachers to control their child's behavior by committing violence. They might give punishment to their children by abandoning his right to do what he likes, while parents could reward their children when he does goodness. Indeed, parents and teachers should not give punishment or scold their child in front of his friends because it can break his self-esteem. Before scolding or punishing a child, parents or teachers should try to find out the reason why the child commits bad behavior._________________________________________________________Kekerasan verbal terhadap anak sering tidak disadari oleh guru di sekolah dan orang tua di rumah. Hal ini sangat mengkhawatirkan karena membawa dampak negative sampai anak tumbuh menjadi dewasa. Akibatnya, ucapan atau kalimat yang dilontarkan tersebut dapat mempengaruhi kondisi emosional anak. Umumnya, kekerasan verbal dilakukan oleh orang dewasa kepada anak, alasannya sebagai ungkapan kepedulian dan tanda kasih sayang. Akan tetapi tidak diperbolehkan bagi orang tua dan guru mengatur perilaku anak dengan kekerasan. Jika melalui wejangan tidak efektif, guru atau orang tua bisa memberikan hukuman misalnya dicabut haknya dalam melakukan hal yang disukainya, dan memberikan hadiah ketika anak melakukan hal-hal yang baik. Orang tua maupun guru sebaiknya tidak memberikan hukuman ataupun memarahi anak terutama di hadapan teman-temannya karena bisa menjatuhkan harga diri anak. Sebelum memarahi atau menghukum anak sebaiknya coba mencari tahu alasan anak mengapa melakukan tindakan tersebut.