Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Not a member yet
76 research outputs found
Sort by
UPAYA GURU DALAM MELATIH KEMANDIRIAN SISWA USIA DINI MENURUT KONSEP PENYADARAN PAULO FREIRE DI TK AN-NAYARA OMA VIEW MALANG
Penelitian ini membahas tentang upaya guru dalam melatih kemandirian siswa usia dini di sekolah Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan teori konsep penyadaran Paulo Freire. Menurutnya sangat penting sebuah proses pendidikan yang humanis. Dimana pendidikan yang menempatkan manusia sebagai manusia,  pada hakikatnya individu adalah subyek yang aktif, bukan pasif. Dengan demikian pendidikan harus menempatkan siswa sebagai seorang individu yang aktif, siswa bukanlah sebuah obyek melainkan sebuah subyek dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi dengan delapan informan yaitu satu informan kunci, dan tujuh informan utama yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut : 1) Sistem pembelajaran TK An-Nayara Malang telah terintegrasi komponen tujuan pembelajaran, kurikulum pembelajaran sebagai program dan strategi pembelajaran, komponen tenaga kependidikan yang kompeten, komponen anak didik usia 4-6 tahun, sarana dan prasarana sekolah serta pelaksanaan evaluasi (penilaian) pembelajaran, 2) Langkah guru dalam melatih kemandirian anak usia dini berdasarkan konsep penyadaran Paulo Freire di TK An-Nayara Kota Malang tidak tampak secara nyata (eksplisit) tetapi tercermin dalam strategi pembelajaran yang dilaksakan (secara implisit) dimana para guru berusaha melatih kemandirian anak didiknya melalui strategi, peneladanan,  latihan dan pengamalan, permainan, nyanyian, dan cerita, pujian dan sanjungan (penghargaan) serta lebih menunjukkan ciri pembelajaran dengan pendekatan Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) yang menghendaki keterlibatan siswa secara aktif, 3) Faktor yang mempengaruhi upaya guru dalam melatih kemandirian anak usia dini di TK An Nayara Malang berdasarkan konsep penyadaran Paulo Freire dapat dibedakan menjadi faktor pendukung antara lain: kompetensi tenaga kependidikan, tingginya rasa ingin tahu (antusiasme) anak didik,  dukungan (empati) pimpinan dan pengurus  sekolah, dan  iklim sosial  lingkungan sekolah yang kondusif. Faktor penghambat meliputi; perbedaan latar belakang murid, masih terdapat orang tua yang overprotektif (berlebihan dalam melindungi anaknya, pengaruh media komunikasi dan teknologi, dan perangkat pembelajaran yang terlalu banyak.  Kata Kunci: Upaya guru, Kemandirian, Penyadaran Paulo Freir
Hubungan Agen dengan Struktur dalam Perubahan Sosial Kelurahan Gundih menjadi Kampung Gundih Berseri (Studi Kasus pada Kelurahan Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya)
Penelitian ini dilatarbelakangi fenomena perubahan sosial yang terjadi di Kelurahan Gundih di mana perubahan tidak hanya merubah kondisi fisik lingkungan kelurahan, tetapi juga merubah pola hidup masyarakatnya yang semula kumuh menjadi sadar lingkungan. Perubahan tersebut terjadi melalui perencanaan dan peranan dari pihak-pihak yang menginginkan perubahan. Rumusan masalah meliputi: 1) siapa agen dan struktur dalam perubahan sosial Kelurahan Gundih menjadi Kampung Gundih Berseri, 2) bagaimana peran dari agen dan struktur dalam perubahan sosial, 3) bagaimana hubungan yang terjalin antara agen dengan struktur dalam perubahan sosial. Analisis dalam penelitian menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan konsep agen dan struktur, ruang dan waktu, serta hubungan struktur dengan praktik sosial agen. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, yakni mengamati kondisi lingkungan kelurahan dan berbagai praktik sosial agen serta masyarakat Gundih berkaitan dengan konteks penelitian, wawancara terhadap informan utama dan tambahan, serta mengumpulkan berbagai dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga orang agen dari masyarakat Gundih yang mengawali perubahan dengan kesadaran diskursifnya. Peran yang dilakukannya dalam perubahan sosial adalah dengan sosialisasi, pemberian materi, berkompetisi dan berkoordinasi. Struktur yang ada berasal dari masyarakat Gundih beserta praktik sosialnya yang dilatarbelakangi kesadaran praktis dan diskursifnya serta peran Pemkot Surabaya dan kelurahan melalui kebijakan strukturalnya. Hubungan antara agen dengan struktur dalam perubahan terjadi melalui skema struktur dominasi (penguasaan agen terhadap struktur), berlanjut signifikansi (ajakan agen pada struktur), dan mencapai skema legitimasi (pembenaran atas upaya agen oleh struktur).  Kata Kunci: agen perubahan, struktur, peran agen dan struktur, hubungan agen dengan struktur dalam perubahan sosial. Â
HUBUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN TEKNOLOGI MOBILE GADGET DAN EKSISTENSI PERMAINAN TRADISIONAL PADA ANAK SEKOLAH DASAR
Munculnya alternatif permainan baru pada anak, khususnya permainan mobile gadget pada anak akibat pertumbuhan teknologi, memungkinkan adanya sebuah hubungan, baik secara langsung atau tidak, dengan eksistensi permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat penggunaan teknologi mobile gadget dan eksistensi permainan tradisional pada siswa SDNU-1 Trate Gresik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif explanatory atau penjelasan, dengan menggunakan analisis korelasi Spearman untuk mengetahui kekuatan hubungan kedua variabel, yakni variabel tingkat penggunaan mobile gadget dan variabel eksistensi permainan tradisional. Sampel penelitian ialah siswa SDNU-1 Trate Gresik sebanyak 88 siswa. Hasil pengujian dalam penelitian ini menunjukan bahwa angka signifikasi sebesar 0,249 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa H0 diterima, dan H1 ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara tingkat penggunaan mobile gadget terhadap eksistensi permainan tradisional. Berkaitan dengan teori konsumsi dari Baudrillard, mengenai sebuah bentuk konsumsi terhadap tanda atau simbol, dalam penelitian ini penulis menemukan bahwa dengan memiliki sebuah gadget dapat membuat responden merasa dirinya gaul dan tidak ketinggalan jaman. Â Kata kunci: Tingkat penggunaan teknologi, mobile gadget, Eksistensi permainan tradisional, Masyarakat konsums
Politik Uang dalam Pemilihan Kepala Desa (Studi Kasus di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri)
Penelitian mengenai politik uang pada pemilihan kepala desa di Desa Jatirejo Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri. Peneliti memiliki beberapa tujuan yaitu pertamapeneliti ingin melihat dan menggambarkan bentuk-bentuk praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa. Kedua peneliti ingin melihat kesadaranagen dan menghubungkannya dengan rasionalitas agen di dalam kontestasi pemilihan kepala desa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dalam melakukan pemilihan informan peneliti menggunakan teknik purposive dan snowball dengan menentukan informan berdasarkan kebutuhan data. Sedangkan data penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Teori strukturasi dari Anthony Giddens digunakan dalam penelitian ini sebagai alat analisis praktik politik uang dan kesadaranagen dalam kontastasi pemilihan kepala desa. Dari hasil penelitian ini dapat ditemukan bukti bahwa praktik politik uang dalam pemilihan kepala desa dilakukan oleh expert agen (kandidat calon kepala desa, tim sukses) dan lay agen yaitu pemilih selain tim sukses. Adapun cara yang dilakukan oleh agen dalam praktik politik uang yaitu melalui kegiatan kampanye. Sedangkan wujud dari politik uang sebagai sarana antara interaksi pada expertagen dan lay agen berupa uang tunai, barang dan pemberian janji-janji politik seperti pembangunan infrastruktur dan ziarah wali lima. Dalam melakukan tindakan praktik politik uang maupun partisipasi dalam kontestasi pemilihan kepala desa, setiap agenmemiliki motivasi yang berbeda-beda. Diantaranya yaitu motivasi atas penghargaan, motivasi atas aktualisasi diri dan motivasi atas kebutuhan sosial. Secara teoritis motivasi atas penghargaan dan aktualisasi diri termasuk dalam bentuk kesadaran diskursif, sedangkan motivasi atas kebutuhan sosial merupakan bentuk kesadaran praktis agen. Sehingga dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa setiap tindakan agen dalam kontestasi pemilihan kepala desa mecerminkan motif yang mengarah pada kepentingan-kepentingan individu ataupun kepentingan kelompok sebagai rasionalitas atas tindakan yang dilakukan. Kata Kunci : Expert agen, Lay agen, Tindakan, Sarana antara, Kesadaran Diskursif, Kesadaran Praktis. Â
Strukturasi Implementasi Kebijakan Disabilitas (Studi Kasus Kebijakan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas di Kabupaten Sidoarjo)
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan yang dialami oleh penyandang disabilitas. Karena kesulitan itu, maka banyak penyandang disabilitas yang menganggur sehingga berakibat juga pada rendahnya kesejahteraan mereka. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo berkewajiban untuk melakukan pemberdayaan kepada para penyandang disabilitas, yang mana kegiatan ini didasarkan pada adanya kebijakan-kebijakan. Oleh karenanya, rumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah: 1) bagaimana implementasi kebijakan pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo, dan 2) bagaimana kesadaran penyandang disabilitas setelah mengikuti kegiatan pelatihan keterampilan. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori strukturasi Anthony Giddens yang menjelaskan tentang hubungan antara struktur dengan praktik sosial agen serta konsep kesadaran. Hubungan antara struktur dan agen ini menggunakan analisis dimensi struktural (S-D-L). Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Sidoarjo karena banyaknya industri yang memperbesar peluang penyandang disabilitas bekerja di perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dimensi struktural dari kebijakan tersebut adalah legitimasi-dominasi-signifikasi. Hasil penelitian lapang menunjukkan bahwa implementasi kebijakan pemberdayaan penyandang disabilitas di Kabupaten Sidoarjo belum berjalan maksimal. Dinas Sosial dan Tenaga Kerja menjalankan kebijakan pemberdayaan melalui program kegiatan pelatihan keterampilan, namun nyatanya tidak sepenuhnya terbukti mampu memberdayakan penyandang disabilitas. Kebijakan pemberdayaan berjalan timpang satu arah karena peran pemerintah yang lebih dominan mengatur masyarakat. Selain itu, pelatihan ini menimbulkan kesadaran praktis dan diskursif di diri peserta pelatihan sehingga mengindikasikan bahwa pelatihan keterampilan tersebut terbukti tidak sepenuhnya mampu memberdayakan penyandang disabilitas yang menjadi peserta pelatihan tersebut. Kata Kunci: dimensi struktural; kebijakan; kesadaran; pelatihan keterampila
HIPEREALITAS ONLINE SHOP DAN TINDAKAN KONSUMTIF MELALUI JEJARING SOSIAL ONLINE (Studi Aktivitas Belanja Online Mahasiswi Melalui Facebook)
Adanya kemajuan teknologi dan berkembangnya komunikasi memunculkan online shop pada jejaring sosial Facebook. Online shop seringkali menampilkan simulacra melalui foto barang-barang yang dijual yang menyebabkan munculnya suatu hiperrealitas. Dari hiperealitas yang muncul berperan dalam tindakan konsumtif mahasiswi, hal ini yang melatar belakangi penelitian ini. Permasalahan pada penelitian ini adalah bagaimana online shop fashion menampilkan simulacra dan hiperealitas, serta bagaimana hiperealitas berperan dalam tindakan konsumtif mahasiswi Universitas Brawijaya. Penelitian ini menggunanakan metode etnografi digital, dimana objeknya adalah para pemilik online shop fashion dan para konsumen dikalangan mahasiswi Universitas Brawijaya. Hasil penelitian ini menunjukkan Facebook dimanfaatkan untuk bisnis online seperti fashion. Online shop fashion ternyata mengubah hasil foto agar lebih menarik. Online shop juga membuat keterangan atau tag untuk menandai pengguna dijaringan pertemanannya. Tag merupakan bentuk hiperteks dan bersifat “clickableâ€, sehingga online shop dan jaringannya dapat saling terhubung. Foto yang ditampilkan juga merupakan salah satu hipermedia, sehingga banyak orang dapat mengakses. Kemudian online shop juga sering memberi caption pada foto dengan huruf menarik perhatian. Segala perubahan pada foto telah menghasilkan simulacra. Dari simulacra menghasilkan hiperealitas dan berperan dalam tindakan konsumtif. Kata kunci: Online Shop Fashion, Simulacra, Hiperealitas, Tindakan Konsumtif Â
GERAKAN ANTI PEMBAKARAN TIMAH (Studi Kasus Gerakan Sosial pada Masyarakat Kecamatan Sekaran Kabupaten Lamongan dalam Menolak Aktivitas Pembakaran Timah)
Lamongan memiliki permasalahan lingkungan yang cukup serius yaitu berupa pencemaran atau polusi udara yang diakibatkan oleh asap timah. Asap timah tersebut muncul akibat hasil pembakaran yang dilakukan oleh sekelompok pengusaha peleburan timah di Kecamatan Pucuk yang mana daerah tersebut berbatasan langsung dengan Kecamatan Sekaran. Hasil pembakaran berupa polusi asap timah sering mengarah ke Wilayah Sekaran yang dianggap mengganggu kesehatan dan kualitas udara di wilayah tersebut. Dari permasalahan ini muncul aktivitas masyarakat Sekaran berupa gerakan sosial yang tujuannya menolak aktivitas pembakaran timah tersebut. Peneliti menggunakan teori mobilisasi sumber daya yang digagas John D. McCarthy dan Mayer N. Zald untuk menganalisa dinamika gerakan sosial masyarakat Sekaran dalam menolak aktivitas pembakaran timah. Teori tersebut menekankan pentingnya organisasi gerakan sosial dan rasionalitas aktor dalam memobilisasi sumber daya yang tersedia. Penelitian ini menggunakan metode kualitiatif dengan pendekatan Studi kasus. Dengan menggunakan strudi kasus, peneliti berusaha memahami latar atau setting alamiah subjek yang menjadi kajian penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, organisasi gerakan, kepemimpinan, strategi dan ideologi memainkan peran penting dalam memobilisasi sumber daya serta mendistribusikan untuk kepentingan dan tujuan gerakan. Terdapat dua kelompok gerakan yang berkembang di Kecamatan Sekaran. Secara garis besar kelompok gerakan tersebut memobilisasi warga untuk melakukan tekanan kepada pemerintah agar mengatasi permasalah polusi asap timah. Kata Kunci : Gerakan Sosial, Mobilisasi Sumber Daya, Pembakaran Timah, Organisas
ADAPTASI MASYARAKAT PESISIR DALAM PENGELOLAAN LIMBAH PABRIK IKAN DI MUNCAR KABUPATEN BANYUWANGI
Penelitian ini ditujukan untuk menggambarkan bentuk adaptasi yang dilakukan oleh masyarakat pesisir pengolah limbah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat pesisir pengolah limbah menjadikan pengetahuan sebagai dasar pengolahan limbah di Desa Kedungrejo. Masyarakat pesisir pengolah limbah mengembangkan pengetahuan untuk perilaku yang diputuskan secara sadar untuk mengolah limbah pabrik ikan menjadi minyak ikan, pupuk cair organik biofish, dan petis. Pengolahan limbah yang dilakukan masyarakat menggunakan teknologi yang diciptakan oleh masyarakat pengolah limbah untuk kepentingan ekonomi. Beberapa kendala teknis seperti kurangnya kendaraan untuk distribusi, barang tidak cepat terjual dan toko-toko belum bisa menjualkan pupuk cair biofish (pada pengolahan pupuk) menjadi dasar terbentuknya pengetahuan dalam proses adaptasi yang terus menerus berlangsung.  Kata kunci: Adaptasi, Difusi Inovasi,  Masyarakat pesisir, Teknoekonomi
MAKNA BUDAYA PADA JILBAB MODIS (Study Pada Anggota Hijab Style Community Malang)
ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan makna budaya pada jilbab yang dikenakan anggota komunitas HSC Malang. Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan kajian fenomenologi makna budaya pada jilbab yang terjadi pada anggota komunitas HSC Malang. Penelitian menggunakan teori budaya dan budaya populer dari Raymonds Williams yang akan menjelaskan apa makna budaya jilbab pada anggota komunitas HSC Malang. metode dalam penelitian ini ada kualitatif , tipe deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Peneliti menganalisis hasil wawancara langsung dengan subjek penelitian. Pengambilan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi partisipan, dan wawancara mendalam. Penelitian ini mengambil empat informan penelitian. Hasil ini menunjukkan, dalam fenomena jilbab modis yang dimunculkan dari komunitas menjadikan fenomena ini menarik. Ketika anggota mulai memberikan gambaran mengenai pandangan mereka mengenai jilbab hingga bentuk jilbab mereka yang mengarah pada faktor yang lebih besar mempengaruhi perkembangan mereka berjilbab. Dalam budaya jilbab, keempat informan tersebut dipengaruhi perkembangan Intelektual, spiritual dan estetika. Perkembangan jilbab yang terjadi pada diri mereka mengalami perbedaan budaya. Jilbab menjadi sebuah budaya populer dan sering disebut sebagai jilbab modis ketika perkembangan jilbab yang dialami lebih dipengaruhi oleh faktor tren. Tren mampu merubah pemahaman jilbab dari syar’i menjadi jilbab yang nyaman digunakan muslimah. Hal ini dikarenakan tren dan fesyen menjadikan faktor utama agar mereka diterima dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini terjadi kepada ketiga informan dari anggota komunitas HSC Malang. Berbeda dengan infoman keempat yang tidak terpengaruh dengan tren dalam penggunaan jilbabnya. Pengetahuan agama dalam mengenakan jilbab merupakan faktor yang sangat mempengaruhi perubahan bentuk jilbab mereka. Salah satu informan, lebih mengarah pada budaya religi, karena ia menyadari dan memahami dengan baik makna jilbab sesuai dengan syari’at islam.  Kata Kunci:    Jilbab Modis, Makna Budaya, Intelektual, Spiritual, Estetika,                                 Budaya Populer dan Budaya Relig
KONFLIK DAN KETIDAKEFEKTIFAN REKONSILIASI (Studi Kasus Konflik Penambangan Pasir Mekanik dan Rekonsiliasi Melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif di Desa Gebangbunder Kecamatan Plandaan Kabupaten Jombang dalam Perspektif Le
ABSTRAKSI Aktivitas penambangan pasir mekanik di Kabupaten Jombang menyebabkan konflik terjadi antara pemerintah dalam usaha penertiban pelanggaran Perda serta masyarakat DAS Brantas. Pemerintah Kabupaten Jombang bekerja sama dengan BBWS Brantas dan PJT I untuk aktivitas penambangan pasir melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif, penambang pasir dialihkan pekerjaannya. Permasalahannya yang muncul adalah aktivitas penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder masih berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika konflik penambangan pasir dan menganalisis faktor penyebab rekonsiliasi konflik melalui Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas yang berjalan tidak efektif di Desa Gebangbunder. Penelitian ini menggunakan teori konflik sosial dari Lewis Coser, mengunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan ditentukan dengan menggunakan teknik purposive. Sumber data diperoleh melalui wawancara, observasi, dokumentasi, rekaman arsip dan perangkat fisik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik penambangan pasir mekanik di Desa Gebangbunder mengalami dinamika, mulai dari pra konflik hingga mengalami situasi krisis dan mengalami deeskalasi dengan adanya Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif sebagai katup penyelamat konflik. Implementasi dari program pemberdayaan yang digagas oleh Pemda Jombang, BBWS Brantas dan PJT I tidak berjalan efektif. Ketidakefektifan perumusan program, kuatnya solidaritas penambang pasir, kegagalan pemerintah dalam menjalankan program menjadi faktor penyebab ketidakefektifan Program Pengamanan Tanggul Sungai Brantas Berbasis Partisipatif. Â Kata Kunci : Dinamika Konflik, Solidaritas, Rekonsilias