Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
PERLAWANAN PEDAGANG PASAR BLIMBING (STUDI KASUS TENTANG STRATEGI PEDAGANG PASAR BLIMBING DALAM MENGUBAH ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PASAR BLIMBING)
ABSTRAKKeinginan Pemkot Malang untuk membangun salah satu pasar tradisional di Kota Malang tidaklah mudah. Pasar Blimbing, pasar yang direncakan akan dibangun sejak tahun 2009 ini belum bisa dilaksanakan sampai sekarang. Pedagang Pasar Blimbing melakukan perlawanan terhadap kebijakan pembangunan pasar ini karena dianggap merugikan mereka. Penelitian ini menggunakan teori dari James C. Scott yang melahirkan pandangannya sendiri tentang patron-klien dan perlawanan. Teori ini digunakan sebagai pisau analisis utama dalam menjelaskan bagaimana perlawanan pedagang pasar Blimbing sebagai strategi mengubah arah kebijakan pembangunan Pasar Blimbing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemacetan pembangunan Pasar Blimbing ini terjadi karena perbedaan pandangan antara pedagang Pasar Blimbing dengan Pemkot Malang dan PT.KIS tentang konsep pembangunan. Cara atau strategi yang digunakan oleh pedagang adalah dengan melakukan perlawanan. Pedagang melakukan perlawanan dengan berbagai cara seperti menggunakan haknya sebagai klien dari seoarang patron, membangun jaringan dengan Komnas HAM, Ombudsman, P otoda UB, MCW, untuk memperkuat daya tawarnya, demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi dan mencari dukungan, argumentasi dan negoisasi terhadap dampak terburuk jika tetap melaksanankan pembangunan dengan konsep yang ditawarkan Pemkot Malang dan PT.KIS.Kata kunci : Pembangunan, Pasar tradisional, Perlawanan, Strategi
KONSUMSI TANDA PADA FASHION HIJAB (Deskripsi Konsumsi Fashion Hijab pada Anggota Hijab Beauty Community, Malang)
ABSTRAK Â Kehidupan manusia saat ini seakan tidak dapat terlepas dari gemerlap dunia fashion. Fashion memasuki setiap sendi kehidupan, termasuk spiritual. Hal ini tergambar pada semakin berkembangnya fashion hijab di Indonesia. Penelitian ini kemudian diadakan untuk menganalisis dan mendeskripsikan konsumsi atas hijab yang kini tengah berkembang berbaur dengan dunia fashion. Perkembangan fashion hijab memiliki banyak dampak positif bagi umat muslim di Indonesia, diantaranya semakin banyak muslimah yang berhijab dan juga mampu meningkatkan perdagangan dalam negeri. Namun dampak negatif konsumsi fashion tidak dapat dihindari. Muslimah semakin konsumtif dan memandang hijab adalah sebuah komoditas fashion yang mampu digunakan untuk menaikkan prestise, menunjukkan eksistensi ataupun mengukuhkan kelasnya sebagai muslimah mapan. Konsep fashion diyakini Baudrillard seperti sebuah proyek yang menggiring konsumen untuk memaksimalkan daya belinya demi menjadi manusia di baris depan kenikmatan (lihat Baudrillard, 1970:89). Melalui tanda yang ada pada komoditas hijab, mereka ingin memaksimalkan tampilannya untuk tampil lebih modis dan terlihat berbeda daripada muslimah lainny. Pada akhirnya mereka semakin kecanduan berbagai artefak fashion terbaru, lantas selalu mengupayakan untuk membelinya. Demikian menurut Baudrillard, apa yang dikonsumsi oleh masyarakat postmodern adalah konsumsi itu sendiri. Mereka yang menganut gaya hijab kontemporer kemudian mengkonsumsi hijab bukan lagi berdasar pada nilai guna ataupun nilai tukar, melainkan nilai tanda yang tersimpan dalam komoditas hijab. Kata kunci: fashion hijab, modis, konsumsi, nilai tanda, dan eksistensi
Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu)
ABSTRAKSI Ririn Retno Wati. (2014). Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Brawijaya Malang. ‘Pemaknaan Uang Pinjaman (Studi Fenomenologis tentang Makna Uang Pinjaman bagi Debitur BPR Delta Malang di Kelurahan Sisir Kota Batu)’. Pembimbing: Anif Fatwa Chawa dan Andini Setya Karlina Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin banyaknya program dan lembaga kredit yang bermunculan di masyarakat. Program tersebut berupa kegiatan-kegiatan kredit seperti dari bank, individu atau pun lembaga sosial di masyarakat. Dari semakin banyaknya program serta lembaga tersebut pada akhirnya memberikan dampak konsumtif pada penggunanya. Hal ini juga akan menimbulkan persepsi serta pemberian makna uang pinjaman di masyarakat. Masyarakat akan memberikan anggapan yang lain terhadap uang pinjaman.. Penelitian ini mencoba melihat lebih dalam tentang penggunaan uang pinjaman, dampak serta makna uang pinjaman oleh debitur BPR Delta Malang. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teori interaksi Georg Simmel. Jenis penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara mendalam dengan sembilan informan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa latar belakang para debitur berhutang yaitu adanya kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi namun tidak adanya biaya. Sehingga mereka berhutang pada BPR. Dalam penggunaannya uang pinjaman tidak selalu untuk modal usaha namun juga untuk konsumsi. Dengan menggunakannya sebagai konsumsi para debitur beranggapan bahwa dapat meningkatkan status sosial mereka. Uang pinjaman juga dapat memberikan nilai beban dan kesenangan tersendiri, hal ini termasuk dalam segi emosi. Di sisi yang lain mudahnya akses meminjam uang di BPR menjadikan para debitur mempercayai dan kembali menggunakan uang pinjaman. Kata Kunci: Lembaga kredit, hutang, makna uang pinjaman, uan
Dinamika Kelompok Mandiri Perempuan (KMP) terhadap Program Pemberdayaan Ekonomi Simpan Pinjam (Studi Pada Dampingan LSM RUMPUN Di Dukuh Jatimulyo, Desa Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang)
Abstrak Perempuan desa memiliki potensi yang belum dikembangkan dengan baik dalam pembangunan karena secara kultural mereka terikat oleh adat dan budaya setempat. Perempuan desa memiliki pendidikan yang rendah, kurangnya keterampilan, pembagian kerja secara seksual yang masih kaku dan tinginya angka pernikahan dini. Untuk memberikan pilihan lebih kepada perempuan, LSM RUMPUN memberikan kontribusinya dengan membentuk pemberdayaan kelompok di pedesaan. LSM RUMPUN memiliki beberapa tema program antara lain: pengembangan ekonomi melalui skema simpan pinjam guna peningkatan pendapatan, pendidikan warga negara, advokasi kebijakan dengan kepentingan perempuan, dan pengembangan mata pencaharian berbasis lingkungan. LSM RUMPUN dalam menjalankan program pengembangan tersebut memberikan fokus pada perempuan di daerah pedesaan. Pengembangan dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok mandiri perempuan yang kemudian mendapatkan pendampingan oleh LSM RUMPUN. Salah satu desa yang menjadi target pemberdayaan LSM RUMPUN adalah Desa Jatiguwi, Dukuh Jatimulyo. Dua kelompok di Dukuh tersebut yakni KMP Intan dan KMP Mutiara dibimbing untuk dapat melakukan kegiatan simpan pinjam dan kegiatan produksi. Program simpan pinjam kemudian menjadi hal yang menarik peneliti untuk meninjau dinamika kelompoknya mengenai fenomena tersebut lebih lanjut. Untuk melihat dinamika kelompok yang terjadi, peneliti menggunakan konsep dari Ruth Benedict (dalam Santosa, 2004: 7) yakni melihat segi dari segi kohesi (persatuan), motif (dorongan), struktur, pimpinan, dan perkembangan kelompok. Dengan analisis dari dinamika kelompok ini selanjutnya akan nampak faktor-faktor yang secara fluktuatif mempengaruhi perkembangan kelompok baik dari dalam (intrinsik) maupun dari luar (ekstrinsik). Dari perkembangan kelompok yang ada pada KMP Intan dan KMP Mutiara, peneliti lalu mengkategorikan kelompok tersebut pada kelompok yang increase dan kelompok yang decrease dengan berpedoman pada potensi yang dimiliki kelompok tersebut. Â Kata kunci: Program Simpan Pinjam, Analisis Dinamika kelompok, Faktor Intrinsik, Faktor Ekstrinsik Â
RESOLUSI KONFLIK ANTARA PENGUSAHA DAN PEKERJA DI PABRIK ROKOK (Studi Kasus Mengenai Demonstrasi Pekerja Akibat Pelanggaran Hak Normatif yang Dilakukan oleh Pengusaha di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang)
ABSTRAKSI Â Studi ini membahas resolusi konflik antara pengusaha dan pekerja di Pabrik Rokok Adi Bungsu Kota Malang. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat baik akademis maupun praktis mengenai konflik di dunia industri, model resolusi konflik yang efektif, dan hubungan industrial yang terbangun pasca resolusi konflik. Penelitian ini menggunakan teori konflik Ralf Dahrendorf. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konflik disebabkan oleh pengusaha yang berencana menurunkan THR dan menetapkan uang pesangon yang tidak sesuai dengan masa kerja pekerja borongan. Resolusi konflik yang ditempuh terkait konflik rencana penurunan THR dan konflik penetapan uang pesangon pekerja yang di-PHK dapat terselesaikan secara bipartit dengan menerapkan demokrasi industri. Kemudian hasil penelitian terkait hubungan industrial antara pekerja dan pemilik pabrik pasca resolusi konflik menunjukkan kondisi hubungan yang harmonis. Selain itu, pekerja dan pengusaha telah memperbaiki pola pengambilan keputusan sehingga berbagai kebijakan yang akan diterapkan di pabrik merupakan hasil dari musyawarah bersama. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat beberapa konflik laten di pabrik tersebut baik antara mandor dengan pekerja maupun antar pekerja kelas bawah pasca terjadinya beberapa konflik terbuka yang telah terselesaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa konflik tidak dapat dihindari karena konflik merupakan kenyataan sosial di suatu relasi dalam sistem. Â Â Kata Kunci: konflik industri, hak normatif, pekerja dan pengusaha. Â Â Â Â Â
HIBRIDITAS DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA PENGGEMAR (Studi Etnografi tentang Budaya Penggemar pada Fandom VIP Malang)
Terpaan akan fenomena Hallyu Wave sudah mulai dirasakan di Indonesia. Masuknya drama-drama Korea dan juga musik K pop di beberapa stasiun televisi swasta menjadi buktinya. Kepopuleran musik K pop juga ditandai dengan merebaknya fansclub-fansclub atau yang biasa disebut dengan fandom turut mewarnainya. Jurnal ini akan memaparkan mengenai pembentukan budaya penggemar di dalam fandom yang bernama VIP yang bertempat di Kota Malang serta gejala hibriditas di dalamnya. Penelitian ini merupakan studi etnografi yang dianalisis dengan menggunakan konsep dari Henry Jenkins mengenai budaya penggemar untuk membantu menjelaskan proses pembentukan budaya penggemar, serta teori hibriditas dari Homi K. Bhabha untuk menganalisis bentuk hibriditas budaya penggemar. Budaya penggemar terbentuk melalui perilaku fandom antara lain fansite, fangath, fanproject, fancover, fanfic, fanart, fanchant, fancam/fanvid, dan fanwar, serta atribut fandom yang tampak pada crown, bias, dresscode, goodies, handbanner, crownstick, dan encore. Kemudian bentuk hibriditas ditunjukkan pada domain fanfic dan fancover
PANGERAN DAN PUTERI LINGKUNGAN SEBAGAI IDENTITAS SISWA PEDULI LINGKUNGAN
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang Pangeran dan Puteri Lingkungan sebagai identitas siswa peduli lingkungan. Tujuan penelitian adalah memahami dan menganalisis terbentuknya identitas Pangeran dan Puteri Lingkungan sebagai siswa peduli lingkungan serta representasi identitas siswa peduli lingkungan yang dilakukan Pangeran dan Puteri terhadap lingkungan di Kota Surabaya. Manfaat dari penelitian ini sebagai kontribusi referensi sosiologi, khususnya ditinjau dari persepektif identitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa identitas siswa peduli lingkungan yang disandang Pangeran dan Puteri Lingkungan merupakan identitas yang diberikan LSM Tunas Hijau kepada siswa yang mempunyai kepedulian lingkungan yang tinggi. Identitas tersebut merupakan sebuah pembeda antara dirinya dengan siswa yang lain. Identitas siswa peduli lingkungan direpresentasikan dalam tindakan atau perilaku ramah lingkungan seperti mengurangi penggunaan kantong plastik, membuang sampah pada tempatnya, mengemat listrik, mengemat air serta menanam pohon dan bersepeda untuk pergi pada jarak dekat untuk mengurangi polusi udara banyak mereka lakukan. Tidak anya itu, representasi identitas siswa peduli lingkungan juga dapat terliat dari tindakan atau perilaku Pangeran dan Puteri Lingkungan dalam mengajak orang lain atau masayarakat kota Surabaya untuk menjaga lingkungan. Tindakan atau perilaku tersebut direpresentasikan dengan adanya kegiatan seperti sosialisasi lingkungan kesekolah-sekolah, Family Tree Planting, Jambore air, kampanye hari bumi dan lain-lain. Kata kunci: Pengeran dan Puteri lingkungan, Identitas, Representasi
PEMBERDAYAAN REMAJA TERLANTAR SEBAGAI UPAYA PEMBENTUKAN KEMANDIRIAN (Studi Evaluasi di Pelayanan Sosial Remaja Terlantar (PSRT) Blitar)
 ABSTRAKSI  Studi ini membahas mengenai pemberdayaan remaja terlantar yang dilaksanakan di PSRT Blitar. Penelitian ini penting untuk dikaji agar dapat memberikan manfaat, tidak hanya secara akademis tetapi juga praktis, mengenai pemberdayaan yang dilaksanakan untuk remaja terlantar. Penelitian ini menggunakan teori ACTORS Sarah Cook dan Steve Macaulay. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi evaluasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberdayaan yang dilaksaanakan oleh PSRT Blitar adalah berupa bimbingan fisik, sosial, mental, dan keterampilan kerja. Terdapat beberapa hambatan dalam proses pelaksanaan pemberdayaan dan itu berpengaruh terhadap output dari pemberdayaan. Hingga saat ini, pemberdayaan yang dilaksanakan untuk dapat membentuk kemandirian kerja remaja terlantar kurang berjalan dengan baik, hal tersebut terbukti dari jumlah kemandirian kerja alumni yang semakin menurun setiap angkatannya. Oleh karena itu, kemandirian kerja yang diharapkan dapat digunakan untuk menghapuskan stigma dari remaja terlantar juga masih jauh dari harapan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat kekerasan fisik terhadap beberapa remaja terlantar yang dilakukan oleh pekerja sosial di PSRT Blitar. Di akhir laporan penelitian ini, peneliti mengajukan dua rekomendasi program, yaitu kartu kendali remaja terlantar dan paguyuban pekerja.  Kata Kunci: pemberdayaan, remaja terlantar, kekerasan fisik, dan rekomendasi program.  Â
KONFLIK INDUSTRI DALAM HUBUNGAN BURUH DAN PENGUSAHA (Studi Kasus Mekanisme Konflik Industri dalam Hubungan Buruh dan Pengusaha di Perusahaan “Xâ€, Malang)
ABSTRAK Studi ini membahas tentang konflik yang terjadi antara buruh dan pengusaha Perusahaan “Xâ€, Malang. Konflik disebabkan oleh kontrol yang dilakukan oleh pihak perusahaan (pengusaha beserta manajemen) terhadap buruh yang dinilai terlalu memberatkan buruh. Penelitian ini membahas bagaimana mekanisme konflik yang diawali dengan distribusi wewenang dan kekuasaan hingga terbentuknya kelompok kepentingan antara pihak buruh dan pihak Perusahaan “Xâ€, Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme konflik terbentuk dari keterkaitan unsur yang muncul akibat distribusi wewenang dan kekuasaan. Implikasi tersebut menjadikan beberapa unsur saling terkait dan bekerja semenjak prakonflik hingga pasca konflik. Unsur yang muncul diantaranya hubungan kekuasaan antara pengusaha dan buruh kerah biru, dominasi yang digambarkan dengan perintah dan sanksi, keterpaksaan yang dialami oleh buruh kerah biru, bentuk kepentingan yang secara teoritis terdiri dari kepentingan manifes dan laten. Dalam mekanisme konflik, peneliti menemukan bahwa kepentingan manifes tidak hanya terbentuk melalui penyadaran, namun terbentuk pada saat buruh dengan kapasitasnya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri sebagai kelompok tertindas. Penyelesian konflik dilakukan melalui compromise oleh pihak buruh dan pihak perusahaan. Pihak perusahaan diwakilkan oleh cucu dari pemilik perusahaan dan tidak memiliki posisi struktural dalam perusahaan. Hal ini dilakukan karena wakil perusahaan memiliki pandangan yang berbeda dengan pihak struktur perusahaan mengenai mekanisme penyelesaian konflik industri. Perbedaan pandangan ini ditunjukan dengan mekanisme penyelesaian konflik yang telah dilakukan. Pihak perusahaan menghendaki penyelesaian melalui Pengadilan Hubungan Industri, sedangkan wakil perusahaan menginginkan penyelesaian konflik secara bipartit sehingga konflik dapat segera terselesaikan.  Kata Kunci: konflik industri, buruh, pihak perusahaan, mekanisme konflik
POLA TATANAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN TATA RUANG PADA PERMUKIMAN PEMULUNG KALISARI (Studi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang)
Pertumbuhan penduduk dan migrasi desa-kota yang terus meningkat merupakan penyebab utama terciptanya pemukiman kumuh. Pertumbuhan sektor perekonomian pada sebuah kota memicu timbulnya arus urbanisasi yang akhirnya menimbulkan permasalahan pada sektor perumahan dan pemukiman. Berbagai faktor tentunya yang mendasari mereka melakukan perpindahan. Seperti halnya yang terjadi di komunitas pemulung Kalisari. Wilayahnya ada di bantaran sungai menjadikan permasalahan tersendiri. Perilaku yang kurang sehat, adanya kumpulan sampah hasil memulung di lingkungan dan banjir yang terkadang mendekati permukiman memperparah keadaan yang ada. Sungai menjadi tempat untuk mandi cuci, buang air besar juga pembuangan sampak domestik dari rumah tangga. Pola tatanan rumah warga permukiman yang tidak teratur dan jenis bangunan non permanen digunakan sebagi tempat tinggal. Ironisnya walaupun dengan kondisi yang sedemikian rupa warga permukiman masih tetap bertahan dan tinggal di permukiman. Hal ini karena adanya serangkaian kegiatan dalam mengolah dan menciptakan hubungan timbal balik dengan lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya hal itu, menyebabkan juga terjadinya perubahan-perubahan tata ruang pada lingkungannya. Maka perlu adanya penangan secara komprehenshif terhadap kehidupan komunitas pemulung Kalisari yang bertempat tinggal di kawasan bantaran sungai Kalisari. Kawasan ini merupakan daerah rawan bencana terutama bencana ekologis. Tujuan dalam penelitian ini yang pertama, memberikan gambaran dan menganalisis pola tatanan lingkungan hidup komunitas pemulung Kalisari dan menganalisis perubahan-perubahan dalam tata ruang yang berdampak terhadap komunitas pemulung di bantaran sungai Kalisari. Konsep push and pull teori menjelaskan tentang faktor yang mendorong dan juga menarik para migran dalam melakukan suatu perpindahan, digambarkan dalam faktor positif (+), faktor negatif (-), atau faktor netral (0). Teori sistem terbuka menjelaskan tentang hubungan timbal balik antara dua komponen lingkungan Ekosistem dengan Sistem Sosial, dan dalam proses hubungan timbal baliknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus yaitu intrinsic case study dengan memfokuskan pada lingkungan hidup dan perubahan tata ruang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan mobilitas faktor penarik adalah harapan dengan hidup di komunitas ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Sedangkan faktor pendorongnya antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya, sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai, fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Motif utama yang mendorong perilaku mobilitas adalah motif ekonomi. Warga menciptakan kebersamaan dan kebutuhan bersama menjaga lingkungan, melalui pengorganisasian sistem sosial, pengetahuan yang dimilikinya. Sebagai sebuah sistem terbuka, permukiman komunitas pemulung Kalisari menerima input dari dan mengeluarkan output melalui energi, materi dan informasi ke subsistem sosial dan ekologi lainnya. Perubahan tata ruang di permukiman Kalisari terjadi secara bertahap, ditandai dengan adaya perubahan pola perilaku dalam mengelola sampah, perubahan tata perumahan warga yang dulunya saling berhimpitan dan padat sekarang telah ditata dan antar rumah sudah di beri jarak yang sesuai dan bangunannya sudah banyak yang menggunakan bangunan semi permanen. Selain hal itu juga ditunjukan dengan ada atau tidaknya kerusakan tanah, peralihan fungsi sungai, kualitas air yang menurun, dan limbah rumah tangga