Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota
ABSTRAKSaat ini berwirausaha menjadi pilihan perempuan untuk dapat bekerja membantu perekonomian keluarganya, namun untuk mendapatkan modal usaha menjadi kendala bagi mereka untuk memulai usaha. Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan menjadi pilihan perempuan pekerja UMKM untuk mendapatkan modal usaha. Selain mudah untuk bergabung menjadi anggota dan meminjam dana, koperasi yang dikelola oleh pemerintah Dinas Koperasi dan UMKM ini memberikan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi yang tujuannya untuk memberdayakan perempuan pekerja .Dalam penelitian ini yang ingin peneliti ketahui adalah bagaimana upaya Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri dalam memberdayakan perempuan pekerja dan alasan perempuan pekerja tersebut memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri.Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas secara keseluruhan dan mendalam, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Dengan analisa menggunakan Teori Pilihan Rasional James S. Coleman karena tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah kepada suatu tujuan dan tujuan itu (dan juga tindakan) ditentukan oleh nilai atau pilihan (preferensi).Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) atas kepercayaan yang diberikan oleh perempuan pekerja UMKM kepada Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan mendorong pemerintah mengupayakan pemberdayaan perempuan pekerja UMKM, Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan sebagai koperasi yang dikelola langsung oleh pemerintah dari Dinas Koperasi dan UMKM melakukan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi tersebut supaya sumber daya berupa dana modal yang diberikan bisa terealisasikan untuk berwirausaha. Hubungan relasi yang muncul antar anggota Koperasi dapat memperluas jaringan mereka untuk mengembangkan usahanya (2) Alasan perempuan pekerja memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan adalah karena koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan dipercaya memiliki sumber daya yang dapat mereka manfaatkan untuk pengembangan usaha dan bila dibandingkan dengan meminjam dana melalui bank, melalui koperasi ini lebih mudah, selain tidak ada syarat untuk menjadi anggota koperasi, meminjam dana di Koperasi Wanita Puspita Kencana tidak menggunakan jaminan dan bunga ringan. Selain itu juga mendapat pembinaan langsung dari pemerintah Kota Kediri, sehingga bagi mereka yang baru memulai berwirausaha bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang perkoperasian dan kewirausahaan.Kata Kunci : Koperasi, Pemberdayaan, Pilihan Rasional, Modal Sosial, Usaha Mikro, Kecil dan MenengahDewi Amalia (2009). Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, University of Brawijaya. Role of Women Cooperative Puspita Kencana In Working Women Empowerment Micro, Small and Medium Enterprises. Darsono Wisadirana and Andini Setya Karlina
KONTESTASI KEKUASAAN DALAM PRAKTIK SOSIAL KEAGAMAAN GERAKAN PEMUDA ANSOR DI KABUPATEN JOMBANG
ABSTRAKMemasuki era reformasi, berbagai ormas Islam telah menunjukkan pergerakannya yang lebih dinamis. Salah satunya adalah Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), yang merupakan badan otonom dari organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU), saat ini cenderung menunjukkan pergeseran pergerakan, dari yang dulunya bergerak dalam lingkup tradisi NU saja, tetapi pada saat ini lebih menunjukkan pergerakan yang lebih luas. Namun, adanya pergeseran pergerakan ini memunculkan sebuah perdebatan dan tarik ulur didalam internal Ansor, antara golongan yang masih mempertahankan tradisi dan golongan yang lebih progresif. Hal ini yang kemudian menyebabkan terjadinya pertarungan (kontestasi) kekuasaan antar individu didalamnya. Beberapa kasus yang menggambarkan pergeseran pergerakan pada GP Ansor di Jombang antara lain, GP Ansor Jombang menyelenggarakan konser Slank, mengadakan Jambore Vespa, Konvoi pengamanan Tahun Baru Masehi, Penjagaan Gereja dan ikut serta memberikan pengawalan terhadap pasangan Pilkada Jombang 2013. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa praktik sosial keagamaan yang dilakukan GP Ansor merupakan hasil dari kontestasi kekuasaan dalam internal Ansor yang muncul akibat dari adanya pergeseran tindakan yang dilakukan. Praktik sosial yang dilakukan ini merupakan sebuah strategi untuk menjaga eksistensi organisasi di era reformasi dan kebebasan ditengah aktifnya kembali berbagai ormas Islam yang lain. Strategi eksistensi organisasi ini dilakukan dengan upaya membangun berbagai modal baik modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik yang terejawantahkan dalam bentuk praktik sosial keagamaan yang dilakukan.Kata Kunci : Praktik sosial keagamaan, habitus, kontestasi, GP Ansor, moda
Pilihan Rasional dan Modal Sosial Petani (Studi Kasus Penyewaan Lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)
ABSTRAKSI Eko Hariyanto. (2014). Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya, Malang. PILIHAN RASIONAL dan MODAL SOSIAL PETANI. (Studi Kasus penyewaan lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang). Pembimbing: Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si dan Nike Kusumawanti, S.Sos., M.A Â Penelitian ini membahas tentang proses terbentuknya pilihan rasional dalam penyewaan lahan yang dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindakan penyewaan lahan petani di Desa Pandan Sari dan motif atau faktor-faktor yang menjadi pendorong penyewaan lahan serta tujuan yang ingin dicapai melalui tindakan penyewaan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari Coleman yang menjelaskan bahwa tindakan seseorang mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan tindakan tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang dia miliki. Ada 2 unsur utama dalam teori pilihan rasional Coleman yaitu aktor dan sumber daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah penyewaan lahan dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari karena beberapa hal yaitu:Â pertama Lahan yang tidak tergarap karena pemilik lahan sibuk dengan pekerjaannya diluar petani. kedua Keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani sehingga petani lebih memilih untuk menyewakan lahannya daripada harus menanggung kerugian yang lebih besar jika menggarapnya dan dengan menyewakan lahan tersebut petani juga bisa mendapatkan modal untuk bertani kembali. ketiga Penyewaan lahan dilakukan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya seperti pendidikan dan kesehatan. Norma atau peraturan yang terbentuk dalam penyewaan lahan di Desa Pandan Sari yaitu berupa surat perjanjian yang ditanda tangani oleh pihak pemilik dan penyewa, selain itu penyewaan lahan di Desa Pandan Sari juga tidak ada kaitannya dengan perpindahan hak waris lahan. Kepercayaan bagi warga Desa Pandan Sari sangat penting karena kepercayaan ini sebagian besar dari mereka menyewakan lahannya tanpa memakai surat perjanjian hanya lewat perjanjian lisan saja. Modal sosial atau relasi yang terbentuk dalam praktik sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari yaitu hubungan antara pihak pemilik lahan dan penyewa yang mempunyai kepentingan masing-masing dan melakukan transaksi untuk memenuhi kepentingannya tersebut. Modal sosial ada untuk mempermudah adanya transaksi sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari. Â Â Kata kunci: Aktor, Sumber Daya, Alternatif Pekerjaan, Alternatif Tanaman
Komunitas Tanoker Ledokombo: Pendorong Perubahan Sosial Pedesaan Melalui Pendekatan Budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur
Penelitian ini membahas tentang komunitas belajar dan bermain Tanoker Ledokombo sebagai agen yang mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses transfer nilai budaya sebagai bentuk pendekatan budaya yang diberikan oleh Tanoker Ledokombo untuk diterapkan dalam kehidupan sosial anak-anak di wilayah tersebut serta mengetahui bentuk-bentuk perubahan individu dan perubahan kolektif yang terjadi pada masyarakatnya. Landasan teoritis dalam penelitian ini adalah teori strukturasi dengan berdasarkan pada asumsi Anthony Giddens tentang dualitas antara struktur dengan pelaku (agen); tiga gugus struktur, yaitu struktur dominasi, struktur signifikasi, dan struktur legitimasi; serta tiga tahapan kesadaran mencakup motivasi tidak sadar, kesadaran diskursif, dan kesadaran praktis. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian etnografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanoker Ledokombo mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya dengan cara melaksanakan kegiatan pembimbingan dengan media permainan tradisional egrang sekaligus nyanyian diiringi alat musik yang kemudian dipertajam membahas tema-tema tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, materi pembimbingan mengenai nilai-nilai budaya yang terdapat pada setiap medianya dapat menciptakan perubahan sosial pedesaan. Perubahan itu dimulai dari perubahan individu berupa perubahan kesadaran individu yang dapat nampak melalui pola pikir dan perilaku menuju kesadaran kolektif kearah perubahan kolektif berupa kerja sama dalam keluarga, antar masyarakat desa di dalam Kecamatan Ledokombo, dan antara masyarakat Kecamatan Ledokombo dengan masyarakat luar Kecamatan Ledokombo. Kata Kunci: Komunitas Belajar dan Bermain Tanoker Ledokombo, Pendekatan Budaya, Perubahan Sosial Pedesaa
PERILAKU SOSIAL REMAJA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN DIET DI LINGKUNGAN RUMAH KONTRAKAN (Studi Kasus Di Rumah Kontrakan Jalan Watugong Nomer 35 Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang)
Penelitian ini membahas tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan watugong nomer 35, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di dalam lingkungan tertentu. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Erving Goffman yaitu teori Dramaturgi menjelaskan bahwa interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater atau drama diatas panggung. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiriâ€. Dalam mencapai tujuan tersebut, menurut konsep dramaturgis manusia mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung setiap perannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang berupaya memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang sedang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35 Hasil penelitian ini yang dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari para remaja tersebut dengan perbedaan perilaku sosial sebagai Dramaturgi remaja perempuan yang melakukan diet dan remaja yang tidak melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35.  Di panggung depan remaja (aktor) berupaya untuk menunjukan diet yang benar dan sempurna di depan teman-temannya. Dalam penampilan dan sikap dari remaja perempuan yang melakukan diet tersebut berbeda-beda sesuai dengan skenario yang mereka mainkan di atas panggung. Sedangkan di panggung belakang sebagai kehidupan remaja yang sebenarnya ada di belakang panggung, remaja (aktor) bebas melakukan kegiatan apa saja tanpa sepengetahuan teman-temannya
HUBUNGAN MODEL PENGASUHAN ORANG TUA DENGAN POLA PERILAKU SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA SHALAHUDIN MALANG (Studi pada siswa Sekolah Menengah Pertama Shalahudin Malang)
ABSTRAK Â Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menjelaskan hubungan model pengasuhan orang tua dengan pola perilaku siswa SMP Shalahudin Malang yang juga dipengaruhi oleh tingkat kepemilikan dan akses media teknologi informasi dan tingkat penerimaan di dalam peer group. Adapun beberapa pertimbangan yang mendasari pemilihan tempat penelitian ini adalah hampir di setiap tahun ajaran pendidikan terdapat siswa yang dikeluarkan atau dipindahkan sekolah disebabkan karena perilaku saat di sekolah yang disebabkan adanya permasalahan di keluarga seperti orang tua yang broken home, sering bertengkar, serta orang tua yang sibuk bekerja karena perekonomian keluarga yang kurang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (r hitung) Rank Kendal (0,313) > r tabel diketahui (0,183), sehingga H1 diterima dan H0 ditolak. Sedangkan nilai koefisien korelasi variabel ketiga lebih kecil yaitu xy.z1 (0,293) dan xy.z2 (0,283). Hal ini menunjukkan bahwa model pengasuhan orang tua yang demokratis dan otoriter positif akan membuat siswa bertanggung jawab, sopan dan patuh, dimana hubungan ini akan semakin kuat jika tingkat kepemilikan dan akses media teknologi informasi digunakan untuk hal yang positif dan juga tingkat penerimaan di dalam peer group yang didasarkan oleh saling kenal atau keakraban serta aktifitas peer group yang positif. Namun di sisi lain peran tingkat kepemilikan dan akses media teknologi informasi dan tingkat penerimaan di dalam peer group juga dapat memperlemah hubungan model pengasuhan orang tua dengan pola perilaku siswa SMP Shalahudin Malang. Hal ini disebabkan karena penggunaan media teknologi informasi yang kurang bermanfaat dan tidak tepat serta nilai-nilai di dalam peer group yang negatif. Â Kata kunci: orang tua, media, peer group, sisw
RASIONALITAS MEMBER DALAM MELAKUKAN BISNIS TRADING FOREX DI KOTA MALANG (Studi Kasus Terhadap Member Grup “Amanah†Di Kota Malang)
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memahami rasionalitas member dalam melakukan bisnis trading forex di Kota Malang. Fokus penelitian ini ada pada rumusan masalah, yaitu: Bagaimana rasionalitas member investasi yang memilih bergabung dalam trading forex di dalam grup “Amanahâ€. Bisnis investasi trading forex di grup Amanah dimanfaatkan aktor untuk menjadi member demi mencapai tujuan yang diinginkan. Dasar rasionalitas member adalah berusaha untuk mendapatkan keuntungan dengan mudah dan maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dengan menjadi member trading forex di grup Amanah. Penelitian ini menggunakan teori atau konsep dari James S Coleman tentang pilihan rasional yang meliputi konsep diri, kepentingan, nilai, kekuatan dan tindakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif eksplanatif dengan pendekatan studi kasus tunggal. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah kebanyakan member mendapat hasil dan pengalaman yang berbeda-beda. Terdapat temuan lain setelah member melakukan tindakan di trading forex grup Amanah yaitu dampak positif seperti mendapat keuntungan dan tetap menjalankan bisnis trading forex dan belajar trading sendiri maupun dampak negatif seperti kerugian dan kapok atau tidak mau lagi mengikuti bisnis trading forex. Sehingga akan tercapai tujuan yang kongkrit terhadap hal atau peristiwa yang akan dijalani selanjutnya. Kata Kunci: Rasionalitas dan Tindakan, Member, Bisnis Trading Forex, Grup Amanah
KONSUMSI TANDA PADA FASHION HIJAB (Deskripsi Konsumsi Fashion Hijab pada Anggota Hijab Beauty Community, Malang)
ABSTRAK Â Kehidupan manusia saat ini seakan tidak dapat terlepas dari gemerlap dunia fashion. Fashion memasuki setiap sendi kehidupan, termasuk spiritual. Hal ini tergambar pada semakin berkembangnya fashion hijab di Indonesia. Penelitian ini kemudian diadakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsumsi atas hijab yang kini tengah berkembang berbaur dengan dunia fashion. Perkembangan fashion hijab memiliki banyak dampak positif bagi umat muslim di Indonesia, diantaranya semakin banyak muslimah yang berhijab dan juga mampu meningkatkan perdagangan dalam negeri. Namun dampak negatif konsumsi fashion tidak dapat dihindari. Muslimah semakin konsumtif dan memandang hijab adalah sebuah komoditas fashion yang mampu digunakan untuk menaikkan prestise, menunjukkan eksistensi ataupun mengukuhkan kelasnya sebagai muslimah mapan. Konsep fashion diyakini Baudrillard seperti sebuah proyek yang menggiring konsumen untuk memaksimalkan daya belinya demi menjadi manusia di baris depan kenikmatan (lihat Baudrillard, 1970:89). Melalui tanda yang ada pada komoditas hijab, mereka ingin memaksimalkan tampilannya untuk tampil lebih modis dan terlihat berbeda daripada muslimah lainny. Pada akhirnya mereka semakin kecanduan berbagai artefak fashion terbaru, lantas selalu mengupayakan untuk membelinya. Demikian menurut Baudrillard, apa yang dikonsumsi oleh masyarakat postmodern adalah konsumsi itu sendiri. Mereka yang menganut gaya hijab kontemporer kemudian mengkonsumsi hijab bukan lagi berdasar pada nilai guna ataupun nilai tukar, melainkan nilai tanda yang tersimpan dalam komoditas hijab. Kata kunci: fashion hijab, modis, konsumsi, nilai tanda, dan eksistensi
PRAKTIK SOSIAL DALAM ALOKASI DANA DESA UNTUK PROGRAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT (Studi kasus di Desa Wonorejo Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang)
ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang implementasi kebijakan alokasi dana desa (ADD) dengan sebuah praktik sosial dalam proses perencanaan dan pelaksanaan. Dengan tujuan menganalisis bentuk praktik sosial dalam perencanaan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang dianggarkan melalui ADD, yang mana dana ADD 70% untuk program pemberdayaan dan 30% aparatur pemerintahan desa. Dalam penelitian ini bentuk perencanaan dan pelaksanaannya lebih didominasi agen yang menguasai struktur S-D-L.Penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang mengagas agen dan struktur. Agen yang memiliki beberapa bentuk kesadaran agen yang meliputi motiv tak sadar, kesadaran diskursif dan kesadaran praktis. Giddens juga memaparkan definisi dari struktur, terbagi tiga proposisi yaitu: (1) Signifikasi; (2) Dominasi; dan (3) Legitimasi. Kemudian hubungan keduannya antara agen dan struktur membentuk keterulangan dalam lintas ruang dan waktu menjadi praktik sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus.Hasil dari penelitian dimana signifikasi tanpa didasari dengan dominasi dan legitimasi maka siginifikasi itu menjadi hampa atau percuma, dalam permasalahan yang diangkat peneliti fungsi kepala desa yang secara otomatif memiliki S-D-L dan praktik sosial ini terbentuk dengan adanya kesadaran dari tiap-tiap agen terus-menerus dalam lintas ruang dan waktu. Ketika kepala desa membentuk suatu program maka, perangkat desa dan jajaran lainnya turut serta membantu karena sudah menjadi kewajiban dari warga ikut dalam kegiatan desa atau kepala desa.Pengelolaan anggaran yang memang anggaran tersebut merupakan anggaran khusus program pemberdayaan masyarakat yaitu Alokasi Dana Desa ADD. Sebesar 70% dana ADD untuk program pemberdayaan masyarakat dan 30% untuk aparatur pemerintahan desa. Dalam teori strukturasi Anthony Giddens, agen dan struktur harus saling berhubungan. Dimana agen melakukan sesuatu maka disitulah struktur mengatur jalannya sebuah kondisi masyarakat dengan pihak-pihak agenKata Kunci : Praktik sosial, agen dan struktur, kepala desa, alokasi dana desa (ADD), program pemberdayaa
TRANSFROMASI POLA HUBUNGAN KERJA PETANI PADA SEKTOR PERTANIAN (Studi Kasus Pada Kelompok Petani di Desa Ngreco, Kecamatan Selorejo, Kabupaten Blitar)
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang transformasi pola hubungan kerja pada sektor pertanian di Desa Ngreco Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana proses transformasi pola hubungan kerja petani dan untuk mengetahui ulasan atau latar belakang terjadinya perubahan pola hubungan kerja petani dalam rangka intensifikasi pertanian di Desa Ngreco. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Hayami dan Kikuchi yaitu tentang modernisasi pertanian. Dalam modernisasi pertanian, perubahan pada sektor pertanian diantaranya melalui berbagai proses yaitu pertumbuhan penduduk, teknologi baru yang menghemat lahan dan padat karya, hak milik lahan dan ikatan kontrak antara petani. Perubahan tersebut kemudian menimbulkan adanya ketimpangan sosial dan stratifikasi sosial diantara petani. Teori tersebut digunakan untuk menganalisis transformasi pola hubungan kerja petani pada sektor pertanian dalam rangka intensifikasi pertanian di Desa Ngreco.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Jenis studi kasus yang digunakan adalah studi kasus intrinsik yaitu penelitian dilakukan karena keterikatan atau kepedulian pada suatu kasus khusus guna memahami secara utuh kasus tersebut. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya transformasi atau perubahan pada sektor pertanian di Desa Ngreco Kecamatan Selorejo Kabupaten Blitar digambarkan dengan kepemilikan lahan yang bergeser, alih fungsi lahan dan perubahan pola hubungan kerja yang terjadi diantara petani (petani pemilik, petani penggarap dan buruh tani). Selain itu perubahan juga terjadi pada sistem bagi hasil yaitu sistem mrotelu, sistem maro dan sistem ngedok tandur yang terjadi antara petani pemilik, petani penggarap dan buruh tani, sehingga bisa menimbulkan stratifikasi sosial dan ketimpangan sosial. Kata kunci: Transformasi pertanian, modernisasi pertanian, pola hubungan kerja