Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Double Tap to Double Life: proses manajemen privasi pelaku perselingkuhan di media sosial
Fenomena "Double Tap to Double Life" menggambarkan kompleksitas perselingkuhan di media sosial yang semakin berkembang, dengan dinamika komunikasi dan pengelolaan privasi yang beragam. Hal ini menciptakan tantangan unik bagi para pelaku perselingkuhan, dimulai dari interaksi sederhana seperti double tap hingga membangun hubungan emosional di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami strategi manajemen privasi yang digunakan oleh pelaku perselingkuhan di media sosial. Menggunakan metode studi kasus dan teori Communication Privacy Management (CPM), penelitian ini menganalisis strategi komunikasi terkait privasi dalam perselingkuhan di media sosial. Temuan menunjukkan bahwa pelaku perselingkuhan menjaga privasi dengan ketat melalui fitur yang ditawarkan media sosial seperti close friend, DM, hingga menggunakan dua akun untuk menyembunyikan hubungan mereka. Namun, turbulensi privasi muncul saat batasan yang dibangun mulai goyah, dengan media sosial yang memperburuk ketegangan emosional dalam hubungan mereka. Meskipun beberapa informan mampu beradaptasi, pelanggaran privasi tetap menjadi ancaman yang menghantui kehidupan ganda mereka
Aktivitas produksi konten media sosial di akun instagram @sagesinternational Surabaya
Produksi konten media sosial adalah bagian penting dari strategi pemasaran digital terutama melalui platform seperti Instagram. Penelitian ini mengeksplorasi aktivitas produksi konten di akun Instagram @sagesinternational, yang dikelola selama kerja praktik di Akademi Sages Surabaya. Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran merek dan menarik calon mahasiswa melalui konten kreatif. Proses produksi terdiri
dari tiga tahap: pra-produksi (perencanaan konten berdasarkan tren dan kebutuhan audiens), produksi (pengambilan foto atau video, pembuatan desain), dan pasca
produksi (penyuntingan dan unggahan konten). Penulis menciptakan berbagai konten seperti Reels, Story interaktif, dan feed, menggunakan aplikasi seperti Canva dan CapCut. Hasilnya, konten yang dibuat berhasil meningkatkan
keterlibatan audiens dan memperkuat citra Akademi Sages sebagai institusi pendidikan kuliner terkemuka. Strategi konten yang konsisten dan relevan dengan tren terbukti efektif dalam meningkatkan brand awareness. Saran diberikan untuk mengintegrasikan storytelling yang lebih kuat dalam konten dan menyediakan pelatihan teknis untuk meningkatkan kualitas produksi. Kesimpulannya, media
sosial, khususnya Instagram, adalah alat yang efektif dalam mendukung pemasaran digital dan membangun hubungan emosional dengan audiens
Hubungan tingkat kecanduan gadget dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya
Gadget merupakan perkembangan penting dalam sains dan teknologi, yang menyediakan berbagai alat penting untuk aktivitas sehari-hari. Penggunaan gadget, juga memiliki beberapa dampak negatif seperti menjadi kecanduan dan mengganggu tidur. Mahasiswa yang kecanduan pada gadget dapat mengalami buruknya kualitas tidur. Tujuan: mempelajari hubungan tingkat kecanduan gadget dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Metode: pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Data diambil melalui kuesioner SAS dan PSQI, diolah menggunakan SPSS versi 26, dan diuji dengan uji koefisien kontingensi. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan mayoritas responden mempunyai tingkat kecanduan gadget yang sedang yaitu sebanyak 54 mahasiswa dan mayoritas yang mempunyai kualitas tidur yang buruk sebanyak 49 mahasiswa. Hasil analisis hubungan tingkat kecanduan gadget dengan kualitas tidur menunjukkan hasil tidak signifikan dengan p = 0,428 (p > 0,05), semakin meningkatnya tingkat kecanduan gadget tidak berhubungan dengan kualitas tidur yang buruk dan hasil koefisien korelasi sebesar 0,143 yang menunjukkan korelasi positif dengan kekuatan asosiasi antara tingkat kecanduan tidur dengan kualitas tidur sangat lemah. Simpulan: Tidak terdapat adanya hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan gadget dan kualitas tidur pada mahasiswa FK UKWMS
Studi penggunaan antibiotik pada pasien bedah apendektomi dengan Metode ATC/DDD dan DU90% di Instalasi Farmasi RSUD Haji Provinsi Jawa Timur
Apendisitis merupakan peradangan yang terjadi pada apendiks vermiformis atau biasa dikenal dengan usus buntu. Apendisitis juga merupakan salah satu penyebab kegawatdaruratan abdomen di negara berkembang khususnya indonesia menduduki peringkat keempat pada tahun 2018 dengan 28.040 pasien apendisitis. Penatalaksanaan apendisitis dilakukan dengan tindakan apendektomi dan perlu pemberian antibiotik untuk mencegah terjadinya infeksi maupun kontaminasi. Namun penggunaan antibiotik dapat menimbulkan resistensi apabila penggunaannya berlebihan dan tidak rasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil penggunaan antibiotik berdasarkan klasifikasi AWaRe dan mengetahui tingkat penggunaan antibiotik profilaksis dan terapeutik (empiris dan definitif) di instalasi farmasi RSUD Haji Surabaya dalam satuan DDD/100 bed days pada pasien apendisitis periode januari -desember 2023. Jenis penelitian ini adalah observasional secara restrospektif dengan melihat data rekam medis pasien. Didapatkan data karakteristik berupa usia, jenis apendisitis, pola bakteri dan length of stay (LOS). Pada evaluasi kuantitas penggunaan antibiotik tertinggi sefazolin untuk profilaksis, seftriakson untuk empiris dan definitif berturut-turut yaitu 30,38 DDD/100 operation, 75,60 DDD/100 bed days dan 40,00 DDD/100 bed days dan seftriakson, sefazolin, metronidazol, siprofloksasin dan amikacin termasuk dalam segmen DU 90% untuk antibiotik profilaksis, empiris dan definitif dengan median (IQR) durasi terapi antibiotik meliputi usia: 29 (22-42) tahun, durasi rawat inap: 4 (3-5) hari, dan waktu tunggu operasi: 28 (20-43) jam
Analisis wacana kritis mengenai budaya patriarki pada film Yuni
Film menjadi media yang digemari oleh masyarakat. Film merupakan wadah yang digunakan oleh sutradara untuk menyampaikan gagasan mereka. Melalui film, penonton dapat memahami berbagai fenomena, baik yang terinspirasi dari kisah nyata maupun fiksi. Salah satu isu sosial budaya yang sering diangkat ke dalam film adalah peran perempuan dalam sistem budaya patriarki yang berkembang di masyarakat.Penelitian bertujuan untuk mengungkap representasi budaya patriarki dalam film Yuni. Fokus penelitian adalah pada bagaimana karakter utama, Yuni, berjuang melawan norma gender yang kaku di masyarakat patriarki melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Sara Mills. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menganalisis elemen verbal dan non-verbal dalam film. Temuan penelitian menunjukkan bahwa film Yuni merepresentasikan patriarki sebagai sistem sosial yang membatasi peran perempuan melalui stereotip, norma tradisional, dan tekanan sosial. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa narasi film ini memberikan wacana alternatif terhadap norma patriarki dengan menghadirkan perspektif pemberdayaan perempuan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang pentingnya media, khususnya film, sebagai sarana untuk mempromosikan kesetaraan gender dan mengkritisi ketimpangan struktural yang terjadi di masyarakat
Laporan Praktik Kerja Profesi Apoteker di Apotek Alba Medika Jl. Babatan Pantai 1A, Surabaya 16 April 2024 – 18 Mei 2024
Delay Red Flag Construction Company: Control Analysis With Four Lever Of Control
Despite extensive research on construction delays, this persistent issue continues to challenge the global construction industry. This case study aims to enhance the theoretical and practical understanding of management control systems (MCS) in construction firms by identifying the primary causes of project delays and examining the MCS components involved. A qualitative case study was conducted at a national private construction company (Jakons) to identify delay factors and propose solutions by linking them to MCS. The study focused on two Jakons projects that experienced delays, with primary data collected through interviews with five key informants directly engaged in MCS for the projects. Analysis of the interviews revealed common delay causes related to the project owner, consultants, labor, and materials. These causes were then connected to MCS practices and assessed using the four Levers of Control (LoC) framework, including Belief, Boundary, Diagnostic, and Interactive control systems. The study identified areas for improvement in MCS related to communication management, coordination, competence, and risk management that impact schedule delays. These findings provide valuable guidance for construction practitioners in planning and managing projects and offer insights to reassess MCS strategies to mitigate delays and achieve timely project completio
Laporan praktek kerja profesi apoteker di Apotek pro-THA Farma Jl. Imam Bonjol No 13, Geluran, Taman, Sidoarjo 16 April-18 Mei 2024
Formulasi sediaan pencerah wajah ekstrak bengkoang (Pachyrhizus erosus) dalam bentuk krim
Wajah adalah organ tubuh bagian luar yang sering terpapar radikal bebas seperti sinar UV. Radiasi UV dapat menstimulasi produksi melanin berlebih sehingga kulit menjadi lebih gelap. Oleh sebab itu, penggunaan produk pencerah wajah semakin banyak diminati hingga saat ini. Bengkoang (Pachyrhizus erosus) memiliki kandungan metabolit sekunder yaitu genistein yang bersifat sebagai antioksidan dan anti-tirosinase dalam penghambatan melanogenesis. Selain itu bengkoang juga mengandung alpha hydroxy acid (AHA) yang bersifat sebagai eksfoliasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh peningkatan konsentrasi ekstrak bengkoang (Pachyrhizus erosus) 5%, 7,5% dan 10% terhadap mutu fisik dan efektivitas sediaan krim pencerah dalam menghambat enzim tirosinase ditinjau dari parameter IC50. Penelitian ini menggunakan ekstrak kering bengkoang (Pachyrhizus erosus) yang diformulasikan menjadi 3 formula yaitu formula 1(5%), formula 2(7,5%) dan formula 3(10%). Evaluasi sediaan yang dilakukan meliputi uji mutu fisik yang terdiri dari pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan tipe emulsi, uji stabilitas meliputi uji sentrifugasi dan freeze-thaw cycling test dan uji efektivitas penghambatan enzim tirosinase. Data hasil pengujian pH, viskositas, daya sebar, daya lekat dan nilai IC50 antar bets dan antar formula dianalisis menggunakan metode analisa statistik parametrik yaitu metode One-Way ANOVA (α 0,05). Hasil penelitian menunjukkan semua formula telah memenuhi spesifikasi yang diinginkan terhadap mutu fisik, stabilitas dan efektivitas sediaan. Berdasarkan data yang diperoleh dari nilai IC50 F1,F2 dan F3 berturut-turut yaitu 1161,19 ppm, 941,89 ppm dan 831,10 ppm. Sediaan yang memiliki organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat, tipe emulsi, stabilitas dan aktivitas penghambatan enzim tirosinase terbaik adalah sediaan dengan konsentrasi ekstrak 10% (Formula 3)