Widya Mandala Surabaya Catholic University Repository
Not a member yet
20869 research outputs found
Sort by
Aktivitas tim marketing IDN Pictures dalam promosi film di media sosial
Marketing communication merupakan proses perencanaan, eksekusi, dan penilaian program-program yang dirancang untuk mempengaruhi perilaku target pasar. IDN Pictures merupakan production house dari naungan PT Indonesia Demi Nusantara. IDN Pictures bergerak dibidang perfilman. Marketing yang perlu di terapkan pada PH ini adalah bagaimana kita membranding produk film yang selalu baru agar dikenal oleh masyarakat, dengan menggunakan media sosial terkini seperti Instagram dan tiktok tim marketing akan selalu membagian konten dengan berbagai jenis kategori dari edukasi mengenai film tersebut, entertain dari film, meme yang relate dengan target IDN Pictures yaitu Gen-z dan generasi millenial. Dengan adanya perencanaan yang sistematis maka brand awareness kita akan dikenal oleh masyarakat luas
Analisis isi strategi promosi dan struktur pesan promosi smartphone melalui akun instagram @Pstore_surabayaa dan @bstore_surabaya
Penelitian ini ingin melihat bagaimana perbandingan strategi promosi smartphone yang dilakukan oleh Pstore dan Bstore di Instagram dengan melihat dari 4 indikator bauran pemasaran yaitu Produk, Harga, Orang, dan Promosi. Serta Strukturpesan promosi. Penelitian ini berfokus pada fenomena strategi promosi dan struktur pesan promosi smartphone pada @Pst0re_surabayaa dan @bstore_surabaya. Fenomena ini diangkat karena adanya perbandingan yang signifikan, kedua toko smartphone ini yang dimana
sama-sama dimiliki oleh artis terkenal. Maka dari itu, toko smartphone harus dapat menjadikan produknya dapat menarik konsumen dengan menggunakan strategi promosi dan struktur pesan promosi. Analisis isi komparatif ini di pilih untuk mengetahui perbandingan gambaran strategi promosi dan struktur pesan promosi yang dilakukan oleh kedua toko smartphone. Objek dalam penelitian ini yaitu analisis isi
komparatif strategi promosi dan struktur pesan promosi smartphone. Subjek yang digunakan adalah media sosial Instagram pstore dan bstore yakni @Pst0re_surabayaa dan @bstore_surabaya. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan. Pendekatan yang digunakan yaitu kuantitatif dan menggunakan jenis penelitian deskriptif-komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pstore melibatkan semua indikator yang diidentifikasi, sementara Bstore tidak menerapkan seluruh indikator tersebut, Bstore Indonesia tidak menerapkan sales promotion. Dalam struktur pesan, baik Pstore maupun Bstore menekankan pesan one-sided, menggunakan teknik penyajian pesan secara anti-climax, dan menerapkan prinsip Primacy dalam penyusunan pesan. Kesimpulannya, keduanya sama-sama menerapkan teknik secara eksplisit. konsistensi unggahan Pstore (304) lebih tinggi daripada Bstore (100), dengan implikasi bahwa konsistensi dalam membagikan unggahan promosi dapat memberikan dampak positif bagi perusahaa
Marketing communication tools pada Surabaya Suites Hotel
Kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan merupakan suatu hal yang terpenting. Kegiatan pemasaran dilakukan untuk dapat membantu perusahaan dalam meningkatkan jumlah konsumen atau pembeli. Dalam perusahaan tentu membutuhkan seorang marketing communication untuk membantu perusahaan dalam melakukan control penjualan dalam produk maupun jasa. Laporan kerja praktik ini bertujuan untuk mengetahui marketing communication tools pada Surabaya Suites Hotel . laporan ini akan membahas mengenai marketing. Communication tools pada Surabaya Suites Hotel dalam mengelola media sosial . Surabaya
Suites Hotel melakukan marketing tools seperti marketing mix , untuk memberikan informasi kepada para customers ataupun calon pembeli mengenai produk dan jasa yang ditawarkan pada Surabaya Suites Hotel
Metacognitive strategies used by university students in writing
At the university level of English Language Education Study Program (ELESP), writing is one of the language skills that the university students have to master. The complexity of writing leads most university students to experience some common problems in their writing process. To overcome their writing problems, they apply various learning strategies. One of the learning strategies in writing is called Metacognitive Strategies, which is believed by some researchers to be an effective way to solve university students’ writing problems as it plays a significant role in writing. Therefore, this study was conducted with the aim to explore how the university students use metacognitive strategies in the process of writing. The subjects of this study were 15 students of English Language Education Study Program at a private university in Surabaya who were taking Expository & Argumentative Writing Essays course. The data were collected through questionnaire and interview which were analysed and presented using descriptive qualitative research design. The findings showed that the students used metacognitive strategies in various ways for each writing process. (1) In
planning, the students paid attention to the genre of the essay to consider the purpose, target reader, and language use of their essays. They also recalled for model essays, made an outline, and generated new ideas in advance. (2) In drafting, they applied monitoring strategies by using the developed outline as a guideline to write the draft. They also generated ideas from the internet and written materials as their relevant resources. When they got stuck in drafting, they tried to find inspiration from relevant texts and online dictionary. (3) In revising and editing, they also applied the monitoring strategies by re-reading the draft to check the content, organization, and grammar of their drafts. They also used online grammar tools to help them check and correct the grammar and adjusted their writing plans. (4) In final version, the students applied the evaluating strategies by self-evaluating the grammar, content, organization, and vocabulary of their essays. They also evaluated whether their essay achieved its intended goal
Perencanaan unit usaha puding ubi cilembu “Puteto” dengan kapasitas produksi 500 cup per hari @100g
Puding merupakan jenis hidangan penutup bertekstur lembut
dan manis yang berbahan campuran bubuk agar, gula, air dikombinasi dengan susu atau bahan pangan lain. Bahan lain yang dapat ditambahkan adalah ubi Cilembu yang dapat meningkatkan kandungan pati, serat, dan menjadi sumber antioksidan. Produk puding ubi Cilembu direncanakan terdiri dari dua lapisan, yakni puding ubi sebagai lapisan bawah dan puding cokelat di lapisan atas dengan berat total 100g per cup dengan proporsi lapisan puding ubi dan puding cokelat sebesar 80:20. Puding ubi Cilembu diproduksi oleh home industry Superfood Indonesia dengan merek “Puteto” dan berkapasitas 500 cup (@100 g) per hari dengan harga jual Rp 9.000 per cup. Lokasi unit usaha terletak di Jalan Manyar Kertoadi 36B, Kota Surabaya, Jawa Timur. Bahan-bahan yang digunakan adalah ubi Cilembu, air, susu bubuk, agar-agar bubuk, gula pasir, bubuk cokelat. Tahapan produksi meliputi penyiapan hancuran ubi kukus, pembuatan puding ubi, dan pembuatan puding cokelat. Utilitas yang digunakan per bulan adalah air sebanyak 5,2536 m3 dan listrik sebesar 98,88 kWh. Unit usaha memiliki 4 pekerja terdiri dari 1 pimpinan dan 3 karyawan dengan struktur organisasi garis. Pemasaran dilakukan dengan memanfaatkan sosial media, berkolaborasi dengan influencer, mengikuti event, dan penjualan di tempat publik. Berdasarkan analisa kelayakan ekonomi, puding “Puteto” layak dijalankan dengan Rate of Return setelah pajak sebesar 373,78% lebih besar dari Minimum Attractive Rate of Return yaitu 20%, Pay Out Time setelah pajak sebesar 3,19 tahun, dan Break Even Point sebesar 41,19
Proses pengolahan new rendang rice bowl “Renbowl” dengan kapasitas 50 pack @220 g per hari.
Rendang merupakan makanan khas Minangkabau yang dimasak dengan berbagai jenis rempah dan santan selama beberapa jam hingga memiliki tekstur yang empuk dan rasa yang khas. Rendang sering dijumpai sebagai lauk pendamping nasi bungkus. Inovasi pembuatan rendang rice bowl masih jarang ditemui, khususnya di Surabaya. Usaha rendang rice bowl dengan berat 220 g (150 g nasi putih, 30 g rendang, dan 40 g tumis buncis) diberi merek “Renbowl” dengan kemasan paper bowl dengan diameter atas 10,5 cm, diameter bawah 9 cm, dan tinggi 6 cm. Bahan yang digunakan dalam pembuatan “Renbowl” adalah daging sapi, bawang putih, bawang merah, adas, ketumbar, lada putih, cabai merah besar, cabai merah keriting, santan kelapa, kelapa parut, kemiri (Aleurites moluccanus), daun jeruk purut, daun salam, sereh, bunga lawang, biji pala, jintan, garam, beras putih, buncis, air, dan minyak goreng kelapa sawit. Perencanaan unit pengolahan makanan “Renbowl” memiliki kapasitas produksi sebesar 50 pack @220 g/hari. Lokasi produksi unit pengolahan “Renbowl” terletak di Perumahan Puri Indah Lestari, Sidoarjo, sedangkan lokasi administrasi pemasaran terletak di Jl. Mojopahit No. 12, Surabaya. “Renbowl” merupakan industri rumah tangga yang termasuk dalam golongan UMKM dengan 2 orang karyawan. Tahap pengolahan “Renbowl” terdiri dari pembuatan nasi putih, pembuatan tumis buncis, pembuatan rendang, dan pengemasan. Utilitas yang diperlukan meliputi air 52800 L/tahun, listrik 327 KwH/tahun, 16 tabung LPG 12 kg/tahun. Pendirian usaha memiliki laju pengembalian (ROR) setelah pajak sebesar 34,55% yang lebih besar dari nilai MARR (12,5%). Waktu pengembalian modal setelah pajak adalah 3 bulan 13 hari dan titik impas (BEP) sebesar 44,69%. Berdasarkan pertimbangan faktor ekonomi, unit pengolahan “Renbowl” layak didirikan
Perencanaan unit pengolahan pangan Brownies Krispi “BorinG” dengan kapasitas produksi 1.100 kemasan (@50g) per bulan
Brownies krispi merupakan varian dari kue brownies dengan tampilan yang tipis dan memiliki tekstur krispi saat digigit. Brownies krispi terbuat dari bahan dasar dark chocolate compound , tepung terigu, gula pasir, telur, margarin, dan diberi choco chips sebagai topping. Merek “BorinG” dipilih untuk mencerminkan karakteristik kering dari produk brownies krispi sehingga merek “BorinG” merupakan singkatan dari brownies kering. Perencanaan unit pengolahan pangan brownies krispi memiliki kapasitas produksi sebanyak 1.100 kemasan (@50g) per bulan. Lokasi unit pengolahan brownies krispi terletak di Perumahan Griya Surya Asri A3 No.1, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia. Brownies krispi diproduksi oleh 2 orang karyawan dan 1 orang pimpinan. Proses pembuatan brownies krispi meliputi pelelehan dark chocolate compound dan margarin, pencampuran, pencetakan, pengovenan, pemotongan, pendinginan, dan pengemasan. Utilitas yang dipelukan meliputi air 42930,40 L/tahun, listrik 249,6 KwH/tahun, LPG 12,38 Kg/tahun. Berdasarkan analisa ekonomi perencanaan unit pengolahan pangan brownies krispi didapatkan laju pengembalian modal/Rate of Return (ROR) setelah pajak sebesar 75,23%, waktu pengembalian modal/Pay Out Time (POT) selama 1 bulan 9 hari, nilai Minimum Attractive Rate Of Return (MARR) sebesar 13%, dan titik impas/Break Event Point (BEP) sebesar 56,34%. Berdasarkan analisa ekonomi dan teknik, perencanaan unit pengolahan pangan brownies krispi layak untuk dioprasikan
Perencanaan unit pengolahan pangan permen jelly kopi “Boffee” dengan kapasitas produksi 120 pouch (@50g) per hari.
“Boffee” merupakan produk permen jelly yang terbuat dari ekstrak kopi robusta dan memiliki tekstur yang kenyal. Usaha “Boffee” memiliki kapasitas produksi 120 pouch (@50 g) setiap harinya. “Boffee” didirikan di Jalan Palm Beach F6-32, Surabaya. Usaha “Boffee” merupakan industri rumah tangga yang memiliki struktur organisasi lini. Usaha “Boffee” terdiri dari 4 tenaga kerja yang terdiri dari pemimpin, kepala administrasi dan keuangan, kepala produksi serta anggota produksi. Proses produksi dilakukan setiap hari Senin hingga Jumat dengan jam kerja selama 8 jam. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan permen jelly kopi “Boffee” adalah kopi robusta, air, gula pasir, gelatin, perisa, gula halus dan maizena. Produk permen jelly kopi “Boffee” akan dijual dengan harga Rp 25.000,00 dan diperoleh keuntungan sebesar 47,54%. Usaha “Boffee” akan memasarkan produknya secara online melalui media sosial Instagram dan secara offline. Targer pasar yang dipilih yakni dari rentang usia remaja hingga dewasa. Evaluasi usaha “Boffee” dinyatakan layak berdasarkan Rate of Return (ROR) setelah pajak sebesar 485,15%, Pay Out Time (POT) setelah pajak sebesar 2,46 bulan dan Break Even Point (BEP) sebesar 51,53%
Pra rencana pabrik bioetanol dari limbah nangka dengan kapasitas produksi 7.200 ton/tahun
Limbah buah Nangka merupakan salah satu penghasil produksi bioetanol. Bioetanol biasa digunakan sebagai untuk bahan bakar alternatif serta untuk menanggulangi krisis energi yang terjadi di Indonesia. Selain itu juga dapat digunakan disektor farmasi dan pabrik. Proses pembuatan bioetanol dimulai dengan menghidrolisis menggunakan asam sulfat untuk mendapatkan glukosa kemudian di dinetralkan untuk menghilangkan beberapa sisa kandungan dari proses hidrolisis dan difermentasi untuk mendapatkan bioetanol dengan Tingkat kemurniaan yang rendah. Setelah didapatkan bioetanol kemudian di destilasi untuk menghasilkan tingkat kemurnian 95%.
Prarencana Pabrik Bioetanol dari Limbah Buah Nangka ini memiliki rincian sebagai berikut:
Bentuk Perusahaan : Perseroan Terbatas
Produksi : Bioetanol
Kapasitas produksi : 7.200 Ton/tahun
Waktu operasi : 300 hari/tahun
Bahan baku utama : Jerami Nangka
Kebutuhan bahan baku : Jerami Nangka = 10.552,977 Ton/tahun
H2SO4 = 1.502,955 Ton/tahun
CaO = 118.284,00 Ton/tahun
Utilitas NPK
: Air = 237,96 Ton/tahun
= 115952,3429 m3/hari
Listrik = 18.918.487 kWh
Jumlah tenaga kerja : 100 orang
Lokasi pabrik : Kawasan Industri, Kota Gresik, Provinsi Jawa Timur
Berdasarkan Analisa yang telah dilakukan, didapatkan data sebagai berikut: Fixed Capital Investment (FCI) : Rp. 32.751.591.297
Working Capital Investment (WCI) : Rp. 12.624.339.284 Total Production Cost (TPC) : Rp. 49.471.440.29
Laporan kerja praktek PT. Perusahaan Air Minum Daerah Surya Sembada Kota Surabaya 1 Agustus - 30 September 2023
PDAM Surya Sembada Kota Surabaya adalah badan usaha milik negara yang merupakan perusahaan air minum peninggalan zaman Belanda. PDAM Surya Sembada
Kota Surabaya memiliki kantor pusat dan dua unit produksi. Kantor PDAM Surya Sembada Kota Surabaya berada di Jalan Mayjen Prof. Dr. Moestopo No.2 sedangkan unit produksi berada di Jalan Mastrip No.56 Karangpilang dan Jalan Penjernihan No.1 Surabaya. Adapun kapasitas produksi dari badan usaha ini adalah pada Ngagel I sebesar
1.800 L/detik, Ngagel II sebesar 1.000 L/detik, Ngagel III sebesar 2.000 L/detik, Untuk menjaga ketersediaan bahan baku, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya menggunakan bahan baku air sungai dari kali Surabaya dengan grade D yang jumlahnya sangat berlimpah.
Proses produksi air bersih dimulai dengan proses penyadapan air baku, dilanjutkan dengan proses pengendapan, kemudian penyaringan dan reservoir. Hasil
produk air bersih dilanjutkan pemberian gas klorin untuk membunuh bakteri yang terkandung dalam air lalu didistribusikan ke konsumen Surabaya. Dalam menjaga
kualitas dari bahan baku hingga menjadi produk air bersih, PDAM Surya Sembada Kota Surabaya melakukan uji analisa laboratorium terhadap beberapa parameter analisa
sesuai ketetapan untuk air baku adalah Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.82 Tahun 2001 dan untuk air produksi adalah Peraturan Menteri Kesehatan Nomor :
492/MENKES/PER/IV/2010 tentang syaratsyarat pengawasan kualitas air minum.Tugas khusus yang dilakukan adalah melakukan pengamatan terhadap tingkat
kekeruhan pada bak kanal air baku, 6 bak sedimentasi, output unit filtrasi, hasil air produksi serta melakukan pengukuran kadar klorin dari output pompa kota lama (PKL) dan pompa kota baru (PKB). Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali yaitu pukul 08.00, 10.00, 12.00 dan 14.00 WIB. Hasil pengamatan menunjukan bahwa kualitas air baku IPAM 3 Ngagel sangat bervariasi baik setiap hari dimana dalam satu hari tersebut
kualitas air yang diamati dapat bervariasi. Hal ini mempengaruhi proses sedimentasi dan filtrasi dimana operator harus melakukan pengawasan terhadap parameter kualiatas air proses lebih sering untuk memfasilitasi fluktuasi kualitas air baku. Dari hasil pengamatan diatas telah memenuhi standard Pemerintah Indonesia kualitas air minum