Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
KORUPSI DALAM WACANA PERS LOKAL (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Teks Berita Kasus Hambalang Tahun 2013 Pada Surat Kabar Malang Post)
ABSTRAKSIPenelitian ini mencoba memberikan pandangan bagaimana pers lokal yakni Malang Post merepresentasikan isu-isu korupsi dalam bentuk berita, terutama terhadap kasus-kasus korupsi di tingkat nasional seperti kasus Hambalang dalam kurun waktu tahun 2013. Analisis wacana kritis kemudian digunakan sebagai pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menginterpretasikan wacana surat kabar Malang Post dalam merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013.Tipe analisis wacana kritis yang digunakan adalah perspektif Norman Fairclough yang dilakukan dengan tiga level analisis yaitu pertama, pada level mikro berupa analisis teks berita kasus Hambalang tahun 2013. Kedua, level meso berupa analisis praktik wacana yang terdiri dari produksi teks oleh Malang Post dan konsumsi teks oleh masyarakat sebagai pembaca. Ketiga, level makro berupa analisis praktik sosiokultural terdiri dari situasional, institusional, dan sosial yang terjadi ketika teks berita kasus Hambalang diproduksi. Selain itu, konsep bahasa dan kekuasaan perspektif Norman Fairclough juga digunakan sebagai kajian teoritis.Hasil analisis wacana kritis menunjukkan terdapat dua wacana yang merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013 pada surat kabar Malang Post, yaitu wacana hukum dan korupsi yang menggambarkan kasus Hambalang sebagai bentuk tindak pidana korupsi yang menuntut adanya penyelesaian hukum dan wacana politik dan kekuasaan yang menggambarkan konspirasi dan konflik kepentingan diantara elit politik yang terlibat dalam kasus tersebut. Pada level mikro, terlihat wacana dalam teks memiliki proyeksi ideologi yang mengunggulkan posisi pelaku korupsi terutama terhadap Anas Urbaningrum dan memarjinalkan peran KPK sebagai lembaga penegak hukum. Pada level meso, mengidentifikasikan bahwa wacana Malang Post sebagai pers lokal dalam mengkonstruksi kasus Hambalang merupakan hasil penafsiran kembali dari teks JPNN (Jawa Pos National Network) yang dikondisikan dengan selera masyarakat lokal. Pada level makro, situasi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di Indonesia mempengaruhi perkembangan kasus Hambalang dalam wacana Malang Post. Malang Post sebagai pers lokal merupakan “pers partisan†yang melegitimasikan kepentingan pemilik media yang berorientasi pada kapitalisme dan politik.Kata kunci: Representasi, ideologi, hukum, politik, dan kepentingan
DINAMIKA GERAKAN SOSIAL (Studi Peran Intelektual dalam Melakukan Gerakan Sosial dengan Masyarakat Sipil untuk Mendapatkan Pelayanan Listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember)
ABSTRAK  Penelitian ini mengkaji tentang dinamika gerakan sosial, khususnya peran intelektual dalam melakukan gerakan sosial dengan masyarakat sipil untuk mendapatkan pelayanan listrik di Desa Mulyorejo Kecamatan Silo Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini, pertama, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam mengorganisir massa untuk pengajuan listrik. Kedua, untuk mengetahui peran intelektual organik dalam melakukan lobi politik dengan PLN sebagai instansi yang wajib memberikan pelayanan listrik. Adapun manfaat dari pelaksanaan penelitian ini, pertama, memberikan gambaran tentang pentingnya seorang intelektual organik bagi masyarakat sipil dalam melakukan gerakan sosial untuk mendapatkan pelayanan listrik dari PLN. Kedua, memberikan pembelajaran ideologis bagi masyarakat Mulyorejo dan intelektual agar melakukan gerakan sosial untuk memperjuangkan hak-hak masyarakat sipil sebagai respon atas tidak adanya pelayanan listrik dari PLN sebagai masyarakat politik. Penelitian ini menggunakan teori Gerakan Intelektual Organik yang dikemukakan oleh Antonio Gramsci. Intelektual organik harus bisa mengorganisir massa, memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat sipil, serta mempunyai koneksi dengan masyarakat politik dalam upaya melakukan gerakan sosial. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara terbuka, observasi dan dokumentasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan empat hasil penelitian, pertama, intelektual organik Mulyorejo dengan pendekatan ketokohan menjadi penggerak masyarakat untuk berkumpul membahas gerakan pengajuan listrik yang waktu itu masyarakat tidak tahu bagaimana mekanisme untuk mendaptkan listrik dari PLN. Namun, dalam menggerakkan massa tersebut intelektual tidak memberikan penyadaran ideologis kepada masyarakat tentang kewajiban PLN dan hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan listrik dikarenakan intelektual tidak punya pemahaman tentang itu. Kedua, intelektual organik mempunyai koneksi dengan PLN dan mampu melakukan lobi politik dengan pengajuan proposal ke PLN, sehingga berhasil mendapatkan pelayanan listrik. Ketiga, dalam gerakan, intelektual tidak memberikan kesadaran ideologis tentang hak dan kewajiban masyarakat soal kelistrikan karena ia juga tidak punya pemahaman soal itu. Keempat, intelektual mempunyai kepentingan ekonomi di balik gerakannya dalam memperjuangkan hak pelayanan listrik masyarakat sipil Mulyorejo. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Intelektual Organik, Masyarakat Politik, Masyarakat Sipil, Pelayanan Listri
KREATIVITAS GURU SD DAN KUASA KURIKULUM DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013
Pendidikan adalah salah satu hal yang penting di dalam hidup masyarakat. Salah satu acuan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang dipakai oleh pemerintah. Akan tetapi, dengan bergantinya kurikulum, banyak kerepotan dalam pelaksanaannya di awal pemakaian kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, peneliti memakai teori Bourdieu mengenai kuasa simbolik, serta memakai konsep dari Dr. Ralph J. Hallman mengenai guru kreatif. Dalam penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode campuran. Â Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kreatifitas guru SD di kota malang terbilang tinggi, dengan rata-rata jawaban guru memilih tidak pernah sebanyak 1 persen, jarang sebanyak 32.6 persen, sering sebesar 36.1 persen, dan sangat sering sebesar 24.32 persen. Tetapi, di balik kreatifitas tersebut, terdapat kuasa dari kurikulum 2013 terhadap para guru. Kuasa tersebut bersifat simbolik, sehingga yang dikuasai tidak menyadarinya. Legitimasi yang diberikan pemerintah melalui UU dan peraturan, kurikulum yang telah lama dipakai sebagai pedoman pendidikan di Indonesia sehingga menjadi doxa, serta adanya dominasi dari kurikulum 2013 sehingga para guru harus memakainya sebagai pedoman dalam mengajar. Pada akhirnya guru harus kreatif agar dapat mengikuti aturan yang dimiliki oleh kurikulum 2013
REPRODUKSI PRAKTIK SOSIAL DAN SEKOLAH FORMAL (Studi Kasus pada MI Nurul Huda Di Dusun Oroploso Desa Sumberglagah Kecamatan Rembang Kabupaten Pasuruan)
ABSTRAK Faktor rendahnya ekonomi, tingginya budaya agama, kurangnya pengetahuan tentang pendidikan formal serta ketidaktersediaan sarana pendidikan formal menyebabkan masyarakat di Dusun Oroploso Kabupaten Pasuruan tidak ada yang mengenyam bangku pendidikan. Kondisi ini terjadi secara turun-temurun dan selama bertahun-tahun sehingga menyebabkan masalah kemiskinan di dusun ini sulit diatasi. Kondisi tersebut mendorong sebuah sekolah formal berbasis agama Islam MI Nurul Huda mengubah habitus masyarakat. Rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana praktik sosial yang dilakukan oleh MI Nurul Huda untuk merubah habitus masyarakat Dusun Oroploso Desa Sumberglagah Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik sosial MI Nurul Huda untuk meningkatkan kualitas masyarakat Dusun Oroploso dilakukan melalui habitus yang dimiliki MI Nurul Huda dengan berbagai modal (ekonomi, sosial, budaya, simbolik) dalam ranah pendidikansehingga masyarakat yang sebelumnya tidak mempedulikan pendidikan formal. MI Nurul Huda sebagai agen perubahan habitus masyarakat memiliki habitus dan berbagai berbagai modal (ekonomi, budaya, sosial, dan simbolik) pada ranah pendidikan sehingga mampu meningkatkan kualitas masyarakat Dusun Oroploso melalui pendidikan. Agen melakukan pendekatan pada anak usia sekolah maupun orangtua dengan berbagai strategi dan modal yang dimiliki. Sekarang, kondisi masyarakat Dusun Oroploso telah berubah. Masyarakat yang dulunya hanya menganggap ilmu agama adalah ilmu yang paling penting untuk dipelajari dan menganggap pendidikan formal tidak penting berubah menjadi masyarakat yang mempedulikan pendidikan formal. Kini, kondisi masyarakat di Dusun Oroploso membaik, masyarakat Duusn Oroploso terbebas dari buta huruf.  Kata Kunci: Praktik Sosial, Pendidikan Formal, Praktik Sosial, MI Nurul Huda, Dusun  Oroplos
SIMULASI MASYARAKAT JOGJA PADA PROGRAM ACARA “FILM TELEVISI (FTV) SURYA CITRA TELEVISI (SCTV)â€
ABSTRAKSI Novi Andry A. (2014). Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya, Malang: Simulasi Masyarakat Jogja pada Program Acara “Film Televisi Indonesia (FTV) SCTVâ€.  Penelitian ini membahas simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk simulasi masyarakat Jogja pada tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Keraton. Manfaat dari penelitian ini sebagai bahan rujukan yang menganalisis kajian media massa dan informasi, kajian budaya (cultural studies) serta ilmu sosiologi pengetahuan lainnya. Penelitian menggunakan perpekstif dalam sosiologi terapan dalam bidang kajian media massa dan kajian budaya (cultural studies). Dimana dalam kaitannya dengan simulasi, peneliti melihat bagaimana bentuk simulasi masyarakat Jogja yang ditampilkan dalam tayangan FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja yang sebenarnya, terutama yang tinggal di Malioboro dan Kraton. Oleh karena itu, peneliti ingin melihat dengan cara analisis semiotika sebagai metode dalam penelitian ini. Pendekatan analisis semiotika ini didasarkan pada analisis semiotika visual dengan cara melihat dan menganalisis bentuk tanda masyarakat Jogja yang ditayangkan di FTV SCTV dengan realitas masyarakat Jogja di Malioboro dan Kraton. Sebagai pengambilan data dan pendukung dalam penelitiannya, peneliti mengambil tiga subjek informan diantaranya informan utama, informan pendukung, dan informan tambahan yang berasal dari Kota Jogja yaitu yang tinggal di Malioboro dan Keraton. Kemudian dengan menambahkan datanya dengan mengambil dokumen pribadi (foto, audio dan video) dan rekaman dari Youtube. Hasil dari penelitian ini adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan oleh FTV SCTV melalui FTV “Bibik Saingan Gue†dan FTV “Pernikahan Sandiwara†bahwa masyarakat Jogja tidak ditampilkan sesuai realitasnya. Penggambaran yang dibawakan FTV SCTV hanya menampilkan masyarakat Jogja yang masih berbicara dengan bahasa Jawa yang medok, masyarakat yang masih memakai kendaraan (sepeda ontel, becak, andong, dll), dan masyarakat yang masih memakai pakaian adat Jawa (lurik, sorjan, dan blangkon). Ketiga kriteria tersebut adalah penokohan masyarakat Jogja yang ditampilkan FTV hampir di setiap judul FTV yang memakai latar Jogja sebagai penayangannya. Kata kunci: Masyarakat Jogja, Simulasi, dan Semiotika. Â
POLA KOMUNIKASI IMPLEMENTASI CSR (Corporate Social Responsibility) BANK INDONESIA (Studi Evaluatif Implementasi CSR Bank Indonesia Surabaya dalam Tinjauan Rasionalitas Komunikatif Sebagai Upaya Mewujudkan Good Corporate Governance Pada Program Pemberdayaa
ABSTRAK Bank Indonesia merupakan salah satu lembaga negara independen di Indonesia yang telah menerapkan CSR (Corporate Social Responsibility). Salah satu kegiatan CSR yang digagas oleh Bank Indonesia terimplementasi pada program pemberdayaan usaha kecil dan mikro berbasis KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) di Kelurahan Jepara Kecamatan Bubutan Surabaya. Pada dasarnya implementasi program tersebut mempunyai tujuan yang sangat baik yaitu untuk mengatasi permasalahan ekonomi makro di Indonesia yang selama ini masih belum terselesaikan yaitu kemiskinan dan pengangguran. Namun, dalam praktik dan implementasinya program tersebut masih memiliki berbagai kendala dan hambatan salah satunya yaitu stagnan dana. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis pada pola komunikasi pihak stakeholder yang terlibat dalam implementasi program tersebut dengan menggunakan teori tindakan rasionalitas komunikatif Jurgen Habermas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi yang dibangun antara pihak Bank Indonesia dengan PKPU terkait penentuan program pemberdayaan tidak ada yang mendominasi. Walaupun pihak Bank Indonesia selaku pemberi dana CSR pada program tersebut, namun decision maker atau pembuat keputusan tetap berdasarkan pada persetujuan bersama. Penetapan program tersebut juga menunjukkan bahwa Bank Indonesia selaku lembaga negara independen telah melaksanakan konsep Good Corporate Governance. Hal ini berbeda terbalik dengan pola komunikasi antara pihak PKPU dengan anggota KSM, tidak adanya keterlibatan dan partisipasi anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit di ranah ruang publik (public sphere) menyebabkan munculnya kredit macet. Maka dari itu diperlukan keterlibatan ataupun partisipasi anggota KSM melalui komunikasi dua arah yang reguler antara pihak BI, PKPU dan anggota KSM dalam penentuan cicilan kredit sebagai bentuk evaluasi program. Kata Kunci: Corporate Social Responsibility, Good Corporate Governance, public sphere, pemberdayaan, tindakan rasionalitas komunikatif dan konsensus
Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi Pada Komunitas Iphonesia Malang)
ABSTRAK  Liestiana (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Representasi Nilai Tanda Produk Apple (Studi Etnografi pada Komunitas iPhonesia Malang)’. Pembimbing: Anif Fatma Chawa dan Indhar Wahyu Wira Harjo iPhonesia Malang merupakan suatu komunitas yang beranggotakan pemilik segala produk milik Apple. Syarat utama untuk dapat bergabung dengan komunitas iPhonesia Malang haruslah pengguna dari produk Apple. Produk Apple identik dengan memiliki ‘nilai tanda’ tersendiri bagi para anggota komunitas iPhonesia Malang. Representasi dari nilai tanda produk Apple itulah yang menjadi sebuah fenomena menarik pada komunitas iPhonesia Malang, sehingga dari representasi nilai tanda tersebut menghasilkan perilaku-perilaku konsumtif di dalam komunitas iPhonesia Malang. Maka dari itu diperlukan suatu analisis kritis mengenai perilaku-perilaku konsumtif yang dihasilkan dari representasi nilai tanda Apple pada komunitas iPhonesia Malang dengan menggunakan teori masyarakat konsumsi Jean P.Baudrillard. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi. Hasil dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa yang pertama, yaitu komunitas iPhonesia memiliki 3 kegiatan unik yang dikenal dengan sebutan KOPDAR (Kopi Darat), Instameet dan Minggu Hore. Kedua, ditemui beberapa perilaku-perilaku konsumtif yang terjadi pada komunitas iPhonesia Malang. Sehingga ditentukan bahwa Tema Budaya dari penelitian ini adalah perilaku-perilaku konsumtif anggota komunitas iPhonesia Malang merupakan wujud dari Urban Culture. Maka dari itu representasi masyarakat konsumsi di era masyarakat konsumer menurut Baudrillard cukup tergambar pada komunitas iPhonesia Malang ini, dimana saat ini masyarakat lebih cenderung mengkonsumsi nilai tanda dari suatu objek daripada nilai gunanya.  Kata Kunci : Komunitas, Masyarakat Konsumsi, Representasi Nilai Tanda dan Urban Cultur
Penanganan Sampah Sederhana Sebagai Praktik Sosial pada Program “Bank Sampah†di Pasar Baru Kota Probolinggo (Analisis Strukturasi Giddens pada Program “Bank Sampah†Binaan Paguyuban Pedagang Pasar Baru)
ABSTRAK Alintri Septining Siwi Hartoyo. 2013. Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas Brawijaya (UB). Pengelolaan Sampah Sederhana Oleh Paguyuban Pedagang Pasar Baru (Studi Kasus Pada Program Bank Sampah di Pasar Baru Kota Probolinggo, Jawa Timur). Pembimbing Ahmad Imron Rozuli dan Dhany S. Sutopo  Pengelolaan sampah sederhana mempunyai tujuan untuk membuat lingkungan lebih bersih serta memanfaatkan sampah secara ekonomis dan memiliki nilai. Pengelolaan sampah yang dilaksanakan oleh Paguyuban Pedagang Pasar Baru terhadap permasalahan sampah yang ada di pasar baru kota Probolinggo melalui program bank sampah, yang dimana bank sampah ini bisa dimanfaatkan oleh warga pasar sebagai sarana pengelolaan sampah secara sederhana. Adapun penelitian ini juga bertujuan untuk lebih memahami praktik sosial yang terjadi antara Paguyuban Pedagang Pasar Baru dengan warga pasar maupun warga sekitar melalui program bank sampah. Adapun penelitian ini menggunakan perspektif dari Anthony Giddens tentang Teori Strukturasi, yang dimana terdapat dua pendekatan yang Giddens simpulkan tentang pendekatan yang kontras berbeda sehingga menjadi sebuah teori strukturasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah yang dijalankan oleh Paguyuban Pedagang Pasar Baru berjalan sesuai dengan rencana, banyak warga pasar yang mulai mengikuti program Bank Sampah ini. Namun, banyak juga warga pasar yang masih belum mengikuti karena kesadaran mereka terhadap pengelolaan sampah serta melestarikan lingkungan dan juga sosialisasi yang dilakukan belum mencangkup keseluruhan daerah pasar sehingga warga masih enggan untuk mengikuti program bank sampah yang dilaksanakan oleh Paguyuban Pedagang Pasar Baru.  Kata kunci : Agen, Struktur, Praktik Sosial, Bank Sampah Â
HIJABERS SURABAYA SEBAGAI ICON FASHION MUSLIM
HIJABERS SURABAYA SEBAGAI ICON FASHION MUSLIM Oleh: Envoy Starigo Nursihka 0911213053 Â ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai gaya hidup wanita yang tergabung dalam komunitas Hijabers Surabaya sebagai icon fashion muslim. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk memahami dan menganalisis bagaimana gaya hidup wanita muslimah yang tergabung di dalam Hijabers Surabaya dan, untuk memahami bagaimana wanita yang tergabung dalam komunitas ini memaknai apa yang mereka lakukan dalam komunitas hijabers. Teori Baudrillard mengenai masyarakat konsumsi untuk menganalisis gaya hidup wanita muslimah yang tergabung di dalam komunitas Hijabers Surabaya. Wanita yang tergabung dalam komunitas Hijabers Surabaya merupakan icon fashion bagi wanita muslim yang ada di kota Surabaya dan sekitarnya, mereka menjadi sebuah trend gaya hidup pada masyarakat perkotaan. Kegiatan konsumsi yang ada dalam komunitas ini bukan hanya bertujuan untuk menghabiskan suatu nilai guna dari suatu barang barang atau jasa, tetapi mereka mengkonsumsi suatu barang atau jasa berdasarkan nilai-nilai atau tanda yang berada di dalamnya. Gaya hidup mereka dilihat dari busana dalam komunitas Hijabers Surabaya, dan tempat berkumpul dari komunitas Hijabers Surabaya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Â Kata kunci: Gaya Hidup, Hijabers Surabaya, Fashion, Muslim. Â
Implementasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) Studi pada PT. Semen Gresik, di Desa Tlogopatut, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendiskripsikan proses perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik dan Mengetahui implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut. Asumsi awal pada penelitian ini terangkum pada rumusan permasalahan, yaitu: (1) Bagaimana proses dalam perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? (2) Bagaimana implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? Penelitian ini menggunakan teori atau konsep yang dikemukakan oleh Elkington, yaitu Tripple Bottom Line, yang terdiri dari 3 unsur, yaitu profit, plannet, & people. Ketiga unsur tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan bentuk hubungan timbal balik yang sinergis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif  dengan pendekatan studi kasus. Jenis kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena sifat penelitian yang menyeluruh dan deskriptif. Yakni, menggambarkan secara mendalam tentang situasi dan proses yang diteliti sehingga rumusan masalah yang ditentukan akan terjawab. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dalam membentuk program-programnya, CSR PT. Semen Gresik melibatkan stakeholders, yaitu masyarakat serta konsultan. Dimana program-program tersebut telah mewakili ketiga unsur Tripple Bottom Line. Namun demikian, dalam implementasinya lebih mengarah pada charity, serta belum benar-benar memiliki hubungan timbal balik antara satu dengan yang lainnya, sehingga belum tercipta hubungan yang sinergis.  Kata Kunci: Proses & perencanaan CSR, Implementasi CS